cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jkipcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 29875781     EISSN : 29875161     DOI : https://doi.org/10.61116/jkip.v1i4.187
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu keguruan dan ilmu pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): Januari" : 5 Documents clear
Analisis Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Krisis Identitas Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Maulida Putri Lesmana
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i1.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam (fenomenologi) mengenai pengalaman yang dialami dan peran yang diemban oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam membantu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banyuwangi dalam mengatasi krisis identitas. Siswa SMK berada pada tahap perkembangan remaja yang krusial, diperparah oleh tekanan tuntutan karir, akademik, dan penemuan jati diri, yang sering memicu krisis identitas. Berangkat dari kondisi ini, Guru BK menjadi figur sentral dalam memfasilitasi integrasi identitas diri siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis - IPA). Partisipan penelitian terdiri dari lima Guru BK yang secara aktif terlibat dalam penanganan kasus krisis identitas siswa SMK di wilayah Banyuwangi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Analisis data IPA berfokus pada pemaknaan dan pemahaman atas pengalaman subjektif para partisipan. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa tema sentral terkait pengalaman Guru BK, meliputi: (1) Perasaan kewalahan dan dilema antara peran pendidik dan penegak disiplin; (2) Strategi layanan komprehensif yang memadukan konseling individual, bimbingan kelompok karir, dan kolaborasi dengan orang tua/dunia industri; serta (3) Pemaknaan diri sebagai fasilitator pematangan identitas karir dan pribadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Guru BK di SMK Banyuwangi melampaui batas tradisional, menuntut kompetensi profesional tinggi dan pendekatan kontekstual untuk membantu siswa merumuskan identitas yang terintegrasi, terutama identitas karir. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan model layanan BK yang lebih adaptif di sekolah kejuruan.
Analisis Perbandingan Metode Permainan Traditional dan Digital terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Bahasa Inggris pada Siswa Sekolah Dasar Melisa Khoyyiroh Harahap; Ika Utama Simamora
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i1.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan secara kuantitatif pengaruh metode permainan tradisional dan permainan digital terhadap motivasi intrinsik dan hasil belajar kognitif Bahasa Inggris (kosakata dan struktur dasar) pada siswa kelas awal (Kelas II dan III) sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan modern, efektivitas alat pedagogis harus diukur untuk optimalisasi kurikulum. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi dua kelompok perlakuan (two-group pretest-posttest design). Populasi penelitian adalah siswa kelas II dan III di salah satu SD di Kota Medan. Sampel dibagi menjadi Kelompok Eksperimen 1 (menggunakan Permainan Tradisional: Simon Says, Guessing Game) dan Kelompok Eksperimen 2 (menggunakan Permainan Digital: Kahoot!, Quizlet Live) selama enam minggu. Motivasi diukur menggunakan Angket Motivasi Intrinsik Modified ARCS (Skala Likert), dan Hasil Belajar diukur menggunakan tes objektif kosakata dan tata bahasa. Analisis data menggunakan ANOVA dua jalur (Two-Way ANOVA) dan uji-t independen. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode permainan secara signifikan meningkatkan motivasi dan hasil belajar (p<0.05). Namun, ditemukan bahwa Permainan Digital menghasilkan peningkatan hasil belajar kognitif yang lebih tinggi secara signifikan (p=0.012), sementara Permainan Tradisional menghasilkan peningkatan motivasi intrinsik yang sedikit lebih tinggi tetapi perbedaannya tidak signifikan secara statistik (p=0.158). Disimpulkan bahwa integrasi kedua metode adalah strategi paling optimal: Permainan Digital untuk efisiensi transfer pengetahuan kognitif, dan Permainan Tradisional untuk pembangunan suasana kelas dan keterlibatan emosional.
