Kiwari
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles
421 Documents
Peran Homeless Media dalam Melakukan Penyebaran Informasi di Media Sosial Instagram (Studi pada Opini.id)
Frances Alexander;
Ahmad Junaidi
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15703
The background of this study is that researchers want to examine how the phenomenon of homeless media in spreading information and news on Instagram social media to audiences, because the development of media that brings this era into a new media era that changes people's consumption patterns of information becomes much easier coupled with the number of people who are already literate of social media. The purpose of this research is to find out an information wrapped in creative content and then disseminated to a wide audience. The results of this study show that homeless media is purely the work of digital journalism creatively in providing content on social media packaged so attractively using existing content. Opini.id as one of the homeless media in Indonesia always provides credible and accurate information, updating comprehensive news articles into a simple and interactive news content so that it is easy to consume lightly.Latar belakang dari penelitian ini adalah fenomena homeless media dalam melakukan penyebaran informasi dan berita di media sosial Instagram terhadap khalayak, dikarenakan perkembangan media yang telah mengubah pola konsumsi masyarakat akan informasi menjadi jauh lebih mudah ditambah dengan banyaknya masyarakat yang sudah melek akan media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi yang dibungkus dengan konten kreatif lalu disebarluaskan ke khalayak luas. Metode dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa homeless media merupakan murni kerja jurnalisme digital secara kreatif dalam memberikan konten di media sosial lalu di kemas sedemikian menarik menggunakan audiovisual dan program yang ada. Opini.id sebagai salah satu homeless media di Indonesia menyediakan informasi yang kredibel dan akurat, memperbarui berita artikel yang komprehensif menjadi sebuah konten berita yang sederhana dan interaktif agar mudah dikonsumsi secara ringan.
Peran Public Relations dalam Meningkatkan Citra PT. Jaya Perkasa Wibawa
Chyntia Agustina Sunardi;
Farid Farid
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15705
The background of this research is to examine how the role of Public Relations in improving the company's image and maintaining the company's image so that this image can be achieved. This study uses public relations theory and image theory with descriptive qualitative research methods through case studies. Data collection is done by indepth interviews, observation and documentation. The results of this study that the role of Public Relations can improve the company's image, Public Relations from PT. Jaya Perkasa Wibawa is quite good at maintaining the relationship between internal stakeholders within the company and the image of PT. Jaya Perkasa Wibawa can also be classified as good. Latar belakang dari penelitian ini adalah peneliti ingin meneliti bagaimana peran Public Relations dalam meningkatkan citra perusahaan dan mempertahankan citra perusahaan. Penelitian ini menggunakan teori public relations dan teori citra dengan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui studi kasus yang pengambilan datanya dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini bahwa peran Public Relations dapat meningkatkan citra perusahaan, Public Relation dari PT. Jaya Perkasa Wibawa cukup baik menjaga hubungan antara individu dalam perusahaan. Citra yang dimiliki PT. Jaya Perkasa Wibawa juga sudah dapat digolongkan baik.
Analisis Komunikasi Pemasaran dalam Pengembangan Brand Melalui Perspektif Teori AIDA (Studi Kasus Hotel Harper Cikarang)
Stephanie Violita Chandra;
Wulan Purnama Sari
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15714
Brand is everything related to the company, products, services, and everything related to the company. Brands have an important role in business development and require time for the process of delivering information to the intended audience or consumers. This way of delivering brand values to the target audience can be done through marketing communication activities. Hotel Harper Cikarang is also a company that performs and requires marketing communication in developing its brand. Brand development can be reviewed through the theory of AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) which is the formula most often used to help plan an advertisement as a whole, and this formula can be applied to an advertisement. On this basis, this study aims to determine the role of marketing communication to develop its brand through the perspective of Aida theory. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through interviews and observations. The results of the study indicate that the activities carried out by the sales and marketing team to develop their brand, it will be known that the activities carried out are in line with the AIDA theory which also discusses the marketing process.Brand adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan perusahaan, produk, layanan, dan segala hal yang berkaitan dengan perusahaan. Brand memiliki peranan penting dalam pengembangan bisnis dan membutuhkan waktu untuk proses penyampaian informasi kepada khalayak atau konsumen yang dituju. Cara penyampaian nilai-nilai brand kepada target khalayak ini dapat dilakukan melalui kegiatan komunikasi pemasaran. Hotel Harper Cikarang juga termasuk perusahaan yang melakukan dan memerlukan komunikasi pemasaran dalam pengembangan brand-nya. Pengembangan Brand dapat ditinjau melalui teori AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) yang merupakan formula yang paling sering digunakan untuk membantu perencanaan suatu iklan secara menyeluruh, dan formula itu dapat diterapkan pada suatu iklan. Atas dasar tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi pemasaran untuk mengembangkan brand-nya melalui perspektif teori aida. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh tim sales dan marketing untuk mengembangkan brand-nya, maka akan diketahui bahwa aktivitas yang dilakukan ini selaras dengan Teori AIDA yang membahas juga tentang proses pemasaran.
