cover
Contact Name
Ambrosius A.K.S. Gobang
Contact Email
latararsitektur@gmail.com
Phone
+6281246874647
Journal Mail Official
latararsitektur@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kesehatan No. 3 Maumere, Flores NTT 86112
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
LATAR, Jurnal Arsitektur
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : -     EISSN : 29875099     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur LATAR menyajikan artikel berdasarkan hasil penelitian arsitektur secara mikro, mezo dan makro. Artikel-artikel yang diterbitkan mencakup aspek kajian arsitektural yaitu : Perencanaan dan Perancangan Arsitektur; Ilmu dan Teknologi Bangunan (Building Science); Perkotaan dan Pemukiman; Teori dan Sejarah Arsitektur; Arsitektur Nusantara (Vernakular dan Tradisional); Sarana dan Prasarana Perkotaan; Struktur dan Konstruksi Bangunan; Penerapan Teknologi Komputasi Arsitektur (BIM).
Articles 46 Documents
Implemestasi Konsep Green Nature Pada Perancangan Tempat Pengolahan Sampah Teknologi Insenerasi di Kabupaten Trenggalek Laksono, Guntur; Harsanjo, Benny Bintarjo Dwi
Jurnal Latar Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i2.76

Abstract

Masalah sampah kerap menjadi sorotan masyarakat setiap tahun, terutama karena jumlah sampah yang dihasilkan terus meningkat. Tantangan utama terkait sampah di kawasan metropolitan adalah bertambahnya volume sampah setiap tahun, sementara kapasitas tempat pengelolaan akhir (TPA) semakin terbatas. Kabupaten Trenggalek merupakan daerah yang memiliki populasi penduduk yang lumayan tinggi. Pada tahun 2020 tercatat 753.820 jiwa (local dan non local). Sehingga meyebabkan meningkatnya volume sampah disetiap tahunya. Peningkatan sampah ini terjadi karena setiap aktivitas manusia sehari-hari pasti menghasilkan limbah. TPA Srabah, yang berfungsi sebagai tempat pengelolaan akhir, berada di Kabupaten Trenggalek, tepatnya di Desa Srabah, Kecamatan Bendungan, sekitar 7 km dari pusat kota. Kemudian dari hasil penelitian warga Kabupaten Trenggalek masih kurang teredukasi terhadap permasalahan sampah sehingga  pemerintah Kabupaten Trenggalek Mengupayakan penuntasan permasalahan sampah dengan sasaran meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pembuangan sampah yang bertujuan menghasilkan rancangan desain baru tempat pembuangan akhir yang responsif ataupun relevan dengan pola hidup di era new normal.
Analisis Geografi Terhadap Kerentanan Bencana Tsunami Di Wilayah Pesisir Utara Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur Menggunakan Sistem Informasi Geografis Kristy, Ray; Kiki, Friskilia
Jurnal Latar Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i2.78

Abstract

Kabupaten Sikka merupakan kabupaten yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur dengan tingkat rentan tsunami yang cukup tinggi. Hal ini karena Kabupaten Sikka berada dekat dengan zona subduksi lempeng tektonik Australia dan Eurasia serta dipengaruhi oleh sesar- sesar aktif di sepanjang Pulau Flores. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang berpengaruh pada kerentanan bencana tsunami, kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.7.1. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisis tersebut pesebaran kerentanan bencana tsunami di wilayah pesisir utara Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur memiliki sebaran wilayah yang termasuk dalam tingkat tingkat kerentanan sangat tinggi mempunyai luasan sebesar 30.55 km dengan presentase 1,8% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan tinggi mempunyai luasan sebesar 76,63 km dengan presentase 4,5% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan menengah mempunyai luasan sebesar 137,82 km dengan presentase 8,1% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan rendah mempunyai luasan sebesar 362,29 km dengan presentase 21,4% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura. Wilayah dengan kategori tingkat kerentanan sangat rendah mempunyai luasan sebesar 1087,34 km dengan presentase 64,2% yang meliputi sebagian dari Kecamatan Magepanda, Alok barat, Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Waigete, Talibura.
Penerapan Transit Oriented Development (TOD) Di Kota Tangerang Taki, Herika Muhamad; Ajeng Pramesthi Rinjani; Andi Sabrianti Najamuddin
Jurnal Latar Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i2.79

Abstract

Perkotaan berkelanjutan memerlukan adanya keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Berkelanjutan secara ekonomi adalah dalam pengertian pencapaian pertumbuhan yang berkelanjutan dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Saat ini kinerja ekonomi secara nasional terutama di kawasan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi membuat biaya ekonomi tinggi akibat dari penataan ruang dan transportasi yang buruk. Pembangunan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) adalah suatu konsep pengelolaan ruang dan transportasi secara terintegrasi. Penelitian ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui karakteristik TOD apa saja yang sudah diimplementasikan pada kawasan stasiun kota Tangerang sebagai kawasan transit berbasis TOD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam penyusunannya dengan di lakukannya penataan pada kawasan stasiun kota Tangerang akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum yang saling terintegrasi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan bermobil untuk menjadikan kawasan di sekitar stasiun kota Tangerang lebih bersih dan tertata, sehingga dapat mencerminkan citra kota yang baik.
Analisis Pembentuk Ruang Komersial di Pasar Kapasan di Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik Hayqel Sukma, Tiara; Hastijanti, Retno; Murti, Farida
Jurnal Latar Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i2.80

Abstract

Abstrak Pasar adalah tempat di mana proses jual-beli dilakukan. Pasar merupakan ruang komersial, dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan perdagangan maupun bernilai niaga tinggi, yang biasanya mengorbamlan nilai budaya dan sosial (Lestari, 2016). Dalam penelitian ini, kita akan melihat bagaimana kegiatan jual beli yang dilakukan oleh masyarakat di Pasar Kapasan yang terletak di Jalan Kapasan Surabaya. Pasar Kapasan didominasi oleh penjual kain dan pakaian. Maka dari itu, pasar ini bisa dikembangkan mengikuti trend. Dengan beberapa penilaian mengenai komponen dalam pembentukan ruang diantaranya, keterbatasan ruang dan ruang, sirkulasi dan atap. Metodologi yang dilakukan adalah dengan megambil data kualitatif dan kuantitatif serta melakukan wawancara dengan pengguna.
Analisa Indeks Kualitas Infrastruktur Jalan Dan Jembatan Di Kabupaten Sikka Yuneta, Margaretha; Servianus, Yohanes Viva; Keytimu, Claudia Ekarista Sika
Jurnal Latar Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i2.83

Abstract

Infrastruktur dasar merupakan tulang punggung pembangunan suatu daerah, yang meliputi jaringan transportasi, air bersih, sanitasi, energi, dan telekomunikasi. Kualitas infrastruktur, baik yang keras fisik (jalan dan jembatan) memainkan peran vital karena merupakan penggerak perekonomian. Hal ini tidak terlepas dari dengan terkoneksinya seluruh akses jalan dan kondisi infrastruktur yang mendukung, masyarakat dengan mudah memasarkan hasil sumber daya alam (SDA) yang selama ini dihasilkan. Karena dengan tembusnya infrastruktur, hasil pertanian dan perkebunan akan sangat cepat dijual ke pasaran, tanpa harus menunggu waktu berhari-hari. Oleh karena itu, perkembangan kualitas infrastruktur sangatlah perlu ditinjau tiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi infrastruktur dasar yakni jalan dan jembatan di Kabupaten Sikka pada tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus atau studi lapangan, selanjutnya data diolah dan dianalisis menggunakan software excel 2019 dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Kondisi jalan raya adalah rusak sedang (61,67%) dan kondisi jembatan adalah rusak ringan (89,28%).
Analisis Tapak dan Pelaku Pada Pengembangan Terminal Tipe B Minak Koncar di Kabupaten Lumajang Hadi Subagio, Mohammad Rafli; Mufidah
Jurnal Latar Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal LATAR (Desember)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i2.90

Abstract

Terminal Minak Koncar Tipe B di Kabupaten Lumajang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas transportasi, namun menghadapi kendala seperti keterbatasan kapasitas dan fasilitas. Penelitian ini menganalisis tapak dan pelaku terminal untuk mendasari pengembangan yang lebih efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak terminal memiliki potensi, namun ruang dan aksesibilitas perlu ditingkatkan. Selain itu, pelaku utama penumpang, pengelola, penjemput, dan sopir menghadapi masalah kepadatan, fasilitas terbatas, dan kurangnya integrasi transportasi. Pengembangan terminal disarankan untuk fokus pada peningkatan kapasitas ruang, penataan tapak, serta integrasi sistem transportasi yang lebih baik, guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan, serta mendukung perekonomian lokal.