cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
Persoalan Umum Bangunan Beton Albert Salendu
Jurnal Jalan-Jembatan No 3 (1984)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan beton sebagai bahan konstruksi, tidak terlepas dari persoalan-persoalan yang dihadapi sehingga memerlukan penanggulangan.Persoalan umum yang dihadapi terutama menyangkut retakan serta penyimpangan mutu (kekuatan rendah). Namun dengan sefat khas beton yang keras dan tegar, menyebabkan penanggulangan secara represif mengandung konsekuensi waktu, tenaga, peralatan dan biaya yang relatif besar.Oleh karena itu, tulisan ini mencoba menguraikan secara praktis dan sederhana tentang timbulnya persoalan tersebut, dan diharapkan dapat berguna didalam mencari dan merumuskan metoda penanggulangan melalui pencegahan.
Pengaruh Kenaikan Suhu Terhadap Stabilitas Jembatan Rangka Baja Russeno Wirapradja
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 8 No 3 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of the project was to study the influence of opposed right-turns on saturation flow. It was intended to use this as a tool for design and timing of signalised intersections because no guidance procedure was available in Indonesia.Data was collected from two signalised intersections in Bandung by video-camera, three theoretical models were discussed and applied to the collected data and then compared with the observations. The theoretical methods increasingly over estimatd the saturation flow at higher approach width.Generally good correlations were obtained between observed saturation flow, approach width and opposing flow. However, thus was not the case regarding the ratio of right-turns.Field observations showed that the right-turning vehicles did not give way to opposing flow, which is an important difference between Indonesian and Western traffic behaviour. Therefore, it its necessary to develop a model for capacity calculations applicable to Indonesian conditions based on further data collection for a wide range of conditions and sites.
Penelitian Ketahanan Beberapa Ketebalan Lapisan Cat Marka Jalan terhadap Lingkungan Jalan Lekss Mining Sih
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 8 No 3 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan cat marka jalan pada peningkatan dan pemeliharaaan jalan akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi. Dilain pihak dari pengamatan dilapangan menunjukkan cukup banyak usia teknis cat marka jalan tidak seperti yang diharapkan yaitu terjadi kerusakan aus dan lepasnya cat sebelum waktunya. Pada laporan ini dilakukan penelitian terhadap 2 macam jenis cat marka jalan reflektif, jenis Chlorinated Ruber dan Acrylic dengan 3 macam ketebalan. Penelitian ini merupakan penelitian tahap pendahuluan dimana pengamatan ditekankan pada kerusakan cat marka jalan berupa keausan dan lepasnya cat yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan lalu lintas ringan. Lokasi penelitian dilaksanakan dilingkungan komplek Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan. Keausan dan lepasnya cat marka jalan pada penelitian memperlihatkan bahwa cat dengan ketebalan 1 lapis pada umur pengecatan 2 tahun telah mencapai kurang lebih 95%, untuk 2 lapis kurang lebih 60%, dan 3 lapis kurang lebih 50%
Pengaruh Gaya Prategang pada Tegangan Geser akibat Gaya Lintang Ridwan Suhud
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 8 No 3 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam perencanaan balok-balok beton prategang, biasanya untuk mengurangi tegangan geser yang cukup tinggi akibat gaya lintang, maka diujung balok-balok itu penampangnya diperbesar dengan jalan memperlebar ujung-ujung balok tersebut. Namun demikian karena keterbatasan-keterbatasan tertentu cara diatas tidak dapat dilakukan. Untuk melihat apakah pelebaran ujung balok itu memang mutlak diperlukan, maka sebaiknya ditinjau dulu pengaruh prategang yang bersangkutan terhadap tegangan geser akibat gaya lintangnya. Untuk meninjau lebih detail masalah diatas, tulisan ini menyajikan pembahasan mengenai 'Pengaruh gaya prategang pada tegangan geser akibat gaya lintang". Dengan peninjauan ini maka dapat dilihat apakah pada ujung suatu balok beton prategang masih cukup dipasang ulangan sengkang atau harus diperbesar penampangnya.
Beberapa Alternatif Perbaikan Lempung Lunak sebagai Tanah Dasar Badan Jalan Hermin Tjahyati
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 8 No 3 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan daya dukung tanah terutama pada tanah lempung yang lunak adalah masalah yang sering dihadapi pada pembangunan jalan raya yang harus melewati daerah tersebut. Beberapa metode perbaikan tanah antara lain dengan mengganti sebagian lapisan tanah lunak dengan pasir, metode lima column ataupun dengan vertical drain pernah diperhitungkan pada pembangunan jalan Surabaya-Gresik tahun 1985. Metode diatas bertujuan meningkatkan daya dukung tanah, kecuali vertical drain yang tujuannya adalah untuk mempercepat penurunan (proses konsolidasi). Faktor biaya yang cukup mahal hanya akan efektif bila dikaitkan dengan volume pekerjaan yang cukup besar.
