Articles
46 Documents
Peran Arsitektur Digital Pada Bangunan Ramah Lingkungan
Khuluk, Nazaruddin;
Purwanto, L.M.F.
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v2i1.44
Penelitian ini membahas peran penting arsitektur digital dalam mempromosikan keberlanjutan bangunan melalui penerapan Building Information Modeling (BIM), simulasi energi, penggunaan material berkelanjutan dan penggunaan Internet of Things dalam pemantauan lingkungan. BIM menjadi landasan kolaborasi efektif antara pemangku kepentingan dalam tahap perencanaan dan konstruksi dan simulasi energi memberikan perspektif yang mendalam terhadap efesiensi energi bangunan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teoritis tentang konsep arsitektur digital dan bangunan ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemilihan material berkelanjutan menjadi fokus khusus dalam meminimalkan dampak ekologis, dan integrasi IoT memungkinkan pemantauan real-time untuk optimalisasi kinerja keberlanjutan.
Implementasi Bentuk Wakul Boran Dengan Pendekatan Analogi Pada Perancangan Fasilitas Budaya Boranan Kabupaten Lamongan
Syafi'uddin, Muhammad Rizqi;
Soemarwanto, Dadoes
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v2i1.45
Berbagai kesenian tradisional yang sesungguhnya menjadi aset kekayaan kebudayaan nasional salah satunya kabupaten Lamongan, salah satunya budaya boranan di Kabupaten Lamongan, pada tahun 2023 tari Boran yang berhasil meraih rekor MURI pagelaran tari yang diikuti 1.569 pelajar dan 4.540 porsi nasi boran didasarkan pada filosofi tahun hari jadi Lamongan yakni di tahun 1.569 M, yang saat ini tepat berusia ke 454. Selain itu tari boran juga mampu meraih penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional. Kesenian tari boran tidak lepas dari kuliner nasi boran, kuliner nasi boran merupakan makanan khas Kabupaten Lamongan yang sudah ada sejak lama di Kabupaten Lamongan. Kemudian bagaimana solusi agar budaya boranan agar lebih dikenal lebih luas lagi dan mampu menjadi destinasi wisata di kabupaten Lamongan. Tujuannya menciptakan atau merancang fasilitas yang mampu memfasilitasi dan mampu mempresentasikan budaya boranan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan data secara kualitatif. Hasil penelitian perancangan fasilitas budaya boranan, menggunakan konsep feminisme and culture dengan pendekatan analogi langsung untuk mengangkat budaya lokal khususnya budaya boranan dalam bentuk arsitektural yang mampu memrepresentatifkan budaya boranan dan mampu menjadikan budaya boranan sebagai destinasi wisata di kabupaten Lamongan.
Konsep Eco-Settlements Pada Kawasan Permukiman Nelayan Bulak
Sahbani, Evita Andriani;
Prakasa, Darmansjah Tjahja;
Faisal, Muhammad
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v2i1.49
Permukiman nelayan merupakan lingkungan tempat tinggal dengan sarana dan prasarana dasar yang sebagian besar penduduknya merupakan masyarakat yang memiliki pekerjaan sebagai nelayan dan memiliki akses dan keterikatan erat antara penduduk permukiman nelayan dengan kawasan perairan sebagai tempat mereka mencari nafkah, meskipun demikian sebagian dari mereka masih terikat dengan daratan. terlihat konsep eco-settlements mengarah pada pencapaian nilai ekologis. Dalam penerapannya konsep ini harus mengharmonisasikan tiga pilar berkelanjutan yaitu sosial, ekonomi, dan ekologi. Dimana pada Kawasan Bulak ini memiliki potensi yang besar, terutama dalam sektor wisata. Kawasan yang berada di area wisata kota Surabaya menjadikan kawasan permukiman nelayan Bulak ini dapat menjadi wisata baru dan pendukung bagi wisata di sekitarnya. Dengan berbagai kearifan lokal dan kehidupan nelayan sehari-hari yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan ini. Pendekatan eco-settlement berfungsi sebagai pijakan dalam mencapai permukiman yang ekologis melalui 3 pilar ekologi, sosial dan ekonomi dengan dukungan dan kerja sama dengan institusi. Eco-settlement memiliki kriteria yang mengacu pada prinsip arsitektur ekologis, yang diharapkan dapat menciptakan permukiman nelayan yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif serta pengumpulan data. Maka didapatkan hasil dimana lingkungan peermukiman nelayan Bulak masih memiliki permasalahan pada elemen ekologi yaitu : ekologi, ekonomi dan sosial. Selain itu permasalahan penggunaan lahan yang maish belum sesuai dengan peraturan daerah yang ada.
Kajian Tentang Pendekatan Ekologi Arsitektur Pada Rancangan Rumah Susun
Andarwati, Ratna Armelia;
Rolalisasi, Andarita;
Murti, Farida
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v2i1.59
Dalam mendesain atau merancang sebuah bangunan terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan, seperti pengoptimalan pencahayaan, pengoptimalan penghawaan, vegetasi, efisiensi energi, meminimalkan radiasi matahari yang masuk ke dalam bangunan, dan penataan area hijau. Pada saat semua elemen ini menjadi satu dalam sebuah rancangan akan menghasilkan kenyamanan dan berdampak pada kesehatan fisik maupun mental, tentunya itu semua merupakan dampak positif dari penerapan terhadap bangunan. Dengan memanfaatkan semua aspek tersebut, bangunan juga dapat menghemat energi dan ramah terhdap lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi disetiap perkotaan adalah lahan yang semakin sedikit. Solusi untuk masalah ini adalah membuat perumahan vertikal di perkotaan. Penelitian ini bertujuan membahas penerapan konsep arsitektur ekologis terhadap hunian vertical. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat merancang sebuah bangunan dengan prinsip arsitektur ekologis sebagai acuan dalam merancangan sebuah bangunan hunian vertikal.
Citra Visual Tugu Pal Putih Sebagai Landmark Kota Yogyakarta
Sadana, Agus S;
Prasetya, L Edhi;
Dharmaraty, Ashri Prawesthi
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v2i1.66
Penelitian ini menguraikan dua sudut pandang tentang Tugu Pal Putih, yaitu perannya sebagai landmark kota Yogyakarta, dan proses pembentukan citranya secara visual. Penelitian ini dilaksanakan secara kuantitatif, berfokus pada kekuatan visual dalam membentuk identitas kawasan, dengan menganalisis ingatan dan pemahaman visual pengamat terhadap elemen-elemen arsitektur sekitar Tugu Pal Putih. Hasilnya menegaskan dominasi Tugu Pal Putih sebagai elemen inti yang paling mudah diingat, diperkuat oleh elemen lain yang berada di sekitarnya, yang mempertegas perannya sebagai landmark kota. Tugu Pal Putih bukan hanya sebagai fokus utama kawasan Tugu tetapi juga menjadi simbol penting dari Sumbu Filosofi Yogyakarta, yang identitas visualnya memberikan ciri khas yang kuat bagi kawasannya. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan terkait pentingnya memori visual dan pengalaman pengamat dalam membentuk persepsi ruang, serta kuatnya peran hirarki visual sebagai pengarah perhatian kepada Tugu Pal Putih sebagai titik fokus amatan. Proses visual yang terjadi sangat berperan dalam menyampaikan pesan dan memelihara citra Tugu Pal Putih sebagai landmark kota Yogyakarta. Temuan penelitian ini tidak hanya memperdalam pemahaman masyarakat pada identitas visual kota Yogyakarta, tetapi juga memperkuat peran Tugu Pal Putih sebagai landmark kota yang bermakna.
Analisa Produktivitas Tenaga Kerja Di Lapangan Pekerjaan Dinding Pada Proyek Pembangunan Penambahan Ruang Kelas Baru
Yuneta, Margaretha;
Ambrosius A K S Gobang;
Yono Putra
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v2i1.67
Produktivitas pekerja dalam proses pelaksanaan konstruksi sangat penting agar pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu yang yang sudah direncanakan. Karena produktivitas saling berkaitan dan sangat berpengaruh terhadap biaya dan waktu. Jika pekerja tidak produktiv maka pekerjaan bisa tertunda dan pelaksanaan semakin lama. Jika pelaksanaan proyek semakin lama maka biaya yang dibutuhkan untuk pelkasanaan proyek tersebut pun bertambah. Oleh karena itu pada penelitian ini akan meneliti bagaimna produktivitas tenaga kerja pada proyek Pembangunan Penambahan Ruang Kelas Baru SMP Negeri Alok. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas tenaga kerja pekerjaan dinding pada proyek Pembangunan Penambahan Ruang Kelas Baru SMP Negeri Alok. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Hasil produktivitas dilapangan yaitu 9,537 m2/hari untuk mandor dan kepala tukang, 6,584 m2/hari untuk tukang, dan 5,038 m2/hari untuk pembantu tukang merupakan hasil rata-rata dari analisis koefisien produktivitas pekerjaan plesteran dinding pada proyek Pembangunan Penambahan Ruang Kelas Baru SMP Negeri Alok. Hasil produktivitas SNI yaitu 45,455 m2/hari untuk mandor, 50 m2/hari untuk kepala tukang, 5 m2/hari untuk tukang, dan, 2,5 m2/hari untuk pembantu tukang.
Potensi Kota Lama Kupang Sebagai Kawasan Cagar Budaya
Nday, Rosvitayati Umbu
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v2i1.69
Kota Lama merupakan embrio perkembangan Kota Kupang. Kota Lama Kupang termasuk kawasan bersejarah yang ditandai keberadaan obyek-obyek peninggalan bangsa asing. Kawasan bersejarah merupakan aset yang perlu dilindungi, dikembangkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Pengelolaan aset bersejarah yang tepat tidak hanya bertujuan untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan budaya kota (urban heritage) namun dapat dioptimalkan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. Menurut identifikasi dan kondisi eksisting obyek-obyek bersejarah menunjukkan Kota Lama Kupang memiliki potensi memenuhi kriteria penetapan cagar budaya sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2010. Cagar budaya adalah kekayaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat dalam rangka memajukan kebudayaan nasional. Namun mengacu pada pengelolaan sampai saat ini belum dikelola secara tepat dan sesuai dengan nilai sejarah dan karakter urban heritage di Kota Lama Kupang. Pengelolaan dimaksud adalah upaya terpadu untuk melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan cagar budaya melalui kebijakan pengaturan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kajian potensi Kota Lama Kupang sebagai kawasan cagar budaya merupakan upaya untuk mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk mengoptimalkan potensi cagar budaya yang dimiliki dengan mendayagunakan aset obyek diduga cagar budaya (ODCB). Tujuan pengembangan cagar budaya di Kota Lama Kupang adalah guna menyelamatkan dan melestarikan karakter urban heritage, meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui cagar budaya, memperkuat kepribadian bangsa, meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dan pembentukan identitas Kota Kupang. Metode kajian dilakukan dengan pendekatan studi lapangan, studi sejarah dan studi karakter urban heritage dan hasil kajian menghasilkan gambaran potensi cagar budaya di Kota Lama Kupang.
Analisis Permohonan Pekerjaan Tambah: Studi Kasus Proyek Perbaikan Akses Jalan di PLTD Waibalun
Muda, Yosef Norbertus Tembu;
Kartawidjaja, Maria Angela;
Sukwadi, Ronald
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v2i1.71
Pekerjaan tambah mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap item pekerjaan dan atau volume pekerjaan sehingga berdampak langsung terhadap biaya dan waktu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui kesesuaian berdasarkan peraturan yang ada sehingga dapat memberikan solusi yang tepat mengenai permohonan pekerjaan tambah dari pihak kontraktor pada Proyek Perbaikan Akses Jalan di PLTD Waibalun Rayon Larantuka PT. PLN (Persero) Area Flores Bagian Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, dengan tahapan melakukan analisis terhadap permohonan pekerjaan tambah berdasarkan peraturan yang berlaku, analisis terhadap bobot pekerjaan yang telah dilaksanakan sampai dengan waktu pengajuan permohonan pekerjaan tambah, analisis perhitungan biaya dari permohonan pekerjaan tambah, dan membuat kesimpulan dan saran dengan membandingkan keputusan yang telah dilaksanakan pihak konsultan pengawasan dengan hasil analisis pada artikel ini. Hasil analisis didapatkan kontrak yang digunakan merupakan jenis kontrak lump sum, deviasi antara rencana progres dan realisasi progres dari kontraktor sangat rendah dengan deviasi -11,1271 %, biaya pekerjaan tambah sebesar Rp.21.887.000,- dengan persentase total penurunan harga adalah 1,22 % dari total harga penawaran. Keputusan yang tepat terkait adanya permohonan pekerjaan tambah ini adalah tidak disetujui untuk dilanjutkan prosesnya. Keputusan pihak konsultan pada saat proyek berlangsung telah sesuai dengan hasil analisis pada artikel ini.
Penerapan Arsitektur Ekologis Pada Rumah Makan Apung Sebagai Strategi Pariwisata Berkelanjutan Di Pulau Serangan
Putu, Natha Primadewi Siluh;
Mahesa, I Kadek Yogi
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v2i1.72
Pulau Serangan ditargetkan menjadi kampung kuliner, sehingga pemerintah merencanakan pembangunan kampung kuliner di pesisir Serangan. Di sisi lain Pulau Serangan juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Keberadaan rumah makan apung menjadi inovasi fasilitas pendukung pariwisata dengan memanfaatkan potensi lahan tanpa merusak lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji arsitektur rumah makan apung sebagai strategi pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan menggambarkan dan menganalisis rumah makan terapung Pondok Bawang sebagai objek studi. Temuan dalam penelitian ini adalah rumah makan terapung Pondok Bawang telah menerapkan arsitektur ekologis melalui penggunaan kapal sebagai alternatif bangunan, struktur terapung, struktur amfibi, struktur panggung, ruang semi terbuka, dan perhatian terhadap kenyamanan dan pengalaman pengunjung. Temuan ini juga menjelaskan bahwa penerapan arsitektur ekologis pada rumah makan terapung sebagai strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Serangan melalui kualitas, kontinuitas, dan keseimbangan.
Metode Penentuan Konsep Ekologis Pada Perancangan Fasilitas Konservasi Penyu Pantai Modangan, Kabupaten Malang
Shakhr, Al Fawwaz;
Faisal, Muhammad
Jurnal Latar Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69749/jl.v3i1.91
Pantai modangan yang berada di Kabupaten Malang merupakan area wisata yang terletak di area yang masih asri, pemanfaatan lingkungan sebagai area wisata, dan adanya wacana tentang akan dibangunnya area untuk konservasi penyu, tentunya bisa mengganggu aktivitas alam yang ada disana.Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui apa konsep yang sesuai dengan lingkungan sekitar yang berbicara tentang penghematan energi, menjaga lingkungan sekitar, serta menciptakan kawasan lingkungan hijau. Tinjauan konsep yang tepat pada rencana pembangunan bisa berdampak positif juga bagi lingkungan di sekitar. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan cara survey langsung ke lokasi. Hasil analisis menunjukkan jika konsep ekologi dapat membantu menjaga lingkungan sekitar, ekosistem bagi penyu yang membutuhkan lingkungan alami dan tidak terganggu oleh manusia, serta tetap menjadi daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Malang.