cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
PENGARUH PEREKUATAN DENGAN GEOSINTETIK PADA LAPISAN PERKERASAN BERASPAL UNTUK JALAN RAYA M Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 12 No 3 (1995)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kerusakan perkerasan jalan akibat beban lalu lintas yang melewatinya ialah retak, yang diakibatkan regangan yang terjadi pada bagian bawah lapisan beraspal melampaui regangan yang bisa ditahan oleh lapisan beraspal tersebut. Pada tulisan ini di uraikan hasil percobaan di laboratorium mengenai perkuatan dari lapisan beraspal ini dengan cara memasang lapisan geotextile pada bagian bawah dari lapisan beraspal tersebut, yang berfungsi untuk menahan besar regangan yang terjadi, dan juga meredam perjalanan retak yang sudah terjadi ke bagian yang di atasnya, sekaligus dibandingkan dengan lapisan beraspal yang sama, tetapi tanpa pemasangan geotextile. Beban dan frekuensi pembebanan berulang, yang diberikan pada contoh bervariasi, sehingga didapat besar dan arah retakan untuk masing-masing pembebanan baik pada lapisan yang tidak diperkuat, maupun yang diperkuat dengan geotextile. Selain pengujian retak, juga dilakukan pengujian kedalam alur pada lapisan beraspal tersebut dengan menggunakan wheel tracking machine. Selanjutnya tulisan ini, juga menguraikan hasil pengamatan perrcobaan lapangan, yang dilakukan pada lokasi percobaan lapangan di daerah antara Tasikmalaya dan Banjar, sepanjang +- 200 meter.
CASE STUDIES IN SOIL STABILISATION FROM AFRICA DAN CENTRAL AMERICA Martin Woodbrige
Jurnal Jalan-Jembatan No 3 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sering dengan pesatnya pertumbuhan industri di Indonesia maka kebutuhan bahan galian golongan - golongan C semakin maningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan material dengan mutu baik juga sudah menjadi suatu tuntutan. Khususnya dalam pembangunan jalan dan gedung. Untuk memenuhi sekaligus menjamin selalu tersedianya bahan dengan mutu yang baik serta mengurangi kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya, maka disarankan digunakan beberapa alternatif metode kontruksi jalan dan kalau memungkinkan lebih banyak manfaatkan bahan/material lokal. Ini akan lebih menguntungkan secara ekonomi dimana biaya konstruksi diharapkan bisa ditekan atau dikurangin. Dua contoh hasil percobaan stabilisasi tanah diuraikan dalam makalah ini yaitu suatu percobaan stabilisasi yang berhasil baik sedangkan yang lain tidak agar dapat membandingkan teknik stabilisasi yang mana lebih menguntungkan dibanding teknik yang lain. Dan pengguna suatu metode konstruksi/ teknik yang satu lebih baik dan memberikan manfaat dibanding teknik yang lain.
THE ASSESSMENT OF ROCK SLOPE STABILITY ANALYSIS Eddie Sunaryo
Jurnal Jalan-Jembatan No 3 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah merupakan suatu rangkaian dari percakapan lereng/galian tebing jalan pada batwan. Sehingga akan dapat membantu dalam hal perencanaannya. Untuk itu, dalam tulisan ini hanya dibahas perencanaan disain yang harus diperhatikan. Galian lereng atau tebing jalan harus didisain aman sepanjang dari kemungkinan longsoran tebing bantuan yang terjadi. Untuk maksud tersebut dipelukan evaluasi stabilitas pendahuluan untuk desain perencanaan galian tebing yang dapat dituangkan dalam petunjuk praktis lapangan. Penelaahan data dari faktor geologi berupa analisa diskontinuitas pada masa batuan dan material propertis tanah/batuan sangat penting untuk analisa stabilitas lereng/tebing batuan. Pengumpulan, pengukuran data di lapangan ini dilakukan secara visual dengan mengamati perlapisan tanah/batuan dilapangan. Data yang diperoleh sangat berguna untuk analisa perenccanaan lereng/tebing batuan. Teknik pengukuran diskontinmitas pada tanah/batuan yang telah didiskripsikan adalah merupakan tahapan penyelidikan lapangan yang sangat penting. Aspek yang penting untuk diketahui dalam analisa kemantapan lereng/batuan adalah sistem pengadaan data dan cara mempresentasikan data yang diperoleh dan dapat dilakukan dengan " sherical projection methods ". Dengan menggunakan " Great Cirele Stereographic plot " pada kelompok joint set. Seperti " fanili " dapat diidentifikasikan potensial blok/bidang yang tidak stabil yang diperhatikan dalam satu bentuk diagram keruntuhan.
PENGGUNAAN HASIL SONDIR UNTUK INTERPRESTASI PARAMETER TANAH DAN PERENCANAAN PONDASI Hermin Tjahyati
Jurnal Jalan-Jembatan No 3 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sondir adalah suatu jenis pengujian lapangan yang digunakan untuk memperoleh data tanah sesuai dengan kedalamannya. Dengan uji sondir secara teknis profil tanah dapat diperoleh secara kontinya, mudah dan ekonomis. Data tanah yang diperoleh secara langsung adalah besarnya tahanan ujung konus dan jumlah hambatan pelekat sepanjang ke dalam tersebut. Sedangkan dari interprestasi lainnya dapat diperoleh gambaran mengetahui jenis lapisan tanah dan kolerasi kuat geser undrain dengan tahanan ujung dan JHP yang langsung dapat digunakan dalam rumus dimana perhitungannya sangat tergantung dari metode yang digunakan.
SISTIM PROTEKSI ANODA KORBAN TIANG PANCANG PIPA BAJA JEMBATAN Ahmad Abdurrohim
Jurnal Jalan-Jembatan No 3 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir semua jembatan rangka baja yang dibangun oleh Bina Marga sejak tahun 1970, menggunakan pondasi tiang pancang pipa baja. Sebagian besar struktur berada di dalam tanah air, karena itu lebih banyak kesulitan untuk mendeteksi perkembangan karat pada struktur tiang pancang pipa baja. Berbeda dengan bangunan atas rangka baja yang satu dan dua komponen rangka baja putus, maka akan berakibat fatal seluruh jembatan. Untuk mengantisipasi kemungkinan putus akibat korosi, maka telah dilakukan penelitian salah satu sistem proteksi yaitu dengan proteksi katodik anoda korban. Lokasi penelitian yaitu pada beberapa jembatan rangka baja, diantaranya jembatan telolama km 4.00 Ujang Pandang jembatan Londok km 2.00 Pontianak, jembatan, Muara Angke pada tol Cengkareng, Proteksi didesain untuk umur sampai dengan 10 tahun. Hasil monitoring mamajukkan bahwa sistem proteksi dapat bekerja baik.
DAKTILITAS PILAR JEMBATAN UNTUK MENJAMIN KESELAMATAN STRUKTUR JALAN RAYA lanneke Tristanto
Jurnal Jalan-Jembatan No 4 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi perencanaan tahan gempa dari struktur jalan raya perlu dikaji agar tidak terjadi kerusakan jaringan tranportasi pada kejadian gempa besar. Perencanaan tahan gempa berdasarkan prinsip daktilitas perilaku elasto plastis dan pembentukan sendi plastis sebagai lokasi penyerap gempa selama ini diandalkan untuk membatasi kerusakan gempa bagian sendi plastis dan struktur. Pembentukan sendi plastis dan harapan penyerapan gempa dilokasi sendi plastis tidak selalu terjadi secara sempurna selama gempa besar. Ternyata banyak jembatan baru dengan desain tahan gempa sebagai struktur dektail telah mengalami keruntuhan selama kejadian gempa besar akhir ini di beberapa negara termasuk indonesia.
PENAMBAHAN BEBAN PADA PONDASI TIANG AKIBAT GAYA NEGATIVE SKIN FRICTION Suherman w
Jurnal Jalan-Jembatan No 4 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bila suatu timbunan diletakkan diatas tanah yang bersifat kompresibel, maka konsolidasi akan terjadi padda tanah tersebut. Sebuah tiang dipancang ke dalam tanah yang kompresibel yang belum selesai konsilidasinya, maka tanah akan bergerak ke bawah bersama-sama tiang. Pergerakan ini akan menimbulkan gesekan permukaan antara tiang dengan tanah yang bergerak disebut " Negative Skin Friction ". Pengaruh utama dari negative skin friction adalah akan menambah beban aksial pada tiang dan ini akan menambah juga terhadap penurunan yang diakibatkan perpendekan aksial dari tiang dengan pertumbuan beban. " Negative Skin Friction " ini akan menhasilkan tegangan tarik yang lebih besar bila diakibatkan oleh tanah ekspansip.
PEMANFAATAN FIBER DAN EPOXY UNTUK PENANGGULANGAN RETAK BETON Ahmad a
Jurnal Jalan-Jembatan No 4 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah bahan yang mempunyaii sifat kuat menerima beban tekan tetapi lemah menerima beban tarik. Beban tarik yang bekerja pada suatu konstruksi, diantaranya akibat lentur, pemuaian dan penyusutan, gaya tarik, perbedaan temperatur. Bila tagangan tarik beton melampaui tegangan tarik izin, maka terjadi retak-retak pada beton. Lokasi tegangan tarik akibat lentur sudah dapat diperkirakan dn dapat dihitung perkuatanya dengan perhitungan beton bertuulang, tetapi akibat pemuaian dan penyusutan serta perbedaan temperatur dapat terjadi menyebar dan berpindah-pindah. Agar kekuaan tarik beton dapat ditingkatkan menyebar, maka salah satu bahan tamabh yang digunakan adalah fiberpolyprophyline. Selanjutnya retak-retak yang terjadi dapat diinjeksi dan ditutup menggunakan bahan epoxy. Salah satu bahan epoxy yang diteliti dan banyak digunakan pada perbaikan retak-retak lantai jembatan adalah epoxy "Sho-band". Untuk memperoleh gambaran nili tambah dari keduan bahan di atas, maka telah dilakukan pengujian di laboratorium meliputi kuat lentur,kuat tarik belah, modulus secant, reduksi retak-retak. asilnya berupa tabel-tabel yang disajikan pada tulisan ini.
PENGAKAJIAN MUTU ASPAL PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN DI PROPINSI-PROPINSI PULAU JAWA Leksminingsih sih
Jurnal Jalan-Jembatan No 4 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan sebagai sarana perhubungan sangat vital dalam menunjang laju pertumbuhan di biidang ekonomi yang saat ini sedang giat dilaksanakan. Dikaitkandengat fungsi jallan yang sangat vital tersebut, dituntut antara lain umur teknis jalan sesuai dengan perencanaan. Untuk mencapai umur teknis jalan sesuai dengan perencanaan, banya faktor pendukungnya, antara lain adalah aspal yang digunakan untuk bahan pengikat campuran beton aspal harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Untuk pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan di Indonesia saat ini, umum digunakan aspal produk pertamina. Shell dan ESSO. Untuk mengetahuiaspal pada proyek jalan. Hasil pengkajian mutu aspal pada tahun anggaran 1994/1995. Pengambilan contoh dilaksanakan pada beberapa proyek jalan di pulau Jawa dengan hasil sebagai berikut : pen 40 sebanyak 1 contoh memenuhi persyaratan: aspal 60 sebanyak 20 contoh 55% tidak memenuhi persyaratan: aspal pen 80 sebanyak 13 contoh 15% tidak memenuhi persyaratan: aspal emulsi sebanyak 5 contoh 1005 memenuhi persyaratan. Untuk aspal pen 60 dan pen 80 yang tiidak memenuhi persyaratan adalah : titik lembek hal ini ditunjukan dengan nnilai penetrasi Indekx (PI) berkisar antara-1, 5 sampai -0, 6 dan stiffness Modulus bervariasi antara 10 6 sampai 10 7 pa, dengan kata lain relatif peka terhadap temperature. Keawetan ddari aspal pen 60 dan 80 umunya memenuhi persyaratan yang dtunjukan dengan nilai parameter Maltene (PM) yang berkisar antara 0,960 sampai 1,23.
PENGARUH PENGGUNAAN GEORID PADA JALAN YANG DILAPIS ULA,NG kuniardji dji
Jurnal Jalan-Jembatan No 4 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak cara telah dilakukan untuk menanggulangi jenis kerusakan retak refleksi, keriting, sungkur atau alur pada jalur ban kendaraan jalan lama sebelum pelapisan ulang dilaksanakan. Slah satu cara adalah dengan memasang GEORID yang diharapkan akan berfungsi sebagai perkuatan lapisan baru, sehingga mengurangi terjadinya kerusakan sejenis dalam waktu relatif singkat. Uraian pada artikel ini akan membaas pengarus pemasangan georid pada lapisan ulang yang diperoleh dari hasil observasi di lapangan dan simulasi di laboraturium.

Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue