cover
Contact Name
Ronal Kurniawan
Contact Email
kurniawanronal09@gmail.com
Phone
+6285156967737
Journal Mail Official
seaqu.stedca@gmail.com
Editorial Address
Jl. Garuda II No.2, Kel. Labuh Baru Timur, Kec. Payung Sekaki Kota Pekanbaru, 28292 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
South East Asian Aquaculture
ISSN : -     EISSN : 30322006     DOI : https://doi.org/10.61761/seaqu
Core Subject : Agriculture, Social,
SEAQU is committed to publishing high-quality, original research that makes a significant contribution to fields of aquaculture and fisheries encompassing: Aquaculture Aquaculture Nutrition Management Aquaculture Disease and Immunology Fish Biochemistry, Genetics, and Molecular Biology Fish Reproduction, Physiology, and Endocrinology Fishery Resource Habitats and Management Genetic Engineering and Biotechnology of Aquatic Organisms Aquatic Biology, Environment, and Ecology
Articles 34 Documents
Isolasi Bakteri pada Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Balai Besar Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah Devi Nur Intan Febrianti; Fharisa Nabila Rizvi; Okta Rizal Karsih
South East Asian Aquaculture Vol. 4 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.4.1.26-30

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang banyak ditemukan di kawasan pesisir dan hutan mangrove, terutama di wilayah tropis dan subtropis seperti Indonesia, Filipina, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Oleh karena itu, untuk menjaga ketersediaan dan keberlanjutan produksi kepiting bakau, diperlukan sinergi antara teknologi budidaya, konservasi ekosistem mangrove, serta regulasi yang berpihak pada keberlanjutan sumber daya pesisir. Kegiatan praktek dilakukan pada bulan Januari s.d. April 2025 bertempat di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPABP) Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode secara langsung terhadap objek yang diamati. Dari hasil isolasi dan identifikasi yang dilakukan pada sampel kepiting bakau ditemukan bakteri Vibrio alginoliticus dan V.harveyi
Evaluasi Pembenihan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Amalia Suci Wardana; Fharisa Nabila Rizvi; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih
South East Asian Aquaculture Vol. 4 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.4.1.22-25

Abstract

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan salah satu ikan hasil introduksi dari Taiwan. Produksi ikan bawal bintang pada tahun 2015 mencapai 140,16% yaitu dengan capaian produksi 2.663 ton dari target produksi 1.900 ton. Praktik magang ini dilaksanakan pada bulan Februari s.d.Maret 2022, bertempat di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan pembenihan ikan bawal bintang. Metode pemijahan ikan bawal bintang yaitu secara alami. Pemijahan yang dilakukan menghasilkan 908.000 butir telur dengan nilai Fertilization Rate (FR) 72% serta Hatching Rate (HR) 92%, jumlah larva yang ditebar pada bak pemeliharan sebanyak 200.000 ekor/bak. Pakan yang diberikan pada larva yaitu Nannochloropsis sp. Survival Rate (SR%) pada benih Ikan bawal bintang berumur 25 hari sebesar 75%. Pakan yang diberikan untuk benih yaitu pakan alami Artemia sp., dan pakan buatan dengan merk dagang LL, KAIO dan EP.
Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Sistem Bioflok di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat Kurnia Utami; Fharisa Nabila Rizvi; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih
South East Asian Aquaculture Vol. 4 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.4.1.16-21

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas ikan air tawar yang banyak digemari masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan nila memiliki toleransi yang luas terhadap lingkungan hidupnya, memiliki kemampuan tumbuh yang baik, serta dapat bertumbuh dengan baik dalam budidaya intensif. Kegiatan ini dilakukan selama 4 bulan mulai 26 Agustus s.d. 20 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung proses pembesaran ikan nila pada sistem bioflok. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu partisipasi aktif dan ikut serta dalam kegiatan pembesaran nila sistem bioflok. Proses pembesaran ikan nila pada sistem bioflok dilakukan dengan tahapan yang meliputi, seperti: persiapan wadah, pengisian air, penebaran benih, quality control, aplikasi media bioflok, pemberian pakan, pengecekan flok, sampling, dan pemanenan. Pada kegiatan pembesaran ikan nila pada sistem bioflok memperoleh hasil tingkat kelulushidupan 94%, laju pertumbuhan spesifik (LPS) 1,12 g, dan FCR 1,07 kg.
Teknik Pembenihan dan Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu Bebek (Chromileptes altivelis) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Almatika Sari; Fharisa Nabila Rizvi; Okta Rizal Karsih; Ronal Kurniawan
South East Asian Aquaculture Vol. 4 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.4.1.10-15

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari beberapa pulau yang dikelilingi oleh lautan, sehingga tidak mengherankan jika kekayaan baharinya melimpah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal Agustus - Desember 2024 yang bertempat di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melakukan pengamatan dan mengikuti secara langsung di lapangan pada kegiatan pembenihan dan pemeliharaan larva ikan kerapu bebek. Hasil kegiatan ini terdiri dari 2 kegiatan yaitu: Pemeliharaan induk (persiapan wadah, seleksi induk, manajemen pakan induk, pengelolaan kualitas air, pemijahan, penanganan telur) dan pemeliharaan larva (persiapan wadah pemeliharaan, penebaran, manajemen pakan, pengecekan perkembangan larva, pemanenan dan pengelolaan kualitas air). Jumlah telur yang didapatkan yaitu sebanyak 200.000 butir telur, FR 82%, (164.166 ekor) dan HR 86% (14.250 ekor). Pemanenan dilakukan setelah 45 hari pemeliharaan, dengan panjang larva 16,42 mm dengan SR 9,5% (14.250 ekor). SR yang di dapat sudah sesuai dengan cara pembenihan ikan yang baik karena berdasarkan SNI No 6487.3 tahun 2011 tentang produksi Kerapu Bebek di sebut bahwa SR Kerapu Bebek umur 45-50 hari >5%.

Page 4 of 4 | Total Record : 34