cover
Contact Name
M. Ramli
Contact Email
almanba310@gmail.com
Phone
+6285249024301
Journal Mail Official
almanba310@gmail.com
Editorial Address
Jl. Barito Raya Buntok Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah Telp./Fax. 0525-22530
Location
Kab. barito selatan,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Al Manba
ISSN : 20884206     EISSN : 29886376     DOI : -
Al-Manba adalah Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma’arif Buntok Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal ini terbit secara berkala tiap enam bulan sekali, dan jurnal ini memuat kajian ilmiah dari hasil telaahan, analisis kritis, dan hasil penelitian tentang keislaman dan kemasyarakatan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2025): Al Manba" : 6 Documents clear
MENILIK KEMBALI PEMIKIRAN FATHIMAH AL-BANJARI: RELEVANSI UNTUK PENDIDIKAN PEREMPUAN MASA KINI Salsabila, Rofiqa Zulfa; Hermina, Dina; Norlaila, Norlaila
Al-Manba Vol. 10 No. 1 (2025): Al Manba
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma'rif Buntok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69782/almanba.v10i1.38

Abstract

Kajian mengenai pemikiran Fathimah Al-Banjari sejauh ini hanya membahas mengenai corak pemikiran tauhid dan fiqih, belum terdapat kajian mengenai pemikiran Fathimah terhadap pendidikan Islam bagi perempuan. Pemikiran Fathimah dapat dianalisis untuk memecahkan permasalahan dilematik kaum perempuan dalam mengambil peran di tengah era disrupsi. Penelitian ini merupakan jenis library research dengan menggunakan pendekatan sejarah. Metode yang digunakan adalah studi tokoh untuk memahami pemikiran yang kemudian dikaji untuk menemukan relevansi dengan konteks peran perempuan di era disrupsi digital. Hasil dari penelitian ini adalah tiga pemikiran Fathimah, yaitu pentingnya keseimbangan peran perempuan untuk aktualisasi diri, pentingnya ketersediaan wadah khusus bagi perempuan, serta perlunya pemantapan peran perempuan dalam beragama untuk menunjang kehidupan sehari-hari.  Peran perempuan di era disrupsi digital diantaranya membekali diri dengan pengetahuan STEM, mengaktualisasikan diri melalui wadah khusus perempuan, serta melanjutkan tradisi intelektual islam di bidang ilmiah riset.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BRUCE JOYCE DAN MARSHA WEIL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Siti Rahmah; Hilmi Mizani; M. Ramli, M. Ramli
Al-Manba Vol. 10 No. 1 (2025): Al Manba
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma'rif Buntok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69782/almanba.v10i1.46

Abstract

Bruce Joyce dan Marsha Weil telah mengembangkan berbagai model pembelajaran yang dirancang untuk menjawab kebutuhan peserta didik dalam berbagai situasi. Model-model ini meliputi pendekatan yang menekankan pada pesan, interaksi informasi sosial, pengembangan personal, dan modifikasi perilaku, dengan fokus pada strategi keberagaman untuk mengoptimalkan hasil belajar. Tulisan ini membahas empat model pembelajaran Bruce Joyce dan Marsha Weil, yaitu pemrosesan informasi, interaksi sosial, personal, dan modifikasi perilaku serta penerapannya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuannya adalah untuk menganalisis bagaimana model-model ini diterapkan dalam pembelajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, Merujuk pada buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Model-model Joyce dan Weil menawarkan kerangka kerja yang komprehensif untuk pembelajaran PAI, yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Setiap model memiliki strategi dan teknik yang dapat disesuaikan dengan material dan kebutuhan peserta didik. Model-model pembelajaran Joyce dan Weil memberikan panduan yang berharga bagi guru PAI dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif dan holistik, sejalan dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam.
SOSIAL KULTURAL AGAMA DALAM TRADISI MASYARAKAT DALAM PAGAR KALIMANTAN SELATAN Haraimaini, Imamul; Fuady, M. Noor; Noor, Hasni
Al-Manba Vol. 10 No. 1 (2025): Al Manba
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma'rif Buntok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69782/almanba.v10i1.39

Abstract

Kajian terhadap aspek sosio-kultural keagamaan memberikan wawasan mendalam tentang peran agama tidak hanya sebagai praktik kepercayaan, tetapi juga sebagai faktor yang memengaruhi hubungan sosial, norma, dan struktur masyarakat. Dalam konteks ini, agama berfungsi sebagai sistem kepercayaan, alat integrasi sosial, serta sarana penyalur nilai dan pembentuk identitas kelompok yang mendasar. Metode penelitian lapangan (Field research) dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data yang kami butuhkan untuk menyelesaikan jurnal penelitiani. Desa Dalam Pagar merupakan representasi masyarakat yang memadukan tradisi dan nilai-nilai keagamaan secara harmonis. Desa ini menyajikan gambaran menarik mengenai interaksi antara sejarah, budaya, dan praktik keagamaan yang saling memengaruhi. Tradisi yang berkembang di Desa Dalam Pagar mencerminkan nilai-nilai sosio-kultural yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Melalui adat istiadat dan praktik sehari-hari, tradisi tersebut tidak hanya mencerminkan pandangan hidup dan norma sosial yang berlaku, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat solidaritas dan ikatan antarwarga. Kajian terhadap desa ini memberikan wawasan tentang bagaimana tradisi lokal dapat berfungsi sebagai penghubung antara nilai keagamaan dan integrasi sosial.
JENIS DATA PENELITIAN KUANTITATIF (Korelasional, Komparatif, Dan Eksperimen) Aida, Aida; Hermina, Dina; Norlaila, Norlaila
Al-Manba Vol. 10 No. 1 (2025): Al Manba
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma'rif Buntok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69782/almanba.v10i1.48

Abstract

This study aims to explore the types of data used in quantitative research methods, including correlational, comparative, and experimental approaches, as well as their relevance in scientific analysis. The quantitative approach, which is based on numerical data, enables hypothesis testing and result generalization through statistical applications. This paper discusses the primary characteristics of nominal, ordinal, interval, and ratio data, along with their application in each research method. Correlational research identifies relationships between variables, comparative research examines differences among groups, and experimental research tests causal relationships through the manipulation of independent variables. The findings highlight the importance of selecting appropriate data types and research methods to ensure the validity of results. Quantitative research proves to be an effective tool in supporting decision-making and advancing scientific knowledge across various fields.
PARADIGMA ILMU Salwa, Siti Salwa Yusyifa; Abidini, Muhammad Zainal
Al-Manba Vol. 10 No. 1 (2025): Al Manba
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma'rif Buntok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69782/almanba.v10i1.47

Abstract

Paradigma ilmu merupakan konsep mendasar yang membentuk cara pandang ilmuwan dalam memahami dan menganalisis fenomena ilmiah. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Kuhn, yang menggambarkan perkembangan ilmu sebagai proses revolusioner yang ditandai dengan perubahan paradigma. Artikel ini membahas lima paradigma utama dalam ilmu pengetahuan, yaitu positivisme, post-positivisme, interpretif, kritis, dan konstruktivisme. Positivisme berfokus pada realitas objektif melalui metode empiris, sedangkan post-positivisme berupaya memperbaiki kelemahan positivisme dengan menekankan pentingnya triangulasi metode. Paradigma interpretif mengedepankan makna subjektif dari realitas sosial, sementara paradigma kritis berorientasi pada transformasi sosial untuk mencapai keadilan. Paradigma konstruktivisme menolak konsep universalitas ilmu, dengan menekankan bahwa pengetahuan bersifat lokal dan terbentuk melalui interaksi sosial. Selain itu, paradigma Islam diusulkan sebagai pendekatan alternatif yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan material. Paradigma ini menempatkan Al-Qur'an sebagai sumber utama pengembangan ilmu dan bertujuan untuk menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Dengan pendekatan integralistik, paradigma Islam menciptakan ilmu yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang transendental. Pergeseran paradigma yang terjadi dari waktu ke waktu menunjukkan respons ilmu pengetahuan terhadap tantangan dan kebutuhan baru, menciptakan fondasi bagi pengembangan ilmu yang lebih relevan dan kontekstual
ANALISIS KONSEP LIVING AL-QUR'AN DAN HADITS DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT Rusdiah, Rusdiah
Al-Manba Vol. 10 No. 1 (2025): Al Manba
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma'rif Buntok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69782/almanba.v10i1.50

Abstract

Living Al-Qur'an and Hadith is an approach in Islamic studies that emphasizes understanding how the teachings of the Qur'an and Hadith are actualized in the daily lives of Muslims. This approach was born from the awareness that the holy text does not only stop at the level of theory or reading, but also becomes a practical guide that is manifested through the behavior, traditions, and culture of society. Living Al-Qur'an and Hadith examines how Muslims collectively or individually interpret, practice, and bring to life the values contained in the Qur'an and Hadith, both in the form of religious rituals, social customs, and daily activities. This approach is relevant because it provides a real picture of the interaction between the holy text and the dynamics of social life in various cultural, geographical, and era contexts. Thus, Living Al-Qur'an and Hadith not only examines the normative aspects of the text, but also reveals the diversity of meanings and implementations of Islamic teachings that develop in the lives of Muslim communities. However, the implementation of lifelong education still faces various challenges, such as gaps in access, lack of public awareness, and limited support from various parties. Therefore, collaboration between the government, educational institutions, and the community is needed to realize inclusive and sustainable education.

Page 1 of 1 | Total Record : 6