Articles
602 Documents
MODEL ALTERNATIF DARI STRUKTUR PERKERASAN LENTUR DESAIN
Djunaedi kosasih
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 2 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Metoda desain struktur perkerasan lentur jalan tang saat ini berlaku di Indonesia adalah Metoda Analisa Komponen. Metoda Analisa dengan memanfaatkan model dasar struktur perkerasan yang diadopsi dari metoda AASHTO 72 telah dapat di gunakan selain untuk menentukan desain struktur perkerasan juga untuk menganalisis kondisi struktur perkerasan desain. Namun demikian, model alternatif yang lebih sederhana yang dapat manggambarkan karakteristik struktur perkerasan desain mungkin aku bermanfaat, khususnya dalam mebantu menetukan berbagai skenario stuktur perkerasan desain dalam mengevaluasi derajat kerusakan struktur perkerasan desain akibat tingkat konservatisme dari desin. Model struktur perkerasan desain alternatif yang diusulkan dalam karya tulis ini didasarkan pada fungsi exponensial yang menghasilkan struktur perkerasan desain dengan variasi perkiraan beban lalu lintas sekitar 20% pada tingkat konservatisme desain sekitar 30%.
MODEL PREDIKSI POLUSI UDARA DI PERSIMPANGAN
G Gunawan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 13 No 1 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pencemaran udara dan kebisingan adalah dua masalah lingkungan yang terutama ditimbulkan oleh kegiatan transportasi. Untuk menangani masalah tersebut diperlukan suatu metode yang cukup akurat guna estimasi parameter - parameter lingkungan. Dari studi - studi terdahulu telah dikembangkan berbagai model untuk mengestimasi konsentrasi polutan dari emisi kendaraan bermotor, seperti CELINE - 3 ( BENSON 1980 ). Ganssion plane model dan EPA HIGWAY - 2 ( Peterson, 1980 ). Diantara berbagai model tersebut, model Ganssion adalah salah satu model yang populer digunakan untuk memprediksikan tingkay polusi di sekitar ruas jalan. Meskipun demikian studi ini hanya meninjau pengaruh pencemaran udara dengan menggunakan Model Sumber Volume ( OMG ) untuk memprediksi polusi udara di sekitar persimpangan dengan titik acuan pusat persimpangan. Di dalam analisa telah dikembangkan program komputer sederhana untuk memudahkan perhitungan - perhitungan yang menggunakan model OMG tersebut. Model ini digunakan karena tingkat ketelitiannya dapat diandalkan. Hasil analisa statikstik menunjukan bahwa korelasi antara nilai prediksi dan niat pengukuran lapangan berkisar antara 50 - 70 %.
FAKTOR KESELAMATAN KERJA PADA PENANGANAN ASPAL
Tjitjik Wasiah
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan penggalaman dan penelitian di lapangan, menunjukan tidak ada indikasi bahwa aspal akan berdampak ( membawa resiko ) bagi pekerja aspal. Atau tidak ada masalah kesehatan lingkungan terhadap orang yang selalu kontak dengan aspal, baik dipabrik pembutan aspal, maupun pada penggunaan aspal, selama pekerja memperdulikan faktor - faktor yang harus ditaati. Untuk menghindari bahaya yang mungkin timbul dalam perhitungan aspal, dipandang perlu untuk mengetahui faktor - faktor keselamatan kerja dalam pelaksanaan. Hal - hal yang perlu diperhatikan adalah hubungan racun dalam aspal dengan unit proses yang menggunakan bukan beraspal, senyawa yang dikandung dalam bahan beraspal terhirupnya uap asap, kebersihhan,pertolongan pada bahannya tersiram aspal panas. Perlengkapan yang harus digunakan serta cara pencegahan terhadap kebakaran di unit pencampuran aspal.
ROAD SURFACE TEXTURE DESCRIPTION AND MEASUREMENT IN RELATION TO SKID RESISTANCE
M Sjahdanulirwa
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ketahapan terhadap slip yang dapat disediakan bahan perkerasan sangat tergantung pada karakteristik tekstur permukaan istilah " tekstur permukaan " dalam konteks ini tidak berarti komposisi permukaan ( banyaknya pengikat pasir dsd ) tetapi bentuk geometrik permukaan jalan tersebut. Fungsi tekstur adalah untuk menyediakan kontak yang erat dengan permukaan ban, untuk menjamin cukup deformasi terhadap karet telapak dan untuk memudahkan perpindahan air permukaan khususnya bila permukaan ban licin. Tulisan ini menguraikan karakteristik tekstur permukaan ( parameter yang digunakan dan metode pengukuran.
BETON KINERJA TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN KERIKIL ALAM ( SUGAI )
Ridwan Suhud
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Apabila itu memperhatikan pekerjaan - pekerjaan beton baik skala kecil, menengah, ataupun besar. Penggunaan bahan butirannya kebanyakan untuk agregat halusnya adalah pasir dan agregat kasarnya batu pecah terushed stonet. Jarang sekali kita menemukan campuran beton yang terdiri dari pasir alam dan kerikil alam ( sugai ). Keadaan seperti ini tidak hanya terjadi di daerah yang tidak tersedia kerikil alam tetapi juga didaerah dimana kerikil alam ini banyak tersedia.
ALTERNATIF SPESIFIKASI BINA MARGA CAMPURAN ASPAL PANAS
sjahda nurliwan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 3 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perencanaan campuran/spesifkasi yang kurang cocok merupakan sutau kerugian karena dapat menimbulkan kerusakan pada lapis perkerasan, perbaikan spesifikasi Bina Marga, khususnya lapis permukaan AC dan Hot Rolled serta lapis antara pondasi alat AC, dimaksudkan gna menghindari kerugian yang tidak perlu tersebut. Alternatif spesifikasi campuran aspal panas ini disusun dengan mengingat kepraktisan serta seminimmum mukin melakukan perubahan terhadap spesifikasi yang selama ini digunaka. Konsep ini bukan yang resmi diajukan ke Bina Marga, tetapi merupakan pemikiran/konsep alternatif bagi diskusi lebih lanjut. Perubahan dan penyempurnaan mencakup antisipasi kerusakan kelelehan plastic (plastic flow), akomodasi sifat viscous elastis. Faktor kondisi jalan lama, dimensi pelapisan, persyaratan lalu lintas berat, serta pemilihan parameter dan nilai Marshall yang lebih effesien dan rasional. Untuk lapis permukaan AC dilakukan penyederhanaan jumlah gradasi agregat, sedang untuk lapis permukaan Hot Rolled diberlakukan penentuan kadar aspal terhdap total campuran.
EVALUASI KEKUATAN CAMPURAN PERKERASAN BERASPAL AKIBAT PENGARH AIR DENGAN CARA PERENDAMAN
Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 3 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulsan ini menyajikan pengembangan pengujian sensitivitas dari kerusakan akibat air (moisture damaging/MI) untuk campuran beraspal, pada kondisi beriklim panas dan lembab. Konsep dan pengujian ini didasarkan pada karakteristik sensitivitas kerusakan akibat air dengan kurva durabilitas jangka panjang yang menyatakan variasi kekuatan sisa dengan cara perendaman panas ( 60 C) sampai 14 hari. Versi awal dari pengujian ini telah dimodifikasi dengan karakteristik sensitivitas kerusakan akibat air (MD) dengan menggunakan nilai kekuatan sisa pada umur perendaman 6 hari di air panas. Kedua pengujian tersebut telah terbukti sangat baik dibandingkan terhadap penguian Marshall tradisional dengan perendaman satu hari dalam mendeteksi sensitivitas campurn. Metode yang dimodifikasi ini lebih panjang (selama 14 hari) dan dengan jumla contoh yang banyak.
KEKUATAN STONE COLUMN
m suherman
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 3 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prinsip dari percobaan pembebanan stone column adalah menekan column bagian atas dengan suatu gaya tekan yang menyebabkan penembusan pada tanah sampai terjadi keruntuhan. Tujuan dari medode ini untuk mentukan besarnya beban dari stone column dan penurunannya. Stone column merupakan suatu perbaikan tanah terdiri dari lubang vertikal dalam tanah yang diisi dengan batu pecah dan membentuk penyangga atau tiang yang terapit oleh tanah. Fungsi dari stone column dalam perbaikan tanah lembek merupakan tulangan dalam perkuatan tanah dan juuga bertindak sebagai drainase vertikal agar konsolidasi dapat lebih cepat akibat pembebanan di atasnya. Karena modulus dari stone columnretulip lebih tinggi, maka beban vertikan pada tanh, bagian yang lebih besar akan diterma oleh tiang batu pecah.
MASALAH PADA STRUKUR KONSTRUKSI YANG DIBANGUN DI ATAS TANAH LUNAK
Hermin Tjahyati
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 3 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Subjuk dari penudis : ini adalah yanah dasar yang lunak dengan kompresibilitas yang besar yang banyak tersebar di wilayah Kepulauan Indonesia ini. Tanah ini terdiri dadri tanah lempung lunak non organik dan tanah organik yang dikenal dengan tanah gambut. Tanah seperti ini sebabnya bervariasi antara 0.5 meter sampai dengan /20 meter. Kadar air sangat tinggi bahkan muka air sampai mencapai permukaan seperti permukaan seperti di daerah rawa gambut. Jenis tanah rawa ini mempunyai pori tanah yang besar. kompresibilitas yang tinggi dan daya dukung yang rendah yang harus menjadi pertimbangan yang utama mekanisme geoteknik yang terjadi seperti gaya geser, gaya angkat (uplifi), squeezing. Penurunan yang besar, deformasi horisontal dan gaya geser negatip harus diperhitungan dalam evaluasi kesalaan bangunannya.
LAJU KOROSI SENG GALVANIS PADA RANGKA BAJA JEMBATAN
Ahmad Abdurrohim
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Untuk mengetahui laju korosi komponen rangka baja bangunan atas jembatan, maka telah dilakukan penelitian pada beberapa lokasi korosif yang dianggap mewakili, yaitu : lokasi pantai diwakili oleh pantai Karang Bolong daerah Banten Jawa Barat, lokasi industri diwakili oleh kawasan industri Pulogadang DKI Jakarta dan lokasi pegunungan diwakili oleh Kamojang daerah sumber gas alam Jawa Barat. Pengamatan dilakukan degnan membuat beberapa benda uji pelat baja yang digalvanis dan dipajang pada lokasi korosif. Pada setiap periode tertentu diukur kehilangan lapis galvanisnya. Pengumatan ini dlakukan sektar 4,5 tahun, sehingga dapat diperkirakan laju korosi lapis seng galvanis sebagai berikut : lokasi pantai 5,5 UM/tahun. Lokasi industri 7,0 UM/tahun dan lokasi gunung dekat berapi 7,5 UM/tahun.