cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jksmcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM)
ISSN : 29876648     EISSN : 29876656     DOI : https://doi.org/10.61116/jksm.v1i4.243
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan kepengawasan supervisi dan manajerial.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus" : 5 Documents clear
MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN (STUDI KASUS DI SMP MUHAMMADIYAH AL KAUTSAR PROGRAM KHUSUS) ISKA SEPTI ANNISA; ISTIQOMAH SARAH NUR INAYAH; WIWIN ASTUTI; HELDY RAMADHAN PUTRA P
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.288

Abstract

Pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan bertujuan untuk mengatur sumber daya manusia di sekolah supaya mereka dapat bekerja sesuai dengan posisi dan kompetensi yang dimilikinya untuk mendukung proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai manajemen tenaga pendidik dan kependidikan yang dilakukan di SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus secara terperinci, membahas mengenai perencanaan, pengadaan, pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan, strategi khusus yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan di SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus, pemberhentian kerja tenaga pendidik dan kependidikan, tantangan yang terjadi pada saat pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan, dan evaluasi tenaga pendidik dan kependidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kepustakaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam (in depth interview). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus melakukan perencanaan terhadap tenaga pendidik dan kependidikan setiap tahun ajaran baru dengan mengalisis tenaga pengajar berdasarkan perubahan kurikulum dan program sekolah. Kontribusi dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca serta bahan evaluasi terhadap manajemen tenaga pendidik dan kependidikan yang telah dilakukan oleh SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI LINGKUNGAN SEKOLAH HERMIANTO, HERMIANTO
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekolah. Pengelolaan SDM yang efektif merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pencapaian tujuan sekolah. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mengorganisir, memotivasi, dan mengembangkan potensi SDM di sekolah. Studi ini menganalisis berbagai pendekatan yang digunakan oleh kepala sekolah untuk mengelola tenaga pengajar dan staf lainnya, serta tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Melalui kajian literatur yang komprehensif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai strategi pengelolaan SDM seperti perencanaan kebutuhan tenaga pengajar, pelatihan dan pengembangan profesi, serta pemberian penghargaan dan umpan balik yang konstruktif. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan SDM di sekolah, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan keterlibatan semua pihak terkait, juga dibahas secara mendalam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi para kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan SDM dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih produktif dan harmonis.
PERBEDAAN SUPERVISI TRADISIONAL DAN SUPERVISI KOLABORATIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH SULASNI WAHIDAH
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara supervisi tradisional dan supervisi kolaboratif di lingkungan sekolah, serta dampaknya terhadap pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan kualitas pembelajaran. Supervisi merupakan bagian integral dalam sistem manajemen pendidikan, yang berfungsi untuk memfasilitasi peningkatan kinerja guru melalui pengawasan dan bimbingan. Dalam pendekatan tradisional, supervisi cenderung lebih bersifat top-down, di mana kepala sekolah atau supervisor memiliki peran dominan dalam mengawasi dan memberikan arahan kepada guru. Sebaliknya, supervisi kolaboratif menekankan pada kerjasama antara kepala sekolah, guru, dan staf sekolah dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui diskusi, refleksi, dan pengembangan bersama. Kajian ini menganalisis perbedaan mendasar antara kedua pendekatan supervisi tersebut dalam hal tujuan, proses, dan metode yang digunakan. Dalam supervisi tradisional, pengawasan dilakukan secara terstruktur dan seringkali kaku, dengan fokus pada evaluasi kinerja guru berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan supervisi kolaboratif lebih menekankan pada pembentukan tim yang bekerja bersama untuk menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi pedagogis secara bersama-sama. Penelitian ini juga membahas tantangan dan keuntungan masing-masing pendekatan, serta implikasinya terhadap pengembangan profesionalisme guru dan efektivitas pembelajaran di sekolah. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa supervisi kolaboratif lebih efektif dalam menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis antara kepala sekolah dan guru, serta memberikan ruang bagi peningkatan kompetensi profesional guru secara berkelanjutan. Di sisi lain, supervisi tradisional masih relevan dalam konteks tertentu, terutama ketika diperlukan evaluasi kinerja yang lebih sistematis dan terukur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merancang strategi supervisi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan sekolah, serta memperkuat implementasi supervisi berbasis kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS MUTU DALAM DUNIA PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH FIONA ELLYONOVA
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Manajemen Berbasis Mutu (MBM) dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah. MBM merupakan pendekatan manajerial yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur, dengan tujuan untuk mencapai standar mutu yang ditetapkan dalam sistem pendidikan. Pada implementasinya, MBM menekankan pada keterlibatan seluruh komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf administratif, hingga siswa, dalam upaya menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan. Kajian ini meneliti berbagai aspek yang mempengaruhi penerapan MBM di sekolah dasar dan menengah, termasuk pengembangan kurikulum, pembelajaran, penilaian, serta pengelolaan sumber daya manusia dan sarana prasarana. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi MBM, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya pelatihan bagi tenaga pendidik, serta budaya sekolah yang belum sepenuhnya mendukung perubahan menuju standar mutu yang lebih tinggi. Meskipun demikian, studi ini juga menemukan sejumlah keberhasilan dalam penerapan MBM, terutama di sekolah-sekolah yang telah menerapkan pendekatan partisipatif dan melibatkan seluruh pihak dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBM memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar dan menengah, asalkan diiringi dengan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait dan dukungan sumber daya yang memadai. Penerapan MBM yang efektif dapat memperbaiki sistem evaluasi, pembelajaran, serta pengelolaan sumber daya manusia di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar dan menengah.
PERAN SUPERVISOR PENDIDIKAN DALAM MENDORONG REFLEKSI DAN PERBAIKAN PRAKTIK MENGAJAR GURU ZAINAL ASIKIN
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Manajemen Berbasis Mutu (MBM) dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah. MBM merupakan pendekatan manajerial yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur, dengan tujuan untuk mencapai standar mutu yang ditetapkan dalam sistem pendidikan. Pada implementasinya, MBM menekankan pada keterlibatan seluruh komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, staf administratif, hingga siswa, dalam upaya menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan. Kajian ini meneliti berbagai aspek yang mempengaruhi penerapan MBM di sekolah dasar dan menengah, termasuk pengembangan kurikulum, pembelajaran, penilaian, serta pengelolaan sumber daya manusia dan sarana prasarana. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi MBM, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya pelatihan bagi tenaga pendidik, serta budaya sekolah yang belum sepenuhnya mendukung perubahan menuju standar mutu yang lebih tinggi. Meskipun demikian, studi ini juga menemukan sejumlah keberhasilan dalam penerapan MBM, terutama di sekolah-sekolah yang telah menerapkan pendekatan partisipatif dan melibatkan seluruh pihak dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBM memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar dan menengah, asalkan diiringi dengan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait dan dukungan sumber daya yang memadai. Penerapan MBM yang efektif dapat memperbaiki sistem evaluasi, pembelajaran, serta pengelolaan sumber daya manusia di sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar dan menengah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5