cover
Contact Name
Ronal Kurniawan
Contact Email
kurniawanronal09@gmail.com
Phone
+6285156967737
Journal Mail Official
seaqu.stedca@gmail.com
Editorial Address
Jl. Garuda II No.2, Kel. Labuh Baru Timur, Kec. Payung Sekaki Kota Pekanbaru, 28292 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
South East Asian Aquaculture
ISSN : -     EISSN : 30322006     DOI : https://doi.org/10.61761/seaqu
Core Subject : Agriculture, Social,
SEAQU is committed to publishing high-quality, original research that makes a significant contribution to fields of aquaculture and fisheries encompassing: Aquaculture Aquaculture Nutrition Management Aquaculture Disease and Immunology Fish Biochemistry, Genetics, and Molecular Biology Fish Reproduction, Physiology, and Endocrinology Fishery Resource Habitats and Management Genetic Engineering and Biotechnology of Aquatic Organisms Aquatic Biology, Environment, and Ecology
Articles 29 Documents
Teknik Pembesaran Ikan Nila Gift (Oreochromis niloticus) pada Kolam Tanah Hendriyantoni, Agus; Agusnimar, Agusnimar; Rizvi, Fharisa Nabila
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.1.30-34

Abstract

Ikan nila gift (Oreochromis niloticus) telah menjadi salah satu komoditas perikanan yang paling penting di Indonesia. Ikan ini dikenal tidak hanya karena pertumbuhannya yang cepat, tetapi juga karena rasa dagingnya yang lezat dan kandungan protein dan nilai gizi yang tinggi. Studi khusus ini juga diharapkan bermanfaat bagi penulis dan juga bagi pengembangan usaha pembesaran ikan nila gift di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu, terutama bagi calon pengembangan sektor perikanan, khususnya dibidang pembesaran ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung dilapangan, serta melakukan wawancara dengan pemilik. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur yang terkait dalam hubunganya dengan studi khusus ini. Teknik pembesaran ikan nila gift milik Rudi Hartono dilakukan secara semi-intesif. Pembesaran ikan nila gift dilakukan di kolam ukuran 20 x 40 m dan 20 x 60 m diisi dengan 6-8 ekor/m, dengan harga benih Rp 180/ekor. Pemberian pakan dilakukan mengelilingi kolam sampai dengan umur 2 bulan dan mempuasakan ikan 1 hari dalam seminggu. Ukuran panen ikan nila gift yaitu 4-5 ekor/kg dengan berat rata-rata ikan 200-250g/ekor. Pemasaran dilakukan dengan berlangganan ke pemilik dengan harga jual Rp 25.000/kg
Teknik Isolasi dan Identifikasi Bakteri pada Ikan Mas koki (Carassius auratus) di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang, Sumatera Barat Rizvi, Fharisa Nabila; Putri, Mega Novia; Kurniawan, Ronal; Hendriyantoni, Agus
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.1.9-15

Abstract

Ikan mas koki (Carassius auratus) merupakan ikan hias air tawar populer yang menghadapi tantangan serius berupa serangan penyakit bakteri dalam sistem budidaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri patogen pada ikan mas koki melalui praktik magang di Laboratorium Bakteri Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (SKIPM) Padang, Sumatera Barat, yang dilaksanakan pada 8 Januari hingga 7 Februari 2024. Metode yang digunakan teknik isolasi bakteri dari organ ginjal ikan sampel yang berasal dari pengguna jasa lalu lintas ekspor-impor. Identifikasi bakteri dilakukan melalui pengamatan karakteristik morfologi koloni dan serangkaian uji biokimia meliputi pewarnaan Gram, uji oksidase, katalase, dan motilitas. Berdasarkan hasil uji biokimia tersebut, bakteri yang menginfeksi ikan mas koki diidentifikasi sebagai Staphylococcus sp. Temuan ini mengonfirmasi bahwa Staphylococcus sp. merupakan patogen signifikan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ikan mas koki, terutama melalui infeksi sistemik pada organ ginjal. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pengendalian penyakit dalam budidaya ikan mas koki dan mendukung upaya peningkatan kesehatan ikan dalam sistem karantina.
Teknik dan Analisis Usaha Budidaya Maggot (Hermetia illucens) di Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru Anggi, Putri; Hendriyantoni, Agus; Rizvi, Fharisa Nabila
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.1.16-23

Abstract

Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu usaha agribisnis yang berkembang pesat dengan potensi ekonomi tinggi dan berkelanjutan. Studi khusus ini bertujuan untuk menganalisis teknik budidaya, aspek finansial, dan permasalahan yang dihadapi dalam usaha budidaya maggot milik Arman. Penelitian menggunakan metode survei dengan pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, serta data sekunder sebagai pendukung analisis. Sistem budidaya yang diterapkan menggunakan wadah nampan plastik berukuran 30,5×22,5×7 cm dan biopond 200×80×15 cm dengan siklus produksi 24 kali per tahun. Teknik budidaya meliputi empat tahap utama: pemeliharaan dan perkawinan lalat BSF, penetasan telur, pembesaran maggot, dan pemasaran. Induk maggot diperoleh dari Jawa Timur melalui pelatihan dengan unit pelatihan Yuri BSF. Hasil analisis menunjukkan produktivitas maggot rata-rata 600 kg/bulan dengan harga jual Rp. 10.000/kg, serta produk sampingan kasgot 60 kg/bulan seharga Rp. 3.000/kg. Total investasi sebesar Rp. 13.346.000 menghasilkan pendapatan kotor Rp. 148.320.000 dan keuntungan bersih Rp. 15.078.347 per siklus. Analisis kelayakan menunjukkan Break Even Point (BEP) produksi Rp. 49.950, BEP harga Rp. 90.340, dan Payback Period 0,89 tahun atau 8 bulan. Penelitian menunjukkan usaha budidaya maggot layak secara teknis dan ekonomis dengan tingkat pengembalian investasi yang menguntungkan. Diversifikasi produk maggot memberikan stabilitas pendapatan dan peluang pengembangan usaha yang berkelanjutan
Performa Pemijahan Ikan Nemo (Amphiprion sp) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Salma, Shelo Mitha; Kurniati, Fitri; Rizvi, Fharisa Nabila
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.1.24-29

Abstract

Ikan nemo (Amphiprion sp) merupakan komoditas ikan hias laut bernilai ekonomi tinggi dan banyak diminati pasar internasional. Namun, tingginya eksploitasi langsung dari alam dapat mengancam kelestariannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pemijahan ikan nemo (Amphiprion sp.) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Fokus penelitian meliputi teknik pemijahan, tingkah laku ikan selama pemijahan, fertilization rate (FR), frekuensi pemijahan, dan kualitas air. Metode yang digunakan adalah deskriptif melalui observasi langsung selama 28 Desember 2023 – 3 Februari 2024. Hasil menunjukkan bahwa FR berada dalam kisaran 92,5–98,97%, frekuensi pemijahan 3 kali dalam sebulan dengan interval 4–7 hari, dan kualitas air berada dalam rentang optimal. Tingkah laku pemijahan seperti membersihkan substrat dan mengipasi telur juga diamati. Hal ini menunjukkan bahwa sistem budidaya di BBPBL Lampung sangat mendukung keberhasilan pemijahan ikan Nemo. Dengan demikian, sistem budidaya yang diterapkan di BBPBL Lampung terbukti efektif dalam mendukung pemijahan ikan Nemo secara berkelanjutan
Teknik Pendederan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Balai Benih Ikan Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta Rizvi, Fharisa Nabila; Uli, Mona
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.35-38

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis dan nilai gizi yang tinggi sebagai ikan konsumsi. Pelaksanaan kerja praktik ini bertujuan untuk menambah wawasan mengenai Teknik pendederan ikan kakap. Kegiatan Kerja Praktik (KP) dilaksanakan pada 5 Januari – 26 Januari 2024 di Balai Benih Ikan Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan kerja praktik yaitu metode praktek langsung dan metode mentor, pada proses pendederan ikan kakap putih diawali dengan tahapan persiapan wadah budidaya, penebaran benih, pemberian pakan, sampling dan grading, pengelolaan kualitas air (suhu, ph, salinitas), pencegahan hama dan penyakit, serta pengamatan pertumbuhan dan kelulushidupan ikan kakap putih. Di BBIL Pulau Tidung dilakukan di bak fiber sebanyak 4 buah dengan ke dalam 70 cm dan diameter 150 cm. Kemudian penyakit yang sering terjadi pada saat pemeliharaan yaitu black body yang ciri-ciri nya yaitu ikan mulai berubah warna menjadi hitam dan berenang ke permukaan. Suhu yang didapatkan yaitu 28-30 ºC, salinitas 29-33 ppt, dan pH 7,6-8,5.
Teknik Identifikasi Virus Koi Herves Virus pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang Fikri, Algi Fari; Meliana, Annisa; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal; Karsih, Okta Rizal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.54-59

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Budidaya ikan mas di Indonesia tidak terlepas dari beberapa permasalahan, antara lain disebabkan oleh serangan penyakit. Penyakit ikan merupakan faktor pembatas dalam suatu usaha budidaya ikan karena dapat menyebabkan kematian. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui teknik identifikasi Virus Koi Herves Virus pada ikan mas dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Praktik Magang telah dilaksanakan pada bulan Januari hingga  Februari 2024 di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang. Metode yang digunakan pada praktek magang ini adalah PCR untuk mendapatkan data primer. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang berhubungan dengan data yang diperlukan, serta ditambahkan melalui studi pustaka dari buku-buku, jurnal dan literatur yang mendukung lainnya. Gejala klinis pada ikan mas yang terserang KHV yaitu insang berwarna pucat putih dan produksi lendir berlebih. Hasil deteksi ikan mas pada sampel dari pembudidaya, Padang menunjukkan hasil negatif, sampel pada ikan tidak muncul pada pita (band) yang spesifik dengan KHV 333 bp dan tidak sejajar dengan kontrol positif (+). Koi Herpes Virus (KHV) atau yang dikenal juga dengan Cyprinid Herpes Virus 3 (CyHV-3) adalah jenis virus yang mengifeksi ikan mas dan koi dan dapat menyebabkan kematian massal Infeksi KHV mewabah hampir di semua negara di dunia, termasuk Indonesia
Teknik Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen pada Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung Ramanda, Reski; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Meliana, Annisa; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.39-47

Abstract

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan komoditas budidaya laut bernilai ekonomis tinggi yang rentan terhadap infeksi bakterial, khususnya dari genus Vibrio. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen pada ikan bawal bintang yang dibudidayakan di Keramba Jaring Apung (KJA) Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Sampel penelitian terdiri dari tiga ekor ikan bawal bintang yang menunjukkan gejala klinis infeksi bakteri. Isolasi bakteri dilakukan dari organ target (hati, ginjal, dan limpa) menggunakan media Tryptic Soy Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Sucrose (TCBS). Identifikasi bakteri dilakukan melalui uji morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia meliputi uji oksidase, katalase, motilitas, serta identifikasi menggunakan Microbact Kit 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel BB1 terinfeksi Vibrio parahaemolyticus (98,78%) pada organ hati, sedangkan sampel BB2 dan BB3 terinfeksi V.alginolyticus (98,95% dan 97,12%) pada organ ginjal. Tidak ditemukan pertumbuhan bakteri pada organ limpa. Gejala klinis yang teramati meliputi penurunan nafsu makan, pergerakan lamban, mata dan tubuh luka, serta pembengkakan organ internal. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa vibriosis merupakan ancaman signifikan dalam budidaya ikan bawal bintang dan memerlukan strategi pengendalian yang komprehensif.
Teknik Identifikasi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee Rahmiza, Nurul; Rizvi, Fharisa Nabila; Karsih, Okta Rizal; Kurniawan, Ronal; Meliana, Annisa
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.48-53

Abstract

White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan patogen viral yang menyebabkan mortalitas massal hingga 100% pada budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dalam waktu 3-10 hari pasca infeksi. Deteksi dini menggunakan teknik molekuler menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik identifikasi WSSV menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan (Januari-Maret 2024) dengan sampel udang vannamei calon induk berusia 1 bulan. Prosedur diagnostik meliputi preparasi sampel (organ insang dan pleopoda), ekstraksi DNA menggunakan lysis buffer, amplifikasi dengan thermocycler, dan elektroforesis untuk visualisasi produk PCR. Hasil pengujian dari 4 sampel menunjukkan 2 sampel positif WSSV dan 2 sampel negatif, diidentifikasi berdasarkan kemunculan pita DNA pada posisi 941 bp yang sesuai dengan kontrol positif. Metode PCR terbukti sensitif, spesifik, dan efisien untuk deteksi WSSV pada fase subklinis sebelum munculnya gejala klinis. Implementasi protokol biosekuriti ketat dan pemeriksaan rutin menggunakan PCR sangat direkomendasikan untuk mencegah outbreak WSSV dalam sistem budidaya intensif udang vannamei
Teknik Pembesaran Ikan Koi (Cyprinus carpio) di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat Syam, Anandasya Suci Nabila; Meliana, Annisa; Karsih, Okta Rizal; Rizvi, Fharisa Nabila; Kurniawan, Ronal
South East Asian Aquaculture Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seaqu.3.2.60-63

Abstract

Ikan koi (Cyprinus Carpio) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati masyarakat untuk dipelihara. Permintaan ikan koi untuk kebutuhan para penggemar ikan hias semakin meningkat dari tahun ketahun, seiring dengan permintaan pasar. Tujuan dilaksanakan praktek ini adalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera barat. Praktek ini telah dilaksanakan pada tanggal 10 Januari s.d. 10 Februari 2024 di UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang, Sumatera Barat. Tujuan praktek inivadalah untuk mengetahui teknik pembesaran ikan koi. Metode yang digunakan dalam praktek ini adalah praktek langsung yaitu melibatkan diri secara langsung dan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan teknik pembesaran ikan koi. Kegiatan pembesaran ikan koi dilakukan di kolam semi beton selama 21 hari menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak ikan 2,05 cm, pertumbuhan bobot mutlak ikan adalah 3,43 g, laju pertumbuhan spesifik ikan 1%, FCR ikan yaitu 1,6, serta tingkat kelulushidupan ikan 100%.

Page 3 of 3 | Total Record : 29