Articles
602 Documents
HUBUNGAN TINGKAT KONSENTRASI NOx DENGAN VOLUME LALU LINTAS DIPERSIMPANGAN TAK BERSINYAL
Ayi Tatang
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 4 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini mengemukakan hasil pengamatan kolerasi aktual antara karakteristik lalu lintas dengan tingkat NOx pada ruas jalan yang akan memasuki simpang tiga tanpa diatur traffic light. Tujuan dari pengamatan teersebut adalah untuk dapat mempertimbangkan manfaat tambahan dari penyempurnaan tata laksana lalu lintas di simpang tiga tanpa diatur traffic light, dan mengusulkan penanganannya. Hasil evaluasi dari hubungan karakteristik lalu liintas dengan tingkat kandungan Nox dinyatakan dalam peresamaan Multiple Regression. Nilai R2 yang di peroleh adalah 0.5842. Hal ini meenunjukan adanya pengaruh yang cukup kuat dari karakteristik lalu lintas terhadap konsenterasi NOx di udara pada ruas jalan yang diteliti.
PENGGUNAAN GEORADAR DALAM MENDUGA KONSTRUKSI BANGUNAN BAWAH JEMBATAN
wawan witarnawan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 16 No 2 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu kesulitan yang sering dijumpai mengoptimalkan bangunan bawah dari sutau jembatan yang ada adalah ketidak tersediaan gambar pelaksanaan jembatan maupun gambar perencanaannya. Mengukur dimensi bangunan bawah jembatan secara langsung hampir merupakan suatu hal yang mustahil, mengingat sebagian besar dari bangunan bawah tterseebut tertanam didalam tanah. Oleh karena itu diperlukan suatu metoda tertentu yang dapat digunakan untuk menduga dimensi bangunan bawah jembatan secara tidak langsung. Salah satu cara pendugaanyang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metoda georadar. Pendugaan georadar terhadap jembatan yang mempunyai bangnan bawah dengan pondasi langsung beton bertulang dan pasangan batu kali menunjukkan hasil yang mendekati keadaan sebenarnya. Gangguan dari bahan logam seperti yang ada pada gelagar baja dapat mengburkan citra georadar yang diperoleh.
PENELITIAN PEMBUTAN ASPAL KARET MELALUI CAMPURAN INDK (MASTERBATCH) KARET ALAM
Leksminingsih sih
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 16 No 2 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perbaikan mutu aspal minyak dengan penambahan karet alam diperkirakan dapat mengambat kerusakan-kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalandi Indonesia yang beriklim tropis. Penggunakaan karet dalam bentuk beberapa jenis karet olaan seerti: Crepe, RSS, SIR digunakan untuuk pembuatan aspal karet. Dari semua jenis karet ini yang secara langsung dapat digunakan adalah latek yang mempunyai kadar karet kering 60%(kkk 60). Untuk jenis karet lainnya sebaiknya dibuat campuran induk aspal karet terlebih dahulu sehingga memudahkan cara pencampuran. Persoalan yang perlu dipecahkan dalam penggunaan karet sebagai bahan tambah aspal adalah teknik melarutkan atauu mendispensikan karet kedalam asal sehingga diperoleh campuran yang homogen. Apabila hal ini sudah terpecahkan maka terbuka kemungkinan penggunaan karey yang murah, dengan mutu yang sama seperti karet-karet yang umum digunakan untuk campuran aspal-karet. Pada penelitian ini dibuat dua macam campuran induk dari karet alam cair (jenis latek kkk 60%) dan dari hasil olaan karet alam berbentuk pada (jenis crepe). Dari hasil pengujian terhadap mutu aspal karet di laboraturium yang meliputi uji fisik aspal dan campuran beraspal di dapat hasil komposisi campuran induk sebagai berikut ; 1) Campuran induk dari karet cair (latek kkk 60%) dengan komposisi campuran 21% latek dan 79% aspal pen 60 (MB 21) dan 2) Cmpuran induk dari karet padat (crepe)n dengan komposisi 60% karet padat jenis crepe dan 40% aspal pen 60 (MB 60/40).
PENGEMBANGAN SPESIFIKASI LAPIS PONDASI AGREGAT
Nyoman Suaryana
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 16 No 2 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Agregat lapis pondasi atas bawah mempunyai peranan yang penting dalam konstruksi perkerasan jalan. Untuk menjaga kualitas dari material tersebut telah dibuat persyaratan-persyaratan yang tercantum dalam Spesifikasi Lapis Pondasii Agregat. Meskipun demikian pada beberapa proyek ditemukan adanya perbedaan persyaratan yang cukup prinsipil. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang mendalam mengenai karakteristik agregat lapis pondasi yang nantinya dipakai sebagian dasar usulan perubahan/peningkatan Spesifikasi. Usulan peningkatan/perubahan tersebut meliputi, gradasi, prosentase pecah, indeks plastistilas, prosentase agregrat halus, dan kadar air pemadatan. Gradasi lapis pondasi atas (LPA) disesuaikan dengan lengkung Fuller dan gradasi lapis pondasi bawah (LPB) diubah menjadi gradasi B1,B2, dan B3 mengacu gradasi AASHTO 1990. Prosentase pecah lapis pondasi disesuaikan dengan lalu-lintas rencana dan posisi dari pondasi tersebut. Untuk membatasi prosentase agregar halus, digunakan persyaratan PP (prosen lolos saringan 200 x PI) maksimum 25. Nilai indeks plastisitas (PI) dibatasi maksimum 6% untuk LPA dan 10% untuk LPB. Kadar air pemadatan lapis pondasi diusulkan 1% dari kadar air optimum.
PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH DASAR DENGAN TEKNIK PEMADATAN DINAMIS
m suherman
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 16 No 2 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemadatan dinamis merupakan salah atu cara dari metode-metode perbaikan tanah yang sering disebut konsolidasi dinamis atau penumbukan. Pemadatan tanha dengan penumbukan berat, yaitu menjatuhkan beban berat pada permukaan tanah. Metode ini betujuan menambah kekuatan geseran tanah dan mereduksi pemutaran yang terjadi di bawah struktur. Teknik ini telah berkembang sebagai bentuk perbaikan tanah pada areal yang luas seta mencapai kedalaman 30meter, yang dipelopori oleh Menard (1974). Bila diterapkan pada tanahjenuh sebagian, maka proses pemadatan tanah pada dasarnya sama seperti halnya dengan pemadatan Proctor di laboraturium.
PENELITIAN LONGSORAN JALAN BALIKPAPAN SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
Benny Moestofa
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 16 No 2 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Longsoran jalan di daerah pegunungan Kalimantan Timur dan propinsi lainnya di Indonesia menimbulkan masalah beasr dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan. Masalh tersebut di sebagian besar aspek pembangunan jalan hanya dapat diatasi dengan menerapkan pengalaman cara penaggulangan yang efektif terhadap maslah yang sama di tempat lain berdasarkan pendekatan empiris. Dalam penerapan pengalaman cara penenggulangan tersebut, tahap pertama adalah mengidentifikasi jenis longsoran utama, terutama mekanisme longsoran dan karakteristik umumya. Cara pendekatan ini digunakan pada ruas jalan Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur yang mencakup penelitian maasala prinsip-prinsip mekanisme longsoran yang mengakibatkan sebagian besar kerusakan jalan di Propinsi Kalimantan Timur.
METODA ALTERNATIF PENENTUAN MODULUS TANAH DASAR
Nyoman Suaryana
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 17 No 1 (2000)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Untuk menentukan tanah dasar diperlukan teknik pengujian tegangan-tegangan dengan beban dinamis sesuai dengan beban lalu-lintas yang bersifat dinamis. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam modulus relisien (Mr). Parameter tersebut merupakan parameter utama dalam perencanaan tebal perkerasan secara analitis. Akan tetapi teknik pengujian teresebut memerluan peralatan yang mahal, tidak mudah dipindah-pindahkan, dan relatif susah dioperasikan. Dengan meningkatkan ketelitian pengujian dan analisa menggunakan metoda finite element, hasil pengujian CBR dapat digunakan sebagai metode alterenatif penentuan modulus relisien tanah dasar.
PENELITIAN BAHAN BANGUNAN UNTUK DINDING BANGUNAN PEREDAM BISING (NOISE BARRIER)
Agus Bari Sailendra
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 17 No 1 (2000)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebisingan lalu lintas terutama di jalan arteri (perkotaan) termasuk jalan Tol sudah cukup mengkhawatirkan, dengan tingkat bising di atas 65 dBA. Salah satu upaya untuk mengurangi tingkat bising tersebut adalah dengan menggunakan dinding Bangungan Peredam Bising (BPB) yang memakai bahan bangunan tertentu yang dinilai mempunyai kemampuan dalam mereduksi bising. Kemampuan tersebut diartikan sebagai yang memenuhi standar uji laboratorium (nilai STC) dan uji skala penuh (lapangan). Hasil penelitian mengindikasiakan bahan Konblok ALWA (1:4:4) dan Bata merah dinilai mempunyai kemampuan untuk mereduksi bising secara effektif.
PENELITIAN LONGSORAN JALAN SIMPANG WAIPIA-SALEMAN, PULAU SERAM, PROPINSI MALUKU
Benny Moestofa
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 17 No 1 (2000)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah longsoran lereng jalan yang tersusun tanah residual pada ruas jalan Simpang Waipia-Saleman, Pulau Seram, Propinsi Maluku terutama disebabkan tidak layaknya desain, pembangunan dan pemeliharaan jalan, khususnya sistem drainase dan penempatan timbunan yang dijumpai di sepanjang jalur alinyemen yang sebagian besar melewati terrain yang sangat sulit serta tidak stabil. Oleh karrena itu, harus di buat korelasi antara faktor-faktor lingkungan geoteknik dengan kinerja lereng untuk memperoleh desain lereng jalan yang mantap. Korelasi tersebut dapat di buat berdasarkan hasil inventarisasi longsoran lereng jalan yang meliputi kinerja lereng, terrain, hidrologi serta variabilitas geologi yang dapat digunakan sebagi strategi pembuatan desain dan pemeliharaan lereng alam dan lereng buatan untuk diterapkan di seluruh jaringan jalan di Indonesia. Teknik inventarisasi ini akan menghasilkan suatu aturan desain lereng jalan yang sederhana di sepanjang Simpang Waipia-Saleman dan juga dapat diterapkan di daerah lainnya yang mempunyai kondisi geologi terrain sera iklim yang sama.
PENELITIAN NILAI WAKTU DENGAN TEKNIK PERNYATAAN PILIHAN PADA JALAN ARTERI PRIMER ANTAR KOTA
Didik Rudjito
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 17 No 1 (2000)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian nilai waktu yang dilakukan oleh Pusat Litbang Jaln dari Tahun 1997 sampai sekarang adalah dengan meenggunakan teknik pernyataan pilihan (stated preference). Teknik ini telah digunakan dengan hasil yang memuaskan untuk penelitian niilai waktu di negara maju seperti Inggris dan Belanda. Teknik pernyataan pilihan telah diuji-cobakan untuk menentukan nilai waktu (kendaraan pribadi dan angkutan umum) di jalan tol dan jalan arteri primer antar kota.