cover
Contact Name
Moh. Fathoni
Contact Email
jurnaladalah@gmail.com
Phone
+6285328075686
Journal Mail Official
jurnaladalah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al'Adalah
This journal aims to publish original research articles on Islam and Muslims, especially Islamic thoughts, doctrines, and practices oriented toward moderation, egalitarianism, and humanity. The journal articles cover integrated topics on Islamic issues, including Islamic philosophy and theology, Islamic culture and history, Islamic politics, Islamic law, Islamic economics, and Islamic education, engaging a multidisciplinary and interdisciplinary approach. Therefore, this journal receives original research articles from any country and region concerned with Islam and Muslim.
Articles 464 Documents
REKONSTRUKSI KONSEP METODE STUDI KE-ISLAMAN: UPAYA PENYESUAIAN TERHADAP KEBUTUHAN MASYARAKAT MODERN
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adalah suatu kenyataan yang pada gilirannya mendorong minat ilmiah terhadap agama. Pendekatan terhadap agama tidak lagi sebatas teologis, studi perhubungan agama, atau sejarah agama-agama, tetapi telah meluas ke disiplin ilmu-ilmu humaniora lain. Agama, dalam pengertiannya yang potensial untuk meluas, telah menjadi subyek lintas disiplin ilmu. Maka, tulisan ini mencoba mengangkat, mengkaji, dan menata kembali pemikiran (rekonstruksi) terhadap studi agama (khususnya Islam), dengan menguraikan terlebih dahulu, 1) periode awal pembahasan terhadap studi agama, 2)tujuan diadakannya penulisan, 3) obyek yang diangkat dalam studi agama, dan 4) pendekatan yang digunakan dalam studi ke-Islaman, yang meliputi pendekatan filologi, dan di dalamnya menggunakan; metode tafsir, metode content analysis, dan metode hermeneutika. Agar pembahasan dalam mengkaji studi agama lebih mendalam, sangat dibutuhkan pendekatan-pendekatan pemikiran yang meliputi; 1) pendekatan pemikiran kalam, 2) pendekatan filsafat, dan 3) pendekatan pemikiran tasawuf.
EPISTEMOLOGI FEMINIS ASGHAR ALI ENGINEER
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang epistemologi feminis yang ditawarkan oleh Asghar Ali Engineer dengan berpijak pada pemahamannya tentang al-Qur’an yang bersifat normatif sekaligus pragmatis yang bergantung pada interpretasi subjektif penafsirnya yang bisa dilakukan sepanjang masa. Berdasarkan epistemologi inilah, akhirnya Asghar melakukan penafsiran ulang terhadap ayat poligami yang menurutnya bukan tentang proses poligami tetapi lebih pada perbuatan adil terhadap anak-anak yatim. Kalaupun menyinggung poligami, itupun dalam koteks sosial yang berlaku pada waktu itu yang berkaitan dengan fenomena perang yang mendera umat Islam.
MEMBONGKAR EKSISTENSI (HIPOKRISI) WAHABI, MERAJUT CONVERSATION OF CIVILIZATION
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa II September menyita perhatian banyak kalangan, di antaranya Ibrahim Abu Rabi’ dan Stephen Sulaiman Schwartz. Bagi Schwartz, aliansi wahabi-saudi adalah aliansi bandit dan perampok. Tujuan aliansi untuk meneguhkan ekonomi Saudi dan keberagamaan puritan di dunia. Dari sini terjadi konflik antara dunia Islam dan barat dan bahkan Islam sendiri. Menurut Schwartz, konflik ini sangat ironis, karena Islam adalah agama yang membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi seluruh orang. Dengan pendekatan sosio-historis dan epistemologis, Schwartz menawarkan dialog peradaban (conversation of civilization) yang memiliki akar sosio-historis satu rumpun yaitu yahudi, kristem dan Islam sebagai agama ibrahimiyah.
