cover
Contact Name
Dr. Sandra Hermanto, M.Si
Contact Email
hermantokimia@uinjkt.ac.id
Phone
+6285220042401
Journal Mail Official
kimia@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
VALENSI
ISSN : 24606065     EISSN : 25483013     DOI : 10.15408/jkv
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia Valensi is a biannual and peer-reviewed open access journal published by Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This journal covering all aspect of chemistry.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 425 Documents
Adsorpsi Pb2+ dan Cu2+ Menggunakan Kitosan-Silika dari Abu Sekam Padi Ani Mulyasuryani; Barlah Rumhayati; Chandrawati Cahyani; Soebiantoro soebiantoro
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.982 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v3i2.504

Abstract

Abstrak Silika dari abu sekam padi yang dimodifikasi dengan kitosan menghasilkan suatu adsorben yang dapat meningkatkan daya adsorpsi terhadap ion logam. Adsorben kitisan – silika dari abu sekam padi dibuat dengan komposisi 100, 95, 85, 75 dan 65 %  silika dalam kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kitosan dapat meningkatkan nilai kapasitas tukar kation (KTK) adsorben. Adsorben terbaik dihasilkan pada % silika 65% dengan KTK 0,45 mekiv H+/g adsorben. Adsorbent tersebut mempunyai daya adsorpsi terhadap Pb2+ sebesar 11,8 mg/g adsorben dan 0,3 mg/g adsorben terhadap Cu2+.   Kata kunci : adsorpsi, abu sekam padi, kapasitas tukar kation, kitosan   Abstract Modification of silica from rice husk ash with chitosan resulted a high capacity adsorbant. The composition of silica from rice husk ash in adsorbent are 100, 95, 85, 75, and 65% in chitosan. The result of researsh show that the chitosan increasing cation exchange capasity (CEC) of adsorbent. The best adsorbent is 65% silica with CEC 0,45 mekiv H+/g adsorbent. The adsorbent has ability to adsorb Pb2+ is 11,8 mg/g adsorben and 0,3 mg/g adsorben to Cu2+.   Keywords : adsorption, rice ash husk, cation exchange capacity, chitosan
Degradasi Fenol pada Limbah Cair Batik Menggunakan Reagen Fenton Dengan Sinar UV Tien Setyaingtyas; Kapti Riyani; Dian Windy Dwiasi; Ening Budhi Rahayu
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.176 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i1.7054

Abstract

Senyawa fenolik merupakan salah satu kontaminan yang berbahaya dalam limbah cair karena sifatnya yang beracun bahkan pada konsentrasi rendah. Reagen fenton dapat digunakan untuk mendegradasi fenol  didasarkan pada pembentukan radikal hidroksil (•OH). Radikal hidroksil mampu menguraikan senyawa fenol melalui proses oksidasi. Reagen fenton merupakan campuran dari hidrogen peroksida (H2O2) dan ion Fe2+ yang dihasilkan dari senyawa FeSO4.  Penggunaan sinar  ultraviolet  pada sistem H2O2/Fe2+ untuk mempercepat dan memperbanyak terbentuknya radikal hidroksil.  Pembentukan radikal hidroksil dipengaruhi juga oleh kondisi pH larutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendegradasi fenol dalam limbah batik menggunakan reagen fenton dengan sinar UV. Parameter yang divariasi  adalah konsentrasi H2O2, berat FeSO4 dan pH.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar UV pada sistem fenton dapat meningkatkan degradasi fenol dalam limbah cair batik. Penurunan kadar fenol menggunakan fenton/UV sebesar  59,98% dengan penambahan H2O2 50 ppm dan FeSO4 0,5 g dengan waktu penyinaran UV selama 60 menit. Kondisi pH optimum yang diperoleh untuk sistem fenton/UV adalah pH 3 dengan penurunan kadar fenol sebesar 83,45%. Senyawa fenol dalam limbah cair batik dapat didegradasi menggunakan reagen fenton dengan bantuan sinar UV.DOI:http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v4i1.7054
Kandungan Radikal Bebas Sate Padang dan Sate Madura di sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sri Yadial Chalid
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.755 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i4.250

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan kadar radikal bebas pada makanan tradisional sate Padangdan Sate Madura yang diperdagangan di sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. SateMadura yang diteliti adalah sate kambing yang dibumbui (SKB) dan sate kambing tanpa bumbu(SK) sedangkan sate Padang adalah sate daging yang sudah dibumbui (SP). Kadar radikal bebasyang terkandung pada sampel ditentukan secara spektrofotometri. Malondialdehid (MDA) sebagaipertanda terbentuknya radikal bebas membentuk kompleks yang berwarna merah jambu denganTiobarbituric acid (TBA). Warna merah jambu dari kompleks MDA-TBA diukur denganspektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 530 nm. Kadar radikal bebas sate kambingMadura tanpa bumbu lebih tinggi dibandingkan dengan kadar radikal bebas sate kambing Madurapakai bumbu dan sate Padang. Secara umum disimpulkan bahwa baik sate Madura maupun satePadang mengandung radikal bebas. Sate Padang mengandung radikal bebas paling rendah yaitusebesar 0.000011 ± 1.91x10-6 M, kadar radikal bebas sate kambing Madura pakai bumbu adalah0.000013 ± 1.91x10-6 M dan 0.000051 ± 6.57 x10-5 M untuk sate Madura tanpa bumbu.
Stigmast-5(6)-en-3(6)-ol dari Herba Tumbuhan Krokot (Lygodium microphyllum) Hadi Kuncoro; Kindi Farabi; Euis Julaeha; Laode Rijai; Unang Supratman
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.678 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3152

Abstract

A steroid, stigma-5(6)-en-3β-ol or β-sitosterol (1) had been isolated from a n-hexane extract of the Krokot plant herb (Lygodium microphyllum). The chemical structure of 1 was identified on the basis of spectroscopic evidences and by comparison with those of spectra data previously reported. The investigation of steroid, stigma-5(6)-en-3β-ol was from L. microphyllum plant was reported inthis research for first time.DOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3152
Deteksi Simultan Kuersetin dan Rutin Menggunakan Screen-Printed Carbon Electrode Termodifikasi Grafena Tamida Elinda; Wulan Tri Wahyuni; Eti Rohaeti
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.326 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v5i1.11203

Abstract

Kuersetin dan rutin merupakan senyawa antioksidan alami yang termasuk golongan flavonoid. Senyawa ini dapat dideteksi dengan beberapa teknik analisis, salah satunya dengan teknik elektrokimia. Pada penelitian ini, deteksi simultan kuersetin dan rutin dilakukan dengan teknik voltametri siklik menggunakan screen printed carbon electrode (SPCE) termodifikasi grafena. Elektrode disiapkan melalui modifikasi elektrode kerja SPCE dengan campuran grafena:natrium poliakrilat (1:1). Larutan etanol 70%:bufer fosfat pH 7 (6:4) digunakan sebagai elektrolit dalam pengukuran kuersetin dan rutin. Hasil penelitian menunjukkan puncak oksidasi kuersetin dan rutin terdeteksi pada potensial 0.179 V dan 0.310 V vs Ag/AgCl. SPCE termodifikasi grafena menghasilkan intensitas arus oksidasi dan sensitivitas yang lebih tinggi pada pengukuran kuersetin dan rutin. Deteksi simultan kuersetin dan rutin menggunakan SPCE termodifikasi grafena menunjukkan linearitas dengan R2 = 0.9905 dan R2 = 0.9816, masing-masing untuk kuersetin dan rutin. Limit deteksi pengukuran kuersetin dan rutin masing-masing sebesar 0.5369 mM dan 0.7495 mM serta limit kuantitasi sebesar 1.7898 mM dan 2.4985 mM. Presisi pengukuran kuersetin dan rutin memiliki nilai simpangan baku relatif (%SBR) sebesar 2.14% dan 2.44%, berturut-turut untuk kuersetin dan rutin. Hal ini menunjukkan bahwa SPCE termodifikasi grafena cukup potensial untuk deteksi simultan kuersetin dan rutin secara elektrokimia. Kata kunci: Grafena, kuersetin, rutin, screen printed carbon electrode, voltametri siklik. Quercetin and rutin are natural antioxidant from flavonoid group. The compounds can be detected using several analytical technique, including electrochemical technique due to its redox activity. In this study, simultaneous detection of quercetin and rutin was performed at graphene-modified screen printed carbon electrode (SPCE) using cyclic voltammetry technique. Graphene-modified SPCE was prepared from mixture of graphene:sodium polyacrylate (1:1) via drop casting method. Ethanol 70%:phosphate bufer pH 7 (6:4) was used as electrolyte solution for quercetin and rutin measurement. The result shows that oxidation peak of quercetin and rutin was detected at potential of 0.179 V and 0.310 V vs Ag/AgCl, respectively. Graphene-modified SPCE produce higher intensity of oxidation current and higher sensitivity for quercetin and rutin measurement. Simultaneous detection of quercetin and rutin at graphene modified SPCE provide linearity with R2 = 0.9905 and R2 = 0.9816, respectively for quercetin and rutin. Detection limits of quercetin and rutin respectively was 0.5369 mM and 0.7495 mM while limit quantitation was 1.7898 mM dan 2.4985 mM. Precision of quercetin and rutin measurement was moderate with percent relative standard deviation (%RSD) of 2.14% and 2.44%, consecutively for quercetin and rutin. This suggests that graphene-modified SPCE is potential for simultaneous electrochemical detection of quercetin and rutin. Keywords: Cyclic voltammetry, graphene, quercetin, rutin, screen printed carbon electrode.
Pengaruh Kosubstrat Tapioka terhadap Serapan Mineral Jamur Tiram Putih Sandra Hermanto; Irawan Sugoro
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.5, November 2009
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2757.509 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i5.305

Abstract

Kajian Kualitas Briket Biomassa dari Sekam Padi dan Tempurung Kelapa Idzni Qistina; Dede Sukandar; Trilaksono Trilaksono
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.784 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i2.4054

Abstract

Abstrak Biomassa seperti sekam padi dan tempurung kelapa dapat menjadi sumber bahan baku briket sebagai salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi).Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas briket sekam padi dan tempurung kelapa melalui proses semi-karbonisasi pada temperatur antara 50-125 0C dengan durasi waktu proses 50-120 menit. Proses pembuatan briket meliputiproses semi-karbonisasi, pencampuran biomassa dengan perekat, pencetakan, pengeringan, dan uji kualitas briket. Pengujian kualitas briket meliputi analisis briket yaitu nilai kalor, kadar air, fixed carbon, volatile matter, abu, dan analisis ultimat. Disamping itu juga dilakukan uji kuat tekan, pengukuran emisi gas, dan uji termal briket yang dihasilkan.Hasilnya menunjukkan penurunan kadar air bahan baku briket sekam padi dan tempurung kelapa membutuhkan energi masing-masing 8.54% dan 4.97% dari proses karbonisasi murni yang menghasilkan semi arang. Nilai kalor briket sekam padi maupun tempurung kelapa mengalami penurunan masing-masing 9.72% dan 7.21% jika dibandingkan dengan bahan bakunya.Gas emisi dari briket sekam padi dan tempurung kelapa yaitu gas NOx, SOx, CO, dan hidrokarbon (HC) masih di bawah baku mutu yang dipersyaratkan. Hasil uji termal briket menunjukkan efisiensi termal briket sekam lebih baik dibandingkan briket tempurung kelapa dengan nilai efisiensi masing-masing sebesar 31.13% dan 22.28%. Kata kunci: Briket sekam padi, briket tempurung kelapa, semi karbonisasi, emisi gas, efisiensi termal. Abstract   Biomass energy, among others, rice husk and coconut shell can be an alternative energy source to replace fossil fuels (petroleum). This study aims to assess the quality briquettes rice husk and coconut shell with raw materials through semi-carbonization process at a temperature between 50-125 0C with a duration of 50-120 minutes of processing time. Briquetting process meliputu semi-carbonization, refining raw materials and sieving made passes restrained 30 mesh and 30 detained 50 mesh. Then do the mixing biomass with adhesive, printed, dried and tested briquette quality test. Briquette quality testing consists of the analysis of the characteristics of briquettes are calorific value, moisture content, fixed carbon, volatile matter, ash, and the ultimate analysis. Besides, it also conducted compressive strength test, the measurement of gas emission, and thermal test briquettes were produced. The results show a decrease in raw material briquettes moisture content of rice husk and coconut shell on semi karbonization process requiring respectively 8.54% and 4.97% of the energy of pure carbonization process which produces semi charcoal. Calorific value briquettes rice husk and coconut shell fell respectively 9.72% and 7.21% when compared to the raw material. The quality of biomass briquettes is based on the results of the analysis of the characteristics and compressive strength test briquettes showed that coconut shell briquettes better quality than the rice husk briquettes. Briquettes gas emissions from rice husks and coconut shells are gas NOx, SOx, CO and hydrocarbons (HC) is still below the quality standards required. The test results demonstrate the thermal efficiency of thermal briquettes rice husk briquettes for 31.13% and better than coconut shell briquettes by 22.28%. Keywords: Briquette rice husk, coconut shell briquettes, semi-carbonization, gases,thermal efficiency DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.4054
Uji Performance Mesin Diesel Menggunakan Biodiesel Dari Minyak Goreng Bekas Isalmi Aziz
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.393 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i6.241

Abstract

Biodiesel dari minyak goreng bekas merupakan bahan yang sangat potensial untuk menggantikan bahanbakar solar. Selain harganya murah juga dapat mereduksi limbah. Biodiesel dicampur dengan solardalam perbandingan 0 sampai 100 % dan selanjutnya di uji sifat fisiknya menggunakan metode ASTM.Dari hasil pengujian didapatkan biodiesel 20 % (B20) dan 40 % (B40) memenuhi standar bahan bakarsolar dan selanjutnya diujikan pada mesin diesel dengan menggunakan solar sebagai pembanding.Biodiesel B20 dan B40 mampu memberikan kinerja yang baik untuk digunakan sebagai bahan bakarmesin diesel. Emisi gas yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan emisi solar. Hal ini membuktikanbahwa biodiesel adalah bahan bakar ramah lingkungan.
Kinerja Biosensor Konduktometri Berbasis (Screen Printed Carbon Electrode) SPCE––Kitosan untuk Deteksi Diazinon, Malation, Klorpirifos dan Profenofos Nuzulul Kurniawan Isvani; Ani Mulyasuryani; Sasangka Prasetyawan
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.417 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3156

Abstract

The performance of biosensor is based on the hydrolysis reaction of organophosphorus compounds catalyzed by organophosphate hydrolase (OPH), produce H+ and the other ionic species that increase conductance on the surface of electrode. In this research, OPH was immobilized by crosslinking on chitosan–glutaraldehyde membrane on the (Screen Printed Carbon Electrode) SPCE surface. Measurements were carried out at the range concentration 0 to 3.0 ppm of organophosphate, the range of pH 7.0 to 9.0 and 5–25 mL of enzyme. The result showed that optimum performances were obtained at 25 mL of OPH, pH 8.5, with the sensitivity for dizinon, malathion, chlorpirifos and profenofos is 1.353 mS/ppm, 1.270 mS/ppm, 1.230 mS/ppm dan 1.77 mS/ppm respectively and 0.97; 1.03; 0.98; 0.97 of LOD. DOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3156.
Sintesis Dan Karakterisasi Kompleks Brazilin dari Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan Linn) Serta Aplikasinya dalam Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) Zulenda Zulenda; Uray Amira Naselia; Nico Gustian; Titin Anita Zaharah; Winda Rahmalia
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.886 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v5i1.8559

Abstract

Secang (Caesalpinia sappan Linn) merupakan tanaman endemik Kalimantan Barat yang mengandung pigmen berwarna merah brazilin. Dalam penelitian ini, brazilin diperoleh melalui proses maserasi dilanjutkan dengan partisi cair-cair, selanjutnya dikomplekskan dengan ion logam Cu, Mg, dan Zn untuk meningkatkan kinerjanya ketika digunakan sebagai sensitizer pada dye sensitized solar cell (DSSC). Pengompleksan dilakukan menggunakan media gliserol-air, sedangkan fabrikasi DSSC dilakukan menggunakan metode doctor blading. Hasil analisis FTIR terhadap ekstrak kayu secang menunjukkan adanya gugus fungsi O-H, C=O, C=C, dan C-H, yang merupakan gugus fungsional khas dari brazilin. Terbentuknya kompleks brazilin-Cu, brazilin-Mg, dan brazilin-Zn ditandai dengan menurunnya intensitas puncak dari C=O pada 1606 cm-1 dan –OH pada 3263 cm-1. Hasil analisis UV-Vis menunjukkan bahwa kompleks memiliki rentang panjang gelombang lebih lebar dan cenderung batokromik. DSSC yang menggunakan kompleks brazilin-Cu, brazilin-Mg, dan brazilin-Zn menghasilkan rendemen konversi energi maksimum pada 200 W/m2, berturut-turut sebesar 0.034 %, 0.030 %, dan 0.013 %, serta DSSC ekstrak kayu secang murni sebesar 0.029 %. Dengan demikian, penggunaan sensitizer berbasis kompleks logam-brazilin dapat meningkatkan efisiensi DSSC. Kata kunci: Brazilin, DSSC, fotosensitizer, kayu secang, kompleks. Secang (Caesalpinia sappan Linn) is an endemic plant in West Kalimantan that contains Brazilin red pigments. In this study, brazilin was obtained through a maceration process carried out by a liquid-liquid partition, then complexed with metal ions to improve the performance of compilation used as a sensitizer on dye-sensitized solar cell (DSSC). Complexation is carried out using glycerol-water media, while DSSC fabrication is carried out using the doctor blading method. The results of FTIR analysis of secang wood extract showed the presence of a functional group O-H,  C=O, C=C, and C-H, which are typical functional groups of brazilin. The formation of the brazilin-Cu, brazilin-Mg, and brazilin-Zn complexes is characterized by an increase in peak intensity of  C=O at 1606 cm-1 and O-H at 3263 cm-1. The results of the UV-Vis analysis show that the complex has a wider wavelength and uses batochromic. DSSCs that use the brazilin-Cu, brazilin-Mg, and brazilin-Zn complexes that complement each other produce efficiencies of  0.034%, 0.030%, and 0.013%, and DSSC pure secang wood extract of  0.029%. The efficiency of the brazilian metal-complex when compared with brazilin, the efficiency increases, so that the maximum efficiency obtained by the Cu-brazilin sensitizer is equal to 0.034%. Keywords: Brazilin, DSSC, photosensitizer, secang wood, complex.

Page 7 of 43 | Total Record : 425


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 2, November 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 1, May 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 2, November 2024 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 2, November 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 1, May 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 2, November 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 1, May 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 2, November 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 1, May 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 2, November 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 1, May 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 2, November 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 2, November 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 1, Mei 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015 Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014 Jurnal Valensi Volume 4, No.1, Mei 2014 Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013 Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013 Jurnal Valensi Volume 2, No.5, November 2012 Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012 JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.5, November 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008 Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008 Jurnal Valensi VOLUME 1, NO.1, NOVEMBER 2007 More Issue