cover
Contact Name
M. Abi Mahrus Ubaidillah
Contact Email
mahrusabi@gmail.com
Phone
+6285731650471
Journal Mail Official
jurnalabnauna@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. A. Wahab Hasbulloh Gg. II No. 120 A Tambakberas Jombang Jawa Timur 61451, Indonesia.
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Abnauna
Core Subject : Education,
Abnauna Journal of Child Education Science is a journal dedicated to the exchange of high quality research results in all aspects of child education science. The journal publishes articles and papers in fundamental theory, experiments and simulations, as well as applications, with systematically proposed methods, adequate reviews of previous works, extended discussions and concise conclusions. As our commitment to the advancement of science and technology, the Abnauna Journal follows an open access policy and will be published periodically, namely every January and July. Abnauna: Journal of Childrens Education focuses on the following research areas Education and child development science, Development of childrens moral and religious values, Learning design at the elementary level, Learning strategies and innovation at the elementary level, Use of learning media at the elementary level, Use of learning technology at the elementary level, Evaluation of learning at the elementary level, and Development of learning curriculum at elementary level
Articles 90 Documents
IMPLEMENTASI MODEL DIRECT INSTRUCTION DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS 5 MI AL MA’RUF BEYAN Nadiroh, Intan; Wahyuniarzah, Fitria
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i1.2172

Abstract

ABSTRAK Model Interaksi Langsung, Kualitas Hasil Belajar Siswa. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Materi pelajaran yang digunakan siswa di MI Al Ma'ruf mengacu pada kurikulum K.13 dimana guru berperan sebagai fasilitator. Penerapan model interaksi langsung merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru, bertujuan agar lebih aktif dan efisien dalam penyampaian materi. Dalam penerapannya guru menggunakan 3 kegiatan yaitu pendahuluan, inti dan penutup dimana kegiatan tersebut melibatkan timbal balik yang meliputi pemahaman efisiensi dan inovasi untuk mencapai kualitas hasil pembelajaran yang maksimal. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru mempunyai cara tersendiri dalam meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Perubahan suatu proses pembelajaran terletak pada perubahan perilaku siswa dengan hasil memuaskan yang mendapat respon positif dari siswa yang dinilai meliputi aspek afektif (sikap), kognitif (pengetahuan) dan psikomotor (keterampilan). Kemudian penilaian dilakukan dengan tes yang mengacu pada 3 domain tersebut. Abstract: The Direct Intraction Model, the quality of student learning outcomes. The research method uses qualitative methods with the type of case study research. The subject matter used by students at MI Al Ma'ruf refers to the K.13 curriculum where the teacher is a facilitator. The application of the direct interaction model is teacher-centered learning, aiming to be more active and efficient in delivering the material. In its application, the teacher uses 3 activities, which are introduction, core and closing in which these activities involve reciprocity which includes understanding efficiency and innovation to achieve the maximum quality of learning outcomes. To improve student learning outcomes, teachers have their own way of improving the quality of student learning outcomes. Changes in a learning process lies in changing student behavior with satisfactory results that get a positive response from students who are assessed covering aspects of affective (attitude), cognitive (knowledge) and psychomotor (skills). Then the assessment is carried out with tests that refer to the 3 domains.
IMPLEMENTASI METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS III PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MI MIFTAHUL ULUM PACAR PELUK Humairoh, Zuni; Kahimah, Luthfiyatul
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i1.2187

Abstract

Drill is a way of teaching by providing exercises on what students have learned so that they acquire a certain skill. With this in mind, this research is focused on (1) How to implement the Drill method in learning Indonesian for class III at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum (2) How is the effectiveness of learning the drill method in Indonesian class III subjects at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum (3) How improvement of students' reading ability after applying the drill method in class III Indonesian subjects at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum. This type of research is a case study with a case study research approach. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses an analysis of checking the validity of the data by extending observations, increasing persistence in research. The results of the study show (1) the application of reading Indonesian using the drill method by students, can be classified into several stages, namely: (a) the opening stage, saying greetings and students answering together then reading hadhoroh, Al-fatihah and a series of short letters (b) core learning, conducting learning (c) closing learning carried out by all students. Then the teacher takes a position in front facing all students to lead the prayer as usual the teacher gives the signal. The results of the study indicate that the drill method can improve students' reading skills, it can be seen that the average value of learning outcomes has increased. The data obtained from participants who completed learning reached 17 students and those who did not completed as many as 10 students with a success percentage of 50%, indicating that there is a improvement of learning outcomes of students who completed reached 18 students and who did not complete as many as 9 students with a percentage of 60%., students who completed learning reached 21 students and those who had not completed as many as 6 students.
KOMUNIKASI PERSUASIF WALI KELAS TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DEMOKRATIS SISWA Hasanah, Fitrotin
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i1.2188

Abstract

Dalam kejadian sehari-hari yang sering kita jumpai banyak siswa yang kurang sadar akan kewajibannya sebagai seorang siswa, dalam hal ini peran guru dalam mengarahkan siswa pada tanggung jawabnya sangat diharapkan, komunikasi yang efektif dari guru pada siswa diharapkan mampu mendorong terciptanya suatu sikap atau kepribadian yang lebih baik lagi. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang implementasi komunikasi persuasif wali kelas terhadap pembentukan karakter demokratis siswa kelas III di min 3 jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Data yang didapat dari hasil observasi dan wawancara dengan walikelas, guru, dan siswa kelas III yang dimulai dari tanggal 3 februari s/d 5 maret 2019. Hasil dari penelitian ini membahas tentang komunikasi persuasif terhadap pembentukan karakter demokratis siswa. Kata kunci :Komunikasi Persuasif wali kelas, karakter demokratis siswa. In everyday events that we often encounter many students who are less aware of theirrights and obligations as a student, in this case the role of the teacher in directing students to their responsibilities is expected, effective communication from the teacher to students is expected to encourage the creation of an attitude or better personality. This study aims to determine how the implementation of homeroom persuasive communication towards the formation of democratic character of class III students in min 3 jombang. This study uses a descriptive qualitative approach. Data obtained from observations and interviews with Walikelas, teachers, and Class III students starting from February 3 to March 5 2019. The results of this study discuss persuasive communication towards the formation of democratic character of students. Keywords: Persuasive communication of homeroom, democratic character of students.
OPTIMALISASI METODE BERMAIN, CERITA, MENYANYI (BCM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS I DI MI UMAR ZAHID SEMELO Putri Sari, Citra; Azizah, Maulidah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i1.2189

Abstract

ABSTRAK: Proses pembelajaran di MI Umar Zahid Semelo khususnya kelas 1 guru, masih menggunakan metode konvensional yaitu metode yang berpusat pada penjelasan guru, penelitian ini dilakukan karena hasil belajar siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran aqidah dan akhlak. Subjek yang diteliti adalah kelas 1 yang berjumlah 28 siswa. Penelitian ini menggunakan analisis model aliran data, data yang dikumpulkan berasal dari observasi, wawancara, dokumentasi foto, dan tes. Pada tahap prasiklus hanya 8 siswa yang mampu tuntas dengan persentase 28,57% dengan rata-rata 65,71%, hasil belajar dari siklus 1 berjumlah 13 siswa dengan persentase ketuntasan 46,42% dengan rata-rata 74,10 %, pada siklus 2 hasil belajar siswa berjumlah 20 siswa mencapai persentase ketuntasan sebesar 71,42% dengan rata-rata 79,28%. Sedangkan pada siklus 3 meningkat menjadi 28 siswa yang tuntas dengan hasil belajar persentase ketuntasan 100% dengan rata-rata 98,03%. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode bermain, bercerita, bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 Asmaul Husna MI Umar Zahid Semelo. Keywords: Playing Method, Story, Singing (BCM), Learning Outcomes. ABSTRACT : The learning process at MI Umar Zahid Semelo Especially Class 1, teachers still use the conventional method, namely the method that is centered on the teacher's explanation, this research was conducted because student learning outcomes are still low. The purpose of this study was to improve student learning outcomes in the subjects of aqidah and morals. The subjects studied were class 1 totaling 28 students. This study uses a data flow model analysis, the data collected comes from observations, interviews, photo documentation, and tests. At the pre-cycle stage only 8 students were able to complete with a percentage of 28.57% with an average of 65.71%, learning outcomes from cycle 1 consisted of 13 students with a percentage of completeness of 46.42% with an average of 74, 10%, in cycle 2 the student learning outcomes consisted of 20 students achieving a mastery percentage of 71.42% with an average of 79.28%. while in cycle 3 it increased to 28 students who completed with learning outcomes the percentage of completeness was 100% with an average of 98.03%. It can be concluded that by using playing, storytelling, singing methods, it can improve the learning outcomes of grade 1 students in Asmaul Husna at MI Umar Zahid Semelo.
PENERAPAN METODE BERNYANYI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TEMA 2 DI KELAS II MI BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG Abrivani, Vivi; Sholichah, Lilik Wahidatus
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i1.2190

Abstract

Abstrak : Metode yang digunakan peneliti untuk proses belajar mengajar adalah metode bernyanyi. Metode menyanyi adalah pembelajaran dengan menggunakan puisi air yang dinyanyikan, tujuannya agar siswa tidak bosan dalam menerima pelajaran khususnya tematik perkalian meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, karena metode menyanyi bertujuan untuk mengetahui secara langsung kemampuan peserta didik untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan pada Pra Siklus Masuk kategori Berlatih Lagi. dan. Pada siklus I  masuk kategori Bagus, siklus II Termasuk kategori cukup bagus. Terjadi peningkatan dari Pra siklus,siklus 1 ke siklus 2. Hasil belajar tematikdengan menerapkan metode bernyanyi tergolong sangat bagus. Hasil penelitian ini dapat terlihat dari rata-rata pra-siklus dan siklus yang mana Pra Siklus memperoleh nilai 56, 42% sedangkan siklus I mencapai nilai 87%, Siklus II mencapai 96% terjadi peningkatan yang sangat baik.   Abstract: The method used by researchers for the teaching and learning process is the singing method. The singing method is learning using sung water poetry, the aim is so that students do not get bored when receiving lessons, especially the multiplication thematic, to improve student learning outcomes. The research used is classroom action research, because the singing method aims to directly determine students' abilities to improve student learning outcomes. The research results showed that the Pre-Cycle entered the Practicing Again category. And. In cycle I it is in the Good category, cycle II is in the quite good category. There was an increase from Pre-cycle, cycle 1 to cycle 2. Thematic learning results by applying the singing method were classified as very good. The results of this research can be seen from the average pre-cycle and cycle where the Pre-Cycle obtained a score of 56.42%, while the first cycle achieved a score of 87%, the second cycle reached 96%, there was a very good improvement.
Implementasi Teknologi Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Berdiferensiasi Waton, Muhammad Nasrul
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2251

Abstract

ABSTRAK Teknologi dalam dunia pendidikan dijadikan sebagai alat untuk memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan pendidikan di Indonesia yang memberikan kebijakan agar sekolah lebih mandiri dalam menentukan isi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Keberagaman siswa tersebut menjadi tantangan bagi seorang pendidik untuk melakukan berbagai upaya agar proses pembelajaran yang dilaksanakan membawa keberhasilan bagi setiap siswa di kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan seorang pendidik untuk memastikan bahwa pembelajaran berlangsung dengan cara yang paling efektif untuk memenuhi beragam kebutuhan belajar siswa adalah pembelajaran yang dibedakan. Pembelajaran yang dibedakan sebagai suatu pendekatan memungkinkan pendidik mempertimbangkan perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa, serta memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Metode penelitian yang penulis gunakan untuk membuat artikel ini adalah penelitian kepustakaan. .teknologi pembelajaran ada berdasarkan alasan (1) teknologi pembelajaran dapat lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan; (2) teknologi pembelajaran lebih menunjukkan penekanan pada masalah belajar dan mengajar. Salah satu permasalahan pembelajaran pada kurikulum mandiri yang dihadapi pendidik adalah model pembelajaran yang berdiferensiasi. Pembelajaran terdiferensiasi merupakan suatu model pembelajaran yang menyikapi kemajuan yang sedang berlangsung dari setiap model pembelajaran siswa berdasarkan apa yang telah diketahui dan dipelajari siswa, kemudian siswa dapat memilih model pembelajaran sesuai dengan kegemarannya. Mereka membayangkan confabulate menciptakan rencana merancang pembelajaran yang dibedakan meliputi 1) diferensiasi konten; 2) diferensiasi proses; 3) diferensiasi produk. Kata Kunci : Teknologi Pendidikan, Pembelajaran Berdiferensiasi   ABSTRACT Technology in the world of education is used as a tool to provide convenience in the learning process. the Merdeka curriculum is one of the education policies in Indonesia that provides policies for schools to be more independent in determining content and learning methods that suit the needs of students. The diversity of these students is a challenge for an educator to make various efforts to ensure that the learning process carried out brings success to every student in the class. One strategy that an educator can use to ensure that learning takes place in the most effective way to meet the diverse learning needs of students is differentiated learning. Differentiated learning as an approach allows educators to consider differences in learning styles, interests, and abilities of students, and provide learning experiences that suit their individual needs. The research method that the author used to create this article is library research. .learning technology exists based on the reasons (1) learning technology can more accurately describe the function of technology in education; (2) learning technology shows more emphasis on learning and teaching problems. One of the learning problems in the independent curriculum faced by educators is the differentiated learning model. Differentiated learning is a learning model that responds to the ongoing progress of each student's learning model based on what students already know and have learned, and then students can choose a learning model according to their passion. Their them imagine confabulate invent plan contrive differentiated learning includes 1) content differentiation; 2) process differentiation; 3) product differentiation. Keywords : Educational Technology, Differentiated Learning
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE RECIPROCAL TEACHING (PEMBELAJARAN TERBALIK) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI TEKS BACAAN SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH RIYADLATUL FALLAH Hasanah, Fitrotin; Rahmah, Maudi'ir
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2293

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap suatu teks bacaan, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode reciprocal teaching (reverse learning) pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiiyah Riyadlatul Fallah. Madrasah Ibtidaiyah Riyadlatul Fallah dijadikan sebagai tempat penelitian karena diketahui banyak siswa yang kesulitan memahami suatu bacaan atau teks dalam pelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa yaitu sebelum pertemuan pertama (I) yaitu sebesar 57,2% dan peningkatan dengan penerapan metode reciprocal teaching (reverse learning) pada pertemuan pertama (I) yaitu sebesar 63,2% dan pada pertemuan II (II) penerapan metode reciprocal teaching (reverse learning) sebesar 71,3%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode reciprocal teaching ( reverse learning) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam memahami teks bacaan pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Kata Kunci : Efektivitas Pembelajaran, Pembelajaran Terbalik. Kemampuan Siswa   ABSTRACT This study aims to determine students’  understanding of a reading text, student activities, and student learning outcome using the reciprocal teaching method (reverse learning) in Indonesian subjects at Madrasah Ibtidaiiyah Riyadlatul Fallah. Madrasah Ibtidaiyah Riyadlatul Fallah was used as a place of research because it was known that many students had difficulty understanding a reading or teks in Indonesian lessons. This type of research with a descriptive approach. Data collection techniques, interviews, and documentation. The instruments in this study were observation sheets and interview sheets. Data analysis uses an interactive model which includes data reduction, data presentation, verification and conclusion drawing. The results showed that there was an increase in student learning outcomes, namely before the first meeting (I) which was 57,2% and an  increase with the application of the reciprocal teaching method (reverse learning) at the first meeting (I) which was 63,2% and at the second meeting (II) the application of the method of reciprocal teaching (reverse learning) is 71,3%. Bassed on these results, it can be concluded that the application of the reciprocal teaching method ( reverse learning) can improve student learning outcomes in understanding a reading text in Indonesian subjects. Keywords : Learning Effectiveness, Reciprocal Teaching Method (Reverse Learning), Student Understanding
PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ ‘AMMA METODE ‘UMMI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MENGHAFAL AL-QUR’AN (STUDI KASUS DI MIN I JOMBANG) Nadiroh, Intan; Farikhah, Iftahul
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2491

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran Juz 'Amma di MIN 1 berbeda dengan sekolah pada umumnya, karena menggunakan metode Ummi yang mana sebelum sampai di kelas Tahfidz Juz 'Amma mereka sudah menyetorkan Tajwid dan ghorib (menghafal dan memahami ilmu-ilmu tersebut), serta telah melalui ujian disebut munaqosyah. Proses menghafal dan menyetorkan hafalan juga dilakukan secara langsung dan apabila belum hafal maka dilakukan pengulangan pada saat proses muroja’ah. Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif atau yang sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena penelitian dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting), dan sering berkembang setelah peneliti terjun ke lapangan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai suatu proses penyelidikan atau pemeriksaan yang mendalam, terperinci, dan terperinci terhadap suatu peristiwa tertentu atau sosial yang terjadi. Pembelajaran tahfidz juz ‘Amma metode Ummi terdiri dari 7 tahap, yaitu : a) pembukaan, menurut sukiman dan kasmad pembukaan bertujuan untuk menciptakan suasana kegembiraan mental, dan memusatkan perhatian siswa. b) apersepsi, mengulangi materi yang telah diajarkan sebelumnya, c) pelapisan konsep, d) pemahaman, e) keterampilan mengamalkan, F) evaluasi, g) penutup mengkondisikan anak agar tertib kemudian membaca doa penutup, dan diakhiri dengan a kata penutup dan diakhiri dengan salam penutup dari ustadz atau ustadzah. Jadi, pembelajaran tahfidz juz Amma dengan metode Ummi sebagai alasan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menghafal Al-Qur’an, untuk memperoleh bacaan yang berkualitas telah melalui proses yang cukup panjang dan melibatkan para ahli, serta disiplin untuk selalu muroja’ah, demi kepentingan menjaga hafalan Al-Quran. Kata Kunci : Menghafal Juz ‘Amma, Metode Ummi, Kedisiplinan Menghafal Qur’an ABSTRCT Juz ‘Amma lerning at MIN 1 is different from schools in general, because it uses the Ummi method whinch before arriving at the Tahfidz Juz ‘Amma class they have deposited Tajweed and ghorib (memorized and understands these sciences), and has gone trough a test called munaqosyah. The process of memorizing and depositing memorization is also carried out immediately and if you have not memorized it, then is the repeated durin the muroja’ah process. The research used is a type of qualitative research, or what is often called a naturalistic research method because the research is carried out in natural conditions (natural settings), and often develops after the researcher enters the field. This type of research uses a case study approach. This type of research uses a case study approach. A case study is simply defined as an in-depth, detailed, and detailed investigation or examination process on a particular or secial event that occurred..Tahfidz juz ‘Amma’s learning in the Ummi method consists of 7 stages, namely: a) opening, according to sukiman and kasmad, the opening aims to create an atmosphere of mental radiness, and to focus students’ attention. b) apperception, repeating the material that has been taught previously, c) concept plating, d)understanding, e) skills of practice, F) evaluation, g) closing conditioning the child to be orderly then reading closing prayer, and ending with a closing pryer and ending with a closing greeting from the ustadz or ustadzah. So, learning tahfidz juz Amma with the Ummi method as a reason to improve student discipline in memorizing the Qur’an, to obtain quality reading has gone through a fairly long process and involves experts, and discipline to always muroja’ah, for the sake of maintaining memorization of the Qur’an. Keywords: Tahfidz Juz ‘Amma, Ummi Method, Disciplin to Memorize the Qur’ane.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG PENJULAHAN BILANGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEMPOA PADA MATA PELAJARAN TEMATIK KELAS II MI MA’ARIF PENDOWOKUMPUL Putri Sari, Citra; Cahya Pertiwi, Priceski
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2492

Abstract

ABSTRAK Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah keterampilan berhitung. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentingnya, maka perlu ada perhatian besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Salah satu tujuan Kurikullum 2013 adalah terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan adanya media pembelajaran, diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna sesuai salah satu dari tujuan K13 tersebut. Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah kemampuan berhitng. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentinya, maka perlu ada perbaikan besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik Kelas II MI Ma’arif Pendowokumpul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam memperoleh data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data (Data Display), dan tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Subyek dari penelitian ini adalah guru mata pelajaran Tematik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik kelas ii MI Ma’arif Pendowokumpul sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan penggunaan sempoa dengan metode kooperatif tipe STAD dapat mempercepat pemahaman berhitung dan keaktifan peserta didik dalam merespon materi dari guru didalam dalam pembelajaran.. Peningkatan kualitas belajar secara lebih jelas dapat dilihat melalui peningkatan kegiatan nilai harian maupun penilaian tengah semester peserta didik. Kata kunci: Media Sempoa, Keterampilan Berhitung ABSTRACT One of the basic skills that must be mastered at the basic education stage is numeracy skills. In addition, in everyday life a person cannot be separated from mathematical problems. Because it is so important, there needs to be great attention to the success of elementary school children's numeracy learning. One of the objectives of the 2013 Curriculum is the creation of more meaningful learning. With the learning media, it is expected that learning will be more meaningful according to one of the objectives of the K13. In this study, the authors wanted to know the improvement of addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of Class II MI Ma'arif Pendowokumpul. This study uses a descriptive qualitative approach. In obtaining data, researchers used the methods of observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study includes the data reduction stage, the data display stage, and the conclusion drawing stage. Checking the validity of the data using triangulation of data sources. Subject of this research is the teacher of Thematic subjects. The results of this study concluded that the increase in addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of class II MI Ma'arif Pendowokumpul has been going well. This can be proven by the use of the abacus with the STAD type cooperative method can accelerate the understanding of arithmetic and the activeness of students in responding to the material from the teacher in learning. The improvement in the quality of learning can be seen more clearly through the increase in daily value activities and mid- semester assessments of students. Keyword : Abacus Media, Counting Skills
PENGEMBANGAN BUKU DONGENG BERGAMBAR PADA MATA PELAJARAN TEMATIK TEMA 2 KELAS III DALAM MENINGKATKAN KARAKTER SOSIAL SISWA Hidayah, Bashirotul; Salamah, Ummu
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2546

Abstract

ABSTRAK Kurangnya intensitas interaksi saat ini menyebabkan peserta didik membentuk kelompok pertemanan tertentu sehingga sulit menumbuhkan kerjasama serta karakter sosial dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mengembangkan buku dongeng bergambar pada mata pelajaran tematik tema 2 kelas III dalam meningkatkan karakter sosial siswa di MI PPI Bintang Sembilan Babat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (penelitian dan pengembangan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan angket. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswi kelas III MI PPI Bintang Sembilan Babat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Penerapan dongeng fabel bergambar menggunakan dongeng fabel dengan cuplikan ilustrasi. 2. Peserta didik sangat antusias saat pembelajaran menggunakan produk buku dongeng bergambar. Peserta didik mampu memahami serta menerapkan nilai-nilai karakter yang telah diajarkan model pengembangan borg and gall dengan melalui berbagai prosedur pengembangan. 3. Bentuk peningkatan kepedulian social siswa dapat dilihat melalui beberapa sikap peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 66.97% sebelum pelaksanaan pengembangan buku dongeng bergambar, sedangkan nilai rata-rata sebesar 87.10% diperoleh setelah pelaksanaan pengembangan buku dongeng bergambar. Kata Kunci: Buku Bergambar, Dongeng, Pendidikan Karakter, Karakter Sosial ABSTRACT The current lack of interaction intensity causes students to form certain friendship groups, making it difficult to foster cooperation and social character in the classroom. This research aims to find out and develop picture fairy tale books in thematic subjects of theme 2 class III in improving the social character of students at MI PPI Bintang Sembilan Babat. This research is a type of R&D (research and development) research. The data collection instruments used were interviews, observations and questionnaires. The subjects in this research were class III students at MI PPI Bintang Sembilan Babat. The results of this research show that 1. The application of illustrated fables uses fables with illustrated excerpts. 2. Students are very enthusiastic when learning using picture fairy tale book products. Students are able to understand and apply the character values that have been taught in the borg and gall development model through various development procedures. 3. Forms of increasing students' social awareness can be seen through several student attitudes with an average score of 66.97% before the development of the illustrated fairy tale book, while an average score of 87.10% was obtained after the implementation of the development of the illustrated fairy tale book. Keywords: Picture Books, Fairy Tales, Character Education, Social Character