cover
Contact Name
Dwi Nur Rikhma Sari
Contact Email
rikhmasari.dnrs@gmail.com
Phone
+6281333771681
Journal Mail Official
jurnalbiosapphire@gmail.com
Editorial Address
Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Argopuro Jember Jl. Jawa No. 10 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas
ISSN : -     EISSN : 28297571     DOI : https://doi.org/10.31537/biosapphire.v2i2
Biodiversity-Local Wisdom, Environment, Ecology, Microbiology, Physiology Animals and Plants, Biosystematics, Developmental Biology, Applied Biology including Biotechnology and other sciences derived from Biology.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE" : 14 Documents clear
Analisis Kondisi Eksisting Pengelolaan Sampah di Kampus Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember Tahun 2023 Defriatno, Mawan; Herdianto, Agung
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i1.1731

Abstract

Jurnal ini menyelidiki kondisi pengelolaan sampah di lingkungan kampus Universitas PGRI Argopuro Jember dalam konteks tantangan dan potensi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya. Studi ini bertujuan untuk memahami implementasi kebijakan, struktur kelembagaan, proses teknis operasional, serta peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik snowball sampling, menghasilkan data dari 8 partisipan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah di kampus masih dalam tahap perumusan, tanpa sosialisasi yang memadai kepada petugas kebersihan dan masyarakat kampus. Perlunya langkah konkret seperti sosialisasi yang intensif dan pemantauan ketat untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan telah diidentifikasi. Selain itu, manajemen sampah di kampus terfokus pada penanganan saja tanpa upaya konkret untuk mengurangi volume sampah. Kurangnya langkah-langkah berkelanjutan seperti pengurangan sampah pada sumbernya dan praktik daur ulang menjadi kendala utama dalam mencapai tujuan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dalam hal pemilahan sampah, kegiatan tersebut belum dilakukan secara sistematis dan terorganisir. Meskipun terdapat inisiatif positif dari mahasiswa, kendala dalam pengangkutan sampah menyebabkan campur aduknya kembali sampah-sampah yang telah dipisahkan. Pengangkutan sampah juga menjadi perhatian utama, karena kampus belum memiliki sistem yang terintegrasi dengan pihak terkait, menyebabkan penumpukan sampah di tempat penampungan sementara. Dari hasil penelitian ini, diperlukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan infrastruktur pengelolaan sampah di kampus. Solusi yang diusulkan mencakup penyuluhan, pelatihan, penerapan kebijakan yang lebih ketat, serta koneksi dengan pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup. Dengan demikian, kampus dapat menjadi contoh yang baik dalam praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan
Pengaruh Pupuk Fermentasi Feses Ayam Terhadap Produktivitas Kedelai ( Glycine max L. ) Lutfiatul Inayah, Septi; Sudiarti, Diah; Hasbiyati, Haning
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i1.1739

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) termasuk hasil pertanian yang banyak diolah sebagai bahan industri pangan. Tujuan penelitian yaitu membuktikan pengaruh pupuk fermentasi feses ayam terhadap produktivitas kedelai. Penelitian dilakukan dengan pola rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan yaitu perlakuan ke-1 dengan pupuk feses ayam 25%, ke-2 feses ayam 50%, ke-3 feses ayam 75%, ke-4 kontrol postif menggunakan pupuk NPK dan ke-5 kontrol negative tanpa pupuk. Uji statistik anova diperoleh: 1) nilai F hitung 0,567 dengan nilai signifikansi 0,688 pada jumlah polong; 2) nilai F hitung 0,662 dengan nilai signifikansi 0,621 pada jumlah biji; 3) nilai F hitung 0,665 dengan nilai signifikansi 0,619 pada berat basah; 4) nilai F hitung 0,603 dengan nilai signifikansi 0,662 pada berat kering. Keseluruhan uji anova diperoleh nilai signifikansi ?>0,05. Artinya pupuk feses fermentasi feses ayam yang diberikan pada kedelai tidak berpengaruh terhadap produktivitas.Kedelai (Glycine max L.) termasuk hasil pertanian yang banyak diolah sebagai bahan industri pangan. Tujuan penelitian yaitu membuktikan pengaruh pupuk fermentasi feses ayam terhadap produktivitas kedelai. Penelitian dilakukan dengan pola rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan yaitu perlakuan ke-1 dengan pupuk feses ayam 25%, ke-2 feses ayam 50%, ke-3 feses ayam 75%, ke-4 kontrol postif menggunakan pupuk NPK dan ke-5 kontrol negative tanpa pupuk. Uji statistik anova diperoleh: 1) nilai F hitung 0,567 dengan nilai signifikansi 0,688 pada jumlah polong; 2) nilai F hitung 0,662 dengan nilai signifikansi 0,621 pada jumlah biji; 3) nilai F hitung 0,665 dengan nilai signifikansi 0,619 pada berat basah; 4) nilai F hitung 0,603 dengan nilai signifikansi 0,662 pada berat kering. Keseluruhan uji anova diperoleh nilai signifikansi ?>0,05. Artinya pupuk feses fermentasi feses ayam yang diberikan pada kedelai tidak berpengaruh terhadap produktivitas.
The Inframerah untuk Kesembuhan Investigasi Terapi Terhadap Penyembuhan Luka Insisi dalam Konteks Ilmu Kesehatan Rianti, Emilia Devi Dwi; Simamora, Dorta; Ama, Fuad
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i1.1742

Abstract

Currently, alternative therapies are widely used with the aim of reducing pain, swelling and increasing blood circulation. Infrared rays are used in research as a therapy for healing incisional wounds because infrared can penetrate cells or tissue more deeply. Infrared rays in research as a therapy for healing incisional wounds. The experimental animal samples were 24 male Wistar rats treated with K (-) without infrared therapy, P1 was given infrared exposure at a distance of 24 cm and for 20 minutes. P2 was given infrared exposure at a distance of 16 cm and a time of 20 minutes and P3 was given infrared exposure at a distance of 7 cm and a time of 20 minutes. The results showed that the 12th day change in wound healing occurred in the control group = 0.1 cm; P1= 0.2 cm; P2 = 0.4 cm and P3 = 0.5 cm. The conclusion of the research was that effective infrared therapy was shown in treatment group 1 (P1) with an exposure distance of ± 24 cm, because infrared radiation entered the subcutaneous tissue without excessive stimulation or heating
Efektivitas ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan Cabe Jawa (Piper retrofractum) sebagai Insektisida Alami Hama Kutu Putih (Paracoccus marginatus) pada Tanaman Singkong (Manihot esculenta) Aswan, Mohammad Syaifudin; Nurmasari, Fitri
BIOSAPPHIRE: Jurnal Biologi dan Diversitas Vol. 3 No. 1 (2024): BIOSAPPHIRE
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biosapphire.v3i1.1745

Abstract

Tanaman singkong (Manihot esculenta) merupakan salah satu tanaman penting bagi masyarakat di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Salah satu masalah utama yang sering dihadapi oleh petani singkong adalah serangan hama kutu putih (Paracoccus marginatus). Serangan hama kutu putih dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk tumbuh dan menghasilkan cadangan makanan, yang pada akhirnya akan menyebabkan penurunan angka produksi tanaman singkong. Penggunaan insektisida kimia telah lama dilakukan sebagai langkah penanggulangan dampak hama kutu putih. Namun penggunaan insektisida kimia dalam jangka waktu yang panjang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, perlu ditemukan pembasmi hama yang minim dampak, salah satunya adalah dengan penggunaan insektisida alami. Banyak ragam dan jenis tanaman yang dapat dijadikan insektisida alami, antara lain cabe jawa (Piper retrofractum), dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan jahe merah dan cabe Jawa sebagai alternatif insektisida alami dalam mengendalikan hama kutu putih pada tanaman singkong. Hasil pengamatan dan analisis data menunjukkan bahwa Insektisida Alami dengan kandungan ekstrak Buah Cabe Jawa dengan Konsentrasi 15% menyebabkan kematian imago P. marginatus terbesar dan memiliki rata-rata Kecepatan Kematian tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

Page 2 of 2 | Total Record : 14