cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
PEMODELAN PENURUNAN KONDISI PERKERASAN KAKU DI INDONESIA K A Zamhari
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 16 No 3 (2000)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu model perkerasan diturunkan dari pengamatan terhadap kinerja sejumlah perkerasan jenis tertentu pada kondisi tertentu pula. Dengan demikian pemanfaatannya dibatasi oleh domain pangkalan data yang menjadi dasar pengembangannya. Oleh sebab itu model-model yang dikembangkan di luar negeri tidak dapat begitu saja diadopsi untuk kondisi Indonesia. Model diturunkan dari pengamatan selama tiga tahun berturut-turut terhadap perkerasan beton semen dari enam ruas jalan. Pemodelan mencakup kerataan permukaan dan retak yang merupakan dua bentk kerusakan perkerasan kaku yang paling dominan d Indonesia.
PENGARUH KEDALAMAN TEKSTUR TERHADAP KEKESATAN PERMUKAAN JALAN M Sjahdanulirwa
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 16 No 3 (2000)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedalaman tekstur (TD) biasanya digunakan untuk klasifikasi tekstur permukaan jalan secara garis besar. Ada kecenderungan meningkatnya kekesatan (koeffisien friksi) bila dijumpai tekstur permukaan jalan yang lebih dalam. Tetapi dengan tipikal data yang menyebar dari garis kecocokan, menjadikannya seolah-olah nilai yang meragukan. Namun demikian, secara umum perkerasan dengan tekstur yang sangat halus (TD <_ 0.2 mm) seyogyanya dilarang, sedangkan tekstur yag sangat kasar(TD > 1.2 mm) diguakan pada hal-hal khusus seperti tikungan tajam setelah jalan lurus. Makalah ini mengetengahkan hasil penelitian hubungan kedalaman tekstur dengan kekesatan permukaan jalan.
PENGKAJIAN PENENTUAN KADAR ASPAL CAMPURAN BERASPAL SECARA CEPAT Kurniadji 12
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 18 No 1 (2001)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini pengujian kadar aspal campuran beraspal dilakukan berdasarkan metode pengujian AASHTO T-164-90 atau ASTM D 2172-88 yang memerlukan waktu pengujian sekitar 4 jam , sehingga penyimpangan kadar aspal ( terutama di proyek ) agar terlambat untuk diketahui. Metode pengujian berat jenis maksimum AASHTO T-209-990 atau ASTM D 2041-78 yang dimodifikasi dapat dimanfaatkan untuk mengukur kadar aspal secara cepat. Waktu yang diperlukan untuk pengujian adalah kurang dari satu jam. Metode ini pertamakali diperkendalkan oleh Kendhal et.al (1973), dengan contoh uji berupa campuran beton aspal dengan agregat batu kapur, pasir, dan slog. Mengungat di Indonesia kebanyakan menggunakan agregat arden, maka tulisan ini menguraikan bagaimana penerapan metode tersebut dengan menggunakan benda uji jenis agregat erdent. Hasil yang diperoleh menunjukkan, akurasi pengukuran yang cikup tinggi.
