cover
Contact Name
Chrest Thessy Tupamahu
Contact Email
jurnalmakarios@gmail.com
Phone
+6282334056053
Journal Mail Official
i3jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No.5
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual
ISSN : 28299124     EISSN : 28299132     DOI : https://doi.org/10.52157/mak
Jurnal Makarios merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi Kontekstual yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Injil Indonesia. Jurnal Makarios menerima artikel dari semua dosen, mahasiswa, dan alumni di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi, maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. Focus dan Scope Jurnal Makarios, yaitu: Teologi Kontekstual, Teologi Penginjilan, Teologi Kontemporer, Kontekstualisasi Misi, Antropologi Budaya, dan Sosiologi Agama. Jurnal Makarios terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November, serta menyediakan akses terbuka langsung ke isinya (content).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2024): November" : 5 Documents clear
Efektivitas Konseling Pastoral dalam Mengatasi Krisis Peran Suami di Era Modern Pandu, Imanuel Yunus; Wahyuni, Sri
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.321

Abstract

Era modern menyebabkan terjadinya perubahan sosial, ekonomi, dan budaya, dimana pergeseran peran gender sangat terlihat sangat mempengaruhi tatanan dalam rumah tangga. Banyak perempuan atau istri memiliki peluang berkarir dan menghasilkan uang cenderung menggeser peran suami dalam menafkahi keluarga. Pergeseran peran ini mempengaruhi peran lainya, seperti peran kepemimpinan suami, istri yang mampu menafkahi keluarga memiliki peluang berperan sebagai pemimpin keluarga, memiliki andil besar dalam pengambilan keputusan. Bagi sejumlah orang kini sudah tidak tabu lagi memandang laki-laki yang melakukan urusan-urusan rumah tangga seperti mengasuh anak dan urusan domestik lainya. Pergeseran-pergeseran ini menunjukkan telah terjadinnya krisis peran, khusunya bagi suami. Keadaan ini menyalahi hierarki rumah tangga khususnya dalam keluarga Kristen, dimana peran kepemimpinan, menafkahi, pengambilan keputusan yang semestinya dijalankan oleh suami kini bergeser. Krisis peran suami dalam keluarga di era modern menjadi masalah signifikan yang mempengaruhi kesejahteraan keluarga secara keseluruhan yang berpotensi pada perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas peran konseling pastoral dalam mengatasi krisis peran suami, dengan fokus pada peningkatan pemahaman dan pelaksanaan peran mereka sebagai pemimpin keluarga, penyedia, dan pemimpin rohani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi literatur dengan mengumpulkan berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dokumen resmi, dan sumber digital terkait. Hasil penemuan ini menunjukkan bahwa efektivitas konseling pastoral dapat berperan dalam mengatasi krisis peran suami dalam beberapa hal, yaitu: Pertama, menjalin persahabatan/relasi; kedua, bimbingan spiritual; ketiga, membangun konsep diri; keempat, menyediakan dukungan dan pengarahan.
Mengusik Ekslusivisme dalam Pelayanan Okultisme Serta Tanggapan Teologisnya: Harus Memiliki Kualifikasi, Namun Tidak Ekslusif Blegur, Romelus; Wahyudi, Hari
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.310

Abstract

Pelayanan okultisme merupakan salah satu pelayanan yang penting dalam kekristenan, sebab berkaitan langsung dengan tantangan utama iman Kristen yaitu kuasa Iblis. Sudah semestinnya pelayanan ini dapat dilakukan oleh semua orang percaya yang telah diselamatkan, namun kenyataannya tidak demikian sebab yang sering tampak adalah pelayanan tersebut ditangani oleh figur-figur ekslusif yang dianggap khusus dan lebih berkompetensi. Hal ini menjadi masalah sebab dapat menggiring pelayanan Tuhan Yesus yang telah didelegasikan kepada gereja dan orang percaya masuk dalam ekslusivisme yang sempit. Tujuan penelitian ini adalah mengusik masalah eksluvisme dalam pelayanan okultisme sebagaimana yang sering terjadi melalui penyelidikan, dan kemudian memberikan tanggapan teologis atas masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis isi dengan mengacu pada teks-teks jurnal online dan buku cetak. Hasil dari pembahasan ini adalah bahwa pelayanan okultisme dapat dilakukan oleh semua orang percaya yang telah diselamatkan dan hidup di bawah kuasa Tuhan Yesus Kristus. Beberapa kualifikasi yang perlu adalah kualifikasi diri yang diselamatkan, kualifikasi spiritualitas hidup yang baik berdasarkan prinsi-prinsip teologis dan alkitabiah, serta kualifikasi moral yang baik menurut iman dan etika Kristen. Kualifikasi-kualifikasi tersebut mutlak diperlukan, namun tidak bersifat ekslusif.
Model Harmonisasi Unitas Allah Tritunggal dan Sumbangsihnya bagi Hamba Tuhan Masa Kini Leyder, Raymond Alexander
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.311

Abstract

Doktrin Allah Tritunggal adalah doktrin sentral kekristenan tetapi sulit dimengerti tanpa didalami atau dipelajari dengan saksama. Doktrin ini juga jarang dikhotbahkan secara sistimatis dan kurang bahkan tidak sama sekali diajarkan dalam kelas pembinaan iman terutama gereja-gereja yang beraliran Pentakosta dan karismatik. Padahal doktrin-doktrin utama ini dapat menghasilkan suatu pengetahuan atau pandangan yang sangat berguna bahkan dapat menjadi jawaban atau jalan keluar dari permasalahan yang tidak terselesaikan/terpecahkan dalam gereja dalam kaitannya dengan doktrin. Melalui penelitian ini penulis mengharapkan agar orang percaya khususnya para hamba Tuhan memahami betapa pentingnya memahami doktrin Allah Tritunggal. Penulis juga mengharapkan agar harmonisasi kesatuan Allah Tritunggal yang pada gilirannya menjadi suatu model yang diterapkan dalam persekutuan para hamba Tuhan dalam mengembalakan jemaat. Penulisan ini menggunakan penelitian yang didasarkan pada metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Dengan demikian, data yang dikumpulkan bersifat sistematis, relevan, dan dijelaskan secara alami. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, doktrin Allah Tritunggal efektif sebagai dasar membangun kesatuan hidup atau harmonisasi hamba Tuhan dalam hal kasih, kesucian, kesetiaan, ketaatan, dan pengorbanan.
Pelayanan Pastoral Terhadap Orang yang Berdukacita Karena Kematian Kerabat yang Dikasihi Abednego, Abednego
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.318

Abstract

Dukacita atau kedukaan merupakan situasi dimana seseorang mengalami keadaan yang sangat memilukan atau menyedihkan dalam hidupnya, karena terputusnya hubungan dengan orang yang dikasihi, terlebih itu dikarenakan kematian, Dimana hubungan akan terputus untuk selama-lamanya. Situasi ini merupakan hal yang serius karena kedukaan menyebabkan gangguan pada seluruh aspek kehidupan baik itu psikologis maupun spiritualitas, yang jika tidak disikapi dengan baik akan berakibat fatal, bisa menyebabkan kesedihan yang berkelanjutan, depresi atau stress dan bahkan bunuh diri. Maka diperlukan pelayanan pastoral dengan tujuan mendampingi orang atau keluarga yang sedang berdukacita untuk pulih dan menjalani kehidupan kembali dengan penuh semangat dan berpengharapan didalam Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan langkah-langkah: pengumpulan, klasifikasi dan analisis, membuat kesimpulan dan laporan dengan tujuan utama untuk membuat penggambaran tentang suatu keadaan secara objektif dalam suatu deskripsi. Hasil penelitian ini ialah  kedukaan merupakan situasi yang pasti akan dialami oleh semua orang, kedukaan yang sangat menyakitkan ialah kematian orang yang dikasihi, tingkat kedukaan dipengaruhi oleh hubungan orang yang ditinggalkan dengan yang meninggal dan penyebab kematiannya, peran pelayanan pastoral sangat penting untuk mendampingi orang yang berdukcita sehingga mengalami pemulihan.
Mengatasi Krisis Identitas Remaja Kristen: Faktor Penyebab dan Upaya Penanganannya Anda, Matalius; Gea, Leniwan Darmawati
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.332

Abstract

Remaja adalah masa yang sangat membutuhkan pendampingan secara intens dan pemahaman tentang identitas mereka yang sesungguhnya, apalagi sebagai komunitas Kristiani. Jika tidak demikian maka remaja akan mengalami krisis identitas yang dapat merusak kepribadian mereka dan berdampak pada seluruh hidup mereka. Masalah tersebut telah banyak terjadi dan menjadi perhatian dari berbagai pihak. Krisis jati diri dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal melalui berbagai cara. Penelitian ini memiliki tujuan menyelidiki jati diri remaja Kristen dan krisis yang mengancam identitas mereka, serta upaya untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa upaya yang efektif dalam mengatasi krisis identitas remaja Kristen yaitu: pertama, membimbing remaja memahami diri sebagai gambar dan rupa Allah, sebab hanya melalui Allah sajalah remaja menemukan diri mereka yang sesungguhnya. Kedua, memberi dukungan moril maupun spiritual dalam keluarga. Ketiga, mengolah keseimbangan diri remaja untuk mengatasi kondisi mereka yang cenderung labil. Keempat, melakukan konseling untuk memulihkan gambar diri remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 5