cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
HASIL PENELITIAN KADAR ASPHALTENE DALAM ASPAL tjitjik wasiah suroso
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 2 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal ideal adalah aspal yang mempunyai kadar asphaltene antara 15 - 25 % (rata-rata 20 %) karena telah diketahui bahwa suatu aspal sangat ditentukan oleh jumlah asphaltene. Kadar asphaltene tinggi menghasilkan penetrasi rendah. Apabila pen terlalu rendah maka life time aspal dapat diperkirakan akan rendah karena aspal dikatakan dalam keadaan kritis apabila penetrasi aspal = 20, duktilitas < 15. Oleh karena itu perlu diketahui kadar asphaltene dalam aspal yang beredar di pasaran sehingga dapat diketahui salah satu faktor penyebab kerusakan-kerusakan secara dini pada perkerasan jalan. Dari hasil penelitian diperoleh ; Pada aspal 60 yang beredar di pasaran mempunyai kadar asphaltene di atas 20 % sebanyak 30 %, yaitu : Aspal ex A ± 23 % Aspal ex B ± 23 % Aspal ex C ± 25 % Aspal ex 0 ± 15 % Aspal ex E ± 15 % Aspal ex F ± 15 % Aspal ex G ± 17 % Pada aspal pen. 80 yang beredar di pasaran mempunyai kadar asphaltene yang di atas 20 % sebanyak 25 %, yaitu : Aspal ex A ± 18 % Aspal ex B ± 18 % Aspal ex C± 24 % Aspal ex 0 ± 15 % Aspal ex E ± 15 % Aspal ex F ± 15 % Aspal ex G ± 17 % Aspal ex H ± 24 % Mengingat tingginya kadar asphaltene merupakan salah satu faktor tingginya kerusakan jalan sebelum waktunya maka disarankan disiplin untuk melakukanpengujian sesuai dengan ketentuan yang ada sebelum digunakan pada pelaksanaan pembangunan jalan.
PENELITIAN PENGAR UH BERBAGAI ZAT ELEKTROLIT TERLAR UT TER HADAP LAJU KOROSI PLAT BAJA DALAM LINGKUNGAN AIR Madi Hermadi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 10 No 2 (1993)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat elektrolit terlarut merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya korosi plat baja dalam lingkungan air. Di a/am terdapat berbagaijenis zat elektrolit terlarut diantaranya NaF, NaCl, NaBr, Na/ dan Na'2S04 denganjumlah yang bervariasi. Dalam penelitian ini diteliti mengenai pengaruh berbagai jenis zat e/ektrolit terlarut dengan berbagai konsentrasi dan berbagai daya hantar listrik terhadap /aju korosi plat baja. Ternyata hasi/ penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi hanya memperlihatkan pengaruh jumlah zat elektro/it yang bersangkutan saja sedangkan daya hantar listrik dapat lebih umum yaitu memperlihatkan pengaruh jumlah beberapa zat elektrolit terlarut terhadap /aju korosi plat baja
BEBERAPA SIFAT CAMPURAN ASPAL PANAS GRADASI TERBUKA UNTUK LAPISAN PEAKE RASAN JALAN M. Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 11 No 1 (1994)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada artikel ini, diuraikan tipe dari aspal gradasi terbuka sebagai lapisan permukaan diatas perkerasan jalan raya. Keuntungan utama dari tipe ini ialah biasa mengurangi hydroplaning selama hujan lebat, sebab gradasi terbuka ini mempunyai "sa/uran drainase", sehingga kontak antara roda kendaraan dan perkerasan terpelihara sewaktu volume air cukup besar. Selanjutnya kelicinan pada kecepatan tinggi selama permukaan basah juga diperbaiki. Karakteristik lain tipe di laboratorium seperti stabilitas, kelelehan, rongga, kadar aspal, permeabilitsas dan keteba/an /apis ekiva/en juga diuraikan pada tulisan ini
HASIL PENELITIAN KEAWETAN ASPAL YANG BEREDAR DI PASARAN Sebelum tahun 1988 dan tahun 1988 sampai saat ini tjitjik wasiah suroso
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 11 No 1 (1994)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor penyebab kerusakan jalan sebelum umur rencana dipenuhi antara lain mutu aspal. Dari segi mutu fisik tidak terjadi masalah (memenuhi syarat). Oleh karena itu Penulis mencoba meneliti mutu aspal dari segi komposisi kimia, menurut Rost/er and white aspal yang awet bi/a mempunyai parameter komposisi maltene (chemical reactivity) 0,4 - 1,2 dari hasil penelitian aspal yang beredar dipasar sebelum tahun 1988 mempunyai chemical reactivity 0,59 - 0,94. Dari tahun 1988 sampai dengan saat ini mempunyai chemical reactivity 1,03 - 1,17 (aspal diambang batas tidak awet) sehingga kemungkinan faktor inifah yang merupakan salah satu penyebab pendeknya umur perkerasan jala n. Oleh karena itu agar aspal mempunyai umur panjang (awet) sebaiknya aspal dibuat dengan campuran yang tepat (jumlah resin seimbang dengan asphltene) dan dibuat dari hidrokarbon yang mempunyai BM > 400 sehingga aspal mempunyai nilai chemical reactivity < 1.
QUARRY WINNING OPERATION AND SCREENING PROCESS M. Sjahdanulirwan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 11 No 1 (1994)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maka/ah ini mengetengahkan aspek pengadaan batuan dan pemroresannya . Lokasi serla pemilihan quarry dije/askan, dan dilanjutkan dengan peralatan serla metoda yang digunakan untuk kegiatan operasi. Mengingat pengopersian quarry banyak berkaitan dengan "tenik penambangan", maka dalam makalah ini penekanan lebih diarahkan dari sudut pandang efektifitas biaya.Persiapan bahan dasar, pemecahan, penyaringan dan penyimpanan hasil produk diuraikan secara detail. Klasifikasi umum dan kesesuaian a/at pemecah batu diuraikan dengan jelas.
A STUDY OF POLYMER MODIFIED BINDER ETHYLENE VINYL ACETATE (EVA) ON TliiE HOT ROLLED ASPHALT Lekss miningsih
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 12 No 2 (1995)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian modified binder telah lama digunakan di dalam campuran pembuatan perkerasan jalan guna menanggulangi pertambahan jumlah dan beban dari kendaraan pemakai jalan. Pemakaian thermoplastic polymer di dalam campuran bahan pengikat sebagai modified binder pemakaiann ya meningkat setiap tahunnya, bahan polymer ini berfungsi untuk memperbaiki sifat dari bahan pengikat terutama dengan pemakaian material yang baik sehingga memperlihatkan penampilan yang baik pula di dalam masa pelayanannya terutama pada beberapa tempat yang perlu penanganan khusus. Di dalam laporan penelitian ini dibahas 3 campuran dari hot rolled asphalt type wearing course, untuk negara bertemperatur rendah BS 594 dan untuk negara tropis ; Road Note 31 dan TRH - 878. Untuk HRS BS 594 dipakai aspal pen 50 dan untuk campuran lainnya dipakai aspal pen 70. Pemakaian agregat jems Limestone dan granite. Selanjutnya, laporan membahas pemakaian EVA (Ethylene Vinyl Acetate) di dalam HRA Type wearing course TRH - 8-78. Tujuan dari pemakaian additive ini adalah untuk meningkatkan sifat dari campuran di dalam percobaan Marshall, menambah ketahanan campuran terhadap surface rutting dan bleeding akibat kelebihan bahan pengikat dan untuk memenuhi tuntutan perkerasan yang baik dan tahan terhadap beban lalu-lintas yang berat. Percobaan dilakukan di laboratorium aspal Laing Technology Group di lnggrisaun 2(dua) kali lipat, ternyata pengurangan konsentrasi NOx lebih kecil dari 2 (dua) kalinya.
GROUTING Hermin Tjahyati
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 12 No 2 (1995)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grouting adalah suatu proses perbaikan tanah dengan cara menyuntikan suatu bahan berupa bahan grout ke dalam rongga pori tanah/ batuan dengan suatu tekanan tertentu. Tujuan grout­ ing adalah untuk memperbaiki atau menstabilisasi tanah/batuan. Teknik, metoda serta bahan grouting ditentukan berdasarkan pada aturan-aturan tertentu dengan spesifikasi dan klasifikasi yang telah ditetapkan. Perencanaan grouting harus disesuaikan dengan hasil penye!idikan geotek.nik dan di dalam pelaksanaan grouting harus pula memperhatikan faktor-faktor geologi dan lingkungan yang akan berpengaruh pada pelaksanaan.
PENGUKURAN MODULUS KEKAKUAN HRA MENGGUNAKAN ALAT UMATTA Wahyudi Mandala Putra. , Bambang Sugeng S.
Jurnal Jalan-Jembatan No 3 (1996)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama beberapa tahun ini. penggunaan model yang dilcembangkan oleh Shell dan The Asphalt Institute untuk memperkirakan modulus kekakuan campuran aspol telah banyak dipolcai, ha/ ini disebabkan of eh karena pemakaian peralat an di !aboratorium untuk suatu penelitian adalah komplelcs dan maha/, serta p<ida umumnya pemakaian model lebih tepat untuk suatu penelitian. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengembangkan peralatan yang bisa digunakan untuk mengukur modulus kekalman secara rutin dan mudah, Universal Material Testing-Apparatus (UMA7TA)yang dikembangkan di Australia dimaksudkan untuk memenuhi tujuan tersebu.t. Campuran Hot Rolled Asphalt Type C (BS. 594, 1984) dlpillh dalampen 1/itlan In/, danpengaruh tipefiller pada campuran selanjutnya diteliti. Semen. abu terbang dan kapur terhidrasi dipilih untuk diselidiki dalam penelitiqn ini dan ni/ai kadar aspal optimum untuk masing-masing campuran' tersebut ditentukan dengan . analisa Marshall.
Model Prediksi polusi udara di perimpangan G. Gunawan , I.G.W. Samsi Gunarta
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran udara dan kebisingan adalah 2 masalah lingkungan yang terutama ditimbulkan oleh kegiatan transportasi. Untuk menangani masalah tersebut diperlukan suatu metoda yang cukup akurat guna estimasi parameter-parameter lingkungan. Dari studi-studi terdahulu telah dikembangkan berbagai model untuk mengestimasi konsentrasi polutan dari emisi kendaraan bermotor, seperti CELINE-3 (BENSON,1980). Gaussian plume model dan EPA HIGHWAY-2 (Peterson, 1980). Diantara berbagai model tersebut, model Gaussian adalah salah satu model yang populer digunakan untuk memprediksi tingkat polusi disekitar ruas jalan. Meskipun demikian studi ini hanya meninjau pengaruh pencemaran udara dengan menggunakan Model Sumber Volume (OMG), untuk memprediksi polusi udara disekitar persimpangan dengan titik acuan pusat persimpangan. Di dalam analisa, telah dikembangkan program komputer sederhana untuk memudahkan perhitungan-perhitungan yang menggunakan model OMG tersebut. Model ini digunakan karena tingkat ketelitiannya dapat diandalkan. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa korelasi antara nilai prediksi dan nilai pengukuran lapangan berkisar antara 50-70%.
Korelasi Volume Kerimbunan Daun Tanaman Felicium, Perdu dan Semak terhadap Reduksi NOX Nanny Kusminiligrum
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 17 No 1 (2000)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi udara merupakan perubahan dari komposisi udara normal oleh a/am atau kegiatan manusia, seperti : tran:;p ortasi, industri ataupembakaran . Polusi udara dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan menyebabkan infeksi pada manusia. Karena itu, ti11gkat polus i udara yang tinggi berbahaya. Sehubungan dengan ha/ tersebut, penelitian benar-benar diperlukan untuk melindungi lingkungan dan meningkatkan kualitas kehidupan. Menurut ASIF FAIZ dkk (1990), di negara-negara Eropa tercatat bahwa 50 - 60 % dari total emisi o/eh /alu lintas darat adalah NOx . Karena itu peningkatan /alu lintas di negara-negara dunia ke tiga benar-benar menunjukkan efek yang nyata dari po/utan NOx tersebut. Sehubungan dengan ha/ tersebut, keadaan ini benar­ benar membutuhkan peningkatan sistem transportasi darat ataupun diperlukan suatu tindakan untuk mengurangi efek samping dari polusi udara tersebut, sehingga lingkungan menjadi nyaman. Tanaman mempunyai banyak fungsi antara lain dapat berfungsi sebagai penyaring alami untuk berbagai polusi udara (UNUS SURIAWIRJA,1991) Sehubungan dengan ha/ tersebut, maka tanaman merupakan media yang cukup potensial untuk mengurangi polusi udara akibat lalu lintas darat. Pusat Litbang Teknologi Prasarana Jalan telah melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh berbagai jeni s tanaman (secara mandiri) terhadap reduksi polusi udara. Dalam kesempatan ini dilakukan penelitian korelasi kombinasi berbagai tanaman terhadap reduksi polusi udara, sebagai kelanjutan dari penelitian terdahulu.

Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue