cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
Analisa SIG Modeling Rencana Alternatif Jalan Trase Masohi-Saleman, Seram Tengah Propinsi Maluku Saroso BS
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 18 No 2 (2001)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem jaringan jalan mantap merupakan prioritas tinggi pada rencana pengembangan Kapet, Pulau Seram sebagai pusat sumber daya laut dan perikanan. Pusat Agroindustri dan daerah Pengembangan Pariwisata. Namun upaya ini menghadapi kendala Signifikan yaitu keterbatasan informasi keadaan bentang alam baik morfologi. Geometri maupun geologi yang sangat tidak menguntungkan pada pengembangan sistem jaringan jalan yang mantap. Analisa SIG (Sistem Informasi Geografis) Modeling adalah metoda analisa secara digital dari berbagai data spesial yang cepat, efektif dan efisien yang dapat dimanfaatkan khususnya untuk daerah terpencil dan sulit dijangkau oleh transportasi. Tulisan ini menganalisa jaringan jalan Poros Tengah pada pulau Seram yang sering mengalami masalah kelongsoran pada jalan lama ruas Masohi-Saleman. Ruas alternatif Naitiru-Besi dan Tamilao-Wahai. Analisa tersebut menyajikan Peta maupun gambaran nyata model tiga dimensional daerah rawan longsor, tingkat erosifitas batuan dan volume galian/timbunan yang diperlukan pada suatu trase jalan. Hasil analisa ini dapat membantu desai jalan dalam efisiensi perencanaan, pemeliharaan, pelaksanaan pembangunan jalan yang mantap dan berwawasan lingkungan.
Dasar motivasi dalam pemberdayaan masyarakat untuk ikut memulihkan dan memelihara fungsi damija I.G.W Samsi Gunarta , Agus Bari Sailendra
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 19 No 3 (2002)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori perilaku yang Direncanakan (The Theory of Planned Behaviour: TPB) adalah salah satu teori psikologi terapan yang banyak dipergunakan dalam analisis kebijakan dan pengelolaan sumber daya. Teori ini menyebutkan bahwa keinginan seseorang untuk melakukan suatu tindakan akan ditentukan oleh Sikap, Norma Subjektif, dan Tingkat kontrol Personal orang tersebut terhadap tindakan yang dimaksud. Berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat untuk ikut serra dalam upaya pemilihan dan pemeliharaan fungsi daerah milik jalan (damija), teori ini telah digunakan sebagai dasar dalam penentuan model keinginan untuk menentukan strategi dan taktik pemberdayaan sehingga upaya tersebut dapat berjalan lancar. Sebuah studi melibatkan 150 pelaku di Bandung dan Surabaya dilakukan oleh Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkzmgan (BTLJ) Puslitbang Prasarana Transportasi untuk membangun model keinginan tersebut. Model yang tersusun mengimplikasikan bahwa persepsi pelaku mendukung TPB dan Norma Selektif merupakan determinan terpenting yang menentukan keinginan pelaku. Selain itu pelaku membutuhkan LSM sebagai pendamping dalam proses pemulihan dan pemeliharaan damija tersebut
PENGARUH PENGGUNAAN KERIKIL TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL BETON (LATASTON) Iriansyah . AS
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 19 No 3 (2002)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya Sungai di Indonesia sangat banyak terdapat kerikil (batu bulat) yang berupa deposit. Saal ini penggunaan kerikil be/um banyak dimanfatkan disebabkan tidak memenuhi 5pesifikasi material standar. Menggunaan kerikil di dalam campuran beraspal yang mengutamakan kerikil lokal akan lebih ekonomis. Pengujian ini bertujuan zmtuk mengetahui pengaruh penggunaan kerikil sebagai agregat kasar terhadap sifat-sifat campuran lapis tipis beton aspal (Lataston). Penggunaan kerikil sebagai agregat kasar adalah 0% , 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap berat agregat. Masing-masing variasi pengg11naan kerikil dicampur aspal penetrasi 60170 dengan variasi kadar aspal 6%, 6,5%, 7%. 7,5%, 8%, 8,5% dan 9%. Untuk mengetahui kadar aspal optimum dan karakteristik campuran beraspal yang disebabkan oleh pengaruh kandungan kerikil, telah digzmakan metoda Marshall.
Pengaruh TiO2 dalam cat tembok dan cat besi terhadap reduksi polutan NOx Nanny Kusminingrum , Asep Sunandar
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 19 No 3 (2002)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diketahui baltwa lapisan tipis TiO2 bertindak sebagai material phutokatalis yang mampu mereduksi atau mengeliminasi polutan di atmosfir seperti NO, NO2 atau NOx. Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan di luar negeri, khususnya Jepang, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja dari photokatalis Ti02, diantaranya Ketebalan lapisan, luas struktur permukaan lapisan, ukuran partikel, intensitas sinar UV dan lain-lain Penelitian-penelitian tentang photokatalis di Indonesia relatif masih sedikif . Salah satu institusi yang sedang melakukan penelitian photokatalis Ti02 tersebut adalahPusat Litbang Prasarana Transportasi. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya yang dilakukan pada tahun anggaran 2000 / 2001. Maksud penelitian adalah untuk mengetahui kinerja Ti02 dalam Cat Besi dan cat Tembok terhadap kemampuannya mereduksi polutan NOx . dengan harapan akan diperoleh komposisi penambahan Ti02 ke dalam cat yang optimal dalam mereduksi polutan NOx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kinerja Ti02 dalam Cat Tembok lebih baik dibandingkan Cat Besi yang ditunjukkan dengan nilai I-test 2 ekor untuk Cat Tembok lebih besar dari standar (0, 05). Disamping itu juga, penelitian ini menunjukkan bahwa reduksi polutan .NOx terbesar (59,87%) terjadi pada Cat Tembok yang ditambah TiO2 23% (penambahan optimal).
Bahan peremaja untuk proses daur ulang perkerasan beraspal yang dapat diperoleh dengan mudah. tjitjik wasiah suroso
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 19 No 3 (2002)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kembali perkerasan beraspal yang telah rusak yang dikenal dengan nama daur ulang perkerasan beraspal dimana aspal pada perkerasan lama dapat diperbaiki kembali dengan penambahan bahan peremaja. Saat ini bahan peremaja untuk daur ulang perkerasan aspal diperoleh dari luar negeri ataupun dari dalam negeri dimana mutunya belum sesuai dengan yang kita harapkan. Oleh karena itu Puslitbang Prasarana Transportasi mencoba membuat bahan dasar produksi dalam negeri. Komposisi bahan peremaja yang dapat digunakan salah satunya adalah dari campuran olie SAE 10 dan aspal dengan perbandingan 17,5% : 82,5% campuran tersebut mempunyai ketahanan pelapukan yang kecil serta harga yang relatif murah dan memenuhi kriteria (persyaratan) sebagai bahan peremaja tipe Medium (M). Formula tersebut bisa dibuat dengan mudah serta bahan mudah diperoleh sehingga ekonomis dan praktis, dapat dilakukan dengan kemampuan/pendidikan yang rendah sekalipun.
Lapis beton sangat tipis diatas perkerasan aspal (ultra-thin whitetopping) Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 19 No 2 (2002)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan ulang jalan aspal dengan lapisan beton telah lama dikenal, sebagai alternatif pelapisan ulang dengan aspal dan umunnya dikenal dengan nama whitetopping. Ada tiga macam whitetopping, satu diantaranya ialah ultra thin whitetopping- UTW (Lapis Beton Sangat Tipis-LBST), dimana lapis tipis beton biasanya 5-10 cm dihamparkan diatas permukaan lapis aspal yang telah mengalami kerusakan dan telah dipersiapkan. Selanjutnya ada faktor-faktor lain yang membedakan ultra thin whitetopping tersebut, ialah tingkat ikatan yang didapat antara lapisan beton dengan perkerasan aspal lama dan juga jarak sambungan yang lebih pendek dari pada jarak sambungan normal. Biasanya ultra thin whitetopping digunakan dimana ketebalan lapisan aspal lama cukup tebal, seperti pada perkerasan aspal secara menyeluruh (full depth asphalt) atau dimana pelapisan ulang yang berkali-kali telah dilaksanakan dalam perioda waktu tertentu. Ultra thin whitetopping memberikan lapisan permukaan yang awet untuk beban lalu lintas yang normal, dan penggunaan lainnya termasuk di persimpangan dimana alur menjadi suatu masalah dan juga digunakan dilahan parkir.
Pengaruh bitumen asbuton terhadap karakteristik aspal keras pen 60/70 Ir . Nono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 19 No 2 (2002)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asbuton (Aspal Batu Euton) dengan deposit tidak lcurang dari 300,000,000 ton merupahm aset nasional Jndonesla. Namun pemanfaatan asbuton pada konstroksi jalan masih memiliki beberapa Jamdala misalnya lrinaja )mtg rendah atau bahkan kegagalan konstroksi. Masalah ini terjadi karena beherapa ha/ yailu /cualitas asblllonyang tidak seragam, ukuran butiryang besar, kadar airyang linggi danpenggunaan teknowgiyang buang tepaL Untuk mengatasi masalah diatas, makalah ini mencoba untuk membahas pengaruh Bitumen Asbuton (B-A:sb) terhadap karakteristik Aspal Keras Pen 60170 (AC 60170). Dari hasil pene/itian dapat diperoleh hubungan anla"1 penetrasi dengan perbandingan berat aspal pen 60170 dan berat bitumen asbuJon sebagai herilcut Penetrasi = 14,401 (AC 60170 : B-Asb)°- 4207 sedangkan korelasi antara titik lembek dengan perbandingan berat aspal pen 60170 dan berat bitumen asblllon sebagai berikut Titik Lembek = 70,304 (AC 60170 : B-Asbt0 0903 Dari kedua persamaan di atas perbandingan campuran antara AC 60170 dengan Bitumen Asbuton (B-Asb) yang masih memenuhi persyaratan aspal pen 40150 adalah sekitar 12 : 1
Pengaruh kapur terhadap sifat tanah lempung pada stabilisasi M Suherman
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 19 No 2 (2002)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada prinsipnya slabilisasi kapur adalah unluk memperbaiki sifat-sifat tanah yang ada, yaitu stabilitas volume, kekuatan dan tegangan-regangan, kelulusan air dan daya lahan. Stabililas volume termasuk pengembangan dan penyusutan dapat diperbaiki dengan pertukaran kation yang berhidrat tinggi seperti : sodium oleh kation hidrat rendah atau kalsium, magnesium, alumunium dengan sementasi. Terjadinya kekuatan dan kekakuan yang tinggi dapat dicapai dengan mengeliminasi pori yang besar oleh ikatan partikel dan agregat, oleh flokulasi susunan parlikel dan menjaga pengembangan . Kelulusan air dapat di tetapkan dengan perubahan distribusi ukuran butir
Pengaruh penyimpangan ketebalan dan mutu pelat beton pada perkerasan beton semen (perkerasan kaku) Furqon Affandi`
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 20 No 4 (2003)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggzmaan perkerasan beton semen ( perkerasan kaku ) di Indonesia baru dimulai sekitar tahun 1985, dan perk embangannya tidak begitu tinggi walaupun adanya peningkatan. Di Indonesia jenis perkerasan kaku yang banyak dipergunakan ialah perkerasan bersambung tanpa tulangan, dikarenakan sederhana dalam pela ksanaan serta murah, dengan ketebalan pelat sekitar 25 cm. Pengaruh dari perubahan modulus reaksi komposit antara tanah dasar danfimdasi tidak banyak berpengaruh terhadap masa pelayanan, perubahan pada modulus reaksi komposit sebesar sekitar ± 25 % hanya akan merubah masa pelayanan sekitar ± 6%. Dari analisa yang dilakukan terhadap penyimpangan ketebalan pelat mau.pun penurunan mutu beton, akan memberikan pengaruh yang besar terhadap masa pelayanan dari perkerasan tersebut. Pengurangan ketebalan pelat sebesar 25 mm dari tebal rencana atau penurunan mutu beton sebesar 20% dari mutu rencana akan menurunkan masa pelayanan perkerasan sampai setengahnya. Besar pengurangan tadi, walaupun diberi kompensasi dengan pengurangan pembayaran terhadap harga satuan kontrak, namun perlu analisa ekonomi terhadap kerugian yang ditimbulkan dari pengurangan tadiya.
Beton mutu tinggi untuk komponen jembatan pracetak (high performace concrete for precast brigade components) Lanneke Tristanto
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 20 No 4 (2003)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belon mutu tinggi merupakan 'beton yang memenuhi kriteria k:inerja majemuk yang lebih ketat dari persyaratan beton struktural biasa '. Sesuai dengan kondisi di Indonesia, beton mutu tinggi sebagai beton k:inerja tinggi High Performance Concrete memerlukan persyaratan khusus untuk k:inerja plastis (kemudahan penempatan), cara pemadatan (menghindari rongga), dan keawetan (mencegah korosi tulangan). Desain gelagar beton mutu tinggi memberi penghematan untuk berat dan dimensi struktur. Di satu segi mengurangi berat sendiri struktur dan di segi lain lendutan bertambah besar. Selain int diperlukan penulangan lebih banyak berupa h1langan baja dan strand/tendon prategang, sedangkan tempat yang tersedia terbatas. Gabungan antara dua sistem yaitu pra penegangan 'pre-tensioned ' yang terjangkar oleh ikatan strand dalam beton, dan pasca penegangan 'post-tensioned ' yang terjangkar oleh angkur tendon dalam end-block menjadi salah satu solusi dalam mengatasi keterbatasan tempat penjangkaran . Komponen gelagar je mbatan beton pracetak umumnya di-produksi sesuai mutu beton karakteristik 40MPa. Desain standar tersebut di-modifikasi dengan beton mutu tinggi 65 MPa yang terjangkau secara optimal dengan bahan agregat tersedia. Penerapan beton mutu tinggi dalam industri komponen jembatan pracetak telah dikaji dengan pembuatan dan pengujian gelagar ska/a penuh , yang merupakan hast/ pene/itian dari kerjasama antara Puslitbang Prasarana Transportasi dan Proyek Pengadaan Komponen Jembatan Pracetak di Buntu.

Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue