cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 602 Documents
Prediksi umur rencana perkerasan dengan melakukan pelapukan aspal jangka pendek dan jangka panjang simulasi di laboratorium tjitjik wasiah suroso
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 22 No 2 (2005)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur aspal di perkerasan jalan sangat tergantung dari ketahanan aspal yang digunakan terhadap pelapukan baik selama pemanasan dan pencampuran diunit pencampur aspal dan selama masa pelayanan yang diakibatkan oleh pengaruh cuaca , sinar matahari dan oksidasi serta tebal lapisan aspal terhadap aggregat Pelapukan aspal selama pemanasan dan pencampuran dikategorikan pelapukan jangka pendek, sedang pelapukan aspal selama masa pelayanan disebut pelapukan jangka panjang yang erat kaitannya dengan masa pelayanan perkerasan jalan. Tulisan ini merupakan hasil penelitian aspal dengan ketebalan contoh 3, 5, 7.5 , 9, 10.5 dan 12 p yang dilakukan pelapukan jangka pendek yang dilaboratorium menggunakan alas RTFO ( Rolling thin Film Oven ) yang menggambarkan pelapukan / pengerasan aspal setelah aspal keluar dari Unit pencampur aspal, dan pelapukan jangka panjang dengan a/at Pressure Aging Vessel ( PAV) yang merupakan tes simulasi di laboratorium, untuk memprediksi umur aspal sampai mengalami pelapukan di perkerasan jalan. Dengan demikian setiap aspal yang akan digunakan untuk perkerasan jalan dengan menggunakan metoda ini dapat diprediksi umur pelayanannya (ketahanan aspal terhadap pemanasan dan oksidasi). Dari penelitian ini untuk menentukan perkiraan umur aspal diperkerasan jalan sampai aspal mengalami pelapukan dapat diusulkan menggunakan model matematis sebagai berikut : Umur perkiraan aspal di perkerasan jalan = ( Pen Pav — 20 ) + 1 J x 5 tahun ( Pen RTFO - Pen PAV ) Dengan dasar umur aspal setelah pengujian pelapukan melalui alat Pressure Aging Vessel sama dengan 5 th umur aspal pada perkerasan jalan sehingga dapat ditentukan umur perkerasan pada tebal lapisan aspal terhadap aggregat yang te/ah ditetapkan atau sebaliknya dengan umur pelayanan perkerasan jalan yang ditentukan maka tebal lapisan aspal terhadap aggregat dapat dihitung.
Pemilihan aspal untuk variasi temperatur waktu pembebanan Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 4 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi pada perkerasan kaku mempunyai pengaruh yang penting pada masa pelayanan konstruksi tersebut, walaupun secara umum lapisan pondasi pada perkerasan kaku ini bukan ditujukan untuk menaikkan daya dukung dari lapisan tersebut. Hal penting yang hams dipertimbangkan dari lapisan pondasi ini ialah untuk mencegah pumping yang mungkin terjadi, sehingga diperhtkan bahan yang dapat -"meloloskan air" atau bahan yang tahan terhadap erosi air wall pumping. Tulisan ini membahas persyaratan bahan dan gradasi untuk agregat lepas (unbound material) yang dipergunakan pada lapis pondasi pada perkerasan kaku Avila cara penggunaanya pada konstruksi perkerasan itu sendiri.
Korelasi pengujian pelapukan aspal stimulasi di laboratorium dengan alat thin film oven test dan rolling thin film oven test tjitjik wasiah suroso
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 4 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menentukan tingkat pelapukan aspal selama pemanasan dan pencampuran di Unit Pencampur dapat dilakukan di laboratorium dengan cara simulasi yang dikenal dengan Thin Film Oven Test ( TFOT ). Dengan berkenzbangnya teknologi dilakukan dengan alat Rolling Thin Film Oven ( RTFO) , yang diyakini lebih mendekati kenyataan pelapukan aspal setelah keluar dari Unit pencampur aspal dilapangan, Namun tidak semua laboratorium aspal di Indonesia tersedia alat tersebut, sehingga dilakukan penelitihan untuk menentukan korelasi pelapukan aspal menggunakan alat TFOT dan RTFOT. Korelasi ini dapat digunakan untuk memprediksi pelapukan aspal di Unit Pencampur aspal . Dari hasil penelitihan diperoleh hubungan antara penetrasi aspal setelah mengalami pelapukan dengan alat TFOT dan penetrasi atau titik lembek setelah mengalami pelapukan dengan alat RTFO , dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut : Hubungan antara pen TFO dan Pen RTFO Pen RTFO = - 0,0142 ( Pen TFO )2 + 1,409 X + 3,325 Hubungan antara Titik lembek TFO dan Titik lembek RTFO TL, RTI•D = - 0,0014 (TLTFo )2 + 1,195 TL Try - 5,409
Uji getar pada jembatan tol layang dengan beban lalu lintas aktual Setyo Hardono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 4 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengukur getaran aktual dari suatu jembatan layang tol akibat beban eksitasi getaran dari lalu lintas aktual. Penglibt•an getaran dilakukan pada kondisi dimana tidak memungk-inkan untuk dilakukan penyetopan lain lintas. Posisi alat pendeteksi getaran (accelerometer) diletakkan pada bagian yang dipredeksi bergetar secara dominan. Pada pier head, akselerorneter ditempatkan pada ujung kantilever untuk merekam getaran arah vertical dan dipasang ditengah bentang untuk gelagar. Getaran yang terjadi direkam secara real time dan simultan. Data tersebut kemudian diolah untuk memperoleh, intensitas getar, frekuensi getar yang tereksitasi dan mode shape. Contoh hasil pengukuran getaran dan evaluasinya disajikan dalam tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metoda yang dipakal dalam pengujian ini dapat digunakan untuk mengukur getaran jembatan layang tol dengan balk meskipun tanpa dilakukan penyetopan lain lintas.
