cover
Contact Name
Dwi Wulandari
Contact Email
dwiwulandari@uny.ac.id
Phone
+628985590697
Journal Mail Official
dwiwulandari@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo Yogyakarta No.1, Karang Malang, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sungging
ISSN : -     EISSN : 29883601     DOI : https://doi.org/10.21831/sungging.v2i2
Sungging adalah jurnal hasil penelitian, penciptaan, dan pemikiran yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Seni Rupa FBS UNY. Jurnal Sungging memfasilitasi hasil penelitian, penciptaan, dan pemikiran para peneliti, akademisi, perupa, desainer, profesional, dan praktisi dalam bidang seni rupa, kriya, desain, dan pembelajarannya.
Articles 69 Documents
Visual book design on Ibu Ruswo as a historical archive of Yogyakarta’s female hero: Perancangan buku visual kisah pejuang perempuan Ibu Ruswo sebagai media arsip sejarah tokoh dari Yogyakarta Yuwono, Budi; Robbiya, Maiya Arsya
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 4 No. 1 (2025): Sungging January-June Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v4i2.84459

Abstract

Ibu Ruswo, a prominent female figure in Yogyakarta, played a significant role in the struggle and organisation of women during the war. Her name has now been immortalised as the name of a street. Her story is presented in a visual book, utilising the Pre-factum and Practice-Led Research methods, with data collected through interviews, observations, and literature reviews. The book's design is based on Visual Communication theory, encompassing design style, colour, layout, and typography. This book is intended for junior high and senior high school students in Yogyakarta to foster appreciation for women's struggles and increase interest in historical literacy. _______________________________________________________________________________   Ibu Ruswo, tokoh perempuan Yogyakarta, berperan besar dalam perjuangan dan organisasi perempuan pada masa peperangan. Namanya kini diabadikan sebagai nama jalan. Kisahnya diwujudkan dalam buku visual menggunakan metode Pre-factum dan Practice-Led Research, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Desain buku mengacu pada teori Komunikasi Visual, mencakup gaya desain, warna, tata letak, dan tipografi. Buku ini ditujukan untuk siswa SMP dan SMA di Yogyakarta guna menumbuhkan apresiasi terhadap perjuangan perempuan dan meningkatkan minat literasi sejarah.
Visual literacy in STEAM content on the Instagram account @idemain_jab: Literasi visual dalam konten STEAM akun instagram @idemain_jab Zahra, Mutiah Az; Maulana, Afnan Barkah N. G. A. A. S.; Firdaus, Zulfan Al; Saputra, Miftahul Hilda; Wulandari, Dwi
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 4 No. 1 (2025): Sungging January-June Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v4i1.87387

Abstract

Social media has become an essential medium for enhancing literacy. This study examines the role of visual literacy in STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) content on the Instagram account @idemain_jab through a netnographic approach. The analysis reveals that visual elements such as contrasting colours, simple symbols, patterns, and animations are employed to simplify complex STEAM concepts. Each post combines visual aesthetics with simple educational narratives and expressive emojis to enhance understanding. Emerging themes include experimentation, child independence, art integration, visual effects, educational infographics, cultural symbolism, and safety. Active user engagement—through comments, likes, and reposts—demonstrates the effectiveness of visual literacy in fostering participation and knowledge exchange. Visual literacy not only improves comprehension and learning motivation but also strengthens community identity while fostering creativity, critical thinking, and collaborative skills.   _______________________________________________________________________________   Media sosial kini menjadi sarana penting dalam meningkatkan literasi. Penelitian ini mengkaji peran literasi visual dalam konten STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) pada akun Instagram @idemain_jab menggunakan pendekatan netnografi. Analisis menunjukkan bahwa elemen visual seperti warna kontras, simbol sederhana, pola, dan animasi digunakan untuk menyederhanakan konsep STEAM yang kompleks. Setiap unggahan memadukan estetika visual dengan narasi edukatif berbahasa sederhana dan emoji ekspresif guna memperkuat pemahaman. Tema yang diangkat mencakup eksperimen, kemandirian anak, integrasi seni, efek visual, infografis edukatif, simbolisme budaya, dan keamanan. Interaksi aktif pengguna, seperti komentar dan repost, menunjukkan efektivitas visual dalam membangun partisipasi. Literasi visual tidak hanya meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar, tetapi juga memperkuat identitas komunitas serta mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, dan kolaboratif.
The Perception of elementary school students’ parents toward the profile of an artist and an art educator: Persepsi orang tua siswa sekolah dasar terhadap profil seniman dan pendidik seni Maulida, Andini Rastya; Supendi, Nadia Aulia Fitarbiyati Filmuslim; Zufar, Anaan; Iklima, Putri Dera
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 4 No. 1 (2025): Sungging January-June Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v4i1.87471

Abstract

Parents' views on guiding their children's career choices are very influential. Although art is becoming more widely recognised, there is still a perception that art is merely a hobby, not a viable career. This study examines parents' perceptions of the professions of artists and art educators using a phenomenological approach and in-depth interviews in a village in Java. The results reveal varied perspectives; some parents appreciate art for its role in character and cultural development, while others question the economic prospects in this field. Artists are seen as creative but less valued compared to more established professions. Art teachers are often viewed as supplementary educators of lesser importance. These findings underscore the importance of education, family, and community in fostering support for the arts as a valuable and equal career option.   _______________________________________________________________________________   Pandangan orang tua dalam mengarahkan pilihan karier anak sangat berpengaruh. Meskipun seni semakin dikenal, masih ada anggapan bahwa seni hanya sekadar hobi, bukan karier yang layak. Penelitian ini mengkaji persepsi orang tua terhadap profesi seniman dan pendidik seni dengan pendekatan fenomenologis dan wawancara mendalam di sebuah desa di Jawa. Hasilnya menunjukkan pandangan yang bervariasi; sebagian orang tua mengapresiasi seni karena perannya dalam pembentukan karakter dan budaya, sementara sebagian meragukan prospek ekonomi di bidang ini. Seniman dianggap kreatif, namun kurang dihargai dibandingkan profesi lain yang lebih mapan. Guru seni juga sering dianggap sebagai pengajar pelengkap yang kurang penting. Temuan ini menegaskan pentingnya peran pendidikan, keluarga, dan komunitas dalam membangun dukungan terhadap profesi seni sebagai karier yang bernilai dan setara dengan profesi lain.
Capacity building programme for student organisations: Fostering student engagement with the community: Program penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan: Membangun keterlibatan mahasiswa dengan masyarakat Aprillia, Najwa Dinara; Haryani, Datik Wahyu; Yonevi, Yusuf; Admaja, Faiz Estu; Salsabilla, Niva
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 4 No. 1 (2025): Sungging January-June Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v4i1.87474

Abstract

This study examines how fine arts students at Yogyakarta State University engaged with the community of Beji Village through a capacity-building programme. Using qualitative case studies and interviews with four participants, the findings show that students adapted art education to local socio-cultural contexts through informal communication, contextual media, and intergenerational collaboration. Beyond skill development, the experience enhanced cultural awareness and shifted students’ roles toward art facilitation. The initiative bridged academia and community while promoting local cultural identity through collaborative art. Recommendations include strengthening community-based curricula and sustained support to ensure lasting social impact. _______________________________________________________________________________   Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa seni rupa Universitas Negeri Yogyakarta berinteraksi dengan masyarakat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) di Desa Beji, Gunungkidul. Dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat mahasiswa. Hasil menunjukkan mahasiswa mampu menyesuaikan strategi pembelajaran seni dengan struktur sosial-budaya lokal melalui komunikasi informal, media kontekstual, dan pelibatan masyarakat lintas generasi dalam proses kreatif. Selain meningkatkan keterampilan teknis dan pedagogis, pengalaman ini memperluas kesadaran kultural mahasiswa serta mengubah peran mereka menjadi fasilitator seni. Proses ini menjembatani dunia akademik dengan realitas sosial sekaligus mengangkat identitas budaya lokal melalui praktik seni kolaboratif. Temuan merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis komunitas dan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan dampak sosial pendidikan seni yang berkelanjutan.
Student experiences in art Learning based on creative pedagogy: Pengalaman mahasiswa dalam seni rupa berbasis pedagogi kreatif Damanik, Eva Agnesia Rayani; Jannah, Fatihah Ghoziyatul; Syakira, Afrah; Nugraha, Bandhung Galih; Wicaksana, Arya; Amalia, Reza
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 4 No. 1 (2025): Sungging January-June Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v4i1.87476

Abstract

This study examines the experiences of fourth-semester Art Education students with creative pedagogy-based art learning. Using a phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews with four participants in the Videography course. Thematic analysis revealed that creative pedagogy facilitates freedom of expression, the utilisation of imagination, and the exploration of personal style. Students reported deeper emotional and reflective engagement in learning, along with enhanced artistic identity development through autonomous selection of media, themes, and techniques. Significant differences were noted compared to conventional instruction's rigid, technical approach. Thus, creative pedagogy proves relevant for Art education, supporting character development and students' readiness in confronting the challenges of contemporary art and the demands of the creative industry.   _______________________________________________________________________________   Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman mahasiswa semester IV Pendidikan Seni Rupa dalam pembelajaran seni berbasis creative pedagogy. Metode fenomenologi digunakan dengan wawancara mendalam terhadap empat partisipan mata kuliah Videografi. Hasil analisis tematik menunjukkan pendekatan ini memfasilitasi kebebasan berekspresi, pemanfaatan imajinasi, dan eksplorasi gaya personal. Mahasiswa merasa lebih terlibat secara emosional dan reflektif, serta mampu mengembangkan identitas artistik melalui pemilihan media, tema, dan teknik secara mandiri. Perbedaan signifikan terlihat dibanding pembelajaran konvensional yang lebih kaku dan teknis. Dengan demikian, creative pedagogy relevan diterapkan dalam pendidikan seni untuk mendukung pengembangan karakter dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan seni kontemporer dan industri kreatif.
Implementation of inter- and transdisciplinary concepts in art education at higher education: Implementasi konsep inter- dan transdisiplin dalam pendidikan seni rupa di perguruan tinggi Putra, Hilmy Aditama Surya; Kurniawati, Rizki Dwi; Prasetyo, Didi Yudha; Santi, Dhira; Wulandari, Dwi
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 4 No. 1 (2025): Sungging January-June Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v4i1.87532

Abstract

Contemporary visual arts education requires a holistic approach. This study examines the implementation of interdisciplinary and transdisciplinary approaches in visual arts education at a university in Yogyakarta. The research employs a qualitative phenomenological approach, conducted through in-depth interviews with lecturers. The findings show that these approaches have been applied sporadically, particularly in research-based projects and cross-disciplinary collaborations, but face challenges such as curriculum limitations, lecturer resistance, and students' low literacy. Strategies such as research mentoring, topic-based assignments, and the use of technology have been found to be effective. The study concludes that there is a need for the development of a flexible curriculum, lecturer training, and supporting infrastructure to optimise interdisciplinary and transdisciplinary approaches. _______________________________________________________________________________   Pendidikan seni rupa kontemporer membutuhkan pendekatan holistik. Penelitian ini mengkaji penerapan pendekatan interdisiplin dan transdisiplin di Pendidikan Seni Rupa di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi melalui wawancara mendalam dengan dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini telah diterapkan secara sporadis, terutama dalam proyek berbasis riset dan kolaborasi lintas bidang, namun menghadapi tantangan seperti keterbatasan kurikulum, resistensi dosen, dan minimnya literasi mahasiswa. Strategi seperti pendampingan riset, tugas berbasis topik kompleks, dan pemanfaatan teknologi dianggap efektif. Penelitian ini menyimpulkan perlunya pengembangan kurikulum fleksibel, pelatihan dosen, dan infrastruktur pendukung untuk mengoptimalkan pendekatan interdisiplin dan transdisiplin.
Digital content analysis of the transformation of art appreciation through augmented reality in art exhibitions: Analisis konten digital terhadap transformasi apresiasi seni melalui augmented reality dalam pameran seni Pradita, Shatiya Fahlevi; Fanani, Iqbal; Latifah, Rahma; Anggraeni, Sefina Nada
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 4 No. 1 (2025): Sungging January-June Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v4i1.87535

Abstract

This study analyses the transformation of art appreciation through Augmented Reality (AR) in art exhibitions using digital content analysis methods. Data were collected from social media, blogs, and discussion forums, and then coded qualitatively (Taguette and manually). The results identified three main themes: aesthetic experience, emotional engagement, and technical challenges. AR was found to create immersive and interactive experiences, enriching the appreciation of digital art. However, challenges such as technological access gaps and device limitations impact the quality of the experience. These findings highlight the need to harmonise technical and artistic aspects to optimise the use of AR in art in the digital age. _______________________________________________________________________________ Penelitian ini menganalisis transformasi apresiasi seni melalui Augmented Reality (AR) dalam pameran seni dengan metode analisis konten digital. Data diambil dari media sosial, blog, dan forum diskusi, lalu dikodekan secara kualitatif (Taguette dan manual). Hasilnya mengidentifikasi tiga tema utama: pengalaman estetis, keterlibatan emosional, dan kendala teknis. AR terbukti menciptakan pengalaman imersif dan interaktif, memperkaya apresiasi seni digital. Namun, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi dan keterbatasan perangkat memengaruhi kualitas pengalaman. Temuan ini menyoroti perlunya harmonisasi aspek teknis dan artistik agar pemanfaatan AR dalam seni dapat optimal di era digital.  
Development of intercultural creativity through art education at Junior High School: Pengembangan kreativitas interkultural melalui pendidikan seni rupa di SMP Ndun, Brendha Ockwilya Maharani; Jayola, Cabria Shafa; Rahmatinggusti, Isra’ Kusuma; Rasendria, Muhammad Daiva Khresna; Aristawati, Nabilah Tisti
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 4 No. 1 (2025): Sungging January-June Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v4i1.87547

Abstract

This study examines the development of students' intercultural creativity through visual arts education at SMP Negeri 15 Yogyakarta, a culturally diverse school. Using a qualitative case study and educational ethnography, the research explores the learning experiences of students and teachers in an intercultural setting. Data was collected through participatory observation, interviews with students from different regions and art teachers, and documentation of student artwork. The findings show that the learning model is adaptive and participatory, fostering active student engagement in the creative process. However, the integration of cultural elements in students' artwork is limited due to low motivation and a lack of cultural understanding. The study recommends incorporating intercultural art projects and digital media to enhance cultural awareness and creative involvement._______________________________________________________________________________   Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengembangan kreativitas interkultural siswa melalui pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 15 Yogyakarta yang memiliki keberagaman budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan etnografi pendidikan, penelitian ini menggali pengalaman siswa dan guru dalam konteks interkultural. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara dengan siswa luar daerah dan guru seni budaya, serta dokumentasi karya seni siswa. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran yang adaptif dan partisipatif, memungkinkan siswa aktif dalam proses kreatif. Namun, unsur budaya dalam karya seni siswa masih terbatas karena rendahnya motivasi dan pemahaman budaya asal.
Relief Medallions as a source of inspiration for artistic creations utilising wood waste Yuliana, Tri; Meilinda, Vina; Rohmawati, Fauziah Dwi
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 4 No. 2 (2025): Sungging July-December Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v4i2.88823

Abstract

In recent times, local culture has begun to be displaced by modernisation, and environmental awareness has declined. Therefore, efforts are needed to revive love for local culture and the environment. The purpose of this study is to create artwork with themes of local culture and the environment, namely, medallion reliefs and wood waste. Artwork featuring themes of local culture and the reuse of waste is one of the efforts to introduce, preserve, and conserve local culture and the environment through art. The research method employs Arts-Based Research. The artistic practice follows a three-stage experimental sequence: the exploration stage, the design stage, and the realisation stage. The results of this research indicate that wood waste has high potential for being utilised as an alternative medium for creating artworks. The result of this creative process is an environmentally friendly and affordable collage artwork themed around a medallion. _______________________________________________________________________________   Beberapa waktu terakhir budaya lokal mulai tergeser oleh modernisasi, dan kecintaan terhadap lingkungan mengalami kemerosotan. Sehingga dibutuhkan suatu upaya untuk menumbuhkan kembali kecintaan budaya lokal dan lingkungan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menciptakan karya seni dengan tema budaya lokal dan berbasis lingkungan yakni relief medalion dan limbah kayu. Karya seni dengan tema budaya lokal dan pemanfaatan limbah menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan, menjaga dan melestarikan budaya lokal dan lingkungan melalui karya seni. Metode penelitian memakai Arts based Research. Praktek artistik menggunakan urutan eksperimen tiga tahap, yaitu: tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa limbah kayu memiliki pontensi tinggi untuk dimanfaatkan menjadi alternatif medium penciptaan karya seni. Hasil proses kreatif ini yaitu karya seni kolase bertema medalion yang ramah lingkungan dan terjangkau.