Persepsi dan Kendala Guru dalam Menerapkan Pendidikan Kesehatan Remaja di Sekolah Menengah Atas Shafa Amir Thalib
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i1.602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Kesehatan Remaja (PKR), khususnya terkait isu kesehatan reproduksi, dengan fokus pada persepsi dan kendala yang dihadapi oleh Guru mata pelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banyuwangi. Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu krusial di Indonesia, namun implementasi pendidikan terkait sering terhambat oleh faktor sosiokultural dan kesiapan pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain fenomenologi, melibatkan Guru Biologi, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari tiga SMA berbeda di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan analisis dokumen kurikulum. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola pengalaman dan tantangan. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa Guru memiliki persepsi positif tentang pentingnya PKR, namun menghadapi kendala signifikan, termasuk: (1) Kecemasan Guru (teacher anxiety) terkait norma agama dan etika sosial saat membahas seksualitas; (2) Keterbatasan waktu dan materi dalam Kurikulum 2013 yang tidak eksplisit; dan (3) Penolakan atau ketidaknyamanan dari lingkungan siswa dan orang tua. Dirumuskan bahwa implementasi PKR di Banyuwangi berada dalam situasi "dilema moral-profesional". Penelitian ini menyimpulkan perlunya modul pelatihan yang sensitif budaya dan kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah, orang tua, dan penyedia layanan kesehatan untuk mendukung Guru.
Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling oleh Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (Sebuah Kajian Etnografis) Muchlis Hamonangan
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i1.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi secara holistik budaya sekolah terkait Bimbingan dan Konseling (BK), termasuk pandangan, harapan, dan perilaku siswa terhadap keberadaan dan peran Guru BK di lingkungan SMK N. 1 Mazo, Nias Selatan. Konteks Nias Selatan yang kental dengan budaya komunal dan hierarki otoritas tradisional (terutama kepemimpinan Guru/Kepala Sekolah) sangat memengaruhi penerimaan terhadap layanan BK modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografis kualitatif, di mana peneliti berupaya menjadi partisipan-pengamat untuk memahami emic perspective (sudut pandang dalam) siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan intensif di ruang kelas, lingkungan sekolah, dan ruang BK, serta wawancara mendalam dengan siswa (fokus: pengguna layanan, non-pengguna, peer group), Guru BK, dan perwakilan manajemen sekolah. Analisis data dilakukan melalui analisis domain dan taksonomi untuk merumuskan struktur budaya BK di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualitas persepsi: siswa memandang BK sebagai "Polisi Sekolah" (penegak disiplin/hukuman) dan secara simultan sebagai "Tempat Curhat/Penolong" (untuk masalah personal/karir). Pemanfaatan layanan sangat dipengaruhi oleh budaya siri (malu) dan ketakutan akan stigma sosial. Disimpulkan bahwa Guru BK di SMK N. 1 Mazo perlu menyeimbangkan peran kedisiplinan dan pengembangan personal-karir, serta secara proaktif menciptakan budaya trust (kepercayaan) untuk memaksimalkan pemanfaatan layanan.
Peran Konselor Sekolah dalam Penanganan Kasus Bullying dan Dampaknya terhadap Iklim Sosial Samsul Hadi
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i1.604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara mendalam peran Konselor Sekolah (Guru Bimbingan dan Konseling - BK) dalam penanganan kasus bullying dan menganalisis dampaknya terhadap iklim sosial di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banyuwangi. Bullying merupakan masalah serius yang mengganggu perkembangan psikososial siswa dan kualitas lingkungan belajar. Dengan desain studi kasus tunggal intensif pada satu SMP yang memiliki prevalensi kasus bullying signifikan, penelitian ini berfokus pada pengalaman dan intervensi spesifik Konselor Sekolah. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan Konselor, korban, pelaku, dan guru mata pelajaran, serta observasi non-partisipan dan analisis dokumen (catatan kasus BK, buku tata tertib). Analisis data menggunakan teknik analisis tematik holistik untuk menggambarkan proses penanganan kasus secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Konselor melampaui batas tradisional, mencakup advokasi korban, restorasi pelaku, dan mediasi iklim sosial. Intervensi yang efektif adalah Konseling Kelompok Restoratif dan Program Edukasi Anti-Bullying berbasis kearifan lokal. Dampak signifikan terlihat pada peningkatan pelaporan kasus, penurunan insiden bullying fisik, dan pergeseran persepsi siswa terhadap peran BK sebagai pelindung, yang secara kolektif memperbaiki iklim sosial sekolah menjadi lebih inklusif dan aman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran proaktif Konselor sangat krusial dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5