cover
Contact Name
Ronal Kurniawan
Contact Email
kurniawanronal09@gmail.com
Phone
+6285156967737
Journal Mail Official
seaqu.stedca@gmail.com
Editorial Address
Jl. Garuda II No.2, Kel. Labuh Baru Timur, Kec. Payung Sekaki Kota Pekanbaru, 28292 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
South East Asian Aquaculture
ISSN : -     EISSN : 30322006     DOI : https://doi.org/10.61761/seaqu
Core Subject : Agriculture, Social,
SEAQU is committed to publishing high-quality, original research that makes a significant contribution to fields of aquaculture and fisheries encompassing: Aquaculture Aquaculture Nutrition Management Aquaculture Disease and Immunology Fish Biochemistry, Genetics, and Molecular Biology Fish Reproduction, Physiology, and Endocrinology Fishery Resource Habitats and Management Genetic Engineering and Biotechnology of Aquatic Organisms Aquatic Biology, Environment, and Ecology
Articles 24 Documents
Pembenihan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Kurniawan, Muhammad David; Syahputra, Tomi
South East Asian Aquaculture Vol. 2 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.2.1.1-5

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu jenis krustasea yang bernilai ekonomis dan memiliki beberapa kelebihan untuk dikonsumsi maupun produksinya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembenihan udang vaname di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan yaitu metode praktik langsung di lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder serta literatur pendukung. Induk udang vaname yang akan dipijahkan sebanyak 70 ekor (35 betina dan 35 ekor jantan). Hasil yang diperoleh pada saat kegiatan yaitu pemijahan udang vaname di BBPBAP Jepara dilakukan secara alami. Pemijahan terjadi secara eksternal atau diluar tubuh dan memperoleh fekunditas 243.796 butir/induk, derajat pembuahan sebesar 62%, derajat penetasan sebesar 80%, dan kelulushidupan udang vaname sebesar 39%.
Teknik Pembesaran Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus × Epinephelus lanceolatus) Di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam Febrianti, Rahmi
South East Asian Aquaculture Vol. 2 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.2.1.6-14

Abstract

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat penting dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Keunggulan ikan kerapu cantang adalah pertumbuhan yang lebih cepat dari ikan kerapu lain. Studi ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembesaran ikan kerapu cantang yang dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. Studi ini dilaksanakan pada Januari-Februari 2024 di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan praktik langsung dengan mengikuti semua kegiatan yang ada di lapangan yang berkaitan dengan pembesaran ikan kerapu cantang. Pembesaran ikan kerapu cantang  diawali dengan mempersiapkan keramba jaring apung dengan ukuran jaring 4x4x2,5 m2. Sebelum digunakan, jaring dikeringkan lalu dicuci menggunakan air tawar. Setelah jaring terpasang, dilakukan penebaran benih ukuran 10-13 cm, dilanjutkan dengan pemeliharaan ikan yang terdiri dari pemberian pakan, sampling, grading, dan penanganan penyakit. Ikan dapat dipanen pada ukuran 600-800 g diumur 6 hingga 8 bulan. Dari hasil kegiatan, sampling dilakukan setiap 7 hari sekali dan didapatkan panjang mutlak 3,2 cm dan bobot mutlak 82 g. Selama masa pemeliharaan dilakukan pengecekan kualitas air dan didapatkan hasil berupa suhu 28,5C, pH 8,2, dan DO 5,5.
Teknik Kultur Jaringan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii ) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Provinsi Jawa Tengah Azhari, Muhammad Riswan
South East Asian Aquaculture Vol. 2 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.2.1.15-24

