cover
Contact Name
Hotlina Nainggolan
Contact Email
jff@gunadarma.ac.id
Phone
+6221-78881112
Journal Mail Official
jff@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 29874718     EISSN : 29879914     DOI : https://doi.org/10.35760/jff
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika adalah jurnal yang melalui proses peninjauan. Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika ditujukan bagi para akademisi dan peneliti untuk mempublikasikan artikelnya yang merupakan teks asli dan belum pernah dipublikasikan di jurnal lain. Bidang yang tercakup dalam jurnal farmasi dan farmakoinformatika meliputi Farmasi Klinis dan Komunitas, Farmakologi, Teknologi Farmasi, Kimia Farmasi, Farmasi Bahan Alam, Manajemen Farmasi, dan Teknologi Informatika dibidang farmasi seperti Farmakoinformatika serta Bioinformatika dan Genetika.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2023)" : 7 Documents clear
Uji Aktivitas Antioksidan dan Penetapan Kadar Flavonoid Total pada Ekstrak Etanol Daun Iler (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) Yega Segara M; Agus Kurniawan
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i1.8070

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas dengan mendonorkan elektron kepada radikal bebas sehingga molekul antioksidan dapat bereaksi dengan radikal reaktif dan menghancurkannya. Senyawa antioksidan dapat berasal dari senyawa yang terkandung dalam tanaman. Senyawa flavonoid sebagai salah satu senyawa polifenol menunjukkan aktivitas antioksidan dengan memberikan atom hidrogen atau elektron pada radikal bebas. Tumbuhan Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.) merupakan famili dari lamiaceae. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar senyawa flavonoid total dari ekstrak etanol daun Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dengan hasil yang dinyatakan dalam Inhibition Concentration 50% (IC50). Sedangkan pengujian kadar flavonoid total menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi AlCl3 dengan standar kuersetin. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 yang diperoleh untuk ekstrak etanol daun Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.) sebesar 3,70 µg/mL dan nilai IC50 kuersetin yaitu sebesar 0,57 µg/mL. Kadar flavonoid total pada ekstrak etanol daun Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.) sebesar 88,917 mg EK/gr sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun Iler (Coleus scutellarioides L. Benth.) mempunyai potensi sebagai sumber antioksidan alami yang kaya akan senyawa flavonoid.
Uji Stabilitas Krim Antibakteri Ekstrak Rimpang Jahe Gajah (Zingiber officinale Roscoe) Muhammad Aqsyal; Siti Mardiyanti
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i1.8071

Abstract

Jahe Gajah (Zingiber offinale Roscoe) telah lama dipergunakan sebagai tanaman obat seperti dalam pengobatan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kestabilan sediaan krim antibakteri ekstrak  jahe gajah yang memiliki aktivitas antibakteri. Sampel jahe gajah diekstraksi dengan metode maserasi, dilanjutkan formulasi sediaan krim yang selanjutnya dilakukan pengujian stabilitas sediaan dengan menggunakan metode cycling test dengan melalukan pengamatan beberapa parameter meliputi organoleptic, homogenitas, pH, dan daya sebar. Hasil penelitian sediaan krim ekstrak jahe gajah (Zingiber offinale Roscoe) didapatkan stabil selama pengujian.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit “X” Indramayu Dengan Metode Gyssens Sabrina Aisyah Putri; Dina Melia Oktavilantika
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i1.8066

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit endemis yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Terapi antibiotik diperlukan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dengan prinsip terapi yang rasional guna menghindari terjadinya resistensi antibiotik, kematian, serta memperpanjang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik serta rasionalitas penggunaan antibiotik pada terapi demam tifoid. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian kemudian di analisis menggunakan metode Gyssens dan di uji menggunakan teknik Chi-square menggunakan SPSS 26 version untuk melihat hubungan kriteria pasien dengan rasionalitas penggunaan antibiotik. Hasil penelitian didapatkan pola penggunaan antibiotik ialah antibiotik yang paling banyak digunakan sefotaksim sebanyak 40%, seftriakson sebanyak 33,8%, levofloksasin sebanyak 6,2%. Sebanyak 65 sampel pasien yang diteliti didapatkan sebanyak 55 pasien (84,6 %) mendapatkan pengobatan antibiotik yang rasional dan termasuk dalam kategori 0, sementara sisanya sebanyak 10 pasien (15,4 %) mendapatkan pengobatan yang tidak rasional meliputi kategori IIA sebanyak 3 pasien (4,6%), kategori IIB sebanyak 1 pasien (1,5%), kategori IIIA sebanyak 2 pasien (3,1%), kategori IIIB sebanyak 2 pasien (3,1%) dan kategori IVB sebanyak 2 pasien (3,1%). Nilai Chi-square di dapatkan usia memiliki hubungan terhadap pemilihan regimen antibiotik (p= 0,000b), dan pengujian LOS terhadap kerasionalan penggunaan antibiotik (p= 0,024b), lama pemberian antibiotik terhadap terhadap kerasionalan penggunaan antibiotik (p= 0,021b) dimana dapat disimpulkan bahwa terhadap hubungan yang signifikan antara LOS, lama pemberian antibiotik empiris terhadap kerasionalan penggunaan antibiotik.
Pengaruh Ekstrak Tumbuhan Suruhan (Peperomia Pellucida [L.] Kunth) Terhadap Jumlah Eritrosit Pada Tikus Diabetes Nadia Rusyda Hanifa; Hotlina Nainggolan; Hafita Dinda Maryana
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i1.8068

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang terjadi karena hiperglikemik kronis sebagai akibat dari gangguan insulin dalam mengatur glukosa darah. Pada diabetes akan terjadi beberapa komplikasi, salah satunya adalah gangguan jumlah eritrosit yang berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya ekstrak tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) dapat menurunkan kadar glukosa darah sehingga kemudian diteliti pengaruhnya terhadap jumlah eritrosit tikus diabetes yang diinduksi aloksan. Bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak tumbuhan terhadap jumlah eritrosit pada tikus diabetes. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus putih galur Sprague Dawley dan dibagi menjadi 5 kelompok antara lain kelompok normal, kelompok kontrol diabetes, dan tiga kelompok yang diberikan ekstrak tumbuhan suruhan dengan dosis bervariasi 20 mg/kgbb, 40 mg/kgbb dan 80 mg/kgbb. Tikus diinduksi diabetes menggunakan aloksan 150 mg/kgbb secara intraperitoneal. Sampel darah tikus diambil setelah 14 hari perlakuan. Semua data dianalisis secara statistik ANOVA dengan nilai signifikansi p = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan eritrosit yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok normal pada p = 0,000 (<0,05), jumlah eritrosit pada kelompok yang diberikan ekstrak mendekati jumlah eritrosit normal. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian ekstrak dosis 20 mg/kgBB, 40 mg/kgBB dan 80 mg/kgBB terhadap jumlah eritrosit tikus diabetes. Pemberian ekstrak tumbuhan suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) memberikan pengaruh signifikan berupa penurunan kadar glukosa darah pada tikus diabetes dan jumlah eritrosit darah dalam nilai normal.
Profil Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Anak Balita Penderita Bronkopneumonia Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Daerah Indramayu Destrika Indriyani; Eka Pebi Hartianty
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i1.8048

Abstract

Penyakit pneumonia merupakan masalah yang mengganggu peningkatan derajat kesehatan anak Indonesia dan menempati posisi kedua penyebab utama pada bayi dan balita karena penyakit menular. Bronkopneumonia merupakan klasifikasi dari pneumonia yang ditandai dengan adanya infiltrate pada bronkus yang disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococus, streptococcus, dan H. Influenza. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien anak balita penderita bronkopneumonia di instalasi rawat inap Rumah Sakit X daerah Indramayu. Metode penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif dan pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan teknik pengumpulan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengambila sampel menggunakan total sampling didapatkan sampel sebanyak 85 pasien. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian sebanyak 31,76% mendapatkan terapi antibiotika tunggal dan sebanyak 68,24% mendapatkan terapi antibiotik kombinasi. Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien anak balita penderita pneumonia balita di Rumah Sakit X daerah Indramayu yaitu 100% tepat indikasi, 56,47% tepat obat, 65,88% tepat dosis, dan 98,82% tepat pasien.
Front Matter Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol. 1 No.1, Januari 2023 Editorial Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Meniran (Phyllanthus niruri L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Syifa Auliani; Rachmi Ridho
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2023.v1i1.8069

Abstract

Meniran (Phyllanthus niruri L.) mengandung beberapa senyawa kimia seperti alkaloid, tannin, flavonoid, dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Masker gel peel-off merupakan sediaan masker yang dapat merawat kulit wajah dan mempunyai keuntungan yaitu penggunaannya yang mudah dan praktis karena dapat langsung diangkat setelah mengering di atas lapisan kulit. Masker gel peel-off dalam formulasinya menggunakan bahan PVA sebagai pembentuk lapisan film. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan masker gel peel-off ekstrak daun meniran yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar ekstrak daun meniran 15% mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Formulasi masker gel peel-off ekstrak daun meniran dengan konsentrasi PVA 12% merupakan sediaan yang memiliki karakteristik paling baik disbanding formulasi lainnya dilihat dari parameter organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta waktu sediaan mongering. Uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test menunjukkan bahwa formulasi masker gel peel-off ekstrak daun meniran stabil selama masa penyimpanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7