cover
Contact Name
Dr. Sandra Hermanto, M.Si
Contact Email
hermantokimia@uinjkt.ac.id
Phone
+6285220042401
Journal Mail Official
kimia@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
VALENSI
ISSN : 24606065     EISSN : 25483013     DOI : 10.15408/jkv
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia Valensi is a biannual and peer-reviewed open access journal published by Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This journal covering all aspect of chemistry.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 425 Documents
Uji Kinerja Fotodegradasi Kain Terlapisi Komposit Nanosized Chitosan/TiO2 Terhadap Zat Warna Rhodamine B Eli Rohaeti; Endang Widjajanti Laksono FX; Anna Rakhmawati
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.541 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i1.3111

Abstract

The coating of nanosized Chitosan/TiO2 composit on cotton fabrics substrate and its performance for dye of Rhodamine B was studied. Nanosized Chitosan/TiO2 composit coated on cotton fabrics was done by dip-coating method through pad-dry-cure technic. Cotton fabric thats was coated by nanosized Chitosan/TiO2 composit was characterized by SEM, XRD, and FTIR. Photodegradation Performance test of cotton fabric coated Nanosized Chitosan/TiO2 composit for dye of Rhodamine B was done under UV ray and sun ray.  It was concluded that was cotton fabric coated nanosized Chitosan/TiO2 can decompose dye of Rhodamine B with UV ray more effective than sun ray. Keywords : Dip-coating, photodegradation, nanosized chitosan/TiO2, cotton fabric, rhodamine B DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v2i1.3083
Senyawa Fenolik dari Daun Tanaman Kalanchoe prolifera (Crassulaceae) Yenny Febriani Yun; Lilis Siti Aisyah; Tri Reksa Saputra; Arif Rahman Hakim; Sari Purbaya; Tati Herlina; Euis Julaeha; Achmad Zainuddin; Unang Supratman
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 1, Mei 2017
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.388 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v3i1.5037

Abstract

Phenolic compounds such as kaempferol (1), quercetin (2), and methyl caffeate (3) have been isolated from the ethyl acetate extract of Kalanchoe prolifera (Crassulaceae). The chemical structure of isolated compounds 1-3 were elucidated on the basis of spectroscopic evidence (UV, IR, NMR) and comparison with those compound previouly reported.DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.5037 
Pemerangkapan Ammonium (NH4 +) dari Urine Dengan Zeolit Pada Berbagai Variasi Konsentrasi Urine La Ode Sumarlin; Salih Muharam; Andhi Vitaria
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2619.651 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i3.220

Abstract

Urine sebagai limbah yang mengandung nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk.Akan tetapi, pada kondisi tertentu dalam air, urea mempunyai ion ammonium yang dapatberubah menjadi nitrit yang bersifat racun atau berubah menjadi ammoniak yang dapatmencemari udara. Untuk mencegah masalah lingkungan tersebut dan efisiensi pupuk makadigunakan zeolit untuk memperlambat dan mencegah perubahan ion ammonium menjadi ionyang bersifat racun. Salah satu sifat zeolit adalah mampu menyerap (adsorpsi) zat organikmaupun zat anorganik dan penukar kation ( ion exchanger) (Dixon, 1989). Ion ammoniummemiliki peluang terbesar untuk terserap dalam zeolit dengan cara penukaran kation. Salah satumetode analisis terhadap daya adsorpsi zeolit adalah metode impregnasi basah, dimana zeolitdirendam dalam berbagai konsentrasi urine 0%(Zo), 5%(Z1), 10%(Z2), 15%(Z3), 20%(Z4) dan25%(Z5). Analisis NH4+dalam filtrate hasil impregnasi zeolit menggunakan spektrofotometerUV/Vis adalah Zo (urine awal) berkisar 72,513 mg/L, Z1 (60,951 mg/L), Z2 (62,191 mg/L), Z3 (69,072 mg/L), Z4 (51,243 mg/L) dan Z5 (58,750 mg/L). Maka didapat kapasitas adsorpsiterbesar adalah pada konsentrasi Z4 yaitu berkisar 21,270 mg/L. Karakterisasi zeolit hasilimpregnasi menggunakan spektrofotometer FTIR terhadap zeolit Zo dan Z4, nampakpuncak/spektra baru pada 1427 cm-1 merupakan ammonium (NH4+) yang terperangkap olehzeolit dalam bentuk garam ammonium.
Optimasi Pembuatan Komposit dari Nanoclay Polistiren Eka Puspa Sari; Saeful Rohman; Isalmi Aziz
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.612 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v3i2.510

Abstract

Abstrak   Pengembangan teknologi dapat dilakukan dengan rekayasa material, salah satunya pada pembuatan komposit. Pada pengembangan komposit berbasis polistiren nanoclay, faktor utama yang menentukan keberhasilan dalam peningkatan sifat material adalah pendispersian nanoclay dalam matrik polimer yaitu masuknya molekul polimer diantara lapisan silika sehingga nanoclay akan terdistribusi secara acak kedalam matrik polimer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi yang terbaik dari komposit nanoclay polistiren dan menentukan karakteristiknya. Parameter yang divariasikan adalah komposisi nanoclay (1%, 3% dan 5%) dan lamanya putaran pada mesin ekstruder (50, 80 dan 120 rpm). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nanoclay 3% pada kecepatan screw 50 rpm memiliki nilai terbaik pada uji kuat tarik, yaitu sebesar 55,15 MPa dengan nilai d-spacing (berdasarkan uji XRD) sebesar 4,6nm. Hasil pengamatan dengan menggunakan SEM menunjukan telah terbentuk interkalasi pada komposit nanoclay- polistirena.   Kata kunci : Nanoclay, komposit, polistiren, XRD, SEM   Abstract   Technology development can be done with materials engineering , one of them in the manufacture of composites . On the development of polymer -based nanoclay composites, the main factor that determines the success in improving the material properties are dispersing of nanoclay in the polymer matrix , namely the inclusion of the silica layer between the polymer molecules, so nanoclay will be randomly distributed into the polymer matrix . This study aims to get the best composition of nanoclay composite polystyrene and determine its characteristics . The parameters varied are the nanoclay composition ( 1 % , 3 % and 5 % ) and the length of the extruder machine in the range of (50 , 80 and 120 rpm). The results showed that 3 % nanoclay concentration at 50 rpm screw speed has the best value on the tensile strength test, which amounted to 55.15 MPa with ad - spacing values ( based on XRD test ) of 4.6 nm . Using SEM observations showed intercalation was formed on polystyrene - nanoclay composites   Keywords : Nanoclay , composites , polystyrene, XRD, SEM
Two Flavonoid Compounds as Antiproliferative Activity Against SP-C1 Cancer Tongue Cells from the Leaves of Rasamala (Altingia excelsa Nornha) Risyandi Anwar; Arlette Setiawan; Supriatno Supriatno; Unang Supratman
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.364 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i2.7304

Abstract

Two flavonoid compounds, kaempferol (1) and quercetin (2) have been isolated from the leaves of Rasamala (Altingia excelsa Nornha). The chemical structure of compounds 1 and 2 were identified by spectroscopic evidences including, UV, IR, 1D-NMR, 2D-NMR and MS as well as by comparing with previously reported spectral data.These compounds were isolated from this plant for the first time. Compounds 1 and 2 were evaluated for their antiproliferative activity against SP-C1 cancer tongue cells and showed IC50 values of 2.50 and 2.31 mM, respectively.  
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS DALAM REAKTOR TANGKI ALIR BERPENGADUK Isalmi Aziz
Jurnal Kimia Valensi Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.034 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i2.257

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan biodiesel dari minyak goreng bekas dan metanol denganKOH sebagai katalis. Biodiesel diproduksi dalam reaktor tangki alir berpengaduk (RATB) padasuhu 60 0C, kecepatan pengadukan 800 rpm dan waktu tinggal 60 menit. Biodiesel yang dihasilkanmemiliki sifat fisik sebagai berikut : spesik grafiti 0,8898 ; viskositas 5,6263 CSt ; titik tuang 33,4oF ; titik nyala 253 oF ; Sisa karbon residu 2,0827 %; warna 1,5 ; kandungan air 0,16 % dan nilaikalor 9427 kal/g. Secara umum sifat fisik biodiesel memenuhi standar bahan bakar solar.Disimpulkan bahwa RATB dapat digunakan sebagai reaktor untuk memproduksi biodiesel. Sumber energi utama yang digunakan di berbagai negara saat ini adalah minyak bumi. Dengan banyaknya eksploitasi yang dilakukan, maka keberadaannya semakin terancam dan harganya akan meningkat secara tajam. Hal ini disebabkan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Dari berbagai jenis produk olahan minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar, yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel. Hal ini disebabkan karena kebanyakan alat transportasi, alat pertanian, peralatan berat dan penggerak generator pembangkit listrik menggunakan bahan bakar ini. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mencari energi aternatif pengganti bahan bakar diesel. Biodiesel merupakan bahan yang sangat potensial digunakan sebagai penggantinya. Hal ini disebabkan karena bahan bakunya yang berasal dari minyak nabati dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik dan mudah diperoleh. Selain itu harganya relatif stabil dan produksinya mudah disesuaikan dengan kebutuhan. Dari segi lingkungan biodiesel juga merupakan bahan yang biodegradability dan emisi polutannya relatif kecil, karena kadar hidrokarbon yang tidak terbakar dan CO-nya lebih rendah, serta bebas emisi SO2 bila dibakar (Noureddini, H, and Zhu, D., 1997) Viskositas yang tinggi dari minyak nabati disebabkan karena adanya percabangan pada rantai karbonnya yang cenderung panjang. Untuk mengurangi viskositasnya, minyak nabati dapat direaksikan dengan alkohol rantai pendek menghasilkan ester (biodiesel) dan gliserol. Untuk mempercepat reaksi dapat ditambahkan katalis asam, basa atau penukar ion. Katalis basa memiliki banyak keunggulan dibandingkan katalis asam dan penukar ion, diantaranya konversi yang dihasilkan lebih besar dan suhu operasi lebih rendah (Swern, 1982). Alkohol rantai pendek yang dapat digunakan adalah metanol dan etanol. Metanol memiliki reaktifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan etanol. Untuk mendapatkan hasil yang sama, jumlah etanol yang dibutuhkan lebih besar dari jumlah metanol yaitu sekitar 1,4 kali jumlah metanol. Dari segi biaya, harga metanol lebih murah dibandingkan etanol. Kelemahan metanol terletak pada keamanan penggunaannya. Metanol bersifat beracun dan dapat menyebabkan perih pada mata. Untuk mengidentifikasi kualitas biodiesel yang dihasilkan, perlu dilakukan pengujian sifat-sifat fisisnya. Uji sifat fisis ini perlu dilakukan untuk menghindari kerusakan alat dan kerugian lain yang mungkin timbul akibat penggunaan bahan bakar ini. Biodiesel yang dihasilkan nanti diarahkan untuk menggantikan bahan bakar solar, karena bahan bakar ini digunakan langsung oleh masyarakat sehingga nantinya diharapkan masyarakat dapat memproduksi sendiri. Untuk itu sifat- sifat biodiesel yang dihasilkan disesuaikan dengan standar bahan bakar solar. Salah satu kendala yang dihadapi dalam penggunaan biodiesel sekarang ini adalah harganya yang lebih mahal dari bahan bakar solar. Untuk itu diperlukan cara untuk menekan biaya produksi biodiesel. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan bahan baku yang berasal dari minyak goreng bekas. Minyak ini secara ekonomis sudah tidak diperhitungkan lagi dan cenderung dibuang sebagai limbah karena selain merusak citra makanan yang diolah juga dapat merusak kesehatan manusia. Lestari (1997) melakukan analisa terhadap minyak goreng bekas yang akan di proses menjadi biodiesel. Dari analisa yang dilakukan didapatkan asam lemak penyusun minyak goreng bekas adalah asam palmitat 0,9194 %, asam oleat 0,0437 %, asam margarat 40,3816 %, asam stearat 0,0943 % dan asam linoleat 58,5611 %. Berbagai penelitian sudah dilakukan untuk mendapatkan biodiesel dari minyak goreng bekas. Penelitian selama ini hanya menggunakan proses secara batch. Dari segi ekonomi proses ini kurang menguntungkan karena biaya investasi lebih mahal dan membutuhkan volume reaktor yang besar. Selain itu juga membutuhkan waktu untuk start-up dan shut-down proses (Darnoko dan Cheryan, 2000). Untuk itu perlu dilakukan proses secara sinambung sehingga dapat mereduksi biaya, volume reaktor dan waktu proses (Westertern, et all, 1984).
Aktivitas Antioksidan dan Mutu Sensori Formulasi Minuman Fungsional Sawo-Kayu Manis Dede Sukandar
Jurnal Kimia Valensi Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3822.322 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3605

Abstract

Ag3PO4-Red Banyan Fruit Extract (Ficus benjamina. L) Nanocomposite for Degradation of Detergent Waste Muhammad Ihram Basri; Komang Sri Devi Wahyuni; Yolanda Liambo Tamallum; La Ode Ahmad Nur Ramadhan; Abdul Haris Watoni
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 2, November 2019
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.004 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v5i2.8390

Abstract

Detergents waste containing SDS (Sodium Dodecyl Sulfate) still becomes a major environmental problem that must be overcomed. The degradation of SDS by silver phosphate (Ag3PO4)-Red Banyan extract nanocomposite was performed under visible light. This research aimed to determine the percentage decrease in SDS concentration  under visible light by using Ag3PO4 facilitated extract of red banyan fruit. The Ag3PO4-Red Banyan extract nanocomposite was prepared by coprecipitation method and facilitated by a red banyan extract solvent. The result showed that the silver composite phosphate (Ag3PO4) facilitated red banyan extract had a percentage of SDS degradation i.e. 85.9% for 2 hours. This result showed that the silver composite phosphate (Ag3PO4)-a red fruit extract becomes a promising ingredient for degrading SDS in aquatic environment environments.
Analisis Mutu Minyak Jelantah Hasil Peremajaan Menggunakan Tanah Diatomit Alami dan Terkalsinasi La Ode Sumarlin; Lela Mukmillah; Ratna Istianah
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.066 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i4.246

Abstract

Kualitas minyak goreng sangat ditentukan oleh sifat fisika dan kimianya. Semakin sering minyakgoreng dipanaskan maka kualitasnya akan semakin menurun. Pada Penelitian ini dilakukan prosesperemajaan minyak goreng bekas (minyak jelantah) dengan menggunakan dua adsorben, yaituadsorben tanah diatomit alami dan tanah diatomit yang dikalsinasi. Dalam proses peremajaan inidilakukan proses aktivasi terhadap adsorben untuk dapat meningkatkan daya serap adsorben terhadapminyak jelantah. Parameter uji yang dilakukan untuk mengetahui kualitas minyak jelantah hasilperemajaan oleh tanah diatomit terdiri atas kadar air, kadar kotoran, bilangan peroksida dan kadarasam dengan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak jelantah hasil peremajaanoleh tanah diatomit alami mengalami kenaikan kualitas. Hal ini ditunjukan oleh penurunan kadar airminyak jelantah yang semula 1,2412%, kadar kotoran 3,2779%, bilangan peroksida 0,0168 mgO2/100gr, dan bilangan asam sebesar 1,0037. Setelah diremajakan oleh tanah diatomit alamimengalami penurunan kadar air sebesar 0,6139%, kadar kotoran 1,8100%, bilangan peroksida0,0121mg O2/100gr dan bilangan asam sebesar 0,9751. Begitupun dengan minyak jelantah hasilperemajaan dengan adsorben tanah diatomit terkalsinasi dengan kadar air sebesar 0,2881% kadarkotoran 0,6429%, bilangan peroksida 0,0099mg O2/100gr dan bilangan asam sebesar 0,8038. Minyakjelantah hasil peremajaan oleh tanah diatomit terkalsinasi mengalami peningkatan kualitas ataupenurunan persentase kadar air sebesar 76,79%, kadar kotoran 80,39%, bilangan peroksida 41,07%dan bilangan asam sebesar 19,92%. Begitupun untuk minyak jelantah hasil peremajaan oleh tanahdiatomit alami. Namun kenaikan kualitasnya tidak sebesar hasil peremajaan oleh tanah diatomitterkalsinasi, persentase penurunan kadar air pada minyak hasil peremajaan tanah diatomit alamisebesar 50,54% , kadar kotoran 44,78%, bilangan peroksida 27,68% dan bilangan asam sebesar2,85%. Dari data hasil penelitian dapat diketahui bahwa tanah diatomit alami daya serapnya lebihrendah daripada dengan tanah diatomit terkalsinasi.
Aplikasi Metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis) untuk Mengidentifikasi Sumber Asal Gelatin pada Kapsul Keras Sandra Hermanto; Fahrur Rahman Saputra; Zilhadia .
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.816 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3150

Abstract

Gelatin as the main ingredient of capsules is still a problem for a moslem. Most of gelatin production remains largely derived from non-halal materials. One of gelatin source is came from collagen of the skin and bones of bovine or pork. The main of study is determine the source of gelatin used in hard capsules by using SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Gel electrophoresis Poly Acrylamide) method. In the early stages, optimization of standards bovine and pork gelatin were hydrolyzed by pepsin at pH 4.5 and 60°C for 1 hour, 2 hours, and 3 hours. Gelatin hydrolyzateswere analyzed by SDS-PAGE to determine the optimal hydrolysis time. Identification of gelatin hydrolyzate fragments were carried by molecular weight. Hydrolysis time optimization throught applied to identify the source of hard gelatin capsules in the samples obtained from market and compared with the simulation of hard gelatin capsules. The results showed there were of specific bands of bovine gelatin with a molecular weight of 11,4 kDa; 34 kDa; 47kDa and specific bands of pork gelatin with a molecular weight of 24.7 kDa; 28 kDa; and 60 kDa. Similar results were obtained on a sample of hard capsules with bands of protein fragments that were identical to bovine gelatinstandard. Based on the results,each of the samples were tested contain of bovine gelatin respectively. DOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3150

Page 9 of 43 | Total Record : 425


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 2, November 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 1, May 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 2, November 2024 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 2, November 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 1, May 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 2, November 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 1, May 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 2, November 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 1, May 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 2, November 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 1, May 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 2, November 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 2, November 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 1, Mei 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015 Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014 Jurnal Valensi Volume 4, No.1, Mei 2014 Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013 Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013 Jurnal Valensi Volume 2, No.5, November 2012 Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012 JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.5, November 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008 Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008 Jurnal Valensi VOLUME 1, NO.1, NOVEMBER 2007 More Issue