cover
Contact Name
Moh. Fathoni
Contact Email
jurnaladalah@gmail.com
Phone
+6285328075686
Journal Mail Official
jurnaladalah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al'Adalah
This journal aims to publish original research articles on Islam and Muslims, especially Islamic thoughts, doctrines, and practices oriented toward moderation, egalitarianism, and humanity. The journal articles cover integrated topics on Islamic issues, including Islamic philosophy and theology, Islamic culture and history, Islamic politics, Islamic law, Islamic economics, and Islamic education, engaging a multidisciplinary and interdisciplinary approach. Therefore, this journal receives original research articles from any country and region concerned with Islam and Muslim.
Articles 464 Documents
KRITIK PARADIGMA TEOLOGI ISLAM KLASIK: MEMBANGUN HERMENEUTIKA PEMBEBASAN MENURUT HASAN HANAFI
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma teologi Islam klasik tidak lagi mampu menjawab tantangan-tantangan kontemporer sebab perkembangan peradaban Barat mampu mengusai dunia Islam sehingga umat Islam terbelakang. Diantara pemikir Islam mencoba masuk ke dunia pemikiran Barat adalah Hasan Hanafi dengan gaya berpikir kiri Islam revolusioner. Dia mengkritik pemikiran Islam klasik berdasarkan hermeneutika pembebasannya dengan langkah kritik historis, kritik edietis dan kritik praksis. Hermeneutika yang digunakan adalah hermeneutika teoritis perspektif Gadamer dan hermeneutika fenomenologi perspektif Edmund Huserl sehingga corak berpikirnya Hasan Hanafi bercorak teks ke realitas, akidah ke rovolusi, dan dari logo ke praksis. Paradigma yang di usung adalah paradigma humanistik sehingga pemahamannya bercorak praksis. Maka model paradigma nalar keislaman Hasan Hanafi bercorak Islam antroprosentris-tranformatif yang berpusat pada pengangkatan derajat manusia, bukan membela Tuhan melainkan semata-mata membela kemanusiaan dari penindasan, eksploitasi dari kekuasaan penindas untuk mengangkat taraf kehidupan manusia yang manusiawi.
SISTEM SEBAGAI FILSAFAT DAN METODOLOGI UNTUK ANALISIS DALAM PANDANGAN JASSER AUDA
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika perubahan sosial kemasyarakatan, khususnya di dunia Islam dan pada umumnya di seluruh kawasan dunia senantiasa bergerak progresif, bahkan cenderung agresif. Umumnya umat muslim mengklaim bahwa Islam adalah agama universal dengan watak rahmatan lil ‘alamin. Namun fakta mengungkapkan bahwa tidak jarang umat muslim yang bertindak kontraproduktif terhadap klaim tersebut dengan membuat instabilitas dunia yang semestinya damai. Berhadapan dengan fakta bahwa dunia terus mengalami perubahan dan sepak terjang umat muslim yang kontraproduktif tersebut, maka klaim Islam sebagai agama universal menuntut kiranya ajaran Islam harus tetap diupayakan untuk selalu relevan dengan perkembangan zaman dan Islam diupayakan menjadi agama yang ramah terhadap peradaban dunia. Jasser Auda adalah pemikir muslim kontemporer yang mencoba merespon dengan cerdas gagasan untuk selalu merefresh ajaran Islam di tengah perkembangan zaman. Gagasan inti Jasser Auda adalah tentang maqhasid al-syari’ah. Dalam pandangannya syariah diturunkan ke muka bumi membawa tujuan-tujuan mulia, yaitu kemaslahan bagi seluruh alam semesta. Untuk mendukung pemikirannya tersebut, Jasser Auda dengan serius mengadopsi teori-teori pendekatan sistem dari para pakar teori sistem yang berasal dari Barat. Jasser Auda berhasil meramu teori pendekatan sistem untuk menguatkan pemikirannya tentang maqhasid al-syariah yang sebelumnya juga telah dikembangkan oleh para sarjana muslim.
RANGGAWARSITA DAN KESUSASTERAAN JAWA ISLAM
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesusasteraan Jawa Islam berkembang pesat pada masa Kerajaan Mataram dan Kartasura. Pada masa ini bermunculan karya-karya sastra baru yang bercorak Islam. Paling tidak ada tiga pujangga istana yang dikenal memiliki karya tulis di antaranya adalah Yasadipura I, Yasadipura II dan Ranggawarsita. Karya-karya tulis yang dihasilkan mencerminkan perpaduan antara budaya Jawa dengan budaya Islam. Salah satu karya besar dari Ranggawarsita adalah Serat Wirid Hidayat Jati, yang berisi ajaran-ajaran ketuhanan, dianggap sebagai salah satu karya sastra terbesar dari kesusasteraan Jawa Islam.
HISTORISITAS FILSAFAT ISLAM: DARI ADOPSI, MITASI DAN PRODUKSI
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Islam memiliki jejak sejarah yang panjang. Pertumbuhan dan perkembangannya dipengaruhi oleh filsafat Yunani, tetapi kemudian membentuk karakteristik filsafat khas. Perkembangan filsafat Islam menandai cepatnya perkembangan kebudayaan Islam. Alih kebudayaan dari Yunani ke dunia Islam dibidani oleh penerjemahan di masa Harun Al-Rasyid. Transmisi budaya Yunani—Arab adalah proses yang kompleks. Proses ini melalui beberapa tahap. Pertama, upaya mendapatkan ilmu dan filsafat Yunani diperoleh melalui penerjemahan dari bahasa Yunani dan Syiria ke bahasa Arab. Kedua, bermunculannya se-jumlah besar pemikir Muslim yang berkomitmen penuh terhadap pandangan Hellenistik tentang alam materi dan pikiran. Ketiga, aplikasi filsafat, tipe pemikiran, dan wacana yang terdapat dalam tahap kedua, ke dalam konteks kalam sehingga muncul apa yang dikenal sebagai dokter-faqih, antronom-astrolog-muwaqqit dan matematikawan-faradi.
SPIRITUAL LEADERSHIP, KEPUASAN KERJA, DAN PRESTASI KERJA
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era global saat ini, kehidupan masyarakat terasa lebih kompleks dengan berbagai persoalan yang harus dihadapi dan diselesaikan yang bukan tidak mungkin mempengaruhi kualitas kerja. Sehingga, pemimpin suatu organisasi dituntut mampu mempengaruhi tidak hanya pada kepuasan kerja tetapi juga prestasi kerja. Hanya, kepemimpinan organisasi cenderung berorientasi pada standardisasi, formalisasi, dan sentralisasi yang tidak cukup mampu mengantisipasi perubahan selain tidak mendukung kebermaknaan hidup. Akibatnya, banyak orang bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan status, bukan karena mencintai pekerjaan itu sendiri dan menemukan makna hidup. Disinilah diperlukan orientasi kepemimpinan baru dalam suatu organisasi, yaitu kepemimpinan spiritual (spiritual leadership) agar tercipta spiritualitas dalam diri pekerja. Spiritualitas di tempat kerja bukan bermakna agama atau pengganti agama, dan juga bukan perihal mengajak orang untuk mengikuti sistem keyakinan tertentu, melainkan pemahaman diri pekerja sebagai makhluk spiritual yang jiwanya memerlukan asupan di tempat kerja. Spiritual leadership merupakan kemampuan yang dimiliki seorang pemimpin memotivasi dirinya dan orang lain guna mencapai tujuan organisasi. Kemampuan memotivasi tersebut berkaitan dengan spiritualitas yang dimiliki seorang pemimpin. Oleh sebab itu, kebutuhan kepemimpinan dalam domain spiritual di tempat kerja telah menjadi penting bagi organisasi dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. Tanpa adanya spiritualitas, menyebabkan “penyakit jiwa” yang berdampak pada prestasi kerja individu, misalnya penurunan motivasi, produktivitas, kesejahteraan spiritual, serta kepuasan kerja. Kepuasan kerja mencerminkan sebuah kondisi psikologis atas kesenangan atau ketidaksenangan tergantung dari terpenuhi atau tidak terpenuhi kebutuhan yang diinginkan dan sesuai atau tidak sesuai kebutuhan antara yang diharapkan dengan nilai yang diperolehnya secara riil.
