cover
Contact Name
Magfiroh
Contact Email
dokicti@gmail.com
Phone
+6285288852893
Journal Mail Official
dokicti@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Surya Alam 8 Blok A No. 15 Jl. Masjid Jami, Talang Jambe, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
ISSN : 2988439X     EISSN : 2987260X     DOI : https://doi.org/10.61994/alshamela
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies is a scientific journal published by CV Doki Course and Training. The papers to be published in Al-Shamela are research articles (quantitative or qualitative research approaches), literature studies or original ideas that are considered to contribute to scientific studies of Quranic and Hadith Studies. It is published two times a year, in April and October. There are two version of publication; print out (p) with ISSN: 2988-439X and electronic (e) with ISSN Online: 2987-260X
Articles 47 Documents
Fenomena Leaving Qur’an sebagai Cermin Krisis Spiritualitas Digital: Pendekatan Teologis dan Sosiologis terhadap Generasi Z Muslim Fisronil Muntaha; Rahmat Hidayat; Halimatusa’diyah Halimatusa’diyah
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.1469

Abstract

Artikel bertujuan membahas fenomena Leaving Qur’an yang menjadi gejala kontemporer terkait krisis spiritualitas digital di kalangan Generasi Z Muslim. Dalam era media sosial, interaksi manusia dengan Al-Qur’an tidak lagi sekadar berpusat pada tradisi tilawah dan tadabbur, melainkan bergeser menuju konsumsi konten yang serba cepat, instan, dan algoritmis. Pergeseran ini menyebabkan berkurangnya intensitas refleksi dan kedalaman pemahaman, sehingga Al-Qur’an kerap diposisikan sebagai simbol identitas religius semata, bukan lagi sebagai sumber etika kehidupan. Melalui pendekatan teologis dan sosiologis, artikel ini menelaah bagaimana budaya digital, arus informasi yang hiperaktif, dan logika algoritma media sosial turut mengonstruksi bentuk baru keberagamaan yang cenderung superfisial. Dari sisi teologis, Leaving Qur’an menunjukkan lemahnya dimensi tadabbur dan internalisasi nilai ilahiah dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan dari sisi sosiologis, fenomena ini dipengaruhi oleh tekanan budaya populer, pencarian eksistensi diri di ruang maya, dan perubahan pola belajar keagamaan yang semakin bergantung pada media daring. Penelitian ini menegaskan bahwa krisis spiritualitas digital bukan sekadar akibat dari kurangnya akses terhadap sumber keagamaan, melainkan akibat dari perubahan cara berpikir, cara berinteraksi, dan cara memahami wahyu dalam ekosistem digital. Oleh karena itu, diperlukan strategi dakwah digital yang lebih humanistik, literasi digital Qur’ani yang kontekstual, serta revitalisasi makna tadabbur agar Al-Qur’an kembali menjadi pusat orientasi spiritual umat Islam di tengah arus teknologi dan budaya algoritmik yang mendominasi kehidupan modern.
Al-Qur'an dan Penanggulangan Perilaku Seksual Menyimpang: Analisis Perspektif Tafsīr al-Maqaṣidī Abdul Mustaqim Supardi Supardi; Ade Naelul Huda; Ziyadul Haq
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.1873

Abstract

Fenomena meningkatnya perilaku seksual menyimpang pada anak dan remaja di era digital menuntut adanya pendekatan pendidikan seksualitas yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga kontekstual dan berorientasi pada perlindungan fitrah manusia. Dalam konteks pendidikan Islam, pendekatan yang digunakan selama ini cenderung berfokus pada aspek hukum dan moral, sementara dimensi tujuan-tujuan Al-Qur’an (maqāṣid) belum banyak dimanfaatkan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tentang naluri seksual dan perilaku seksual menyimpang dalam Tafsir al-Maqāṣidī Abdul Mustaqim serta menelaah implikasinya bagi pengembangan pendidikan seksualitas berbasis Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode kajian pustaka (library research) dengan teknik analisis tafsir tematik (tafsīr al-maudū‘ī) berbasis maqāṣidī. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tafsir maqāṣidī menempatkan persoalan seksualitas dalam kerangka penjagaan fitrah manusia, khususnya melalui perlindungan jiwa, kehormatan, dan keturunan. Selain itu, ditemukan bahwa pendidikan seksualitas berbasis Islam perlu diberikan secara bertahap sesuai perkembangan usia anak dan berorientasi pada pembentukan akhlak serta pencegahan perilaku seksual menyimpang. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa tafsir maqāṣidī dapat dijadikan landasan konseptual dalam pengem-bangan pendidikan seksualitas Islam yang lebih kontekstual serta relevan dengan kebutuhan perlindungan anak dan kebijakan pendidikan Islam kontemporer.
Epistemologi Tafsir Yudian Wahyudi terhadap QS. al-Baqarah [2]: 30-38: Analisis Perspektif History of Idea Eko Zulfikar; Adrika Fithrotul Aini; Azhar Amrullah Hafizh; Afriadi Putra
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.2163