DEKONSTRUKSI GOD-CONSCIOUSNESS TUHAN NEW NIETZSCHE DI ABAD POST-TUHAN (ABAD KEMATIAN MASSAL TUHAN)
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abad Post-Tuhan merupakan suatu masa yang mengindikasikan tentang kematian massal Tuhan dan mendiskripsikan suatu kehidupan manusia yang ”membunuh” posisi Tuhan secara eksistensial dan meninggalkan formalitas-dogmatis yang absolut. Di abad ini, muncul wajah-wajah Tuhan New Nietzsche yang memiliki kehendak berkuasa yang sangat tinggi dan mutlak serta mengingkari ada sesuatu lain yang menguasai dirinya, baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. Mereka sadar bahwa ada Tuhan, tapi kesadaran mereka pada tataran persaksian formalitas dan tidak pada tataran substansial-operasional. Jika fenomena ini dianalisis lebih jauh, maka tanpak jelas bahwa adanya wajah-wajah Tuhan New Nietzsche di abad Post-Tuhan telah terjadi krisis God-Consciousness. Dengan demikian, dekonstruksi God-Consciousness untuk merubah Tuhan New Nietzsche menjadi insan yang sempurna dan menjelma menjadi Tuhan sebagai wakil Tuhan di dunia adalah langkah yang progresif dan solutif bagi masa depan peradaban dunia.
HERMENEUTIKA HADITS: TINJAUAN HISTORIS, METODE, DAN APLIKASI TERHADAP PENAFSIRAN AL-QUR’AN DAN HADITS
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah hermeneutika agaknya relatif asing bagi sebagian besar umat Islam di tanah air. Tidak demikian halnya apabila melihat sejarah hermeneutika itu sendiri yang nyatanya sudah muncul berabad-abad yang lampau serta berkembang pesat di Eropa Barat. Sebagai sebuah metode interpretasi teks Bibel, hermeneutika terutama digunakan untuk mengakomodasi dinamika perkembangan zaman yang kemudian melahirkan tradisi sekular-liberalisme di Barat pada abad pertengahan. Kini, hermeneutika yang berasal dari tradisi Barat-Nasrani tersebut coba diterapkan pada tradisi kajian al-Quran dan al-hadits. Saat ini, ada kecenderungan di kalangan muslim modernis untuk menjadikan hermeneutika sebagai pengganti ilmu tafsir al-Quran dan al-hadits. Bahkan, di sejumlah perguruan tinggi Islam di Indonesia, hermeneutika diajarkan sebagai mata kuliah khusus. Tulisan ini berusaha menjelaskan latar belakang munculnya hermeneutika dan aplikasinya terhadap penafsiran al-Qur’an dan al-hadits.
ISLAM TRANSISI PADA MASA DINASTI MAMLUK DAN MONGOL ISLAM
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa transisi ini adalah situasi Islam saat dan pasca hancurnya Baghdad setelah dihancurkan oleh bangsa Mongol. Dampak dari jatuhnya Baghdad ke Mongol adalah kehancuran yang terjadi di mana-mana dari wilayah timur hingga wilayah barat. Kehancuran kota-kota dengan bangunan yang indah dan perpustakaan-perpustakaan yang mengoleksi banyak buku memperburuk situasi Islam saat itu. Pembunuhan terhadap umat Islam terjadi, bukan hanya pada masa Hulagu yang membunuh khalifah Abbasiyah dan keluarganya, tetapi pembunuhan juga dilakukan terhadap umat Islam yang tidak berdosa, seperti juga dilakukan oleh Argun, Khan keempat pada masa Dinasti II Khaniyah terhadap Takudar sebagai Khan ketiga yang dihukum bunuh karena masuk Islam. Peran Dinasti Mamluk dan Mongol Islam dalam peradaban Islam pada masa transisi memberikan sumbangsih yang begitu pesat terhadap perkembangan Islam berikutnya. Itu tidak lain karena peran kedua dinasti tersebut yang membangun kembali peradaban Islam yang telah porakporanda dihancurkan oleh bangsa Mongol sebelumnya.
KEPEMIMPINAN KIAI PESANTREN DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF PARA TOKOH
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kiai dalam ranah kepemimpinan khususnya di kalangan pesantren merupakan aktor utama. Dengan posisinya itu, kiai memungkinkan tampil dalam beraneka peran: perintis pesantren, pengasuh, dan yang menentukan mekanisme belajar dan kurikulum serta mewarnai pesantren dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan keahlian dan kecenderungan yang dimilikinya. Karena itu, karakteristik pesantren dalam banyak hal dapat deperhatikan melalui profil kiainya. Kiai ahli Fikih akan mempengaruhi pesantrennya dengan kajian Fikih, kiai ahli ilmu ”alat” juga mengupayakan santri dipesantrennya untuk mendalami ilmu ”alat”, begitu pula dengan keahlian lainnya juga mempengaruhi idealisme fokus kajian di pesantren yang diasuhnya. Tulisan ini berusaha mengeksplorasi peran-peran kiai khususnya dalam menyikapi perubahan sosial masyarakat.
MANAJEMEN BERBASIS GENDER
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini berbagai isu berkenaan dengan kaitan antara gender dan manajemen masih menjadi bahan perdebatan. Disatu pihak, peneliti seperti Rosener dan Alimo-Metcalfe menegaskan bahwa gaya manajemen wanita bukan saja memang ada, tapi juga lebih relevan dan efektif dalam menghadapi situasi dewasa ini dibandingkan gaya manajemen tradisional. Terlepas dari perdebatan tersebut, lima macam perspektif yang telah dikupas secara sekilas (liberal feminist, radical feminist, diversity, gender-in-management, dan gendering management) bisa digunakan sebagai dasar pemahaman atas hubungan antara gender dan manajemen.
MENGURAI KEBENARAN MATAN HADITS
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para sahabat, pelaku sejarah pendamping Nabi saw, lebih banyak mengetahui segala yang datang dan ada pada diri Nabi saw, dibanding yang lain. Mereka memahami apa saja yang diinginkan oleh Nabi saw. Keberadaannya sebagai jembatan bagi umat dan generasi selanjutnya. Namun, pada kenyataannya setelah Nabi wafat, banyak bermunculan perbedaan pendapat di kalangan mereka sendiri, baik dalam memahami teks ayat maupun hadits. Perbedaan itu misalnya berupa periwayatan haditsnya yang tidak sah, maupun kedekatannya dengan Nabi, yang berdampak pada penguasaan pada hadits dan ayat. Di samping itu, juga pengaruh faktor budaya yang (selanjutnya) memunculkan beragam versi hadits di kalangan umat Islam.
REKAYASA GENETIKA DALAM PANDANGAN ISLAM: TINJAUAN ATAS TEKNOLOGI KLONING
Al'Adalah Vol. 14 No. 1 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi dewasa ini semakin canggih. Bukan hanya mesin-mesin tidak bernyawa yang dapat diproduksi, tetapi mesin-mesin bernyawa pun coba direproduksi. Salah satu indikasinya adalah penemuan teknologi kloning dalam upaya mereproduksi manusia tanpa melalui proses alamiah. Teknologi kloning –dewasa ini- menjadi trend fenomenal di negara-negara maju meski belum mencapai keberhasilan yang sempurna. Terlepas dari pandangan kontroversial terhadap rekayasa genetika berupa teknologi kloning ini, tulisan ini berusaha meneropong iptek berupa teknologi kloning dengan kacamata Islam. Hasilnya, kloning terhadap manusia dengan cara bagaimanapun hukumnya adalah haram, kecuali untuk penyembuhan sebuah penyakit, atau penggantian salah satu organ tubuh yang rusak dengan yang lebih baik. Kloning terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan hukumnya boleh (mubah) sepanjang dilakukan demi kemaslahatan dan/atau untuk menghindarkan kemadharatan.