PEMIKIRAN IKHWAN AS SHAFA: DEKOLONILASI EPISTEMOLOGI MODERN? Resensi Buku ”Epistemologi Ikhwan As Shafa” (Muniron)
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun buku yang ditulis Dr. Muniron berjudul ”Epistemologi Ikhwan As Shafa” Buku ini semula adalah bagian desertasi yang ditempuh di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan buku naskah tersebut diterbitkan oleh penerbit STAIN Jember Press dan Pustaka Pelajar. Penulisan karya ini terdorong adanya rasa keprihatinan terhadap pemikir Islam dalam menghadapi perubahan yang terjadi di era reformasi, dengan memberikan berbagai gagasan baru, yang secara keseluruhan akan diuraikan dalam buku ini dan terbagi dalam enam bagian.
PERAN TRANSFORMATIF GURU DALAM REPRODUKSI PEMAHAMAN ISLAM DAMAI
Al'Adalah Vol. 15 No. 2 (2012)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This work tries to explains contemporary phenomenon which opposes moderatism regime that is great capital in the building of Indonesia nation prosperity. That phenomenon is the glowing of strictness action which effort to abolish the other group which is difference among society community. The action is used by certain society groups. This writing shows the glowing phenomenon of fundamentalism-exclusivism specters that always ramble. The author sees significance of teacher’s playing role to reproduce the peace religiousness comprehension (Islam) in one hand, and reduce furious religiousness comprehension (Islam) in other hand. The purpose of the effort is to expel the fundamentalism-exclusivism specters.
ESQ MODEL DALAM BINGKAI PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Al'Adalah Vol. 15 No. 2 (2012)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen penting dari pendidikan Islam adalah sistem dan kurikulum, maka pertama kali yang akan menjadi pembahasan dalam rangka mewujudkan pembaharuan pendidikan islam adalah masalah konseptual. Sehingga tidak akan cukup hanya dengan wacana saja tetapi butuh konstruksi dan formulasi yang jelas untuk melihat kaitan-kaitan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya. Bila dilacak dari sisi metodologis, ternyata ESQ Model merupakan konsep yang tepat dalam pembaharuan pendidikan Islam, karena dari persepektif yang di tawarkannya berupa anjuran dan rujukan, untuk membuka jalan baru terhadap kerangka pendidikan Islam, sehingga dari beberapa rujukan tersebut akan mampu menerka belenggu yang selama ini menjadi penghambat dalam dunia pendidikan islam khususnya pada persoalan-persoalan tawuran dan beberapa kenakalan yang lainnya.
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF (ACTIVE LEARNING STRATEGY) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Al'Adalah Vol. 15 No. 2 (2012)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kenyataan sehari-hari permasalahan yang dihadapi oleh pendidik (guru agama) adalah bagaimana dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, karena banyak peserta didik yang masih kurang dalam memahami ajaran agama Islam. Apakah hal ini disebabkan siswa yang masih kurang aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar atau cara guru dalam mengajar yang monoton dan membosankan. Agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik, maka pendidik sebagai penggerak belajar peserta didik dituntut untuk menggunakan dan menguasai berbagai jenis strategi atau metode pembelajaran aktif. Strategi/metode pembelajaran aktif sangat diperlukan karena peserta didik mempunyai cara belajar yang berbeda-beda. Ada yang senang dengan membaca, berdiskusi dan ada juga yang senang dengan cara langsung praktik.
MADRASAH SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI
Al'Adalah Vol. 15 No. 2 (2012)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana lazim dipahami, pewarisan tradisi intelektual di dalam Islam melalui proses pendidikan madrasah. Namun, setelah priode klasik, baik Timur maupun Barat, cenderung mengabaikan prestasi mereka. Para ilmuan Barat mereguk keuntungan filsafat yang disediakan para ilmuwan Islam. Masyarakat Islam melanjutkan kegiatan masa-masa awal (bangsa Yunani), sehingga kita mengenal kemajuan peradaban itu. Sementara beberapa sejarahwan menyebutkan madrasah dan masjid-masjid yang besar abad ke-11 dan ke-12 sebagai universitas.