Abstract

Perkembangan tafsir al-Qur’an di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang semakin kontekstual dalam merespons berbagai persoalan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan. Namun, kajian yang secara khusus mengkaji landasan epistemologis penafsiran mufasir kontemporer masih relatif terbatas. Artikel ini bertujuan menelaah epistemologi penafsiran yang dilakukan Yudian Wahyudi terhadap QS. al-Baqarah [2]: 30-38. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis teori History of Idea, artikel ini menyimpulkan sebagai berikut. Pertama, epistemologi penafsiran kontekstual Yudian Wahyudi terhadap QS. al-Baqarah [2]: 30-38 tampak jelas mempertimbangkan konteks ayat yang hendak ditafsirkan dengan menempatkan empat prinsip dan metode penafsiran, yaitu konteks internal, konteks linguistik, konteks sosio-historis, dan konteks sosio-politik. Selain itu, penafsiran yang dilakukan Wahyudi menunjukkan koherensi dan konsisten dengan proposisi yang dibangunnya, serta konsisten dengan teori korespondensi dan pragmatisme. Hal ini karena Wahyudi meyakini bahwa penafsiran yang benar dapat memberikan solusi terhadap problem sosial di masyarakat. Kedua, dalam perspektif History of Idea, epistemologi penafsiran Wahyudi konsisten dengan keabsahan penafsiran era reformasi dengan penalaran kritis. Nalar kritis digunakan Wahyudi untuk melihat makna al-Qur’an dengan mengabaikan penafsiran-penafsiran sebelumnya yang dianggap kurang relevan dalam konteks kekinian. Bahkan, Wahyudi mengupayakan untuk memasukkan ilmu-ilmu pengetahuan modern seperti ilmu sosial dan humaniora ke dalam penafsirannya, sehingga dapat membawa penafsiran ke arah baru dengan mengedepankan indikator cinta tanah air dan pentingnya ideologi Pancasila. Artikel ini berkontribusi dalam memperkaya kajian epistemologi tafsir kontemporer di Indonesia dengan menunjukkan bahwa pendekatan History of Idea dapat digunakan untuk menjelaskan genealogi intelektual, konstruksi epistemologis, dan transformasi paradigma penafsiran al-Qur’an dari orientasi tekstual menuju kontekstual.
Masyarakat Islam yang Adaptif terhadap Perkembangan Zaman: Perspektif Muhammad Abduh dalam Tafsir al-Manar Zakiyatul Uliya Abidin; Mohamad Mualim; Khoirun Nidhom
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.1331

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep masyarakat Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman menurut Muhammad Abduh dalam Tafsir al-Manar, dengan menelaah keterkaitan antara karakter ummatan wasathan, proses perubahan internal masyarakat, dan prinsip pembaruan Islam. Fokus penelitian diarahkan pada pertanyaan bagaimana ketiga dimensi tersebut membentuk konstruksi masyarakat Islam yang mampu merespons perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan identitas keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema penelitian dan dianalisis menggunakan metode tafsir maudhu’i (tematik). Penelitian ini menawarkan kerangka pemikiran yang menghubungkan karakter ummatan wasathan, perubahan sosial, dan pembaruan Islam sebagai tiga aspek yang saling berkaitan. Kerangka tersebut menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya yang lebih banyak membahas pemikiran Muhammad Abduh pada aspek tertentu secara terpisah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Muhammad Abduh, kemampuan masyarakat Islam dalam menghadapi perubahan zaman tidak berarti menerima semua perubahan tanpa batas. Adaptasi harus dilakukan melalui perubahan dari dalam masyarakat, terutama dengan memperkuat akal, membuka ruang ijtihad, serta menjaga keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual. Pemikiran tersebut dapat menjadi dasar bagi masyarakat Muslim dalam menghadapi perkembangan zaman melalui pemahaman Al-Qur’an yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Etos Kerja dalam Al-Qur'an: Analisis Persepsi Mahasiswa tentang Nilai Kerja Keras dalam Surah An-Najm [53]: 39–42 Ghalda Ghalda; Agus Sarifudin; Cecep Supriadi
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.2198

Abstract

Disrupsi digital di Perguruan Tinggi memicu maraknya prokrastinasi akademik dan budaya instan yang mengikis ketahanan belajar mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran sa‘yu dalam Surah An-Najm [53]: 39–42, dan memetakan implementasinya pada mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir angkatan 2022 Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor, serta mengidentifikasi bentuk keselarasan maupun ketegangannya di lapangan. Metode kualitatif-lapangan dengan pendekatan Living Qur'an digunakan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan, observasi harian, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran sa‘yu berkembang dari pertanggungjawaban ukhrawi klasik menuju gerakan aksi nyata dan penghargaan proses ilmiah modern. Meskipun mahasiswa memahami penulisan skripsi sebagai bentuk ibadah, dalam praktiknya terjadi ketegangan berupa penundaan pengerjaan, kepasrahan fatalistik keliru, dan ketergantungan teknologi digital. Dinamika ini memetakan mahasiswa ke dalam tiga tipologi, yaitu idealis-konsisten, religius-normatif, dan pragmatis-adaptif. Kesimpulannya, pemahaman keagamaan secara kognitif tidak otomatis memicu kedisiplinan praktis, melainkan dipengaruhi regulasi diri dan ketahanan mental pembelajar. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan studi melalui pendekatan komparatif antarprogram studi serta memanfaatkan pengujian berbasis intervensi longitudinal untuk memitigasi budaya instan di perguruan tinggi.
Al-Qur'an Kufi Samarkand: Studi Konservasi Manuskrip Samsul Ariyadi; Ahmad Hawasi
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.2200

