cover
Contact Name
Lalu Jaswadi Putera
Contact Email
elputra@unram.ac.id
Phone
+6283830259411
Journal Mail Official
darmadiksani@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jln. Majapahit No. 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27986918     EISSN : 27986799     DOI : https://doi.org/10.29303/darmadiksani
Core Subject : Education, Social,
Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora merupakan wahana untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil dari program pengabdian atau layanan kepada masyarakat dalam pengembangan teori keilmuan, konsep pemikiran, model, atau hasil penelitian yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan dua nomor dalam setiap volume atau dua kali terbit dalam satu tahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Articles 245 Documents
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Pendampingan Penyusunan Publikasi Ilmiah untuk MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Mataram I Made Sujana; Untung Waluyo; Henny Soepriyanti; La Ode Alfin Haris Munandar
DARMADIKSANI Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i2.558

Abstract

ABSTRAKPenilaian Kinerja (PK) Guru dalam kenaikan jabatan dan kepangkatan meliputi kegiatan pembelajaran (KBM), pendidikan, pelatihan, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), serta kegiatan penunjang lainnya (Permennagpan R&B No. 16/2009). Salah satu kendala utama guru dalam kenaikan pangkat terletak pada kurangnya pemenuhan unsur PKB yang meliputi pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kompetensi khalayak sasaran guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris dalam Publikasi Ilmiah (PI) dam (2) meningkatkan produktivitas khalayak sasaran guru-guru Bahasa Inggris SMK Kota Mataram dalam menghasilkan Publikasi Ilmiah. Kegiatan dilaksanakan pada bulah Agustus – Novermber 2021 dan diikuti oleh 20 orang guru Bahasa Inggris SMK Kota Mataram dan 2 orang mahasiswa Bahasa Inggris dan difasilitasi oleh 4 orang Tim dari PS Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unram. Kegiatan dibagi dalam 3 tahapan, yaitu (i) pembelajaran online melalui Google Classroom, (2) workshop 1 berupa pengembangan proposal; (iii) kerja mandiri dan pendampingan pengembangan proposal, dan (iv) workshop 2 berupa presentasi dan diskusi proposal secara berkelompok. Dari serangkaian kegiatan yang dilakukan, kegiatan PKM ini telah terlaksana sesuai dengan perencanaan. Khalayak sasaran telah memiliki bekal kemampuan pengembangan proposal PTK dan telah menghasilkan 5 proposal PTK secara berkelompok. Untuk menghasilkan produk PTK, kegiatan pendampingan ini akan berlanjut pada tahun 2022. ABSTRACT Teacher Performance Assessment in functional and rank promotion includes learning activities, education, training, continuous professional development, and other supporting activities (Permennagpan R&B No. 16/2009). One of the main obstacles for teachers in promotion lies in the lack of fulfillment of elements of continuous professional development that include self-development, scientific publications, and innovative works. This Community Service program aims to increase the competence of teachers as members of the English MGMP in Scientific Publications as well as to increase the productivity of the English teachers of SMK in Mataram City in producing scientific publications. The program was carried out in August to November 2021 and was attended by 20 English Vocational School teachers of Mataram City and 2 English department students and was facilitated by 4 teams from the English Education Program of FKIP University of Mataram. The activities were divided into 3 stages that included: (i) online learning through Google Classroom, (ii) workshop 1 for proposal development; (iii) independent work and assistance in developing the proposals, and (iv) workshop 2 for presentations and discussion of proposals in groups. The results show that all activities carried out in the program are according to the expected outcomes. Participants have shown the ability to develop and produce 5 CAR proposals in groups. To produce CAR final products i.e. published journal articles, the follow-up activities are scheduled to be continued in 2022.
Pelatihan Metodologi Penelitian Sosiolinguistik pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram Syamsinas Jafar; Muh. Syahrul Qodri; Yuniar Nuri Nazir; Muh. Khairussibyan
DARMADIKSANI Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i2.559

Abstract

ABSTRAK Pengabdian pada masyarakat yang berjudul “Pelatihan Metode Penelitian Sosiolingustik pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unram” ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unram khususnya yang berada di tingkat akhir masih membutuhkan bimbingan dan tambahan pemahaman terkait metode penelitian sosiolinguistik. Berdasarkan pengalaman membimbing mahasiswa menulis skripsi, pada umumnya mahasiswa terhambat pada metode penelitian sosiolinguistik yang kurang dikuasai. Hal ini disebabkan mata kuliah Sosiolinguistik yang diikuti mahasiswa hanya berjumlah 2 SKS yang hanya mengenalkan materi teoritis, sedangkan materi praktik yang bersifat metodologis dalam penelitian sosiolinguistik belum mencukupi dengan jumlah SKS tersebut. Untuk mmenuhi kebutuhan tersebut, telah diadakan program pengabdian sebagai salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan tersebut berupa kegiatan pelatihan. Metode pelaksanaan pengabdian telah dilakukan secara daring/virtual dengan memanfaatkan Google Meet dan grup WA. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan tiga tahap yang terdiri atas satu tahap penyampaian materi konseptual dan dua tahap penyampaian materi keterampilan aplikatif. Pelaksanaan pelatihan ini cukup berhasil karena telah memenuhi tujuan dan target luaran pengabdian masyarakat yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini terlihat pada hasil pelatihan melalui evaluasi dan refleksi yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi pada penyajian materi dan refleksi memperoleh tanggapan positif dari para peserta pelatihan. Evaluasi melalui hasil pengisian angket menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sangat mengerti dan mengerti pada pemahaman materi pelatihan. Demikian pula pada sesi refleksi, peserta menyatakan pelatihan metodologi penelitian sosiolinguistik sangat bermanfaat membantu untuk merencanakan penelitian skripsi dan sangat setuju untuk dilakukan pelatihan sejenis dan berkelanjutan. ABSTRACT This community service is entitled "Sociolinguistic Research Methods Training for Students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program of FKIP University of Mataram" was carried out with the consideration that students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program of FKIP University of Mataram, especially those at the final semesters still needed guidance and additional understanding related to research methods on sociolinguistics. Based on the authors’ experiences of supervising students in writing bachelor theses, it is evident that the students are generally hampered by research methods on sociolinguistics that they have not fully mastered. The main problem is, as the authors may assume, due to the lack of course credits allocated to Sociolinguistics course. With only 2 credits allocated, the course can only introduce some theoretical materials, while giving insufficient portion to the practical ones i.e. the methodological research materials on sociolinguistics. To cope with this, this community service program was carried out in he form of training as a solution to the problem. The training was delivered online via Google Meet and WA groups. It went through three stages that consisted of one stage of delivering conceptual material and two stages of delivering applied skills materials. The results show that this training has achieved the successful outcome as expected. The results of the evaluation on material presentation and reflection received positive responses from the training participants. The results of the questionnaires suggest that most of the participants have good understanding on the materials presented during the training. In addition, the result of reflection session suggests that most of the participants think the sociolinguistic research methodology training is very useful in helping them to plan and draft their thesis proposals and really look forward to similar and continuous trainings in the near future.
Sosialisasi Model Presentasi sebagai Alternatif dalam Pembiasaan Menyiapkan Diri Menghadapi Ujian Proposal dan Skripsi Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unram Amrullah; Muhammad Fadjri; Sahuddin; Lalu Nurtaat
DARMADIKSANI Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i2.560

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mengatasi sebagian masalah yang dihadapi oleh dosen-dosen dalam kaitannya dengan merancang tugas-tugas efektif. Masalah utama mitra adalah: (1) bagaimana melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif, (2) bagaimana menyusun tugas-tugas mata kuliah yang mengarah pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi yang lancar berbahasa Inggris, dan (3) bagaimana langkah-langkah pelaksanaan tugas-tugas yang telah disiapkan agar mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Pelaksanaan PKM ini berhubungan dengan (1) keterampilan mengajar yang meliputi teori pembelajaran dan model-model pembelajaran kreatif-inovatif, (2) cara menyusun tugas-tugas mata kuliah yang mengarah pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam berkomunuikasi yang lancar berbahasa Inggris, dan (3) langkah-langkah pelaksanaan tugas-tugas yang telah disiapkan itu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dosen-dosen memiliki motivasi yang besar dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka juga memperlihatkan antusiasme dan keaktifan yang tinggi untuk berbagi pengalaman mengajar menggunakan berbagai metode dalam upaya meningkatkan kemampuan presentasi mahasiswa dalam mata kuliah yang diajarkan. ABSTRACT This community service program aims at helping overcome some of the problems faced by lecturers in relation to designing effective assignments. The program partners' main problems are related to (1) how to implement active, creative, and innovative learning, (2) how to arrange course assignments that lead to improving students' ability to communicate fluently in English, and (3) steps for implementing the prepared tasks in order to produce the planned learning objectives. The implementation of this program is related to (1) teaching skills including learning theory and creative-innovative learning models, (2) arranging course assignments that lead to increasing students' ability to communicate fluently in English, and (3) creating effective ways for implementing the prepared tasks that are according to the learning objectives. The results indicate that the lecturers have strong motivation in participating in this program. This is shown by their in-class activity and enthusiasm in sharing their experiences in teaching with various methods used in order to improve students' presentation skills.
Peningkatan Pengetahuan Guru tentang Linguistic Landscape sebagai EFL Authentic Teaching Materials Lalu Jaswadi Putera; Mahyuni; Nur Ahmadi; Ahmad Zamzam; Dewi Satria Elmiana
DARMADIKSANI Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i2.561

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang konsep Linguistic Landscape (LL) dan menyusun langkah-langkah kegiatan belajar berbasis LL. Salah satu contoh materi LL yang dapat digunakan sebagai tema dalam aktivitas writing dan speaking di kelas EFL adalah foto-foto papan peringatan bertema “Bahaya Narkoba”, “Larangan Membuang Sampah”, “Larangan Merokok”, dan lain sebagainya. Tema-tema papan peringatan tersebut dapat disusun menjadi materi ajar yang tidak hanya menarik tetapi juga relevan dan kontekstual dengan kondisi lingkungan peserta didik. Materi ajar berbasis LL yang baik merangsang kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif yang sangat dibutuhkan siswa dalam pembelajaran abad 21 ini. Sebanyak 25 orang guru mata pelajaran di Pondok Pesantren Raudlatusshibyan NW Belencong Gunungsari dan 4 orang mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini. Metode kegiatan ini menggunakan sosialisasi dan diskusi kelompok dengan pendekatan ‘get-in and take-out’ melalui 3 tahap kegiatan: Tahap pertama, sosialisasi tentang konsep, signifikansi, hasil penelitian, dan contoh-contoh kegiatan yang mengintegrasikan LL dalam pembelajaran EFL. Tahap kedua, melaksanakan diskusi kelompok untuk menentukan langkah-langkah kegiatan belajar berbasis LL. Tahap terakhir, melaksanakan evaluasi kegiatan baik pra-kegiatan, selama kegiatan, dan pasca-kegiatan dengan mengambil data hasil pengisian kuesioner yang telah diisi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang konsep LL dan cara menyusun langkah-langkah kegiatan belajar berbasis LL meningkat. Para peserta sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan pengembangan profesional semacam ini lebih sering diadakan di madrasah-madrasah. Adapun saran dari para peserta untuk ke depannya adalah perlunya ada tindaklanjut dari kegitana ini, perlunya menambahkan game atau permainan di sela-sela kegiatan agar semakin menyenangkan, perlunya tema lain yang lebih beragam seperti penerapan LL dalam literasi digital yang lebih kompleks. ABSTRACT This Community Service program aims to increase teachers’ knowledge about the concept of Linguistic Landscape (LL) as well as develop competency in designing a scenario for LL-based learning activities. One example of LL material that can be used as a theme in writing and speaking activities in the EFL class is pictures of warning boards themed “the Danger of Drugs”, “Prohibition of Littering”, “the Danger of Smoking Cigarettes”, and so on. The warning board themes can be arranged into teaching materials that are not only interesting but also relevant and contextual to the students’ environmental conditions. Fine LL-based teaching materials stimulate students’ critical thinking, creative thinking, collaborative, and communicative skills that the students need to master in the 21st century learning. As many as 25 subject teachers at Raudlatusshibyan NW Islamic Junior High School in Belencong Gunungsari and 4 students of the English Education Program were involved in this program. A 3-phase method of socialization and group discussions with a 'get-in and take-out' approach was used. The first phase was presenting concepts, significance, results of study, and examples of activities that integrate LL in EFL learning situation. The second stage was group discussion to determine the draft scenario for LL-based learning activities. The last stage was evaluation of the pre-activities, while-activities, and post-activities based on the data obtained from in-process evaluation and the questionnaire. The results of the evaluation shows that the participants’ knowledge about the concept of Linguistic Landscape and how to design a draft scenario for LL-based learning activities increases. The participants gave much appreciation to the team for organizing this program and hoped that such professional developments would be held more often in the madrasah. Some suggestions from participants to the team for future programs are: must plan for a follow-up program in relation to today’s topic, needs to add games between session break to make it more fun, should plan to set other professional development themes such as the application of LL in more complex digital literacy.
Peningkatan Profesionalisme Guru melalui Pengajaran Interaktif Menggunakan Ungkapan-Ungkapan Khas Bahasa Inggris di Kelas Sudirman Wilian; Eka Fitriana; Muhammad Amin; Muh. Isnaini
DARMADIKSANI Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i2.562

Abstract

ABSTRAK Penggunaan ungkapan-ungkapan khusus dalam kelas pembelajaran Bahasa Inggris (classroom language) merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru Bahasa Inggris yang professional. Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak guru Bahasa Inggris yang belum dapat menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut dengan baik dan benar serta tepat di kelas ketika mengajar. Fakta ini seringkali ditemukan mulai dari saat para dosen memberikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) maupun ketika menjadi pengajar pada PPG (Pendidikan Profesi Guru) beberapa tahun terakhir ini. Tuntutan agar guru mampu mengelola seluruh kegiatan kelas dalam bahasa Inggris, mulai dari memeriksa presensi hingga membubarkan kelas, merupakan bagian dari tugas keprofesionalan mereka. Karena itulah, kegiatan pengabdian yang mengambil tema “Workshop Penggunaan Ungkapan-Ungkapan Bahasa Inggris untuk Pengajaran di Kelas bagi Guru-Guru SMP/MTs/MA se-Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara - Lombok Tengah” ini dilaksanakan. Tujuannya adalah membantu para guru meningkatkan kompetensi mereka dalam penggunaan classroom language. Kegiatan ini diawali dengan ceramah penanaman konsep tentang classroom language diikuti penayangan video singkat contoh penggunaan bahasa guru di kelas, dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok kecil dan kegiatan latihan langsung penggunaan ungkapan-ungkapan Bahasa Inggris tersebut. Dampak hasil pengabdian ini adalah tersusunnya bahan/materi ungkapan-ungkapan khusus Bahasa Inggris di dalam kelas yang dapat dipelajari kembali dan dipakai sebagai acuan oleh guru ketika mengajar. Kepada guru-guru disampaikan pula bahwa mengetahui cara menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar, meskipun pendek tetapi bermakna (meaningful), merupakan tugas utama guru di dalam kelas untuk didemonstrasikan (diperdengarkan) kepada siswanya sesering mungkin, sehingga apa yang didengar itu dapat menjadi model bahasa interaksi anak yang diperlukan baik di dalam maupun di luar kelas. ABSTRACT The ability to use special expressions in the current English language teaching classroom has become a highly demanded competence for and must be possessed by every professional English teacher. However, the reality on the ground shows that there are still a great deal of English teachers who are unable to accomplish their class using these expressions properly and correctly and appropriately when they are in front of the classroom. These phenomena have frequently been shown since the beginning of the Teacher Professional Education and Training Program (PLPG), which in the last couple of years has transformed into the Teacher Professional Education (PPG) program. The demand that teachers be able to manage all class activities in English, from checking attendance to dismissing the class, is part of their professional duties. For this reason, the community service activity by the English Department of FKIP Unram lecturers with a special theme on “Workshop on the Use of English Phrases for Classroom Teaching for High School English Teachers at Batukliang and North Batukliang Districts - Central Lombok” was carried out, the aim of which is to help teachers improve their competence in the use of classroom language. The activity began with a free lecture on the concepts of classroom language followed by a short video showing examples of the teacher's use of language in class, and continued with small group discussions and hands-on practice activities using these English expressions. The expected impact of this community service, in addition to the English teachers’ classroom language enhancement, is the compilation of materials of special English expressions in the classroom that can be studied again and used as a reference by the teacher when teaching. It was also conveyed to the teachers that knowing how to use good and correct English, even though it was short but meaningful, is the main task of a teacher in the classroom that must be demonstrated to the students as often as they possibly can, so that what is heard by the students could become their communicative interaction model needed both inside and outside the classroom.
Pelatihan Pelaksanaan Asesmen dan Pelaporan Perkembangan Anak Usia Dini dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Baiq Yuni Wahyuningsih; Riris Sugianto; Reny Wardiningsih
DARMADIKSANI Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i2.565

