cover
Contact Name
Josep Ginting
Contact Email
admin@jurnal.sttii-bali.ac.id
Phone
+6285782445170
Journal Mail Official
admin@jurnal.sttii-bali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Dalung No.16, Dalung, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80351
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penggerak
ISSN : 24605603     EISSN : 29876826     DOI : 10.62042
Core Subject : Religion,
Jurnal PENGGERAK bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan karya Ilmiah baik tenaga pendidik maupun pendidik sehingga memberi dampak bagi masyarakat luas. Jurnal ini dikemas dalam bentuk penelitian dan pemikiran kritis analitis di bidang Pendidikan dab Teologi Agama Kristen. Jurnal PENGGERAK diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali (STTII BALI) yang merupakan member RJI dan PJTI untuk kemajuan penelitian dan keilmuan Teologi Kristen.
Articles 80 Documents
KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP KELAHIRAN BARU DAN KERASUKAN ROH JAHAT Siahaan, Agustinus
Jurnal Penggerak Vol. 1 No. 2 (2015): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v1i2.66

Abstract

DOK
PELAKSANAAN PELAYANAN KESEMBUHAN ILAHI OLEH GEREJA Siahaan, Agustinus
Jurnal Penggerak Vol. 3 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v3i2.25

Abstract

Gereja dipanggil untuk melakukan tugas dan tanggung jawabyang diberikan oleh Tuhan sehubungan dengan rencana Allah terhadapmanusia yaitu supaya semua bertobat dan diselamatkan. Salah satubentuk pelayanan yang dapat dilakukan oleh gereja adalah pelayanankesembuhan ilahi.Hamba-hamba Tuhan dan jemaat dapat mengambil bagiandalam pelayanan kesembuhan ilahi karena ini merupakan salah satuwujud kepedulian antar sesama umat manusia, dalam hal inikepeduliaan terhadap mereka yang menderita oleh penyakit.Cukup beralasan jika gereja melaksanakan kesembuhan ilahioleh karena Allah sendiri menghendakinya. Tuhan Yesus ketikamengutus murid-murid-Nya , mereka juga diperlengkapi dengan kuasauntuk mengadakan mujizat dan kesembuhan ilahi. Tuhan Yesusmemerintahkan murid-murid untuk menmgadakan pelayanankesembuhan (Lukas 10:1-2,9) dan kepada setiap orang percaya samapisaat ini (Markus 16:18b)
PENINJAUAN SEJARAH DOKTRIN ALLAH TRITUNGGAL Mahadewi, I Gusti Ayu Oka
Jurnal Penggerak Vol. 2 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v2i1.57

Abstract

DOK
Sejarah Pekabaran Injil Melalui Pendekatan Budaya di Bali Mateus, Agus Joko
Jurnal Penggerak Vol. 3 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v3i1.16

Abstract

Pekabaran Injil tidak bisa untuk ditunda-tunda, meskipun menghadapipenghalang di ladang misi, yaitu masalah budaya yang kurangdipahami oleh pembawa berita Injil. Tetapi Tuhan tidak membiarkantugas tersebut berhenti oleh karena budaya, tentu ada solusi yang dapatdigunakan sebagai jembatan pemberitaan Injil Keselamatan. Meskipunada pula yang tidak menyetujui karena adanya ketakutan, bahwa akanmenimbulkan sinkritisme, akibat pemberitaan Injil yang melibatkanbudaya. Dan perlu dipahami disini adalah sebagai sarana tanpamengubah isi Injil serta diusahakan agar tidak menimbulkan suatupermasalahan dengan masyarakat setempat, dapat dikata untukmeminimalisir gesekan-gesekan yang akhirnya menjadi bumerangdalam penginjilan.
DOKTRIN TENTANG ANUGERAH Paul, John
Jurnal Penggerak Vol. 4 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v4i2.41

Abstract

Mempelajari anugerah adalah hal yang sangat penting bagiorang percaya karena berkaitan dengan keselamatan, pelayanan,maupun pengudusan, pembenaran, dan lain sebagainya. Dari saatreferensi yang mula-mula tentang anugerah dalam Kejadian 6:8sampai Wahyu 22:21, tema anugerah ini terus bergema dalamfirmanNya.Kata ‘anugerah’ dalam bahasa Gerika ‘CHARIS’ yangberarti: kemurahan hati yang dilakukan dengan sukarela, tanpamenuntut atau mengharapkan pengembalian. Di antara orang Gerikasendiri, kata ‘charis’ dipakai untuk menyatakan kemurahan hati yangditunjukkan seseorang kepada temannya. Tetapi bila kata inidigunakan dalam Alkitab, maka hal itu berarti kemurahan hati Allahterhadap musuh-musuhNya (Roma 5:8-10). Karena itu anugerahAllah itu jauh lebih tinggi nilainya dari anugerah manusia !Anugerah adalah pemberian Allah, yang diberikan kepadamanusia, yang sebenarnya tidak berhak untuk menerima, meskipuntelah berbuat banyak jasa. Terminologi Alkitab tentang anugerahadalah Pemberian Allah yang tidak mungkin diperoleh dengan usahaapapun dari manusia
Peter Explains Spirit Baptism (Acts 11:13-18) Glass, Matthew
Jurnal Penggerak Vol. 5 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v5i2.79

Abstract

Spirit baptism is a commonly misunderstood doctrine. Typically, systematic theology provides an explanation of a doctrine by examining all the relevant texts on a topic and offering logical conclusions based upon those texts. However, systematic theology must be built upon sound biblical exegesis using a proper exegetical method. The modest aim of this article, then, is to use a proper exegetical method and provide sound biblical exegesis on one text that must be given its due weight in the debate about Spirit baptism.
Si KANCIL BERENANG DI KOLAM BUAYA: Berteologi “Pop” di Patahan Masyarakat Urban Tambunan, Elia; Sianipar, Ronald
Jurnal Penggerak Vol. 5 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v5i1.71

Abstract

Pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Indonesia tengah menghadapi problem, di mana teologi urban adalah topik yang relatif baru, masih diperlukan usaha yang serius untuk itu, kita belum banyak melihat praksisnya lebih gamblang. Bagaimana menghadirkan sumber daya kreatif di masyarakat urban,(kaum ini menekankan sekularisme, liberalisme pemikiran di sisi tertentu, maupun konservatisme, radikalisme agama di sisi lain), untuk menjalankan cara praksis berteologi? Itulah yang hendak dijawab dalam tulisan ini.Dengan menampilkan Jungle School Salatiga, Jawa Tengah, (satu pendidikan non formal sekolah alam, menjadi lokus kajian), tampak praksis bersekolah bisa reflektif bahkan kontributif untuk kebutuhan edukasi kaum urban. Jika benar adanya pendidikan ialah bagian dari pelaksanaan teologi seperti terakui oleh pakar terkait selama ini, maka dari tulisan ini (yang dilakukan dengan riset kualitatif dari refleksi empiris di mana peneliti adalah aktor-orang dalam) terlihat, paedagogia sebagai sisi lain Amanat Agung Kristus yang tidak banyak diseminasikan selama ini. 
Kajian Teologis Mengenai Kristologi dalam Kitab Mazmur Mandriasa, I Nyoman
Jurnal Penggerak Vol. 4 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v4i1.30

Abstract

Tulisan ini berbicara mengenai satu tema penting dan krusialmengenai Mesias dalam Kitab Mazmur. Mesiasmempunyai pengertianyang cukup beragam dan luas. Pemahaman yang paling sederhanauntuk Mesias adalah“yang diurapi.”Studi atau penelitian tentangMesiasatau studi tetang Kristus dalam Kitab Mazmur . Dalam bahasateologi Kristen, studi ini sering disebut studi Kristologi2dalam KitabMazmur. Kistologi juga disebut studi tentang rancangan penyelamatanAllah atas manusia yang berdosa, dan pembaharuan ciptaan-NyadalamMesias atau Kristus.3 Namun, nampaknya sampai kini masih adakrontroversi jika berbicara mengenai Mesias atau Kristologi dalamKitab Mazmur. Ini merupakan isu krusial di dunia teologi Kristen.Inilah yang mendorong mengetengahka pokok ini. Selamatmengikutinya.
MEMAHAMI PRINSIP PRINSIP DASAR DARI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KRISTEN Bili, Matius Malo
Jurnal Penggerak Vol. 2 No. 2 (2016): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v2i2.62

Abstract

DOK
METODE PAILKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan Soewito, Rut
Jurnal Penggerak Vol. 3 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v3i1.21

Abstract

Pembelajaran PAILKEM adalah salah satu Pembelajaran yangmemiliki karakteristik Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif,dan Menyenangkan. Pembelajaran berbasis PAILKEM membantusiswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi, berpikir kritisdan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). Berpikir kritisadalah suatu kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalammenilai, memecahkan masalah, membuat keputusan, memberikeyakinan, menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kreatifadalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian(originality), ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkansesuatu (generating). Kemampuan memecahkan masalah merupakankemampuan berpikir tingkat tinggi. Di era globalisasi sekarangseharusnya guru dapat mengajar dengan lebih menyenangkan, dansudah tidak zamannya guru mengajar jaim, menjaga wibawa,memperlihatkan performance sedemikian rupa sehingga siswa akansangat segan/takut kepadanya, sekarang siswa justru lebih menghargaikepada guru yang bersahabat, ramah, dan tentu saja akan lebih sangatdihargai lagi jika guru tersebut cerdas dalam bidangnya dan cerdasdalam mengelola kelas. Bagaimana caranya guru bisa membuat siswatertarik untuk belajar dengannya dan akan ‘rindu’/menanti-nantidatangnya jam belajar pelajaran itu lagi. Pada dasarnya belajar mengajarmerupakan suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerapinformasi dari guru, tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupuntindakan yang harus dilakukan, bila menginginkan hasil belajar yanglebih baik. Belajar pada intinya tertumpu pada kegiatan memberi kemungkinan kepada siswa agar terjadi proses belajar yang efektifsehingga dapat mencapai hasil yang sesuai tujuan.