Articles
602 Documents
KOREKSI NILAI LENDUTAN PERKERASAN JALAN DENGAN ALAT BENKELMAN BEAM
Tatang Daclan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 3 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prosedur pengujian lendutan sesaat atau transient deflection denggan alat Benkelman Beam adalah salah satu metode pengukuran lendutan perkerasan jalan yang digunakan oleh Pusat Litbang Jalan, TRRL-Inggris dan negara - negara lainnya. Pengukuran lendutan yang biasa digunakan adalh lendutan balik, yaitu besarnya lendutan Vertikal suatu permukaan jalan akibat dihilangkannya beban. Lendutan sesaat adalah besarnya lendutan Vertikal akibat lewatnya beban. Berbeda dengan pengukuran lendutan balik yang selama ini digunakan Bina Marga untuk salah satu tujuan penilaian struktur erkerasan jalan atau untuk tujuan perencanaan teknik perkerasan baru atau lapis tambahan di atas perkerasan lama. Pengukuran lendutan-sesaat ini lebih didasarkan pada penilaian adanya ketidak seragaman lapis perkerasan yang ada di bagian bawahnya, sehingga dengan mengukur lendutan sesaat diharapkan akan diperoleh suatu nilai lendutan yang sesuai dedngan kondisi beban lalu liintas yang memaluinya. Pada pengukuran lendutan balik, maka sediikitnya ada unsur beban statis yangmenekan titik uji serta pengukurannya relatip lebiih lama dibandingkan dengan pengukuran lendutan sesaat. Dari hasil peneliitian ini ternyata diperlukan satu cara pengukuran yang sesungguhnya perlu direvisi agar hasil-hasil pengukuran ini dapat dikalibrasikan secara lebih tepat dan dapat dilaporkan sebagai nilai lendutan perkerasan jalan yang sudah dikoreksi pada suhu 35 derajat C.
HASIL PENELITIAN PENGARUH PEMANASAN BERULANG TERHADAP MUTU ASPAL KERAS
Tjijik Wasiah suroso
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 3 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan aspal sebagai bahan konstruksi jalan makin lama makkin meningkat, dilain pihak banyak ditemui perkerasan jalan yang telah mengalami kerusakan sebelum umur rencana pakai. Banyak faktor penyebab kerusakan perkerasan jalan sebelum umur tercapai antara lain mutu aspal tidak memenuhi syarat. Agar mutu perkerasan jalan yangn dihasilkan sesuai yang diharap maka mutlak pengendalian mutu bahan konstruksi jalan, misal pengendalian mutu aspal. Pada saat ini pengiriman aspal dari pabrik/tanki penimbunan melaui dua cara yaitu langsung dalam drum atau memalui tanki mobil. Pengiriman melaui tanki mobil disertai pemanasan karena untuk menghindari penyumbatan atau memudahkan pemindahan aspal dari tanki ke AMP atau dalam drum-drum di lokasi tujuan. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemanasan berulang terhadap penurunan mutu aspal sehingga tidak memenuhi persyaratan, perlu dilakukan penelitian. Dari hasil penelitian pengaruh pemanasan terhadap mutu aspal diperoleh asil sebagai berikut: 1. Pada pemanasan 150 - 160 C secara terbuka/dengan adanya oksidasi O2, maka hanya dilakukan 2 kali, a. 3 jam, sifat fisik dan kimianya tidak menunjukan penurunan mutu. 2. Pada pemanasan 1500 - 160 C secara tertutup/tanpa adanya oksidasi maka pemanasan hanya diijinkan sampai 4 x 3 jam, mutu aspal pada batas minimum. 3. Pada pemanasan 95 C ecara tertutup/tanpa adanya oksidasi secara berulang tidak terjadi perubahan mutu aspal.
PERKEMBANGAN LEBAR RETAK APABILA TERJADI PADA BALOK BETON PRATEGANG PENUH
Ridwan Suhud
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 3 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Beton prategang penuh memungkinkan struktur beton lebih ekonomis, terutama untuk struktur-struktur yang mempunyai bentang yang panjang. Dalam hal ini kita pernah memikirkan akan terjadinya retak. Bagaimana apabila suatu waktu pada beton prategang penuh ini terjadi retak, misal karena adanya beban yang melebihi beban kerja atau evaluasi kehilangan tegangannya kurang tepat? Untuk mendapatkan gambaran (informasi) mengenai maslah diatas, telah dilakukan percobaan-percobaan terhadap balo-balok segi empat yang diprategangkan dengan persentase 80% (prategang parsial) dan persentase 100% (pratrgang penuh). Percobaan-percobaan inn dilakuan di laboraturium Struktur, Departemen de Genie Civil, INSA. Toulouse, perancis.
PENDEKATAN LINIER PROGRAMMING METODA FINITE DIFFERENCE DALAM MENGHITUNG BEBAN DARI PELAT BUNDAR
wawan wiitarnawan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 3 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penerapan pemograman matematis tehadap analisa batas digunakan untuk menghitung beban runtuh dari pelat-pelat bundar yang menerima beban berat merata. Kondisi leleh dari bidang tegangagn 'modified Tresca' digunakan dalma seluruh perhitungan. Hasil yang diperoleh dari pendekatan ini mendekati hasil teoritisyang sudah diterbitkan terdahulu.
ANCAMAN GERAKAN TANAH PADA JARINGAN JALAN DI JAWA BARAT
Saroso BS
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 1 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Becana longsoran akibat gerakan tanah merupakan salah satu bencana nasional, terutama di Jawa Barat merupakan bencana ke - 2 setelah banjir. Bencana ini menimbulkan kerugian baik moral, material maupun korban jiwa. Demikian pula tak terelakan adanya kerusakan konstruksi jalan yang diakibatkan oleh bencana ini.
GETARAN PILAR JEMBATAN PROGO
lanneke Tristanto
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 1 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kondisi pilar jembatan Progo dievaluasi dari segi perilaku dinamik dengan mengadakan pengukuran getaran di lapangan. Analisa teoritik dimodifikasi dengan parameter dinamik sehingga diperoleh tinggi efektif pilar terhadap titik jepit dalam pondasi tiang sumuran. Titik jepit pondasi dalam arah melintang dan memanjang jembatan menjadi kriteria untuk kondisi stabilitas pilar. Stabilitas pilar menjadi dasar dalam menentukan cara pengamanan dan perkuatan pilar.
PENGENALAN AIR TANAH PADA TANAH DASAR JALAN
Hermin Tjahyati
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 1 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Air yang masuk kedalam tanah banyaknya tergantung di evaporasi dan transpirasi. Air tersebut masuk kebawah lapisan tanah sampai pada lapisan kedap air dan menjadi air tanah. Air tanah terdiri dari beberapa macam dan pembangiannya sesuai dengan macam pergerakan air tanah tersebut yaitu : groud water, gravitational water dan held water. Soil suction adalah bagian dari held water yang dapat mempengaruhi daya dukung tanah dan kembang - susut tanah sehingga akan mengurangi kestabilan tanah dasar jalan. Kadar air tanah dasar tergantung pada tinggi rendahnya muka di air tanah.
PERENCANAAN BETON ASPAL CAMPURAN PANAS JENIS HOT ROLLED ASPHALT UNTUK LAPIS PERMUKAAN YANG DIGUNAKAN DI INGGRIS
Leksminingsih h
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 11 No 1 (1994)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Maksud dari pembuatan perencanaan campuran perkerasan jalan adalah untuk mendapatkan nilai ekonomis didalam campuran, terutama didalam pemakaian ukuran butiran dari agregat dan penggunaan bahan pengikat. Tujuan dari pembuatan percobaan campuran antara lain sebagai berikut: cukup kadar bahan pengikat guna mendapatkan keawetan dari perkerasan, cukup stabilitas campuran untuk memenuhi tuntutan dari kenaikan lalu - lintas tanpa menimbulkan kerusakan terhadap perkerasan, cukup rongga udara didalam campuran yang dipadatkan untuk mengijinkan penambahan beban dari lalu - lintas terhadap perkerasanma tanpa terjadi alur, deforasi.
BEBERAPA SIFAT CAMPURAN ASPAL PANAS GRADASI TERBUKA UNTUK LAPISAN PERKERASAN JALAN
Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 1 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada arrtikel ini, diuraikan tipe dari aspalgradasi terbuka sebagai lapisan permukaan diatas perkerasan jalan raya. Keuntungan utama dari tipe ini ialah biasa mengurangi hydroplaning elama hujan lebat, sebab gradasi terbuka ini mempunyai "saluran drainase", sehingga kontak antara roda kendaraan dan perkerasan terpelihara seaktu volume air cukup besar. Selanjutnya kelicinan pada kecepatan tinggi selama permukaan basah juga diperbaiki. Karakteristik lain tipe di laboraturium seperti stabiltas, kelelehan, rongga, kadar aspal, pemeabilitsas dn ketebalan lapis ekivalen juga diuraikan pada tulsan ini.
HASIL PENELITIAN KEAWETAN ASPAL YANG BEREDAR DIPASARAN SEBELUM TAHUN 1988 DAN TAHUN 1988 SAMPAI SAAT INI
Tjijik Wasiah suroso
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 1 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banyak faktor penyebab kerusakan jalan sebelum umur rencana dipenuhi antara lain mutu aspal. Dari segi mutu fisik tidak terjadi masalah (memenuhi syarat). Oleh karena itu penulis mencoba meneliti mutu aspal dari segi komposisi kimia, menurut Rostler and white aspal yang awet bila mempunyai parameter komposisi maltene (chemical reactivity) 0,4 - 1,2 dari hasil penelitian aspal yang beredar dipasar sebelum tahun 1988 mempunyai chemical reactivity 1,03 - 1,17 (aspal diambang batas tidak awet) seingga kemungkinan faktor inilah yang merupakan salah satu penyebab pendeknya umur perkerasan jalan. Ole karena itu agar aspal mempunyai umur panjang (awet) sebaiknya aspal dibuat dengan campuran yang tepat (jumlah resin seimbang dengan asphltene) dan dibuat dari hidrokarbon yang mempunyai BM> 400 sehingga aspal menpunyai nilai chemical reactivity < 1.