Usulan Peninjauan Kembali Spesifikasi Aspal Keras untuk Indonesia Tjitjik Suroso
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 8 No 3 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal adalah hasil samping pengilangan minyak bumi yang digunakan sebagai bahan pengikat batuan untuk konstruksi jalan. Menyadari bahwa : 1. Temperatur serta kondisi lingkungan Indonesia terus menerus kena sinar matahari dibanding dengan temperatur/kondisi lingkungan di negara asal spesifikasi aspal ASTMIAASHTO. 2. Spesifikasi aspal yang dikeluarkan oleh Direktur Penyelidikan Masalah Tanah dan Jalan tahun 1973 melalui KPTS No. III/3/1973. 3. Hasil-hasil pengujian contoh aspal (yang diterima), keawetannya menunjukkan penurunan. 4. Adanya kemajuan terhadap teknologi, untuk itu penulis mengusulkan untuk meninjau kembali (menyempurnakan) spesifikasi aspal yang dikeluarkan berdasarkan KPTS tersebut diatas dan diusulkan menjadi Standar Nasional Indonesia. Penyempurnaan itu antara lain : 1. Pengujian loss on heating dari thick film menjadi thin film. 2. Memasukkan pengujian daktilitas setelah thin film. 3. Memasukkan pengujian asphalthene/parameter komposisi malthene.
Percobaan Stabilisasi Semen pada Kondisi Batas Cair Tanah Hermin Tjahyati
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 9 No 2 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan hasil stabilisasi tanah sangat ditentukan pula oleh homogenitas campuran stabilisasi tersebut. Pada stabilisasi tanah dengan semen dicoba berbagai cara untuk mengatasi homogenitas campuran tanah-semen dan salah satu cara yang pernah diselidiki oleh Unpar adalah dengan cara mencampurnya pada kondisi batas cair tanah (liquid limit). Pada tulisan ini campuran stabilisasi tanah-semen pada konmdisi batas cair dilakukan terhadap tanah lateritis-Bandung dengan kadar semen 5% s/d 20%. Banyaknya kadar semen mempengaruhipeningkatan kekuatan dan pada kadar semen diatas 15% terlihat tidak terlalu berbeda lagi. Sebagai pembanding adalah campuran tanah-semen pada kondisi batas cair dapat dilakukan lebih mudah tetapi penggunaan semen menjadi lebih banyak.
Dasar Perencanaan Jembatan Cable-Stay Lanneke Tristanto
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 9 No 2 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan cable-stay adalah jembatan berjenis majemuk. Lantai jembatan meerupakan jenis gelagar, pelat atau rangka yang digantung pada susunan cable-stay yang berjenis menyebar-radiating, sejajar-harp, kipas-fan, bintang-star atau susunan kabel kombinasi. Dasar perencanaan bentuk beberapa jenis jembatan cable-stay dibahas secara singkat dalam makalah ini.
Pemilihan Pondasi untuk Sistem Perkerasan Kaku Prof. Dr. Ir. Furqon Affandi, M.Sc.
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 9 No 3 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan type subbase pada perkerasan jalan beton semen, tergantung pada faktor ekonomis di daerah tersebut. Fungsi utama dari subbase ialah untuk mencegah pumping, dan karena itu haruslah mempunyai permeabilitas yang cukup atau mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap pengaruh erosi air. Lebar subbase tergantung pada jenisnya sendiri (distabilisasi atau tidak), gradasi subbase, perencanaan bahu jalan dan tujuan dari subbasenya sendiri.
Analisa Tembok Penahan untuk Stabilitas Lereng Hermin Tjahyati
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 9 No 3 (1992)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tiga jenis tipe tembok penahan tanah untuk stabilisasi lereng. Ketiga tipe tembok penahan itu adalah : free standing walls (gravity walls), cantilever walls tied-back walls. Free standing walls mudah dikerjakan, banyak membutuhkan galian, hanya tergantung pada berat sendiri tembok serta hanya efektif untuk bidang gelincir yang tidak terlalu dalam, sedangkan cantilever walls dan tied-back walls dapat untuk bidang gelincir yang dalam dan keduanya memerlukan desain serta keahlian yang sebaik-baiknya.

Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue