cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jkipcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 29875781     EISSN : 29875161     DOI : https://doi.org/10.61116/jkip.v1i4.187
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu keguruan dan ilmu pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): April" : 5 Documents clear
Kontribusi Program Ekstrakurikuler Olahraga dalam Pengembangan Karakter Siswa di Sekolah Asrama Rifan Maulidy Eibed
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i2.605

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal intensif yang bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran spesifik program ekstrakurikuler olahraga dalam pengembangan karakter dan kepemimpinan siswa di sebuah sekolah berasrama (boarding school) di Banyuwangi. Lingkungan berasrama yang komunal dan terstruktur memberikan konteks unik bagi intervensi non-akademik seperti olahraga. Desain kualitatif ini berfokus pada tim olahraga unggulan sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelatih, Guru Bimbingan dan Konseling (BK), kepala asrama, dan anggota tim/kapten. Selain itu, digunakan observasi partisipan tingkat moderat selama sesi latihan dan pertandingan, serta analisis dokumen (kode etik tim, catatan disiplin, dan struktur organisasi kepemimpinan). Analisis data menggunakan teknik analisis tematik holistik untuk menggambarkan mekanisme internalisasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga berfungsi sebagai "Laboratorium Karakter Aktif". Peran utamanya meliputi: (1) Menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan resiliensi (karakter); dan (2) Mengembangkan kepemimpinan situasional dan kemampuan resolusi konflik (kepemimpinan). Dampak signifikan terlihat pada transfer nilai-nilai yang dipelajari di lapangan ke kehidupan asrama dan akademik. Disimpulkan bahwa program ekstrakurikuler olahraga, jika dikelola dengan fokus pada pendidikan karakter, merupakan komponen vital dalam kurikulum non-akademik di sekolah berasrama.
Analisis Pengalaman Siswa dalam Pembentukan Nilai Toleransi Antar-Etnis melalui Pembelajaran PPKn Elvida Nasution
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i2.606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam dan subjektif pengalaman siswa dalam memaknai dan menginternalisasi nilai-nilai multikultural dan toleransi yang diajarkan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Menengah Atas (SMA) N. 1 Rantau Selatan. Dalam konteks sekolah yang majemuk secara etnis, PPKn berfungsi sebagai medium formal untuk mempromosikan kohesi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Fenomenologi Interpretatif (Hermeneutik) untuk mengungkap esensi pengalaman hidup siswa. Partisipan penelitian melibatkan siswa dari berbagai latar belakang etnis (misalnya, Batak, Melayu, Jawa, dan Minang) yang aktif dalam diskusi PPKn. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam naratif, diskusi kelompok terfokus (FGD) yang membahas studi kasus PPKn, dan analisis artefak siswa (esai, jurnal refleksi). Analisis data dilakukan melalui proses reduksi fenomenologis dan perumusan struktur esensial pengalaman. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga domain pengalaman: (1) Pemahaman Kognitif (memahami Pancasila sebagai dasar hukum); (2) Diskonfirmasi Emosional (perbedaan antara teori kelas dan praktik sehari-hari di luar sekolah); dan (3) Internalisasi Pragmatis (toleransi sebagai survival skill dalam pergaulan yang majemuk). Ditemukan bahwa metode diskusi studi kasus dalam PPKn efektif dalam menciptakan safe space untuk membahas isu sensitif. Disimpulkan bahwa PPKn berhasil membentuk toleransi sebagai norma perilaku rasional yang penting untuk harmoni, meskipun tantangan terletak pada penjangkauan ranah afektif dan mengatasi diskonfirmasi dari lingkungan eksternal.
Implementasi Strategi Guru dalam Melayani Anak Berkebutuhan Khusus pada Pembelajaran PJOK Sultan Jalu Alwan
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i2.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi dan strategi adaptasi yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Jasmani (Penjas) dalam melayani siswa berkebutuhan khusus (SBK) dalam konteks pendidikan inklusi di sekolah-sekolah di Banyuwangi. Pendidikan inklusi menuntut penyesuaian kurikulum dan metode pengajaran, khususnya dalam pembelajaran Penjas yang menuntut aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain studi kasus ganda (multiple case study), melibatkan Guru Penjas dan Guru Pendamping Khusus (GPK) dari tiga Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi (SPPI) di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipan tingkat moderat selama sesi pembelajaran, dan analisis dokumen (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Individual/PPI). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola tantangan dan inovasi adaptif. Hasil penelitian mengidentifikasi tantangan utama: (1) Keterbatasan kompetensi Guru Penjas dalam Adapted Physical Education (APE); (2) Kesenjangan Sarana dan Prasarana adaptif; dan (3) Keterbatasan waktu kolaborasi dengan GPK. Strategi adaptif yang dominan adalah Modifikasi Aturan dan Peralatan serta pendekatan Pemberian Tugas Berjenjang (Differentiated Instruction). Ditemukan bahwa kolaborasi aktif antara Guru Penjas dan GPK merupakan kunci utama keberhasilan adaptasi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan pelatihan APE yang disesuaikan dengan konteks sumber daya sekolah daerah.
Identifikasi Faktor Penghambat dan Potensi Keberhasilan dalam Pelaksanaan Peer Counseling di Madrasah Aliyah Ainul Rizki
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i2.608

Abstract

Penelitian ini merupakan desain intervensi kualitatif yang bertujuan mengidentifikasi secara mendalam faktor penghambat dan potensi keberhasilan dalam pelaksanaan program Konseling Sebaya (Peer Counseling) di lingkungan Madrasah Aliyah (MA) di Banyuwangi. Konseling Sebaya dipandang sebagai layanan Bimbingan dan Konseling (BK) komplementer yang efektif, namun implementasinya di lembaga pendidikan Islam seringkali terkendala oleh faktor kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan melibatkan tiga MA di wilayah Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Guru BK, Koordinator Konselor Sebaya, dan siswa anggota. Analisis data dilakukan secara tematik untuk merumuskan model intervensi yang relevan. Hasil penelitian mengidentifikasi faktor penghambat utama, meliputi: (1) Stigma terhadap kerahasiaan (confidentiality) dan pemahaman agama; (2) Kompetensi teknis konselor sebaya yang terbatas; dan (3) Dukungan kelembagaan yang belum optimal. Sebaliknya, potensi keberhasilan didorong oleh: (1) Tingkat kepercayaan siswa yang tinggi kepada teman sebaya; dan (2) Sifat sukarela dan kemudahan akses di lingkungan madrasah. Berdasarkan identifikasi ini, dirumuskan Model Intervensi Kualitatif Tiga Tahap yang mengintegrasikan penguatan nilai-nilai religius dengan pelatihan keterampilan konseling dan manajemen program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan terletak pada sinergi nilai agama dan profesionalitas dalam desain program.
The Effectiveness of Role-Playing Games in Enriching Vocabulary and Reducing Anxiety in English Language Learning Melisa Khoyyiroh Harahap; Diah Khoirunnisa Harahap
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i2.609

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Role-Playing Games (RPG) as a pedagogical intervention in improving English vocabulary mastery (cognitive domain) and simultaneously reducing foreign language anxiety (FLA) (affective domain) in elementary school students. Anxiety is a significant barrier to language acquisition. The study used a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The study population consisted of sixth-grade elementary school students in Medan, with a sample of N=60 divided into an Experimental Group (using scenario-based RPG) and a Control Group (using conventional methods: drill and memorization). The intervention was conducted over eight weeks. Anxiety was measured using the Modified Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) questionnaire (Likert scale), and vocabulary was measured using a pretest-posttest objective test. Data analysis used ANCOVA (Analysis of Covariance) to control for initial scores. The results showed that RPG significantly increased vocabulary acquisition (p<0.001) and significantly reduced Foreign Language Learning Anxiety (p=0.005) compared to the control group. It was concluded that RPG is a holistic method that successfully creates a safe learning environment (low-anxiety environment) while providing an authentic context for vocabulary application and retention in elementary school students.

Page 1 of 1 | Total Record : 5