Articles
602 Documents
MODEL ALTERNATIF DARI STRUKTUR PERKERASAN LENTUR DESAIN
Djunaedi Kosasih
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 1 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Metoda desain struktur perkerasan lentur jalan yang saat ini berlaku di Indonesia adalah Metoda Analisa Komponen. Metoda Analisa dengan memanfaatkan model dasar struktur perkerasan yang diadopsi dari metoda AASHTO '72 telah dapat digunakan selain untuk menentukan desain struktur perkerasan juga untuk menganalisis kondisi struktur perkerasan desain. Namun demikian, model alternatif yang lebih sederhana yang dapat menggambarkan karakteristik struktur perkerasan desain mungkin akan bermanfaat,khususnya dalam membantu menetapkan berbagai skenario struktur perkerasan desain dan dalam mengevaluasi derajat kerusakan struktur perkerasan desain akibat tingkat konservatisme dari desain. Model struktur perkerasan desain alternatif yang diusulkan dalam karya tulis ini didasarkan pada fungsi exponensial yang menghasilkan struktur perkerasan desain dengan variasi perkiraan beban lalu lintas sekitar 20% da tingkat konservatisme desain skitar 30%.
PEDESTRAN SAFETY IN THE DEVELOPING WORLD
Andrew Downing
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 1 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini menerangkan mengenai beberapa penelitian tentang keselamatan perjalan kaki yang dilaksanakan oleh Transport Research Laboratory. Inggris bersama-sama dengan organisasi dari beberapa negara seperti Botswana. Indonesia Pakistan. Papua New Guinea dan Zimbabwe. Kecelakaan pada pejalan kaki yang terjadi di Asia, Afrika, kepulauan Karibia dan Timur Tengah secara umum menunjukan bahwa lebih dari 40% menemui kematian. Analisa lebih rinci mengenai data nasional menunjukan beberapa perbedaan utama antara kecelakaan pejalan kaki di negara berkembang pada umumnya menimpa anak-anak dan biasanya terjadi pada jalan di daerah serta jauh dari perkampungan. Di Karachi, the Traffic Engineering Bureau (TEB) memelopori penggunaan penyebrangan atau zebra cross yang lebih tinggi dari jalan di Pakistan, sementara di Papua New Guinea, the Road Authorities memperkenalkan penggunaan trotoar di daerah-daerah serta meningkatkan failitas penyebrangan umum. Hasil awal dari evaluasi tersebut djelaskan dalam tulisan ini, bersaa dengan penemuan/mastikan dari survey mengenai pendidikan keselamatan jalan.
EVALUASI PERKERASAN SPAL PORUS DI INDONESIA
A Tatang Daclan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 1 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam tulisan ini diuraikan perkerasan aspal porus (perkerasan drainas), termasuk karakteristik dan kinerja di laboratorium dan lapangan. Campuran aspal dengan bahan tambahan Latcx memberikan sifat-sifat campuran yang lebih baik dibandingkan dengan jenis bahan tambahan lainnya, karena itu telah dilakukan percobaan lapangan. Hasil sementara dari percobaan lapangan di jalan perkotaan menunjukan bahwa terjadi penyumbatan pori degan cepat. Campuran aspal menjadi tidak porus setelah konstruksi berumur satu tahun.
FAKTOR VOLUME JAM PERENCANAAN ( Faktor K )
Hikmat Iskandar
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 1 (1998)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Faktor K adalah porsi (%) Volume Jam Perencanaan ( VJP ) terhadap Volume Harian Rata rata tahunan ( LHR ) VJP dipakai sebagai dasar untuk menetapkan jumlah lajur jalan atau lebar jalur jalan. Dalam penetapan VJP untuk perencanaan, LHR merupakan LHR proyeksi pada akhir usia rencana. Beberapa literatur menyebutkan nilai faktor K untuk jalan rural bervariasi 12% s.d 25% di mana angka tsb ditetapkan dari tumit jam sibuk kurva distribusi Volume Lalu Lintas Jam Jaman terbesar pada umumnya berdasarkan data di USA tumit tsb jatuh pada urutan jam sibuk ke 30 indonesia s.d saat ini belum memiliki angka yang baku. Manual kapasitas jalan indonesia. MKJI ( 1996) menggunakan 11%. Latar belakang ini melandasi dilakukannya pengukuran Volume Lalu Lintas jam jaman ( VLJ ) di 6 ruas jalan arteri antar kota di jalur pantura pulau jawa. Analisa data menyimpulkan bahwa tumit jam sibuk pada ruas jalan tsb dengan LHR, antara 12,15,&21,543 satuan mobil penumpang ( smp).Jatuh pada urutan jam antara 100 s.d 350 dan dengan nilai faktor K rata rata 6,5% jika kriteria urutan jam ke 30 pakai maka faktor K meningkat menjadi 75%
PENGEMBANGAN JEMBATAN BAILEY TIPE KABEL
lanneke Tristanto
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 1 (1998)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jembatan Bailey tipe kabel adalah modifikasi jembatan darurat sehingga memiliki karakteristik jembatan permanen. Uji beban statik dan dinamik pada model prototipe 30.5m atau setengah bentang total jembatan 64.05m; menunjukkan daya pikul dan perilaku dinamik yang memadai. Evaluasi ujil beban berdasarkan data pengukuran lapangan dan analisa verifikasi merupakan kriteria dalam menilai kemantapan suatu produk baru. Keberhasilan prototipe mendukung pengembangan jembatan Bailery tipe kabel sampai bentang optimal 88.45m dengan mempertahankan kesederhanaan konstruksi.
METODOLOGI TEKNIK INVENTARISASI STABILITAS LERENG JALAN DI INDONESIA
Benny Moestofa
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 1 (1998)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setiap proyek pembangunan jalan membutuhkan informasi geoteknik yang berkaitan dengan masalah stabilitas lereng untuk meningkatkan prosedur perancanaan dan pemeliharaan lereng jalan yang selama ini mempengaruhi keberhasilan pembangunan jaringan jalan di Indonesia. Suatu metodologi inventarisasi, penyimpanan dan pengolahan data stabilitas lereng jalan telah dikembangkan di pusat penelittian dan pengembangan jalan, bekerjasama dengan Transport Research Laboratory (TRL-Inggris). Tulisan ini menguraikan tentang aspek-aspek teknik metodologi inventarisasi stabilitas lereng jalan yang dapat diterapkan di seluruh nusantara. Keuntungan utama metodologi inventarisasi ini adalah padat meningkatkan efesiensi sistem perencanaan serta program pembangunan jaringan jalan di Indonesia. Walaupun saat ini penerapan metodologi tersebut baru dilakukan fi beberapa propinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan),tetapi sistem inventarisasi ini dapat diperluas penerapannya di seluruh propinsi Indonesia dalam waktu dekat ini.
SIMPLE TECHNOLOGY OF SOIL STBILIZATION
Hermin Tjahyati
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 1 (1998)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stabilisasi tanah dengan menggunakan peralatan sederhana dapat dilakukan secara padat karya, dan saat in diperlukan terutama pada jalan-jalan berlalu-lintas rendah yang masih memerlukan jalan keras tak beraspal selain yang dibuat dengan hamparan batu pondasi Macadam maupun sistim Telford. Dengan cara ini cukup tenaga pekerja dengan cangkul dan alat pemadat PVR 1 ton, maka bila dilakukan sesuai dengan disain laboraturium. Dari percobaan yang dibuat di beberapa daerah pada tahun 1996 cara ini cukup kompetitif, dapat dilihat dari biaya (1996) terutama pada daerah yang sulit untuk mendapat batuan dibandingkan dengan Macadam atau Telford,.
CAMPURAN STONE MASTIC ASPHALT DAN PENGARUH KANDUNGAN AGREGAT HALUSNYA
Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 4 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan campuran beraspal jenis Stone Mastic Asphalt (SMA) telah berkembang dengan cepat sejak tahun 90 dan banyak dipergunakan di Jerman, Amerika, Canada, Inggris, Sehubungan dengan kemampuannya untuk menahan air, retak serta mempunyai keawetan yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh prosentase agregat kasar dalam komposisi SMA yang membentuk rangka dan memberikan kontak antar agregat kasar serta dipengaruhi oleh jumlah agregat halus yang ada pada campurannya. Jumlah agregat halus pada campuran yang masih memberikan kontak antar agregat kasar bisa ditentukan dengan menggunakan indikator Void in Mineral Aggregate (VMA) dan Void in Coarse Aggregate (VCA) serta metoda"fry rodded"sebagai mana teredapat pada ASTM C 29. Hasil percobaan yang tela dilakukakan pada gradasi tertentu memberikan batasan jumlah maksimum dari agregat halus yang masih memberikan kontak antar agegat kasar, yaitu agregat halus sebesar 30%, lebih dari itu SMA tidak bisa terwujud. Diuraikan pula pengaruh rongga dalam campuran terhadap sensivitas dan stabilias dimana stabilitas sampuran akan menurun sesuai dengan penurunan jumlah agregat halus dalam campuran.
PENGGUNAAN KARET ALAM LATEKS UNTUK MENINGKATKAN MUTU CAMPURAN BERASPALDI INDONESIA
A Tatang Daclan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 4 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkerasan jalan di Indonesia pada tahun 1980-an banyak mengalami kerusakan dini berupa retak.Spesifikasi kemudian diubah mejadi campuran yang lebih lentur, namun setelah pelaksanaan timbul kerusakan dini berupa deformasi plastis. Perubahan lebih lanjut dilakukan lagi terhadap Spesifikasi yang ada untuk menjamin tidak terjadi pelelehan plastis tanpa terjadi retak. Perubahan ini dilakukan melalui penelitian meningkatkan keawetan aspal untuk campuran beraspal.Penelitian ini merupakan bagian dari pengembangan modifikasi aspal menggunakan bahan tambah aspal. Aspal yang dijual secara komersial menggunakan polimer sintetis terlalu mahal untuk sejumlah negara sedang berkembang seperti Indonesia. Namun di Indonesia, keuntungan dapat diperoleh dengan menggunakan bahan lokal misalnya karet Lateks ke dalam aspal minyak. Penelitian meliputi pengujian laboratorium dan percobaan lapangan.
ACCIDENT INVESTIGATION IN NORTH CORRIDOR WEST JAVA INDONESIA
Muhammad Idris
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 4 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecelakaan lalu-lintas pada Jalan Raya Nasioanl sepanjang jalur pantai utara (pantura) Jawa merupakan salah satu penyumbang terbesar angka kecelakaan di Indonesia. Berdasarkan pemberitahuan media massa, mengindikasaikan bahwa faktor kesalahan manusia merupakan penyebab utama kecelakaan. Tulisan ini akan mencoba menjelaskan persoalan utama serta tingkat keseriusan kecelakaan laluu-lintas pada lokasi terpilih pada jalur pantura Jawa Barat, khusunya di Wilayah Kepolisian Cirebon. Lebih lanjut, tulisan ini juga akan memberikan beberapa saran penanganan lokasi rawan kecelakaan guna mengurangi angka kecelakaan. Metoda penyelidikan kecelakaan yang sistematik telah digunakan untuk mengientifikasi ruas terburuk menggunakan tingkat kecelakaan dilakukan dengan menerapkan teknik statistik "NORM" serta teknik EAN (Equitment Accident Number). Kecelakaan secara umum. Uji statistik yaitu Uji Normal serta Uji Chi-Kuadrat juga telah dimanfaatkan untuk menetapkan tipe kecelakaan dominannya pada lokasi terpilih tersebut. Hasil analis ini kemudian dimanfaatkan pada penyelidikan lapangan guna mencari problem lokal yang mungkin dan untuk mengidentifikasi serta mengembangkan teknik penanganan yang tepat.