cover
Contact Name
Etika Khairina
Contact Email
etika@puterabatam.ac.id
Phone
+6281229117951
Journal Mail Official
dialektikapublik.adn@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Administrasi Negara-Universitas Putera Batam Jl. R. Soeprapto – Tembesi – Batam – Kepulauan Riau
Location
,
INDONESIA
Jurnal Dialektika Publik
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Dialektika Publik merupakan jurnal yang bergerak dibidang administrasi negara yang bertujuan menyebarluaskan hasil penelitian dan gagasan ilmiah untuk pengabdian menyeluruh kepada Masyarakat. Jurnal Dialektika menerbitkan artikel penelitian asli, artikel review dari kontributor yang terkait dengan Ilmu Sosial. Jurnal dialektika memiliki scope kajian diantaranya, KebijakanPublik, Manajemen Pelayanan Publik, Desentralisasidan Otonomi Daerah, E-government, Keuangan Negara danDaerah, Administrasi Birokrasi, Manajemen PerusahaanPublik, Hukum Administasi Negara & Kajian Sosial Kemasyarakatan.
Articles 72 Documents
Studi Komparatif: Perbandingan Literasi Membaca dalam Sistem Pendidikan Dasar di Amerika Serikat dan Indonesia Siregar, Torang; Anita Adinda
DIALEKTIKA PUBLIK Vol. 10 No. 1 (2026): Dialektika Publik: Pelayanan Publik dan Kebijakan Publik
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/dialektikapublik.v10i1.11123

Abstract

Studi ini menyajikan analisis komparatif sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Indonesia, dengan fokus pada pengembangan literasi membaca peserta didik. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode analisis komparatif, studi ini mengkaji dokumen kebijakan, laporan penelitian, dan publikasi ilmiah terkait sistem pendidikan serta program literasi di kedua negara. Temuan mengungkap kesenjangan signifikan dalam capaian literasi, sebagaimana dibuktikan oleh skor Programme for International Student Assessment (PISA) 2021, yang menunjukkan selisih 141 poin (Amerika Serikat: 520, Indonesia: 379). Perbedaan mendasar teridentifikasi dalam pendekatan sistemik terhadap pendidikan, implementasi inisiatif literasi, serta infrastruktur pendukungnya. Amerika Serikat, dengan sistem federal yang lebih terdesentralisasi, menunjukkan efektivitas melalui program-program berbasis riset yang diakui secara nasional seperti Teachers College Reading and Writing Project (TCRWP). Inisiatif semacam itu telah terdokumentasikan menghasilkan peningkatan rata-rata 25% dalam kemahiran membaca siswa. Sebaliknya, Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan literasi melalui kerangka kebijakan nasional seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan program pelatihan guru yang inovatif, termasuk sertifikasi mikro-kredensial dalam pengajaran literasi, yang telah menjangkau lebih dari 70.000 pendidik. Namun, tantangan tetap ada dalam implementasi yang merata dan kualitas yang setara dari program-program ini di seluruh wilayah geografis kepulauan yang beragam dan luas. Faktor-faktor kunci yang teridentifikasi untuk meningkatkan capaian literasi antara lain kebutuhan akan pengembangan profesi guru yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi, penyediaan sumber daya dan infrastruktur pendidikan yang memadai—seperti akses terhadap bahan bacaan yang beragam—serta adaptasi kontekstual dari program literasi berbasis bukti untuk disesuaikan dengan lingkungan linguistik dan sosio-budaya setempat.
Evaluasi Implementasi Program Keluarga Harapan Untuk Mengurangi Angka Kemiskinan di Indonesia Tuwu, Darmin
DIALEKTIKA PUBLIK Vol. 10 No. 1 (2026): Dialektika Publik: Pelayanan Publik dan Kebijakan Publik
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/dialektikapublik.v10i1.11551

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Program Keluarga Harapan (PKH), in Sawa Village, Sawa District, North Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving beneficiary families, program facilitators, local officials, and community leaders. The study applies a policy evaluation framework focusing on effectiveness, targeting accuracy, compliance, and program impact. The findings reveal that PKH has contributed significantly to reducing the financial burden of poor households, particularly in accessing education and healthcare services. However, several critical challenges remain. First, targeting inaccuracies persist, as evidenced by inclusion and exclusion errors due to outdated and less adaptive social welfare data. Second, beneficiaries’ compliance with program conditions tends to be administrative rather than substantive, limiting behavioral change outcomes. Third, the limited number and capacity of program facilitators affect the quality of assistance and monitoring processes. Fourth, while PKH effectively functions as a short-term social protection mechanism, its impact on long-term economic empowerment remains limited. Additionally, issues of transparency, community participation, and weak monitoring systems hinder optimal program performance. The study concludes that the effectiveness of PKH is not solely determined by its policy design but also by implementation quality, institutional capacity, and local socio-economic context. Strengthening data systems, enhancing facilitation, integrating empowerment programs, and improving governance are essential to maximize program outcomes. This research contributes to the development of evidence-based social protection policies, particularly in improving conditional cash transfer programs in localized contexts.