JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan
Jurnal Penelitian Kesehatan (JPK) merupakan jurnal berkala yang memuat hasil penelitian di bidang kesehatan khususnya Keperawatan, Kebidanan, Fisioterapi, Kedokteran dan bidang kesehatan yang lain. JPK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember, dengan dua nomor dalam satu kali terbit.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 1 (2019): Juni"
:
8 Documents
clear
KEPATUHAN INTAKE CAIRAN DAN PROSES PERSALINANPADA PASIEN PEB DI RSUD JOMBANG
Erieska Safitri Hendarti
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.163
Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah disertai proteinuria pada wanita hamil yang sebelumnya tidak mengalami hipertensi. Biasanya sindroma ini muncul pada akhir trimester kedua sampai ketiga kehamilan. Pre eklamsi berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensidari 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan intake cairan dengan proses persalinan pada pasien PEB di RSUD Jombang.Desain penelitian ini adalah Analitik cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah Semua pasien PEB di RSUD Jombang berjumlah 37 orang. Sampel berjumlah 37 orang. Pemilihan sampel dilakukan secara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik uji chi square.Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir seluruhnya responden yaitu 33 orang kepatuhan intake adalah patuh (89,2%), hampir seluruhnya dari responden yaitu 34 orang proses persalinan pada pasien PEB adalah lancar (91,9%). Dari hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapatkan hasil signifikasi 0,000, yang berarti ada hubungan kepatuhan intake cairan dengan proses persalinan pada pasien PEB di RSUD Jombang.Ada hubungan kepatuhan intake cairan dengan proses persalinan pada pasien PEB.
PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) SECARA DINI DAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI 0-6 BULAN
Karisma Dwi Ana;
Solihatul Fitria
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.164
Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi dan penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak balita terutama pada bayi dan anak di bawah dua tahun. Pemberian makanan pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang terlalu dini pada bayi kurang dari usia enam bulan, dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan sehingga bayi dapat terjadi diare. Tujuan penelitian ini adalah hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI secara dini dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan . etode penelitian dalam penelitian ini menggunakan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan Di Ruang Anak Rumah Sakit Djatiroto Lumajang sebanyak 79 Ibu sesuai data rekam medis Rumah sakit selama bulan Oktober- November 2017. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan TehnikAccidental Sampling. Sampel penelitian sebanyak 30 responden.Uji analisis chi square menunjukkan nilai signifikan p = 0,000 artinya terdapat Ada hubungan antara pengetahuan Ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) secara dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulanPemberian MP-ASI setelah bayi berusia 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit sehingga dapat mencegah kejadian diare pada bayi
HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN, KEBIASAAN KONSUMSI SUSU DENGAN KUALITAS TIDUR IBU HAMIL
Yhenti Widjayanti
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.165
Pada masa kehamilan, kebutuhan tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus diperhatikan. Kebutuhan tidur yang terpenuhi akan berdampak pada keseimbangan mental dan emosional juga menjaga keseimbangan fisiologi berbagai sistem tubuh. Keseimbangan psikologis dan fisiologis ini berguna untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil dan janinnya. Namun sebagian ibu hamil memiliki kualitas tidur yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara umur kehamilan, kelelahan dan kebiasaan konsumsi susu sebelum tidur dengan kualitas tidur pada ibu hamil. Desain penelitian ini adalah deskriptif, variabel yang diteliti adalah kualitas tidur dan faktor yang berhubungannya antara lain umur kehamilan, kelelahan dan konsumsi susu sebelum tidur. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan PSQI. Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari 50% ibu hamil memiliki kualitas tidur buruk, lebih dari 50% ibu hamil mengeluh kelelahan, lebih dari 50%ibu hamil tidak mengkonsumsi susu sebelum tidur, ada hubungan yang signifikan antara kelelahan dan kebiasaan konsumsi minum susu dengan kualitas tidur pada ibu hamil. Ibu hamil disarankan untuk melakukan upaya manajemen kelelahan dan konsumsi susu sebelum tidur guna memperbaiki kualitas tidur.
HUBUNGAN SOCIAL CAPITAL (TRUST) DENGAN PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)
Mega Octamelia
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.166
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator utama status kesehatan masyarakat karena tingginya angka kematian ibu menunjukkan bahwa pemerintah belum berhasil meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah adalah implementasi Perencanaan Program dan Pencegahan Komplikasi Persalinan. Program ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat dan cakupan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan social capital (trust) dengan pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan social capital (trust) sebagai variabel independen dan implementasi Perencanaan Program dan Pencegahan Komplikasi Persalinan sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan 69 responden kader dan 52 responden kepala rumah tangga di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Analisis data menggunakan contingency coefficient. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara social capital (trust) dengan implementasi Perencanaan Program dan Pencegahan Komplikasi Persalinan karena nilai p> 0,05. Tidak ada hubungan disebabkan adanya unsur social capital yang lain seperti norma di dalam masyarakat, jejaring (network) dan hubungan timbal balik sehingga diharapkan pemerdayaan pada masyarakat tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) harus melibatkan figur otoritas agar masyarakat mau mengikuti kegiatan tersebut
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA
Ajeng Dian Nitami;
Widayani Yuliana;
Arief Widya Prasetya
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.167
Masalah kesehatan pada usia lanjut salah satunya adalah penurunan fungsi kognitif. Fungsi kognitif dapat dipertahankan dengan memberikan dukungan sosial keluarga. Fenomena yang ditemukan di Posyandu Lansia Melati RW 03 Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan Surabaya adalah lansia kurang mendapatkan sumber dukungan sosial keluarga karena keluarga sibuk dan lupa mengingatkan jadwal kegiatan posyandu sehingga banyak lansia yang tidak hadir dan mulai lupa dengan kegiatan posyandu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan dukungan sosial keluarga dan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian menggunakan metode studi korelasi dengan pendekatan Cross Sectional, variabel bebas yaitu dukungan sosial keluarga dan variabel terikat yaitu fungsi kognitif. Teknik sampling munggunakan Simple Random Samplingdengan jumlah sampel 67 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner DUSOCS Family Support untuk dukungan sosial keluarga dan MMSE untuk fungsi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan 58% responden memiliki dukungan sosial keluarga yang supportif dan 52% responden mengalami gangguan kognitif ringan. Hasil uji stasistik menggunakan Rank Spearman didapatkan nilai p=0,000 dengan Coefficient Correlation +0,650 maka ada hubungan positif kuat antara dukungan sosial keluarga dan fungsi kognitif. Semakin baik dukungan sosial keluarga maka semakin baik pula fungsi kognitifnya. Memberikan dukungan sosial keluarga dapat menghambat terjadinya penurunan fungsi kognitif.
KESIAPAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 18-24 BULAN DI POSYANDU MELATI 2
Mitha Eka Kurnia Putri;
Cicilia Wahju Djajanti;
Sisilia Indriasari W.
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.168
Toilet training dapat berlangsung pada usia 18-24 bulan. Berdasarkan perkembangan psikoseksual, usia 18-24 bulan, anak berada pada fase anal. Toilet training bisa dimulai apabila anak menunjukkan tanda-tanda kesiapan. Toilet training yang dipaksakan sebelum anak menunjukkan tanda- tanda kesiapan, tidak akan memberikan hasil yang baik. Fenomena yang ditemukan peneliti di Posyandu Melati 2 ditemukan bahwa anak belum menunjukkan tanda-tanda kesiapan melakukan toilet training, sehingga orangtua belum mengajarkan toilet training. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kesiapan toilet training pada anak usia 18-24 bulan di Poyandu Melati 2 RW 03 Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung Surabaya. Desain penelitian yang digunakan ialah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah kesiapan toilet training. Sampel yang digunakan berjumlah 32 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah simple random sampling. Rerata kesiapan toilet training, berdasarkan 4 indikator kesiapan masih belum siap. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menyarankan kepada kader Posyandu Melati 2 bekerjasama dengan petugas kesehatan Puskesmas Wiyung untuk memberikan informasi kepada ibu tentang toilet training melalui penyuluhan atau sosialisasi agar ibu dapat mendukung serta mendampingi saat proses toilet training sehingga anak mampu melewati proses toilet training sesuai dengan fase-fase yang sedang anak alami dan proses toilet training berhasil dilakukan dengan baik dan benar.
PENGARUH KONSELING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE
Monica Pertiwi Chandra Wijaya;
Cicilia Wahju Djajanti;
Marcellina Rasemi
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.169
Menstruasi pertama (menarche) dapat menyebabkan kecemasan pada remaja putri. Terjadinya kecemasan dikarenakan kurangnya informasi, pemahaman dan persiapan mengenai menarche.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kecemasan remaja putri kelas 4, 5 dan 6 dalam menghadapi menarche di SDN Gedog 1 Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan adalah pra ekperimental design dengan rancangan One-Group Pra-Post test Design. Populasi pada penelitian ini adalah remaja putri yang belum menarche, sample penelitian sebanyak 37 responden dan diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan skala pengukuran kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan konseling adalah sebanyak lebih dari 50% (51%) responden mengalami kecemasan sedang.Sesudah dilakukan konseling didapatkan sebanyak lebih dari 50% (51%) responden tidak mengalami kecemasan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 lebih kecil dari ?=0,05, maka H0 ditolak yang berarti ada pengaruh konseling terhadap penurunan tingkat kecemasan remaja putri menghadapi menstruasi pertama (menarche) di SDN Gedog 1 Blitar. Untuk mengurangi kecemaasan remaja putri dalam menghadapi menarche, disarankan kepada kepala sekolah untuk meningkatkan kerjasama dengan puskesmas dan ibu dalam memberikan persiapan menghadapi menstruasi kepada para remaja
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KEJANG DEMAM PADA ANAK
Herlisa Dayman;
Sri Winarni;
Etik Lusiani
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54040/jpk.v9i1.170
Kejang demam pada anak disebabkan karena peningkatan suhu tubuh lebih dari 38,40C.Di Posyandu Melati 05 RW V Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya ada ibu yang belum mengerti tentang pertolongan pertama saat anak mengalami kejang demam, dan tidak memahami bagaimana menangani kejang demam pada anak. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang pertolongan pertama kejang demam pada anak. Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini pada ibu-ibu di Posyandu Melati 05 dan didapatkan sebanyak 36 responden, yang diambil dengan teknik simple random sampling.Variabel independen adalah tingkat pengetahuan ibu dan variabel dependen adalah sikap ibu.Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan 24responden (67%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukupdan 19 responden (52,78%) memiliki sikap yang negatif. Hasil uji Rank Spearman menggunakan program SPSS 21, p = 0,045 (? = 0,05) dimana p berarti H1 diterima dengan Correlation Coefficient 0,336 maka ada hubungan positif rendah antara tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang pertolongan pertama kejang demam pada anak di rumah..