Articles
602 Documents
KEKENCANGAN BOUT JEMBATAN RANGKA BAJA
Ahmad Abdurrohim
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 1 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bina Marga telah membangun puluhan ribu jembatan rangka baja, dan di masa mendatang akan diteruskan pembangunannya tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Setiap jembatan rangka baja menggunakan sambungan baut, yang petunjuk pengenvangannya diberikan oleh pabrik pembuat. Penelitian ini mencoba mengungkap hubungan antara kekencangan boat dengan mutu bout, tegangan taruk bout, momen torsa, gaya batang rangka lendutan dan getaran jembatan.
SUSUT PADA BETON
Ridwan Suhud
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 1 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini menyajikan masalah susut pada beton. Susut pada beton ini tidak dapat dihindari. Bagaimanapun baiknya mutu beton yang dapat dilakukan adalah mengurangi susut tersebut. Susut pada beton terjadi dalam jangka waktu yang lama, namun susut yang besar terjadi pada waktu beton masih muda. Pengurangan besarnya susut akan sangat berarti, baik bagi beton bertulang maupun beton prategang. Bagi beton bertulang susut mungkin akan mengakibatkan retak-retak dan bagi beton prategang akan menimbulkan kehilangan tegangan pada tulang prategang. Untuk mendapatkan informasi yang lebi jelas mengenai susut ini telah dilakukan percobaan-percobaan terhadap balok beton bertulang. Balok ini mempunyai penampang segi-4 dan percobaan ini dilakukan di Laboratorium Struktur Departement de Ge nie Civil. INSA - Toulouse, Perancis.
PENGUJIAN PELARUT BAHAN JALAN, AIR CAMPURAN BETON DAN AIR LINGKUNGAN KOROSI DENGAN ALAT ULTRA VIOLET VISIBLE SPECTROPHOTOMETER
Leksminingsih 2
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 1 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banyaknya kerusakan beton dan jembatan bukan hanya oleh pengaruh sifat fisik, Tetapi juga disebutkan oleh pengaruh sifat kimia dari bahan jalan dan jembatan. Salah satu cara untuk dapat mengevaluasi sifat kimia bahan dan jalan jembatan adalah dengan menganalisis unsur-unsur. Untuk mengenali unsur yang terdapat di dalam setiap jenis bahan jalan tersebut, digunakan alat Ultra Violet Visible Spectrophometer, yaitu dengan pembuatan grafik standar dari masing - masing unsur yang mempunyai panjang gelombang 200 sampai dengan 300 Nm. Didalam tulisan ini dilaporkan hasil pengujian terhadap kemurnian bahan - bahan pelarut organik dan non organik yang lazim dipakai dalam penelitian bahan jalan, pengujian air campuran beton, dan air lingkungan korosi. Dari hasil pengujian terlibat bahwa konsentrasi bahan pelarut pro analisa (p. a) berkasar antara 90 - 99,5 %. Pelarut teknis 60 - 85 %. Air campuran beton untuk contoh air dari kotamadya Bandung mempunyai kadar Sulfat ( SOg ) tinggi terutama contoh air yang diambil dari sugai Brants ( 393.90 ) . Pengujian contoh - contoh tersebut dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Dengan kinerja tersebut alat Ultra Violet Visible Spectrophotometer dapat digunakan untuk menunjang penelitian di bidang bahan jalan dan lingkungan.
PENGARUH TANAMAN PURING TERHADAP POLUTAN NOX CO DAN SO2 PADA LOKASI JALAN LURUS, TIKUNGAN DAN SIMPANG EMPAT
Nanny Kusminingrum
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 1 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilaksanakan di lapangan, yaitu pada lokasi: Pada lalu lintas, daerahnya tertutup ( kiri - kanan ) jalan ada bangunan serta uji pada 3 type geometrik jalan ( yaitu: jalan lurus, tikungan dan simpang empat ). Pelaksanaan dilapangan dengan menempatkan pot - pot yang ditanami tanaman puring pada lokasi jalan lurus, tikungan dan simpang empat. Kemudian diuji pengaruhnya terhadap pengurangan polutan yang ada (dalam tekanan kesempatan ini terhadap polutan : NOx CO dan SO2)
TINGKAT KONSOLIDASI TANAH BERDASARKAN TEKANAN AIR PORI
M Suherman
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 1 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Konsolidasi merupakan proses hidrodinamik di mana air terdesak dari rongga tanah yang jenuh air. Tanah berbutir halus mempunyai permeabilitas rendah, yakni air tidak dapat keluar dari rongga pori, bila struktur butiran termanpatkan. Bila beban diberikan secara cepat dalam suatu uji penempatan, maka tegangan pori awal sama dengan besar tahapan beban yang diberikan. Tegangan tambahan akan bermula dengan mengalirnya air pada sekitar contoh dan tegangan air pori tambulan akan berkurang mendekati nol sesuai dengan termampatkannya ukuran butir. Praktisnya berangsur - angsur proses konsolidasi akan selesai. Ini sangat menarik untuk para ahli geoteknik, agar dapat meramaikan lamanya waktu yang diperlukan untuk selesainya proses ini di lapangan.
CONTACT AND SLIP BETWEEN TYRE AND ROADWAY
M Sjahdanulirwa
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 2 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Friksi dan gaya normal yang diperlukan untuk mendukung, mengarahkan dan menampung pergerakan kendaraan, ada pada daerah komok ban ini adalah daerah pada permukaan jalan yang menerima beban dari ban, sehingga membangkitkan sahanan terhadap pergerakan ban. Siap akan muncul pada daerah ini, misalnya saat pengereman atau percepatan, jika kecepatan sudut rodonya berbeda dengan pada waktu berjalan biasa. Karakteristik dari pergerakan ban, daerah kontaknya dan distribusi tegangan akan diuraikan pada makalah ini
IDENTIFIKASI MASALAHH KEMACETAN DI RUAS JALAN TOL CAWANG - BEKASI
Hikmat Iskandar
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 2 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemacetan di jalan tol Jakarta - Cikampek ruas Cawang - Bekasi terutama pada jam - jam sibuk sudah menyebabkan waktu tenda yang terlalu panjang. Kemacetan terutama terjadi pada waktu sore hari untuk arus lalu - lintas dari arah Cawang menuju Bekasi pada waktu pagi hari untuk arah lalu-lintas menuju Jakarta. Makalah ini mengemukakan hasil pengamatan arus lalu-lintas ditempat tempat yang diidentifikasikan mengalami kemacetan yang meliputi evaluasi terhadap kapasitas pelayanan gerbang tol dan evaluasi tingkat pelayanan ruas jalan. Tinjauan dari pengamatan tersebut adalah untuk mengindentifikasi persoalan kemacetan di ruas jalan bebas hambatan ini dan mengusulkan penanganannya. Hasil evaluasi terhadap tingkat pelayanan jalan dan gerbang tol menunjukkan bahwa pada kasus kemacetan di ruas jalan antara Cawang - Bekasi pada waktu sibuk baik pagi maupun sore, secara umum disebabkan oleh terlalu tingginya demand lalu-lintas yang ada sehingga ruas jalan ini sudah periu ditingkatkan jumlah lajutnya.
PERBANDINGAN ANALISA LENDUTAN PERKERASAN DARI ALAT FALLING WEIGHT DEFLECTOMETER PADA PERENCANAAN PELAPISAN ULANG
Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 2 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengetahuan daya dukung dari suatu perkerasan jalan yang sudah ada, adalah sangat penting guna mengetahui kemampuan yang masih bisa diberikan dari konstruksi jalan tersebut meupun peningkatan yang diperlukan sehubungan dengan beban yang harus dipikulnya untuk suatu periode waktu tertentu. Peralatan pengukur daya dukung dari susunan perkerasan jalan telah mengalami perkembangan dari alat pengukur California Bearing Ratio (CBR), dynamic cone penetrometer, sampai kepada peralatan yang dilakukan ditempat yang tanpa merusak konstruksi perkerasan ini itu sendiri seperti Benkelman Beam, Deflectograph dan Falling Weight Deflectometer (FWD).Pengujian Bearing Capacity dengan alat Benkelman Beam. Deflectograph dan Falling weight Deflectometer ialah mengukur lendutan permukaan perkerasan akibat suatu beban tertentu yang diberikan kepada perkerasan itu diimana pada Falling Weight Deflectometer pembebanan berupa beban implus yang dijatuhkan kepada permukaan perkerasan dengan tinggi jatuh dan beban yang dapat diatur. Pada tulisan ini, empat metoda analisa lendutan perkerasan dievaluasi dan dibandingkan secara praktis terhadap perencanaan pelapisan tulang perkerasan. Keempat metoda itu ialah ELSDEF: MODCOMP2: MODULUS 4: DAN ISSEM 4 dimana metoda tersebut menggunakan konsep " back calculation" yang menentukan sifat sifat material yang ada pada perkerasan ditinjau dari responnya terhadap beban dinamis yang berikan. Keempat metoda itu diterapkan pada segmen segmen jalan yang sudah ada, yang kondisinya betul-betul memerlukan rehabilitasi, yang mencakup kondisinya lingkungan beban lalu lintas dan type tanah dasar yang bervariasi. Data lendutan dari hasil pengujian lapangan dipergunakan untuk menghitung modulus lapisan, dan selanjutnya dari hasil yang sudah didapat tersebut igunakan untuk menghitung lapisan ulang yang diperlukan yang diperlukan menurut metoda AASHTO 1986.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR SECARA ANALITIS MENGGUNAKAN MODULUS ELASTIS
A Tatang Daclan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 2 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perencanaan lapis perkerasan jalan dengan menggunakan modulus atau kekakuan elastis (efastic stiffness) ini di kembangkan oleh Shell International Petroleum Co Ltd dan University of Nottingham (1986). Prosedur perencanaan tebal lapis perkerasan ini mengikuti prinsip mode keruntukan akibat retak fatik (kelelahan) dan deformasi permanen, yaitu kerusakan yang disebabkan oleh tegang-tegangan struktur akibat beban lalu lintas selama umur rencana. Nilai kekakuan elastis campuran aspal dapat di perkirakan berdasarkan data laboratorium di bawah kondisi kekakuan elastis bitumen yang dihitung pada suhu dan waktu pembebanan tertentu. Contoh perhitungan disajikan dalam bentuk lembar kerja, masing-masing kolom diberi nomor rumus dan grafik yang digunakan. penerapannya untuk di Indonesia disesuaikan dengan memasukan beberapa perumusan yang diambil dari hasil penelittian selama ini antara Pusat Litbang Jalan dengan TRL, Inggris (1987-1994).
ANALISIS KEMANTAPAN LERENG DAN TIMBUNAN BADAN JALAN DENGAN PERANGKAT LUNAK (SLOPE AND EMBANKMENT STABILITY ANALYSIS BY COMPUTER PROGRAM)
Adyawati p Tanzil
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 2 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam menunjang pengembangan dan pebinaan jaringan jalan untuk perencanaan aliyemen, geometri dan kemantapan jalan, salah satu aspek yang penting adalah kemampuan analisis geoteknik mengenai kemantapan lereng jalan dan timbunan badan jalan. Agar diperoleh hasil perhitungan dan desain yang akurat dan cepat diperlukan program perhitungan secara komputerisasi yang sudah tersusun dalam perangkat lunak/software. Hasil perhitungan dari program perangkat lunak ini diperoleh nilai Faktor Keamanan dalam kondisi alam, kondisi buatan/perkuatan menggunakan geotextile. Makalah ini memperkenalkan salah satu program peritungan Analisis Kemantapan Lereng yaitu "STABGM", dibuat oleh prpf. Duncan - Virginia Tech., USA. Keuntungan menggunakan perangkat ini adalah dapat menganalisis alternatif perkuatan sehiingga pemakai mendapatkan kesempatan untuk memilih alternatif perkuatan yang paling sesuai. Beberapa kasus kemantapan lereng jalan dan timbunan bahan jalan dibahan dalam makalah ini.