cover
Contact Name
Magfiroh
Contact Email
dokicti@gmail.com
Phone
+6285288852893
Journal Mail Official
dokicti@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Surya Alam 8 Blok A No. 15 Jl. Masjid Jami, Talang Jambe, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
ISSN : 2988439X     EISSN : 2987260X     DOI : https://doi.org/10.61994/alshamela
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies is a scientific journal published by CV Doki Course and Training. The papers to be published in Al-Shamela are research articles (quantitative or qualitative research approaches), literature studies or original ideas that are considered to contribute to scientific studies of Quranic and Hadith Studies. It is published two times a year, in April and October. There are two version of publication; print out (p) with ISSN: 2988-439X and electronic (e) with ISSN Online: 2987-260X
Articles 52 Documents
Kritik atas Gagasan Al-Qur’an sebagai Produk Budaya dalam Pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd Ika Hilmiatus Salamah; Muhammad Fadhil Wathani
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.2293

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas kontroversi konsep Al-Qur’an sebagai “produk budaya” dalam pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd yang dinilai berpengaruh terhadap cara memahami historisitas dan universalitas wahyu. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana konsep tersebut dipahami, dikritisi, dan diperdebatkan dalam wacana tafsir kontemporer. Pertanyaan penelitian difokuskan pada kritik atas konsep Al-Qur’an sebagai produk budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-komparatif terhadap karya-karya Abu Zayd dan literatur yang mendukung maupun menolak pemikirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep “produk budaya” membuka ruang tafsir kontekstual, namun menimbulkan kritik karena dianggap berpotensi mereduksi sifat transendensi wahyu. Analisis menunjukkan adanya tiga aspek kritik yang ditujukan yaitu kritik teologis, epistemologis dan metodologis. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan secara sistematis tiga dimensi kritik terhadap konsep Al-Qur’an sebagai produk budaya sekaligus memperjelas batas antara historisitas teks dan transendensi wahyu dalam studi Al-Qur’an kontemporer. Penulis menginterpre-tasikan bahwa keseimbangan antara aspek historis dan transenden diperlukan agar Al-Qur’an tetap relevan tanpa kehilangan kesakralannya. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya integrasi metodologis dalam memahami hubungan antara wahyu, teks, dan budaya.
Constructing Quranic Self-Efficacy: Analisis Tafsir Al-Mishbah dalam Dinamika Kepuasan Pernikahan Modern Adreina Maharani; Mujiburohman Mujiburohman
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.2326

Abstract

Transformasi sosial di era kontemporer telah membawa perubahan dalam peran dan dinamika pernikahan yang dapat menghadirkan tantangan psikologis bagi pasangan dalam mengelola tanggung jawab rumah tangga dan mempertahankan kepuasan pernikahan. Penelitian ini mengkaji relevansi konsep self-efficacy dalam penafsiran M. Quraish Shihab terhadap Al-Qur'an melalui Tafsir Al-Mishbah dengan kepuasan pernikahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis library research dengan pendekatan tafsir tematik (mauḍū‘ī) dan menganalisis penafsiran menggunakan perspektif teori self-efficacy Albert Bandura. Penelitian berfokus pada lima konsep Al-Qur'an, yaitu al-wus‘a (kapasitas manusia), al-‘azm (keteguhan tekad), al-mujāhadah (kesungguhan usaha), aṣ-ṣabr (kesabaran), dan at-tawakkul (bersandar kepada Allah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima konsep tersebut membentuk kerangka self-efficacy Qur'ani yang memadukan ikhtiar manusia, ketahanan psikologis, dan sandaran spiritual. Al-wus‘a merepresentasikan kesadaran terhadap kapasitas manusia, al-‘azm menekankan keteguhan, al-mujāhadah menunjukkan kesungguhan dalam berusaha, aṣ-ṣabr merepresentasikan ketahanan dalam menghadapi kesulitan, sedangkan at-tawakkul memberikan dimensi spiritual setelah ikhtiar dilakukan. Kelima konsep tersebut memiliki relevansi terhadap kepuasan pernikahan melalui regulasi kognitif, regulasi motivasional-emosional, dan regulasi transendental, khususnya dalam mengelola ekspektasi, menyelesai-kan konflik, mempertahankan komitmen, dan menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy dalam Tafsir Al-Mishbah menawarkan kerangka konseptual berbasis Al-Qur'an untuk memahami ketahanan psikologis dan spiritual dalam kehidupan pernikahan kontemporer. Kontribusi penelitian ini terletak pada perumusan konstruksi Quranic self-efficacy yang mengintegrasikan dimensi psikologis dan spiritual sebagai kerangka konseptual dalam membaca dinamika kepuasan pernikahan.