Abstract

ABSTRAK Kesulitan dalam melakukan proses penilaian dalam perkembangan anak usia dini di masa pandemi Covid-19 ini menjadi permasalahan bagi guru-guru yang ada di PAUD Al-Barokah Desa Pengadang Kabupaten Lombok Tengah. Para guru PAUD tidak dapat melakukan penilaian secara langsung terhadap perkembangan anak didik sehingga tidak dapat memberikan laporan perkembangan yang seharusnya pada orangtua-orangtua anak didik. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru PAUD AL-Barokah selama pandemi berbentuk penugasan sehingga sulit untuk membuat penilaian hanya berdasarkan hasil karya anak didik tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para guru PAUD dalam melaksanakan asesmen dan pelaporan perkembangan anak usia dini dalam pembelajaran selama masa pandemi ini. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan secara online dan offline. Pertemuan secara online dilakukan untuk membahas teori terkait penilaian dan pelaporan perkembangan anak dalam proses pembelajaran. Penyampaian materi, presentasi, dan diskusi dilakukan melalui Google Meet dan WhatsApp. Pertemuan secara offline dilakukan untuk mendampingi guru dalam membuat penilaian dan pelaporan perkembangan anak didik kepada para orangtua. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa para guru PAUD memberikan respons yang baik dan antusias terhadap kegiatan ini. Manfaat penting yang mereka dapatkan antara lain: (1) meningkatnya kompetensi dalam pelaksanaan asesmen dan pelaporan perkembangan anak usia dini, dan (2) ditemukannya solusi alternatif atas permasalahan yang dihadapi seperti perlunya menjalin komunikasi yang baik dan melakukan pendekatan individu dengan orangtua serta menerapkan variasi pembelajaran lain seperti kunjungan ke rumah (home visit). ABSTRACT The difficulty in carrying out the assessment process in early childhood learning development during the Covid-19 pandemic was quite a big problem for teachers at PAUD Al-Barokah in Pengadang Village of Central Lombok Regency. Since teachers could not make direct assessments of the students’ learning development due to lack of assessing and reporting competence, they failed to provide comprehensive learning development reports that had to be presented to parents. To them, making an assessment that was based solely on the work of the students was not an easy task. This community service program aims to provide additional insight for PAUD teachers at PAUD Al-Barokah in assessing and reporting students’ learning development to the parents during this pandemic. Two online meetings were conducted to discuss theories related to the assessment and reporting of early childood learning development. Presentations and discussion were carried out through Google Meet and WhatsApp. Two offline meetings were held to train teachers in making assessments and reports on the students learning progress. The evaluation results show that PAUD teachers were very positive and enthusiastic in joining the program. Two main benefits they get from the program that included: (1) an improvement in their assessing and reporting competence on early childhood education, and (2) an insight to alternative solutions to the difficulties in assessing and reporting that included the need to establish both good communication and individual approaches with the students’ parents as well as to apply home visit as alternative learning method.
Pelatihan Pengetahuan dan Penerapan Kalimat Efektif pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di RA Bani Barun Majalengka Muhammad Zulfadhli; Haris Hamdani; Ferawaty Puspitorini
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1277

Abstract

ABSTRAK Bahasa merupakan wahana komunikasi bagi manusia, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Setiap komunikasi, khususnya komunikasi tertulis, dibutuhkan kalimat-kalimat yang baik. Kalimat yang baik erat kaitannya dengan penggunaan kalimat efektif. Berdasarkan fenomena yang terjadi akhir- akhir ini ditemukan bahwa produktivitas guru masih rendah dalam menyampaikan ujaran menggunakan kalimat efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar para guru di RA Bani Barun Majalengka dapat memahami dan menerapkan kalimat efektif pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Metode pelaksanaan pelatihan ini terdiri dari empat tahap diantaranya kegiatan sosialisasi, pengenalan kalimat efektif, pelatihan kalimat efektif, dan praktik penerapan kalimat efektif. Hasil kegiatan ini yaitu kompetensi guru mengenai penerapan kalimat efektif meningkat. Hal ini tergambar dari partisipasi aktif para guru dalam menyimak materi, diskusi, dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh narasumber. Selain itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga tergolong berhasil karena sesuai dengan tahapan-tahapan pelaksanaan yang telah ditentukan. Adapun tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kembali dengan pola paragraf dan pengembangan paragraf pada bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. ABSTRACT Language is a means of communication for humans, both oral communication and written communication. Every communication, especially written communication, requires good sentences. Good sentences are closely related to the use of effective sentences. Based on the phenomenon that has occurred recently, it was found that teacher productivity is still low in conveying utterances using effective sentences. This community service program aims to enable teachers of RA Bani Barun Majalengka to understand and apply effective sentences in both Indonesian and English. The method of implementing this training consists of four stages including socialization activities, introduction to effective sentences, training of effective sentences, and practice of applying effective sentences. The result of this activity shows that the teacher's competence regarding the application of effective sentences increases evidenced from the teachers’ active participation in listening to the material, discussion, and working on the assignments given by the presenters. In addition, this community service program is classified as successful since it meets the target proposed by the team. The follow-up theme for the next community service program will be paragraph patterns and paragraph development in Indonesian and English.
Pengenalan English For Tourism untuk Kelompok Sadar Wisata di Wisata Alam Bukit Sewu Sambang Papring Banyuwangi Muhammad Nashir; Roudlotun Nurul Laili; Wahyu Adri Wirawati
DARMADIKSANI Vol 2 No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i2.1285

Abstract

ABSTRAK Bukit Sewu Sambang merupakan salah satu pariwisata yang berada di desa Papring Banyuwangi. Sebagai desa wisata, Bukit Sewu Sambang belum dikembangkan secara maksimal dan kegiatan promosi kepariwisataan di desa wisata ini juga belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi Internasional. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengenalkan English for Tourism (bahasa Inggris untuk Kepariwisataan) bagi kelompok sadar wisata di kawasan Bukit Sewu Sambang guna kelancaran interaksi dan komunikasi dengan wisatawan manca Negara. Jenis kegiatan ini berupa pelatihan bahasa Inggris. Metode yang digunakan antara lain ceramah, sharing, drill, dan demonstrasi. Setelah pelatihan diberikan dalam beberapa kali meeting, ada peningkatan kemampuan bahasa Inggris para peserta. Hal ini dibuktikan dengan nilai posttest para peserta lebih tinggi daripada pretest. Para peserta sangat antusias dan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bahasa Inggris karena potensi indahnya wisata tidak dapat berkembang pesat tanpa promosi dan pelayanan yang baik terutama kepada wisatawan asing. Pengenalan English for Tourism ini mampu menjawab tantangan dan memberi solusi permasalahan yang dihadapi para kelompok sadar wisata di wisata alam Bukit Sewu Sambang mengenai keterbatasan penguasaan bahasa Inggris. ABSTRACT Bukit Sewu Sambang is one of the tourism sites in Papring village, Banyuwangi. As a tourist village, Bukit Sewu Sambang has not been developed optimally and tourism promotion activities are also not optimal. One of the reasons is the limited ability to speak English as an international communication language. This community service aimed to introduce English for Tourism for tourism-awareness group in Bukit Sewu ​​Sambang to support interaction and communication with foreigners. In this case, the type of activity was in the form of English training. Some methods used such as lectures, sharing, drills, and demonstrations. After the training was given in several meetings, there was an improvement of the participants' English skills. This was shown by by the posttest scores of participants were higher than the pretest. The participants were very enthusiastic and motivated to improve their skills in English because the beautiful potential of tourism cannot develop rapidly without good promotions and services especially to foreigners. The introduction of English for Tourism is able to answer challenges and provide solutions to problems faced by tourism-awareness group in Bukit Sewu Sambang regarding the limited English skills.
Peningkatan Pemahaman terhadap Pentingnya Toleransi Beragama di Kota Kupang Jeremia Alexander Wewo
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1286

Abstract

ABSTRAK Kerukunan umat beragama tidak lahir secara kebetulan tetapi lahir karena sikap saling menghormati dan kerjasama antar umat beragama dan disebut toleransi. Dari perspektif agama, toleransi merupakan mekanisme sosial yang digunakan manusia dalam menyikapi keragaman dan pluralitas agama. Toleransi harus senantiasa dijaga antar umat beragama untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk semakin mengikat dan mempererat toleransi antar umat beragama di Kupang Nusa Tenggara Timur melalui diskusi konstruktif dan kolaborasi antara tokoh agama serta untuk mengumpulkan informasi terkait dengan toleransi sosio-agama yang ada di kota Kupang. Kegiatan abdimas ini dilaksanakan di 3 tempat ibadah yakni: Gereja GMIT Betel (Kristen), Masjid Raya Baiturahman (Islam), dan Pura Agung Giri Kertha Bhuwana temple (Hindu). Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan bahwa toleransi beragama telah diimplementasikan oleh umat beragama di 3 lokasi tersebut. Diskusi dan kolaborasi sangat efektif diterapkan dalam mempromosikan dan memperkuat rasa saling hormat menghormati dan toleransi antar umat beragama di Kupang. ABSTRACT Religious harmony did not come to existence by chance. It came from an attitude of mutual respect and cooperation among religious communities called tolerance. From the religious perspective, tolerance is a social mechanism that humans bring into play in responding to religious diversity and plurality. Tolerance must always be maintained by all religious communities in order to create peace and harmony. This community service aims to bind and strengthen inter-religious tolerance among religious communities in Kupang East Nusa Tenggara province through constructive discussion and collaboration with religious leaders and to gather information from the religious leaders concerning the socio-religious tolerance that took place in their surrounding areas. The program was carried out at three different places of worship i.e. Gereja GMIT Betel church (Christian), Masjid Raya Baiturahman mosque (Islam), and Pura Agung Giri Kertha Bhuwana temple (Hindu). Based on the evaluation, it was found that the religious communities (Kristen, Islam, Hindu) in the surrounding places have implemented inter-religious tolerance. Inter-religious discussion and collaboration are highly effective for promoting and strengthening mutual respect and tolerance among religious communities in Kupang.
Pelatihan Pengayaan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks pada Guru MGMP Bahasa Indonesia Kemenag di Kabupaten Lombok Barat Syamsinas Jafar; Nasarudin M. Ali; Ratna Yulida Ashriany; Yuniar Nuri Nazir; Muh. Khairussibyan; Rahmad Hidayat; Siti Rohana Hariana Intiana
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1295

Abstract

ABSTRAK Para guru yang diberikan pelatihan adalah guru-guru MGMP bahasa Indonesia Kemenag di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan sasaran pelatihan guru-guru bahasa Indonesia berdasarkan pertimbangan yakni masih ditemukannya fenomena guru-guru bahasa Indonesia di lingkungan Kemenag yang bukan berasal dari sarjana pendidikan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, hal urgen yang harus menjadi perhatian adalah masih banyak kelemahan para guru dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Pelatihan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengayaan materi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks kepada para guru MGMP bahasa Indonesia Kemenag di wilayah Kabupten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam pelatihan berupa ceramah, diskusi, evaluasi pelatihan berupa luaran berupa portofolio. Pelatihan ini dapat dikatakan berhasil berdasarkan pertama, kehadiran para guru bahasa Indonesia MTs dan MA sesuai target, para guru mengikuti tahap-tahap pelatihan dengan tertib, para guru merespon positif dalam menyerap materi pelatihan dan mendiskusikan berbagai masalah dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, dan menyelesaikan tugas mengisi portofolio tepat waktu. Kedua, pada tahap evaluasi yang meliputi evaluasi materi, diskusi (tanya jawab), dan hasil pengisian portofolio dapat disimpulkan pelatihan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks pada guru-guru bahasa Indonesia MA dan MTs menunjukkan hasil sesuai tujuan pelatihan. Hasil refleksi dari tanggapan para guru adalah bahwa pelatihan menambah kompetensi tentang pemahaman konsep pembelajaran berbasis teks, menjadi masukan tentang solusi memecahkan masalah-masalah pembelajaran berbasis teks yang setiap saat ditemukan dalam kelas, menjadi bahan evaluasi praktik pembelajaran berbasis teks yang telah dilaksanakan dalam kelas, menjadi bahan refleksi diri menuju perbaikan praktik pembelajaran berbasis teks yang lebih profesional di masa datang. ABSTRACT Our preliminary survey found that many of the MGMP Indonesian language teachers within the Indonesian Ministry of Religious Affairs of West Lombok Regency have non-Indonesian language education background that results in some drawbacks in the teaching and learning practices of Indonesian subject using the text-based learning materials. This community service aims at improving professionalism of the MTs/MA Indonesian language teachers in the Ministry of Religious Affairs of West Lombok Regency in developing more effective text-based learning materials. To meet this objective, the training was approached by administering lectures, discussions, and evaluation of the teachers’ portfolios during and after the training sessions. The results show that the training is successful based on the the criteria that included: (1) the number of teachers who joined the program meets the target, (2) the participating teachers followed every stage of the training in an orderly manner, (3) the participating teachers understand the text-based materials and describe various problems related to the practices of teaching text-based in the classroom very well, (4) the participating teachers completed the tasks on time. In conclusion, the objective of this community service i.e. to develop professionalism of the MTs/MA Indonesian subject teachers with no Indonesian language education background in the Ministry of Religious Affairs of West Lombok Regency in developing more effective text-based learning materials is fulfilled.

Page 2 of 25 | Total Record : 245