PERBANDINGAN KINERJA UNIT PENCAMPURAN ASPAL PANAS MODIFIKASI ( AMP MODFIKASI ) DENGAN KINERJA PAN MIXER DALAM MEMPRODUKSI CAMPURAN DINGIN ASPAL EMULSI Leksminingsih 2
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 18 No 1 (2001)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan aspal emulsi di Indonesia untuk perkerasan jalan selama ini sangat terbatas, yaitu hanya untuk lapis ikat ( tack coat ) saja, meskipun demikian pemanfaatan campuran dingin aspal emulsi dalam skala kecil, meliputi pekerjaan pemeliharaan berupa tambahan dan shurry seal. Eendala pelaksanaan campuran dingin aspal emulsi adalah pada perkerasan campuran, dimana untuk mendapatkan komposisi agregat dan kadar aspal emulsi optimum harus melalui uji campuran beraspal di laboratorium. Kendala lainnya adalah pada banyaknya campuran aspal emulsi yang dibutuhkan untuk pekerjaan pemeliharaan dengan jumlah campuran yang banyak penggunaan alat pan Mixer kurang menandai, sehingga diperlukan alat pencampuran yang mempunyai kapasitas besar, yaitu Aspahalt Mixing Plant ( AMP ) yang biasa digunakan untuk campuran aspal panas.Penggunaan AMP yang baku perlu dilakukan modifikasi, sehingga sesuai untuk campuran dingin. Hasil penelitian campuran dingin aspal emulsi dengan menggunakan alat AMP dan Pan Mixer, yang dilakukan di DPU Kabupaten Bandung, didapatkan hasil komposisi capuran agregat kasar, sedang, halus, 33:27:40 dengan kadar aspal emulsi 10.5%,kadar air penyelimutan 14% dan kadar air pemadatan 6%, Dengan menggunakan AMP yang telah dimodifikasi didapat kadar aspal emulsi 10,7% dengan alat pan mixer kadar aspal emulsi 7,4% gradasi agregat untuk keduanya memenuhi persyaratan spesifikasi Puslitbang Jalan.
KEKUATAN DAN KEAWETAN BAHAN KOMPON/VULKANISAT PERLETAKAN KARET JEMBATAN Ahmad abdurrachim
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 18 No 1 (2001)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai kelanjutan dari tulisan kami tentang perletakan karet dan siar muai jembatan pada litbang jalan terbitan buan 2000, yang berjudul " Pengamatan Kerusakan Perletakan Karet Pada Beberapa Jembatan Rangka Baja ". Salah satu jenis kerusakan adalah terjadi pada bahan yang menentukan mutu bahan adalah bahan baku karet, bahan tambah kimia beserta komposisi dan dosisnya, system percampuran dan penanganan . Campuran karet mentah yang terdiri dari bahan baku karet + bahan tambah kimia yang keseluruhan bahan ini telah dicampur sempurna disebut komponen karet. Komponen karet yang telah memenuhi syarat kekuatan dan keawetan selanjutnya dimatangkan dalam cetakan perletakan karet jembatan disebut vulkanisat.
JEMBATAN INTEGRAL (INTEGRAL BRIDGE) wawan Witarnawan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 18 No 1 (2001)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah menjadi suatu hal yang diketahui bahwa hampir semua sambungan muai jembatan mengalami kerusakan dan kebocoran, hal ini merupakan masalah yang cukup berarti dalam pemeliharaan jembatan.Tujuan utama dan jembatan integral adalah untuk mengurangi atau menghilangkan sambungan pada jembatan sehingga dapat mengurangi biaya pemeliharaannya. Jembatan integral semakin banyak digunakan seiring dengan usaha para ali jembatan dalam menghindari iaya pemeliharaan yang sangat mahal akibat sambungan muai.
EVALUASI DAN VALIDASI MODEL PREDIKSI TINGKAT KEBISINGAN (MODEL PUTRA) AKIBAT LALU LINTAS KENDARAAN DI JALAN PERKOTAAN Asep Sunandar
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 18 No 2 (2001)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model-model prediksi tingkat kebisingan memang telah ditemukan di negara-negara lain tetapi model yang betul-betul sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia masih memerlukan penyesuaian lebih lanjut. Salah satu model yang dikembangkan dan mepertimbangkan faktor sepeda motor adalah Model Putra (Putra, Ardhana I. B). Model ini merupakan pegembangan model yang sudah ada dimana faktor-faktor yang berpengaruhnya adalah volume lalu lintas kecepatan lalu lintas jarak dari pusat jalan, persentase kendaraan berat dan persentase sepeda motor. Hasil yang diperoleh menunjukan tidak adanya perbedaan yang nyata antara hasil pengukuran dan prediksi secara rata-rata hasl prediksi model Putra cenderung lebih tinggi (over prediction) dibandingkan dengan hasil pengukuran dengan faktor koreksi untuk kota Bandung -0.7 = 2.5. dimana S bernilai 2.6.