Peran Bidhumas Polda Metro Jaya dalam Membangun Citra Positif Polisi Melalui Media Sosial Instagram
Rihhadatul 'Aisy;
Moehammad Gafar Yoedtadi
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15723
Instagram is a social media application that is currently widely used from the children, teenagers, and the most adult. In addition, instagram also used by agency of the government. Agency of the government can use social media application are very useful for building a positive image from the general public. One of the government agencies that uses the Instagram social media application is the Bidhumas Polda Metro Jaya (@humas.poldametrojaya). The purpose of the Bidhumas Polda Metro Jaya to create an Instagram account is to provide information related to appeals which are directives from the Kapolda, Kapolri, and the Government. On the other hand, they also want to make their audience the main consumers. And if the wider community gives a bad assessment of the image of the police agency in a case of a criminal act, such as a case of rape or harassment, it should only tarnish the name of the perpetrator who committed the crime and be given a sanction in accordance with the law that was violated. One of the roles of the Bidhumas Polda Metro Jaya in handling a case of other criminal acts that can happen to a member of the police is to bridge a relationship between all members of Polda Metro Jaya and the wider community and provide information that is transparent in accordance the code of ethics of public relations.Instagram merupakan salah satu aplikasi media sosial yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Selain itu, instagram juga digunakan oleh beberapa instansi pemerintah untuk membangun sebuah citra positif, salah satunya ialah Bidhumas Polda Metro Jaya (@humas.poldametrojaya). Tujuan lembaga Bidhumas Polda Metro Jaya membuat akun Instagram ialah ingin memberikan informasi terkait imbauan-imbauan arahan dari Kapolda, Kapolri, dan Pemerintah. Di sisi lain, mereka juga ingin menjadikan khalayaknya sebagai konsumen utama. Dalam kasus lain adalah jika masyarakat luas yang memberikan penilaian buruk terhadap citra terhadap lembaga kepolisian pada sebuah kasus tindakan kriminal, seperti kasus pemerkosaan maupun pelecehan seharusnya hanya mencoreng nama oknum pelaku yang melakukan tindakan kriminal dan diberikan sebuah sanksi yang sesuai dengan undang-undang. Salah satu peran dari Bidhumas Polda Metro Jaya dalam menangani sebuah kasus tindakan kriminal lainnya ialah mejembatani sebuah hubungan antara Polda Metro Jaya dengan masyarakat luas serta memberikan informasi yang bersifat transparan dan sesuai dengan kode etik kehumasan.
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran PT. Kawasaki Motor Indonesia (Studi Kasus Pemasaran Zx-25r Saat Pandemi Covid-19)
Himawan Himawan;
Sisca Aulia
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15729
The background of this research is to find out the communication strategy of PT Kawasaki Motor Indonesia in marketing the ZX-25R product during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the marketing communication strategy of PT Kawasaki Motor Indonesia. This study uses the SOSTAC model proposed by P.R Smith, by analyzing marketing strategies systematically with descriptive qualitative research methods through case studies where data collection is carried out by interviews, observations, documentation, and literature studies. The results show that the importance of brand awareness and brand image in order to be able to instill the brand in the minds of consumers and convince them, and use digital marketing to make marketing more efficient. The conclusion is that being the first in a market segment and focusing on one product segment will lead to brand awareness, with this focus creating a good brand image because consumers will become confident about the product and aftersales, switching to digital marketing to use automotive influencers in digital promotions. marketing also makes the delivery of communication more effective and efficient to automotive consumers.Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi PT Kawasaki Motor Indonesia dalam memasarkan produk ZX-25R di saat pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi marketing komunikasi PT Kawasaki Motor Indonesia. Penelitian ini menggunakan model SOSTAC yang dikemukakan oleh P.R Smith, dengan menganalisis strategi marketing secara sistematis dengan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui studi kasus yang pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya brand awareness dan brand image agar dapat menanamkan merek di pikiran konsumen serta meyakinkannya, dan menggunakan digital marketing agar pemasaran lebih efisien. Kesimpulannya adalah dengan menjadi yang pertama di suatu segmen pasar dan fokus terhadap satu segmen produk akan menimbulkan brand awareness, dengan fokus tersebut menimbulkan brand image yang baik karena konsumen akan menjadi yakin terhadap produk dan aftersale, beralih ke digital marketing agar menggunakan influencer otomotif dalam promosi digital marketing juga membuat penyampaian komunikasi lebih mengena dan efisien kepada konsumen otomotif.
Resepsi Milenial Pengguna TikTok terhadap Citra Diri Artis (Studi Kasus pada Perseteruan antara Denise Chariesta dan Uya Kuya di Media Sosial TikTok)
Sonia Gandi;
Moehammad Gafar Yoedtadi
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15730
Social media is a new breakthrough in communication technology field that wascreated as a simulation of a social environment where people can interact like interactions in the real world. The millennial generation is considered capable of sorting and criticizing the messages they consume on Tiktok social media, especially related to the feud between Denise Chariesta and Uya Kuya. This study purpose to analyze and find out above millennial receptions understand and interpret the artist's self-image on Tiktok social media. With a descriptive qualitative method, the informants interviewed were millennials who followed the Tiktok accounts of the two artists and followed the development of the feud case. The results showed that the millennial understanding to self-image artists Denise Chariesta and Uya Kuya was considered negative and excessive. Millennials' meaning of artist self-image is interpreted in terms of Dominant-Hegemonic Reading, Negotiated Reading and Oppositional Reading. Accepting dominant meanings related to natural feuds, but rejecting the attitudes and traits shown by each artist to the public because they are negative. Media sosial merupakan terobosan baru dalam bidang teknologi komunikasi yangdiciptakan sebagai simulasi lingkungan sosial dimana orang-orang dapat berinteraksilayaknya interaksi di dunia nyata. Generasi millenial dinilai mampu memilah dan mengkritisi pesan yang mereka konsumsi di media social Tiktok, terutama terkait dengan perseteruan antara Denise Chariesta dan Uya Kuya. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengetahui bagaimana resepsi millenial dalam memahami dan memaknai citra diri artis di media sosial Tiktok. Dengan metode kualitatif deskriptif, informan yang diwawancarai adalah millenial yang memfollow akun Tiktok kedua artis dan mengikuti perkembangan kasus perseteruan tersebut. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemahaman millenial terhadap citra diri artis Denise Chariesta dan Uya Kuya dinilai negatif dan berlebihan. Pemaknaan millenial terhadap citra diri artis dimaknai secara Dominant- Hegemonic Reading, Negotiated Reading dan Oppositional Reading. Menerima pemaknaan secara dominan terkait perseteruan yang alami, namun menolak sikap dan sifat yang ditunjukan masing-masing artis kepada publik karena bersifat negatif.
Analisis Framing Pemberitaan PPKM di Media Kompas.com
Farhan Ario Wibisono;
Farid Rusdi
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15731
This study discusses the framing analysis of limiting community activities news in Kompas.com Media. The purpose of this study is to find out how Kompas.com frames the news of the pros and cons of limiting community activities emergency Covid-19 DKI Jakarta through the mass media. The theory used for this study is the framing theory. framing theory is used to dissect the ideology or ways of a media when constructing facts. In other words, framing is an approach with the aim of knowing the perspective or perspective used by journalists in selecting issues and writing news. The research method used is the qualitative method. The research technique uses Robert's framing analysis technique. The concept of framing by Robert N. Entman is used to describe and highlight certain aspects of media reality. Robert N. Entman saw framing in two main dimensions, namely the selection of issues and emphasis or highlighting aspects of reality or certain issues. In the conception of Robert N. Entman, framing basically refers to the provision of definitions, explanations, evaluations, and recommendations of discourse to emphasize a certain frame of mind for the planned event. The result of this study is that Kompas.com has proven to do pro framing. This can be proven through Kompas news articles which provide support for the policy of imposing restrictions on community activities without cornering the government. Penelitian ini membahas tentang analisis framing pemberitaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di media Kompas.com. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah agar dapat mengetahui bagaimana Kompas.com melakukan framing terhadap pemberitaan terkait pro-kontra Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 DKI Jakarta. Teori dalam penelitian ini adalah teori framing. Teori framing dimaksudkan agar dapat menguraikan cara-cara ataupun ideologi di dalam suatu media tertentu dalam melaksanakan konstruksi untuk suatu fakta tertentu. Oleh karena itu, Framing merupakan suatu pendekatan dengan tujuan untuk mengetahui cara pandang atau perspektif yang wartawan gunakan dalam melaksanakan pemilihan isu dan juga menuliskan suatu berita tertentu. Metode Penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah metode kualitatif. Teknik Penelitian ini mempergunakan teknik analisis framing Robert. N Entman. Konsep framing oleh Robert N. Entman berguna agar dapat menonjolkan ataupun mendeskripsikan berbagai aspek tertentu atas suatu realitas media tertentu. Robert N. Entman menyebutkan bahwa Framing ini memiliki dua dimensi utama, yakni melaksanakan pemilihan suatu isu dan juga penonjolan atauopun penekanan terhadap suatu aspek tertentu yang ada pada sebuah realitas. Di dalam konsepsi Robert N. Entman, Framing ini mengacu pada pendefinisian, penjelasan, pengevaluasian dan juga saran atas sebuah wacana agar nantinya menonjolkan kerangka berpikir tertentu pada suatu peristiwa yang sebelumnya sudah direncanakan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Kompas.com melakukan pembingkaian yang bersifat pro. Hal ini terbukti melalui artikel Kompas dengan Kiwari EISSN 2827-8763 Vol. 1, No. 2, Juni 2022, Hal 382-387 383 memberikan dukungan pada Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tanpa menyudutkan Pemerintah.
Analisis Influencer K-Pop Membangun Brand Recognition Kopi Chuseyo (Studi Kasus Kimdarlings)
Farras Natasya;
Sisca Aulia
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15732
Current technological developments make many business actors develop their businesses offline towards online management, the information provided online is one of the important things that business actors do. This study discusses K-POP Influencers (Kimdarlings) in creating brand recognition on the Kopi Chuseyo coffee shop themed K-POP. This gives rise to new innovations by using influencers to create trends and encourage audiences to buy products that they will promote as Brand Recognition or brand recognition, as it is known (Kimdarlings) is one of the K-POP influencers. The use of these influencers needs to be analyzed on how to build brand recognition on Kopi Chuseyo. This research is a descriptive qualitative research that uses a case study method. The data in this study were obtained through interviews and observations with informants, namely the Manager of Kopi Chuseyo and Influencers in the K-POP field (Kimdarlings). The results of the author's research are finding strategies from Influencers Kimdarlings and Kopi Chuseyo to build brand recognition even though the brand has been established because many like the characteristics of the KPOP concept of Kopi ChuseyoPerkembangan teknologi saat ini membuat banyak pelaku usaha yang mengembangkan usahanya secara offline ke arah pengelolaan online. Informasi yang diberikan secara online merupakan salah satu hal penting yang dilakukan pelaku usaha. Penelitian ini membahas mengenai Influencer K-POP (Kimdarlings) dalam menciptakan brand recognition pada brand Kopi Chuseyo coffee shop bertema K-POP. Hal ini memunculkan inovasi baru dengan menggunakan influencer untuk menciptakan trend dan mendorong khalayak membeli produk yang akan mereka promosikan sebagai brand recognition atau pengenalan merek, seperti yang diketahui (Kimdarlings) adalah salah satu influencer K-POP. Penggunaan influencer ini perlu dianalisis bagaimana membangun brand recognition pada Kopi Chuseyo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan metode studi kasus. Data pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan informan yaitu Manager dari Kopi Chuseyo dan Influencer di bidang K-POP (Kimdarlings). Hasil penelitian penulis yaitu menemukan strategi dari Influencer Kimdarlings dan Kopi Chuseyo untuk membangun brand recognition walaupun brand sudah berdiri dikarenakan banyak yang menyukai karakteristik konsep K-POP Kopi Chuseyo.
Pengaruh Persepsi Kredibilitas Vivanews terhadap Keputusan Pemilihan Portal Media Daring
Darren Kusnadi;
Farid Rusdi
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15741
This study aims to determine the effect of Vivanews's perceived credibility on the online media portal selection decision. The sample selected using the purpose sampling method with 100 respondents who are followers of Instagram Viva.co.id. The data collection technique was carried out by distributing questionnaires using a Likert scale of 1-4. The theory used in this research is the theory of, media credibility, and the theory of consumer behavior and decisions to choose media. This research uses quantitative to determine the effect of the credibility variables as the X variable and the decision to choose the media as the Y variable. The data obtained and analyzed by conducting validation tests, reliability tests, T tests, R tests, normality tests. This research shows that the perception of credibility has an influence on the decision to choose the media by 14%. In the T-test, it can be seen that H0 is rejected and H1 is accepted, which means that there is an corelation between Vivanews credibility on the decision to choose an online media portal.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kredibilitas vivanews terhadap keputusan pemilihan portal media daring. Sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling sebanyak 100 responden yang merupakan pengikut Instagram Viva.co.id. Peneliti melakukan teknik pengumpulan data dengan cara yang umum dilakukan yaitu penyebaran kuesioner menggunakan skala likert 1-4. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori, Kredibilitas media, dan teori Perilaku konsumen dan keputusan memilih media. Penilitian ini menggunakan kuantitatif untuk mengetahui pengaruh dari variabel – variabel kredibilitas sebagai variabel X dan Keputusan memilih media sebagai variabel Y. Data yang diperoleh dan di analisis dengan melakukan uji validasi, uji reliabilitas, uji T, Uji R, Uji Normalitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kredibilitas memiliki pengaruh terhadap keputusan memilih media sebesar 14%. dalam Uji T dapat diketahui bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa adanya pengaruh antara kredibilitas Vivanews terhadap keputusan pemilihan portal media daring.
Komunikasi Digital di Media Sosial dan E-Commerce dalam Menentukan Keputusan Pembelian Produk Lilin Aromaterapi
Janessa Pandi;
Roswita Oktavianti
Kiwari Vol. 1 No. 2 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/ki.v1i1.15744
Digital communication in social media and e-commerce can influence and determine purchasing decisions for a product. Digital communication on social media and e-commerce also makes it easier for people to shop. This research raises about how digital communication in social media and e-commerce in purchasing decisions of aromatherapy candle products. The method used in this paper is a qualitative research method. Collecting data by interviewing resource persons and non-participant observation. Then for the theory used in this study is the theory of Attention, Interest, Desire, Action (AIDA) and the concept of purchasing decisions. Based on the results of this study, it is known that digital communication on social media in determining purchasing decisions does not always go well, there are obstacles that occur in communicating on social media. Communication can only be done through chat, not face-to-face, requiring a strong and good signal or internet connection. There are several factors that determine purchasing decisions for a product, including good communication between sellers and buyers, speed in responding to messages or buyer questions. The trust given by online sellers is also one of the important factors in determining the purchase decision of a product. Komunikasi digital di dalam media sosial maupun e-commerce dapat mempengaruhi dan menentukan keputusan pembelian suatu produk. Komunikasi digital di media sosial dan e-commerce juga memudahkan masyarakat untuk berbelanja. Penelitian ini mengangkat tentang bagaimana komunikasi digital di media sosial dan e-commerce dalam keputusan pembelian produk lilin aromaterapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan cara wawancara narasumber dan observasi non partisipan. Kemudian untuk teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Attention, Interest, Desire, Action (AIDA) dan konsep keputusan pembelian. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, diketahui bahwa komunikasi digital di media sosial dalam menentukan keputusan pembelian tidak selalu berjalan dengan baik, terdapat hambatan-hambatan yang terjadi dalam berkomunikasi di media sosial. Komunikasi yang dilakukan hanya dapat melalui chatting, tidak melalui tatap muka, membutuhkan sinyal atau koneksi internet yang kuat dan baik. Terdapat beberapa faktor yang menentukan keputusan pembelian suatu produk, diantaranya adalah komunikasi yang baik antar penjual dan pembeli, kecepatan dalam merespon pesan atau pun pertanyaan pembeli. Kepercayaan yang diberikan oleh penjual online juga salah satu faktor yang penting dalam menentukan keputusan pembelian suatu produk.