Articles
602 Documents
Pengaruh geomembran terhadap perilaku kadar air tanah
M. Suherman
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 1 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan penkembangan tanah adalah terutama disebabkan oleh perilaku fluktuasi kadar alrnya. Ketidak merataan pengangkatan tanah akan dihasilkan - oleh salah satu antara ketidak seragaman pembah an kadar air dan _ketidak seragaman kondisi tanah atau kedua-duanya . Apabila fluktuasi kadar air sewaktu-waktu dapat diupayakan untuk menjadi kondisi seragam. maka sebagian masalah tersebut dapat dikurangi. · · · , Prinsip dasar penghalang kadar air adalah bertindak sebagai pemindah jarak tepi dari pondasi atau perkerasan ja fan serta mengurangi fluktuasi kadar air musiman pada tanah di bawah struktur. Waktu untuk terjadi perubahan kadar .air ·akan lebih lama karena penghalang dapat memperpanjang jarak tempuh perpindahan air yang ada di ·bawah struktur. Hal ini menjadikan distribusi kadar air lebih seragam disebabkan adanya kapiler pada bawah tanah sehingga pengangkatan tanah akan lebih lambat dan lebih seragam. Geomembran telah digunakan dalam upaya penjagaan tanah ekspansif Karena sifatnya yang kedap air. maka geomembran dapat memberikan solusi dalam menangani tanah ekspansif Geomembran dapat pula mereduksiperubahan kadar air dan dapat meminimasi perubahan volume pada tanah ekspansif
Kajian eksperimental daktilitas struktur rangka baja tipe portal terbuka, portal diperkaku konsentrik dan portal diperkaku eksentrik
Setyo Hardono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 2 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan utama dari penelitian eksperimental ini adalah tannic mempelajari dan mendapalkan nilai daktilitas struktur rangka bola. Dalam penelitian, digunakan 3 (riga) model yaitu Moment Resisting Frame (MRF), Concentrically Braced Frame (CBF) dan Eccentricallt• Braced Frame (EBF) tipe D. Model tersebut dikenakan gava secara bertahap dengan beban berdasarkan stroke control, dengan harapan dapat mempelajari perilaku ketiga model tersebut secara lebih cermat. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa perilaku dart Model D-EBF mempunyai nilai daktilitas, penyerapan energi yang paling baik diantara dua model yang lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi modulus kekakuan resilien cement treated asphalt mixture
Anwar Yamin
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 2 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Metode perencanaan tebal perkerasan secara mekanistik men2ungkinkan penggunaan berbagai jenis bahan untuk perkerasan jalan. Cement Treated Asphalt Mixture (CTAM) adalah suatu lapisan permukaan perkerasan jalan yang merupakan campuran komposit yang terdiri dari agregat-aspal dan semen. CTAM dibuat dart campuran beraspal bergradasi terbuka dengan mortar semen sebagai bahan pengisi rongga udaranya sehingga membentuk suatu campuran baru yang bersifat unik. Sejauh ini CTAM kurang populer digunakan karena belum tersedianya chart ataupun model matematis yang dapat digunakan untuk memprediksi besarnya modulus kekakuan resilien CTAM (ScTAm). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi SCTAM. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan percobaan di laboratorium modulus kekakuan resilien dengan menggunakan CTAM yang dibuat dari tiga jenis aspal; aspal tninyak pen 60 (AM), campuran AM dengan 3% latek tipe KKK-60 (AK) dan campuran AM dengan asbuton jenis Retona-60 dengan perbandingan 4 : 1 (AA) dan mortar dengan kuat tekan yang berbeda. Pengujian ini dilakukan pada rentang elastis CTAM pada tiga temperatur yang berbeda. Sebagai hasilnya diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi SCTAM adalah modulus kekakuan (Sb,J, kuat tekan mortar (K), kadar aspal (KA), rongga udara CTAM (VINIcrAm), rongga terisi mortar (VFMcTAkf ) dan temperatur (7). Interaksi dari faktor7faktor ini terhadap SCTAM memberikan korelasi yang balk dengan nilai R2 = 92,2%.
ALTERNATIF PENANGANAN LALU LINTAS JALUR PANTURA PADA AREA RIBBON DEVELOPMENT
Nono Y. Ronny P.A
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 2 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keruntuhan perkerasan lentur yang sering dijumpai pada daerah-daerah yang memiliki temperatur lapangan yang relatif tinggi dan melayani lalu-lintas berat adalah deformasi plastis.Ada dua faktor yang dapat memberikan kontribusi terhadap terjadinya deformasi plastis pada campuran beraspal, yaitu volumetrik campuran dan penggunaan tipe aspal. Volumetrik campuran dapat diantisipasi dengan pemilihan gradasi agregat gabungan yang dapat memberikan rongga yang cukup untuk mengakomodir aspal pada saat terjadinya pemadatan dengan lalu-lintas. Sedangkan penggunaan aspal sebaiknya menggunakan jenis aspal yang tidak peka pada perubahan temperatur tinggi. Untuk rnengatasi masalah di atas, penulis telah melakukan penelitian tentang pengaruh temperatur terhadap kinerja campuran untuk skala laboratorium. Bahan pengikat yang digunakan adalah aspal Pen 60, aspal Pen 40 dan aspal Polimer. Adapun hasil pengujian diperoleh : • Campuran dengan Aspal Pen 60 memenuhi persyaratan laston (AC-WC) Spesilikasi Kimpraswil (bu/ai 3) sedangkan campuran beraspal dengan bahan pengikat Aspal Pen 40 dan Aspal Polimer nrtemenuhi penyaratan laston dintothfikasi (Modified AC-WC) • Campuran dengan bahan pengikat aspal Pen 40 dart aspal Polimer tidak rentan terhadap perubahan terperatur tinggi.
Metode kolom grouting untuk mengatasi likuifaksi tanah dibawah pondasi
M. Suherman
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 2 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Grouting merupakan suntikan bahan cair ke dalam rongga-rongga tanah atau ruang antara tanah dengan bangunan di dekatnya, biasanya dilakukan melalui lobang bor dan diberi tekanan. Kebanyakan grouting didesain untuk memperoleh perubahan sifat tanah dengan secara serentak atau melalui jangka waktu, setelah dilakukan injeksi. Tujuan lain dari teknik grouting adalah untuk mendapatkan yang lebih kuat, lebih padat, dan kurang permeabel pada tanah Watt batuan. Hal ini juga merupakan perlakuan sederhana untuk mengisi rongga yang tak dapat dicapai dan atau menjaga transfer tegangan dalam tanah atau dari struktur ke dalam Grouting terhadap tanah pondasi dimaksudkan unit& menambah stabilitas dan mereduksi kompresibilitas baik bersifat permanen maupun sementara.. Tanah non kohesif dengan gradasi tidak lebih halus dari pasir medium, pemberian semen grouting sering dilakukan dengan menggtmakan tekanan rendah
Analisa ruji (dowel) dan batang pengikat (tie bar) pada perkerasan kaku
Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 3 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tegangan pada batang ruji (dowel) merupakan hasil dari geser, lentur dan tahanan. Tegangan ini bisa dianalisa secara analitis untuk menentukan factor factor yang mempengaruhi karakteristik penyaluran beban. Selanjutnya, efektifitas dari batang ruji untuk menyalurkan beban pada sambungan tergantung pada karakteristik tanah dasar juga. Sebagai hasilnya hampir semua agensi telah membuat standarisasi dari ukuran ruji ini, dimana diameter dan panjang ruji tergantung pada tebal perkerasan. Didalam menganalisa tegangan pada ruji, sangat penting bagi para perencana untuk memahami penyebab dan besarnya tegangan yang terjadi.
Korelasi antara modulus lapangan dengan modulus laboratorium untuk tanah dasar
Nyoman Suaryana , I. Ketut Darsana
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 3 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada saat ini telah tedadi perubahan besar dalam metoda perencanaan tebal perkerasan jalan raya, yaitu dari metoda impiris kemetoda mekanistik yang moderen. Parameter yang berpengaruh dalam perencanaan tebal perkerasan secara mekanistik dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu : lalu-lintas, karakteristik material, kriteria keruntuhan dan kondisi lingkungan. Karakteristik material dinyatakan dengan besaran modulus elastitas. Ada beberapa metoda untuk menentukan parameter modulus elastisitas tersebut,yang pertama adalah dengan perhitungan balik (back calculation) terhadap hash pengujian lendutan di lapangan dan yang kedua adalah pengujian di laboratorium dengan alat beban berulang triaxial. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari korelasi antara modulus lapangan dengan modulus laboratorium. Korelasi tersebut sangat bermanfaat bagi para Perencana dalam menentukan parameter modulus tanah dasar yang tepat untuk digunakan dalam menghitung tebal perkerasan. Meskipun dengan data terbatas, secara umum diperoleh bahwa modulus lapangan nilainya lebih besar. dari Modulus laboratorium, kira-kira 1,1 kalinya.
Peningkatan kinerja campuran beraspal dengan mikro karbon
tjitjik wasiah suroso
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 3 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sejalan dengan perkembangan perekonomian dan kapasitas lalu lintas- pun bertambah sehingga perkerasan jalan seringkali rusak sebelum umur pakai dilalui. Banyak jenis bahan untuk meningkatkan mutu aspal maupun campuran beraspal sehingga kerusakan dini pada perkerasan jalan dapat dicegah, salah satunya yaitu modifikasi dengan mikro karbon yang berfungsi sebagai penguat ( reinforcement ).. Pada penelitian mill penambahan mikro karbon dengan dua cara, yaitu cara kering ( mikro karbon ditambahkan kedalam aggregat ) dan cara basah (mikro karbon ditambahkan kedalam aspal ). Pencampuiran mikro karbon cara kering memberikan hash pengujian mutu campuran Marshall yang lebih balk dari campuran basah. Hal irti disebabkan pada pengzglan secara basah rongga terisi udara ( VIM) dan rongga terisi aspal pada pengujian Marshall tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Dan hash pengujian kinetja campuran yaitu dari pengujian Wheel Tracking Machine terlihat bahwa dengan penambahan inikTo karbon secara kering stabilitas dincimis campuran aspal plus 15 % mikro karbon = 4200 lintasan per menit , serta deformasi permanen = 0,01 min/nzenit. Dengan demikian campuran aspal plus macro karbon lebih tahan terhadap kerusakan, lebih awet dari pada aspal biasa, dan dengan kenaikan harga yang relatif kecil nzemberikan nilai tambah kekuatan yang yang cukup berarti
Pengaruh penggunaan pasir alam terhadap kinerja campuran beton aspal
Nono Y. Ronny P.A Iwan Riswan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 3 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Untuk pemeliharaan dan pembangunan falan, kebutuhan agregat pecah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, sedangkan somber agregat lama kelanzaan makin berkurang. Pada Spesifikasi Kimpraswil tnenyebutkan bahwa untuk campuran dapat menggunakan pasir sebanyak maksitnum 15%. Pada tulisan irri, penulis telah mengevalusi pengaruh penggunaan pasir alam tersebut terhadap kinerja campuran, yang mana untuk mengevaluasi kinerja campuran di laboratorium Jenis pengujian yang dilakukan adalah pengujian dengan Marshall, Wheel Tracking Machine dan UMATTA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan pasir alam pada campuran mengakibatkan kinerja campuran tersebut mengalami penurunan. Hal tersebut diturijzildcan dengan nilai stabilitas dinamis dan Modulus Resilient yang lebih rendah dari pada campuran yang tanpa penggunaan pasir. Makin banyak pengunaan pasir alam maka makin besar pula penurunan kinerjanya, sehingga penggunaan pasir alam maksimum15% sesuai Spesifikasi Kimpraswil Tahun 2004 perlu ditinjau kembali
research on traffic congestion and appropiate traffic management countermeasures for arterial road
M. Sjahdanulirwan Agus Bari Syailendra Handiyana
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 4 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pusat Penelitian don Pengembangan Prasarana Transportasi telah melakukan aktifitas litbang untuk menyelidiki sejumlah strategi atau opsi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di perkotaan dan sekitar perkotaan. Studi mengindentifikasi 2 strategi bukan - konvensional yang cukup menjanjikan serta menyelidiki isu isu utama yang terkait dengan strategi tersebut. Studi ini mengarah pada penyelidikan effisiensi perjalanan dari masing-masing strategi. Tentunya ada variable lain yang menjadi perhatian ahli teknik terkait alternatif bukan konvensional, seperti tingkat kecelakaan, penerimaan pelaku perjalanan, biaya milik jalan dan biaya pembangunan. Namur faktor terpenting yang menjadi perhatian ahli telarik adalah effisiensi waktu perjalanan. Jika alternative bukan — konvensional tidak mengurangi waktu perjalananan, ahli teknik biasanya tidak tertarik, dan tentunya variable lain menjadi tidak penting. Pengaruh variable lain dapat dijumpai pada referensi yang ada (4) dan memang perlu penyelidikan untuk kondisi Indonesia. Makalah ini mengutarakan hasil-hasil penggunaan pagar dan median serta isu-isu yang terkait dengannya. Background