KEMAMPUAN DUKUNG VERTIKAL DAN LATERAL TIANG CERUCUK PADA TANAH LUNAK M Suherman
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 18 No 2 (2001)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembuatan pondasi adalah untuk meneruskan beban atau gaya ke dalam tanah tanpa menimbulkan penurunan. Pondasi tiang digunakan untuk memikul beban pada lapisan di bawahnya melalui lapisan lembek atau material yang kompresibel. Tiang sering digunakan pada lapisan lempung yang dalam. Tiang ini akan didukung oleh gaya adhesi atau gesekan dari lempung yang berada pada sekeliling tiang. Uji pemebebanan tiang dilakukan umumnya untuk menentukan hubungan antara beban dengan penurunan khususnya dalam mengantisipasi beban yang bekerja atau menentukan daya dukung yang sederana sebagai kontrol terhadap perhitungan rumus dinamis atau statis. Bila sebuah tiang vertikal diberikan beban aksial di atas kepala tiang, maka bentuk penurunan akan tergantung dari panjang tiang akan adhesi tanah lempung terhadap kulit permukaan tiang. Bila sebuah tiang vertikal di dorong dari posisi semula dengan menggunakan gaya lateral yang diberikan pada kepala tiang, maka bentuk peregerakan tiang tergantung dari kondisi kepala tiang,panjang tiang dan kekakuan antara tiang dengan tanah.
PEMANFAATAN PARUTAN BAN BEKAS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS CAMPURAN BERRASPAL Irdiansyah As
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 19 No 1 (2002)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang beriklim tropis dengan temperatur permukaan jalan yang cukup tinggi dan makin meningkatnya beban lalu lintas menimbulkan kasus kerusakan dini perkerasan sebelum mencapai umur rencana. Penggunaan parutan ban bekas diharapkan dapat mengatasi penurunan dan kemampuan perkerasan seperti kelelehan plastis dan retak. Pengujian laboratorium menunjukan penggunaan 3% parutan ban bekas dapat menabah properti aspal dengan menurunkan penetrasi, meningkatkan titik lembek dan meningkatkan stabilitas, menurunkan modulus elstisitas serta dapat mereduksi deformasi permanen campuran beraspal.
STABILISASI TANAH PASIR KELANAUAN CILUTUNG DENGAN ASPAL EMULSI KATIONIK Kurniadji 1
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 19 No 1 (2002)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi adalah metoda umum yang biasanya digunakan untuk meningkatkan mutu bahan. Tulisan ini mencoba membas kemungkinan penggunaan tanah Cilutung sebagai lapis pondasi bawah struktur perkerasan jalan dengan melakukan stabilisasi kimiawi pada tanah tersebut. Bahan penstabilisasi yang digunakan adalah aspal emulsi kationik (CAE). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pnambahan CAE2 sampai batas tertentu akan menaikan nilai CBR dan UCS tanah pasir kelanauan optimum adalah 7 hari. Pada kondidi optimum ini, nilai CBR yang dicapai adalah 20%- 26% atau naik lebih dari 145% CBR tanah asli (13%-15%) dan nilai UCS-nya tanah akan naik 152% dari nilai UCS tanah asli dengan masa perawatan 1 hari.Parameter ini menunjukan bahwa tanah Cilutung dapat memenuhi persyaratan sebagai bahan pondasi bahwa setelah ditambahkan CAE 4% dengan masa perawatan maksimum 7 hari. Koefsien permeabilitas tanah asli akan menurun secara signifikan dengan meningkatnya kandungan CAE. Penambahan 4% CAE mengurangi koefisien permeabilitas dengan faktor yang mendekati 10.

Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue