cover
Contact Name
Josep Ginting
Contact Email
admin@jurnal.sttii-bali.ac.id
Phone
+6285782445170
Journal Mail Official
admin@jurnal.sttii-bali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Dalung No.16, Dalung, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80351
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penggerak
ISSN : 24605603     EISSN : 29876826     DOI : 10.62042
Core Subject : Religion,
Jurnal PENGGERAK bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan karya Ilmiah baik tenaga pendidik maupun pendidik sehingga memberi dampak bagi masyarakat luas. Jurnal ini dikemas dalam bentuk penelitian dan pemikiran kritis analitis di bidang Pendidikan dab Teologi Agama Kristen. Jurnal PENGGERAK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali (STTII BALI) yang merupakan member RJI dan PJTI untuk kemajuan penelitian dan keilmuan Teologi Kristen.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2024): Desember" : 6 Documents clear
ANALISIS HERMENEUTIKA TERHADAP NUBUATAN YESUS DALAM INJIL MATIUS 16:28 Malik, Malik
Jurnal Penggerak Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v6i2.97

Abstract

The Gospel of Matthew 16:28 is one of the verses considered difficult for early readers, even some theologians. This is evident from the emergence of various interpretations related to the verse. The part considered difficult is Jesus' statement about some of His disciples who will not die before seeing Jesus come in His Glory. The problem that is considered difficult to answer is whether it is possible for anyone to see Jesus coming in His glory as king in His kingdom? Where from the many Bible statements the coming of Jesus as king will only occur at His second coming at the end of time. Who is the disciple referred to by the Lord Jesus, who can see His coming?The method used in this research is Hermeneutic analysis with a text, context, and historical approach. The text of the Gospel of Matthew 16:28 will be analyzed, then the writer will analyze the relationship between the previous verses or passages, especially chapters 16:13-27. Next, the writer will analyze it with the following text, namely chapter 17:1-9. The author will also analyze other texts that are directly or indirectly related. The texts in question are 2 Peter 1:16-21, Matthew 24-25, texts related to the suffering of people who are believed, and the last is the context of the book of Revelation. The results of the analysis show that some of the disciples saw the coming of Jesus in glory as the son of the Father in His kingdom.
MEMBANGUN KERUKUNAN MELALUI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: ANALISIS PENDEKATAN MODERASI BERAGAMA DI INDONESIA Sitanggang, Efriany Yedija
Jurnal Penggerak Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v6i2.99

Abstract

Studi ini menyelidiki signifikansi Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai instrumen pembentuk moderasi beragama dalam masyarakat. Berbasis pada nilai-nilai alkitabiah, penelitian ini menyoroti urgensi penyampaian ajaran PAK secara efektif guna membangun pemahaman dan penerapan konsep moderasi beragama. Temuan menunjukkan bahwa inti dari ajaran keagamaan berpusat pada pengembangan sikap saling menghormati di antara pemeluk agama berbeda, yang merupakan landasan vital dalam menciptakan keharmonisan antarumat beragama. Dalam upaya memerangi ekstremisme dan intoleransi, keterlibatan guru dan siswa dalam penanaman nilai-nilai moderasi beragama memainkan peran yang menentukan. Melalui metodologi kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini menelaah beragam sumber literatur untuk mengeksplorasi keterkaitan antara PAK dan moderasi beragama, serta mengkaji strategi penerapannya dalam sistem pendidikan kontemporer. 
STRATEGI KONSELING KELUARGA YANG MENGALAMI KRISIS KARENA ANGGOTA KELUARGANYA DALAM KONDISI KRISIS TERMINAL BERDASARKAN 2 SAMUEL 12:15-23 Hartono, Kadek Viktor; Fransiska, Ni Nyoman
Jurnal Penggerak Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v6i2.98

Abstract

Kematian adalah peristiwa traumatis yang membawa guncangan mendalam bagi keluarga dengan anggota dalam kondisi kritis. Maka penting mengkaji strategi konseling keluarga melalui kisah Raja Daud dalam Alkitab, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan hermeneutik integratif antara teologi dan psikologi pastoral. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi mekanisme konseling yang memberikan kekuatan dan penghiburan kepada keluarga dalam menghadapi krisis kehilangan. Hasil penenelitian ini menemukan bahwa pendekatan konseling berbasis spiritual dapat menjadi instrumen efektif membantu keluarga melewati masa sulit. Suatu respon yang baik adalah menekankan pentingnya doa, penerimaan kehendak Ilahi, dan membangun dukungan sosial. Ini merupakan strategi praktis bagi konselor dalam mendampingi keluarga menghadapi krisis, dengan strategi persiapan emosional dan spiritual tanpa menghilangkan harapan.
STUDI ANALISIS TENTANG AJARAN LAIN DALAM SURAT 1 TIMOTIUS 1:3 DAN IMPLIKASINYA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI Billi, Matius Mallo; Sukadana, Gusti Ngurah
Jurnal Penggerak Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v6i2.100

Abstract

Surat 1 Timotius adalah dokumen penting yang ditulis oleh Rasul Paulus untuk memberikan panduan kepada Timotius dalam kepemimpinannya di jemaat Efesus. Salah satu isu utama yang dibahas dalam surat ini adalah peringatan Paulus mengenai ajaran-ajaran yang menyimpang dari kebenaran Injil. Dalam 1 Timotius 1:3, Paulus menekankan pentingnya menghentikan "ajaran lain" yang dapat merusak integritas doktrinal jemaat. Ajaran ini berpotensi menyesatkan anggota jemaat dari pengajaran yang sehat yang telah diajarkan oleh para rasul.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis ajaran lain dalam 1 Timotius 1:3 dan implikasinya bagi orang percaya masa kini. Metode ini mencakup analisis eksegesis terhadap teks, dengan fokus pada kata kunci dalam bahasa Yunani dan konteks historis serta teologis surat tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa istilah "ajaran lain" (????????????????) merujuk pada pengajaran yang secara fundamental berbeda dari doktrin yang diterima, dan berpotensi mengganggu pertumbuhan rohani jemaat.Aplikasi ajaran ini bagi gereja masa kini sangat relevan. Dalam konteks modern, tantangan ajaran sesat kini muncul dalam bentuk teologi populer dan relativisme moral, yang dapat membingungkan jemaat. Oleh karena itu, gereja perlu kembali kepada ajaran Alkitab dan memberikan bimbingan yang jelas untuk membantu jemaat memahami kebenaran.
PRINSIP REKONSILIASI DAN PENGAMPUNAN DALAM TERANG KISAH YUSUF: PERSPEKTIF KONSELING ALKITAB Amran, Amran
Jurnal Penggerak Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v6i2.95

Abstract

Artikel ini mengkaji pengampunan dan rekonsiliasi dalam konteks konseling Kristen dengan menggunakan kisah Yusuf dari Kejadian 37-50 sebagai studi kasus. Kisah Yusuf menggambarkan perjalanan emosional yang mendalam melalui pengkhianatan, penderitaan, dan akhirnya rekonsiliasi dengan saudara-saudaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip pengampunan dan rekonsiliasi dalam narasi Alkitabiah dapat diterapkan dalam praktik konseling Kristen. Melalui pendekatan studi pustaka dan analisis kualitatif, artikel ini menemukan bahwa pengampunan melibatkan pengakuan atas luka, melepaskan dendam, dan memilih untuk memaafkan, sementara rekonsiliasi melibatkan pengujian, pengakuan dosa, pertobatan, dan penerimaan. Implikasi praktis dalam konseling Kristen mencakup penggunaan teknik seperti meditasi Alkitabiah, doa, dan refleksi untuk membantu klien dalam proses penyembuhan emosional dan pemulihan hubungan. Artikel ini juga menunjukkan pentingnya kesabaran, pemahaman, dan kasih dalam konseling yang berfokus pada pengampunan dan rekonsiliasi.
MAKNA PUJIAN ATAS CIPTAAN DALAM MAZMUR 8: KAJIAN TEOLOGIS DAN PERBANDINGAN DENGAN MITOLOGI KANAAN Saputro, Anon Dwi
Jurnal Penggerak Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v6i2.96

Abstract

Artikel ini mengkaji makna pujian dalam Mazmur 8 dengan mempertimbangkan konteks mitologi Kanaan dan teologi penciptaan. Mazmur 8, yang mengungkapkan kekaguman terhadap ciptaan dan kedudukan manusia dalam tatanan alam, menjadi titik fokus penelitian ini. Melalui analisis teks, artikel ini mengidentifikasi elemen-elemen mitologis yang mempengaruhi pemikiran teologis di wilayah Kanaan. Penelitian ini juga membahas bagaimana pemahaman tentang penciptaan dalam tradisi Israel menciptakan perbedaan mendasar dengan pandangan mitologis Kanaan, terutama dalam hal posisi manusia sebagai makhluk yang diciptakan menurut gambar Allah. Dengan pendekatan integrasi, artikel ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman akan peran pujian dalam mengungkapkan hubungan antara pencipta, ciptaan, dan manusia, serta implementasi bagi kekristenan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazmur 8 bukan hanya sekadar ungkapan pujian, tetapi juga sebuah refleksi teologis yang kaya akan makna, yang mencerminkan dialog antara tradisi iman dan budaya sekitarnya. Artikel ini menegaskan pentingnya Mazmur 8 sebagai sumber refleksi spiritual dan teologis, yang bertujuan untuk menghargai ciptaan dan menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab dalam konteks iman yang berakar pada ajaran Allah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6