Abstract

Rumput laut adalah komoditas penting di Indonesia dan salah satunya adalah Kappaphycus alvarezii. Tujuan studi ini adalah mengetahui teknik kultur jaringan pada K. alvarezii  dan hasil pertumbuhannya. Metode yang digunakan berupa metode observasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil kegiatan kultur jaringan meliputi sterilisasi alat dan bahan, pembuatan media agar, proses pengkalusan, pembuatan media pupuk Provasoli's Enrich Seawater (PES), dan proses rekultur. Adapun hasil pengamatan laju pertumbuhan mutlak rumput laut adalah 0-14,5 g dan laju pertumbuhan spesifik 0-2,42% per hari. Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut tersebut adalah kemampuan penyerapan nutrien. Hasil kualitas air, seperti suhu, pH, dan salinitas, pada sampel sesuai dengan kondisi optimal. 
Teknik Pembenihan Ikan Bandeng (Chanos chanos) Di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Provinsi Jawa Tengah Ningsih, Kurnia
South East Asian Aquaculture Vol. 2 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.2.1.25-34

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu ikan memiliki potensi budidaya yang tinggi. Namun ketersediaan benih secara berkesinambungan merupakan masalah utama yang dialami oleh para pembudidaya saat ini. Tujuan studi ini untuk memperoleh pengetahuan tentang teknik pembenihan ikan bandeng (C. chanos) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Metode yang digunakan pada studi ini yaitu metode partisipasi, observasi, dan wawancara pada semua objek mengenai ikan bandeng. Hasil kegiatan pembenihan ikan bandeng terdiri dari persiapan wadah pemeliharaan, pemeliharaan induk, pemijahan, penanganan telur, pemeliharaan larva, dan pemanenan. Adapun hasil kegiatan pembenihan ikan bandeng diperoleh data derajat pembuahan sebesar 75,3% dan daya tetas telur sebesar 75,6%, dan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 0,8 cm serta diperoleh survival rate (SR) atau tingkat kelangsungan hidup sebesar 10,8%. Hasil pengukuran kualitas air seperti suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, amonia, nitrat dan nitrit masih dalam kisaran normal.
Penetasan Ikan dengan Bahan Alami: Literatur Review Putri, Mega Novia; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.2.2.54-59

Abstract

Penetasan telur merupakan tahap penting dalam budidaya ikan yang memengaruhi kelangsungan hidup larva. Metode konvensional dengan bahan kimia seperti formalin dan metilen biru sering menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan residu berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebagai alternatif, bahan alami seperti daun sirih (Piper betle), daun pepaya (Carica papaya), daun kamboja (Plumeria sp.), daun kersen jamaika, dan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) telah dilaporkan memiliki sifat antijamur dan antimikroba yang mendukung keberhasilan penetasan. Artikel ini merangkum berbagai penelitian tentang efektivitas bahan alami dalam meningkatkan daya tetas telur ikan. Beberapa studi menunjukkan hasil positif, seperti larutan daun sirih dengan dosis 2 mL/L yang meningkatkan tingkat penetasan hingga 96,67% dan daun pepaya dengan dosis 4 g/0,96 L mencapai 94,06%. Keberhasilan ini terkait dengan kandungan bioaktif seperti fenol, flavonoid, tanin, dan saponin yang bekerja melawan patogen tanpa membahayakan telur. Penggunaan bahan alami mendukung praktik akuakultur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis optimal dan mengurangi potensi efek toksik pada konsentrasi tinggi. Artikel ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan teknologi penetasan ikan berbasis bahan alami yang efisien dan aman
Pengaruh Pemberian Vitamin C dan Vitamin E pada Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Udang Vanamei (Litopenaeus vannamei) Febriansyah, Febriansyah; Rusliadi, Rusliadi; Putra, Iskandar
South East Asian Aquaculture Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.2.2.60-67

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2022 di Balai Besar Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Vitamin C dan Vitamin E pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vanamei. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari empat taraf perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0: Tanpa penambahan vitamin, P1: Vitamin C 275 mg/kg + Vitamin E 15 mg/kg, P2: Vitamin C 325 mg/kg + Vitamin E 15 mg/kg, P3: Vitamin C 375 mg/kg + Vitamin E 15 mg/kg, P4: Vitamin C 425 mg/kg + Vitamin E 15 mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P4 memberikan hasil terbaik yaitu pertambahan bobot mutlak sebesar 2,11 ± 0,011 g, laju pertumbuhan spesifik sebesar 10,32 ± 0,02%, rasio konversi pakan sebesar 0 77 ± 0,09%, sintasan 85,00 ± 0,01%, intensitas moulting 351,67 ± 20,21%, dan salinitas 15 ppt, suhu 27,8-29,5 oC, pH 7,8-8,3, DO 3,7-4,8 mg/L, dan Amoniak 0,025-0,1 mg/L
Perbedaan Waktu Peralihan Pakan Alami terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) Nurfatiha, Nurfatiha; Sukendi, Sukendi; Asiah, Nur
South East Asian Aquaculture Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.2.2.45-53

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2022 selama 40 hari di Laboratorium Pembenihan dan Pembibitan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau, Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu pemberian pakan alami terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 (larva Artemia umur 5-10 hari, larva Artemia + kutu air umur 11-12 hari, larva kutu air umur 13-18 hari, larva kutu air + Tubifex sp. umur 19-20 hari, Larva Tubifex sp. umur 21-44 hari), P2 (Larva Artemia umur 5-12 hari, Larva Artemia+kutu air umur 13-14 hari, Larva kutu air umur 15-20 hari, Larva kutu air+Tubifex sp.umur 21-22 hari, Larva Tubifex sp. umur 23-44 hari), P3 (Larva Artemia umur 5-14 hari, Larva Artemia+Kutu air umur 15-16 hari, Larva kutu air umur 17-22 hari, Larva kutu air+Tubifex sp. umur 23-24 hari, Larva Tubifex sp. umur 25-44 hari), P4 (Larva Artemia umur 5-16 hari, Larva Artemia+Kutu air umur 17-18 hari, Larva kutu air umur 19-24 hari, Larva kutu air+Tubifex sp. umur 25-26 hari, Larva Tubifex umur 27-44 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu pemberian pakan alami berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan patin siam. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan P2 yaitu (larva Artemia umur 5-12 hari, larva Artemia + kutu air umur 13-14 hari, larva kutu air umur 15-20 hari, larva kutu air + Tubifex sp. umur 21-22 hari, larva Tubifex  sp. umur 23-44 hari), dengan berat mutlak 1,11 g, pertumbuhan panjang mutlak 5,96 cm, laju pertumbuhan spesifik 16,09 % dan kelulushidupan 80,83 %.
Pengaruh Padat Tebar dan Jumlah Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Gurami (Osphronemus goramy, Lac) Febriati, Anggela; Aryani, Netty; Sukendi, Sukendi
South East Asian Aquaculture Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.2.2.78-86

Abstract

Ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lac) merupakan salah satu komoditas perikanan yang penting karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, rasa daging yang lezat dan kandungan gizi yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  kepadatan tebar terbaik dan laju makan pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva gurami raksasa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2022, di Laboratorium Pembenihan dan Pembibitan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode penelitian ini merupakan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor dan tiga replikasi. Faktor pertama adalah padat tebar larva dengan masing-masing tiga perlakuan, (2 ekor/L, 4 ekor/L, dan 6 ekor/L). Faktor kedua adalah jumlah pakan, yaitu 40% dan 60%. Perlakuan dalam penelitian ini, yaitu Pt2Jp40%, Pt2Jp60%, Pt4Jp40%, Pt4Jp60%, Pt6Jp40%, Pt6Jp60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan tebar dan jumlah pakan memberikan pengaruh (P<0,05) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva gurami. Perlakuan terbaik adalah 2 ekor/L dan tingkat pakan 60% (Pt2Jp60%) dengan berat absolut 0,14 g, panjang absolut 2,53 cm, LPS 5,47%, efisiensi pakan 8,56%, dan tingkat kelangsungan hidup 93,10%. Parameter kualitas air selama penelitian adalah suhu 26,3-28,1°C, pH 6,3-7,2, dan oksigen terlarut 3,1-5,3 mg/L
Pencegahan Penyakit Motile Aeromonas septicemia pada Ikan Jambal Siam (Pangasianodon hypophthalmus) menggunakan Larutan Kulit Nanas (Ananas comosus) Ulandari, Ulfa; Syawal, Henni; Lukistyowati, Iesje
South East Asian Aquaculture Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.2.2.68-77

Abstract

Pencegahan Motile Aeromonas Septicemia pada jambal siam (Pangasianodon hypophthalmus) dapat dilakukan dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan dengan larutan kulit nanas (Ananas comosus). Penelitian dilakukan pada Oktober 2021-Februari 2022 di Laboratorium Penyakit Ikan dan Parasit, Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Perlakuan yang digunakan adalah Kn: Kontrol negatif (tanpa perendaman dalam larutan nanas dan tidak diuji terhadap  bakteri Aeromonas hydrophila, Kp: Kontrol positif (tanpa perendaman dalam larutan nanas tetapi bakteri A. hydrophila yang ditantang, P1: perendaman ikan siam jambal dengan larutan kulit nanas pada dosis 1600 ppm dan challenge diuji dengan bakteri A. hydrophila, P2: perendaman ikan siam jambal dengan larutan nanas pada dosis 1600 ppm dan tantangan diuji dengan bakteri A. hydrophila, P3: perendaman ikan jambal siam dengan larutan nanas pada dosis 2000 ppm dan ditantang dengan  bakteri A. hydrophila. Dosis terbaik larutan kulit nanas adalah 1800 ppm, yang ditunjukkan dengan total eritrosit 252,17 x 104 sel/mm3, kadar hemoglobin 9,73 g/dL, nilai hematokrit 39,00%, sintasan 96,67% dan kualitas air selama suhu penelitian berkisar antara 27,6-28,3oC, pH 6,3-8, DO 3,42 – 4 mg/L, dan NH3 0,01-0,02 mg/L
Gejala Klinis Ikan Komet (Carassius auratus) yang Terinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila dan Pascapengobatan dengan Larutan Propolis M. Riswan; Lukistyowati, Iesje; Syawal, Henni; Riauwaty, Morina; Alfinda, Rudi; Kurniawan, Ronal; Putri, Mega Novia
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.1.1-8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala klinis ikan komet yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan pascapengobatan dengan larutan propolis. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor lima taraf perlakuan dan tiga kali ulangan perlakuan. Perlakuan tersebut adalah adalah Kn (tidak terinfeksi A.hydrophila dan tidak diobati propolis), Kp (terinfeksi A. hydrophila  tetapi tidak diobati propolis), sedangkan ikan terinfeksi A.hydrophila diobati dengan propolis dosis P1 (700 ppm), P2 (800 ppm), dan P3 (900 ppm). Pengobatan dilakukan dengan cara penyuntikan propolis pada ikan yang terinfeksi A.hydrophila di bagian intramuscular sebanyak 0,1 ml. Bahan uji yang digunakan adalah ikan komet (Carassius auratus) ukuran 8-10 cm sebanyak 150 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang terinfeksi bakteri A.hydrophila menunjukkan gejala klinis sirip ekor gripis, bercak merah, mata menonjol (exopthalmia), perut mengembung (dropsy), sisik tubuh lepas. Setelah 14 hari pascapengobatan dengan larutan propolis perlakuan terbaik adalah perlakuan P2 dosis (800 ppm) mengalami kondisi pemulihan mendekati gejala klinis kondisi ikan normal terlihat dari warna tubuh cerah, produksi lendir normal, sirip ekor utuh, tidak terdapat mata menonjol (exopthalmia), dan perut tidak mengembung (dropsy).

Page 2 of 3 | Total Record : 24