Abstract

Artikel ini menyajikan studi komprehensif mengenai konservasi manuskrip dalam teknik perawatan dan penyimpanan Mushaf Al-Qur'an Kufi Samarkand yang merupakan salah satu manuskrip bersejarah dengan nilai seni dan keagamaan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode konservasi fisik, perawatan, dan penyimpanan Mushaf Al-Qur'an Kufi Samarkand serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menjaga keutuhan, stabilitas material, dan keaslian manuskrip dalam jangka panjang. Fokus penelitian ini adalah pada pengembangan metode fisik konservasi yang telah mengalami inovasi sejak tahun 2000-an. Artikel ini menguraikan kondisi material, faktor lingkungan, serta prosedur perawatan yang optimum untuk menjaga keutuhan fisik manuskrip. Metode pengujian meliputi analisis kondisi struktur kertas, tinta, dan teknik pengawetan melalui pengujian laboratorium dan simulasi kondisi penyimpanan ideal. Keseluruhan kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknik perawatan dan penyimpanan Al-Qur'an Kufi Samarkand yang inovatif dan terintegrasi secara teknologi mampu menjaga keutuhan manuskrip dalam jangka panjang. Upaya konservasi yang memadukan analisis kimia, monitoring lingkungan, dan intervensi fisik yang tepat menunjukkan hasil yang maksimal dan membuka peluang untuk pengembangan prosedur standardisasi yang dapat diterapkan secara luas pada naskah kuno lainnya. Diharapkan bahwa artikel ini dapat menjadi referensi serta pendorong bagi konservator dan peneliti dalam menyusun strategi pelestarian dokumen bersejarah yang lebih efektif. Dengan pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas disiplin, warisan budaya seperti Al-Qur'an Kufi Samarkand dapat tetap terjaga keasliannya bagi generasi yang akan datang. Temuan ini diharapkan dapat dijadikan acuan oleh konservator manuskrip dan sejarawan Islam dalam upaya standardisasi perawatan manuskrip, khususnya Al-Qur'an Kufi Samarkand, serta mempromosikan kolaborasi multidisipliner antara ilmuwan konservasi, ahli kimia, dan sejarawan.
Strategi Peningkatan Hafalan Al-Qur'an Menggunakan Metode TALTAHMUR (Talaqqi, Tahsin, Murajaah) di Pondok Pesantren  Raudhatul Qur'an Shirly Rahni Zhiscka Dewi Ily; Moch. Yasyakur; Agus Mailana
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.2220

Abstract

Maraknya pertumbuhan lembaga tahfidz di Indonesia belum diimbangi kualitas hafalan yang setara, sehingga dibutuhkan model strategi pembelajaran yang memadukan ketepatan bacaan, penguasaan tajwid, dan konsistensi hafalan secara utuh; atas dasar itu, penelitian ini bertujuan mengulas strategi penguatan hafalan Al-Qur'an melalui metode integratif Taltahmur, yakni Talaqqi, Tahsin, dan Murajaah, di Pondok Pesantren Raudhatul Qur'an, Tarakan, sekaligus menelaah bagaimana metode tersebut berpengaruh pada kualitas dan keajekan hafalan santri. Kajian ini mengimplementasikan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus. Data dihimpun melalui wawancara mendalam bersama pimpinan pondok pesantren (mudir), pembina tahfidz (ustadz/ustadzah), serta santri ikhwan dan akhwat, dilengkapi observasi tidak langsung berupa penelaahan dokumentasi kegiatan dan berkas pendukung. Temuan memperlihatkan bahwa Talaqqi menjamin ketepatan bacaan sejak tahap awal lewat bimbingan langsung guru, Tahsin memperkokoh penguasaan makharijul huruf dan tajwid baik sebelum maupun selama proses menghafal, dan Murajaah menjaga retensi hafalan dalam jangka panjang lewat pengulangan yang terjadwal. Perpaduan ketiga unsur tersebut, ditopang pengawasan yang konsisten, pendampingan personal bagi santri berkemampuan beragam, serta dorongan berkelanjutan dari pembina dan orang tua, turut mengangkat kualitas bacaan, keajekan hafalan, dan kedisiplinan santri. Penelitian ini berkontribusi menyediakan model strategi pelaksanaan metode terpadu yang dapat dijadikan rujukan praktis bagi pesantren tahfidz lain dalam merancang program pembinaan hafalan yang mengakomodasi keragaman santri, sekaligus memperkaya kajian akademik mengenai integrasi Talaqqi, Tahsin, dan Murajaah pada pendidikan tahfidz berbasis pesantren.