Pengaruh gradasi agregat campuran beraspal panas yang memotong daerah terlarang (restriction zone) terhadap ketahanan deformasi Kurniadji , Nono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 4 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja campuran beraspal tergantung terhadap sifat aspal, sifat agregat dan besaran volumetrik campuran sebagai jitngsi gradasi agregat. Tulisan ini menguraikan ten tang pengaruh gradasi agregat memotong daerah terlarang pada sifat campuran beraspal. Campuran beraspal yang dikaji adalah Laston lapis permukaan (AC-WC) dengan menggunakan aspal keras Pen 60. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sifat campuran beraspal dengan gradasi agregat memotong daerah terlarang lebih rentan terhadap terjadinya deformasi, yaitu memilila stabilitas dinamis 40% dart stabilitas dinamis campuran dengan gradasi kebawah daerah terlarang.
Pengaruh tingkat kepadatan terhadap volumetrik campuran beton aspal dengan analisis jalur Madi Hermadi , Nono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 21 No 4 (2004)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja campuran beraspal selain tergantung pada sifat bahan yang digunakan juga tergantung pada besaran volumetrik yang direncakanan. Besaran volumetrik irri dapat tercapai apabila tidak terjadi penyimpangan tingkat kepadatan. Ada beberapa hal yang mengakibatkan tingkat kepadatan campuran tidak tercapai, yaitu diantaranya: proporsi kadar aspal tidak tepat, temperatur pemadatan rendah, terjadi segregasi dan purdah lintasan peadatan tidak sesuai serta alat pemadat tidak sesuai ketentuan. Pada tulisan ini, penults telah mengevalusi pengaruh penyimpangan tingkat kepadatan terhadap besaran volumetrik campuran sekala laboratorium dan untuk menganalisa data digunakan Path Analysis (analysis jalur) menggunakan program SPSS. Hasa pengujian menunjukkan bahwa menurunnya tingkat kepadatan mengakibatkan rongga dalam campuran (VIM) dan rongga dalam agregat (VM4) meningkat. Sedangkan pengaruhnya terhadap rongga terisi aspal (VFB) adalah rnenurun dengan signifik-an. Hal tersebut, menunjukkan bahwa dengan meningkatnva VIM dan VMA serta menurunya VFB kinerja campuran beraspal menjadi rendah sehingga rentan terhadap terjadinya pelepasan butir dan retak,
EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR BAJA BERGELOMBANG BERDASARKAN TIPE DAN KETEBALAN Hardiansyah Putra
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 36 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT There are three types of corrugated steel structure material, standard, deep and superdeeep. These three types are distinguished by the cross-sectional dimension so that there are differences in the value of moment inertia, the greater value of moment inertia it will make maximum span can be wider. In Indonesia, this construction material has been used as a bridge structure. The assessment of the strength of corrugated steel structure seen from three criteria there are, compression failure, plastic hinge, and connection failure. In the planning stage iteration of calculations is needed to get the optimum selection of type and thickness, so calculation and analysis is carried out on a 15-meter wide span with a semicircular construction in order to know the percentage increase in strength of each type change and thickness of steel used. The method of calculation is based on guidelines issued by the Canadian Highway Bridge Designs Code. Based on the calculation results, the greater of moment Inertia will increase the strength of the corrugated steel structure. Evaluation results show that the average strength increase of 3 viewing paremeters for each type and thickness of steel is, for the standard type average value of wall strength compression increasses by 9%, the average of seam strength increases by 3 % and the average of plastic hinge increases by 11%. For deep type, average value of wall strength compression increasses by 24%, the average of seam strength increases by 25 % and the average of plastic hinge increases by 19%. For superdeep type, average value of wall strength compression increasses by 41%, the average of seam strength increases by 27% and the average of plastic hinge increases by 34%. These results show highest incresaing of strength happen in superdeep type. Keyword: corrugated steel strcucture, inersia moment, wall strength compression, seam strength, plastic hinge.
PEMANFAATAN KENDARAAN SURVEI JARINGAN JALAN UNTUK MENGUMPULKAN DATA UJI LAIK FUNGSI JALAN Natalia Tanan; Wira Putranto; Ade Solihin
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 36 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kelaikan fungsi jalan menjadi tujuan penyelenggara jalan bagi terwujudnya jalan andal sesuai amanat undang-undang. Untuk memastikan suatu ruas jalan disebut laik atau tidak, maka dilaksanakan suatu uji yang meliputi pemeriksaan fisik jalan dan pemeriksaan dokumen penyelenggaraan jalan. Pemeriksaan fisik jalan yang telah berjalan selama ini masih dilakukan melalui pengumpulan data serta pengisian formulir secara manual. Oleh karena itu untuk mempermudah dan mempercepat pengumpulan data serta pelaporan hasil survei kondisi jalan, dapat dilakukan pemanfaatan aplikasi teknologi informasi. Untuk itu dalam makalah ini dilakukan pengembangan aplikasi laik fungsi jalan pada kendaraan survei jaringan jalan menggunakan hawkeye processing toolkit. Selanjutnya dilakukan analisis berapa banyak fokus penilaian laik fungsi jalan yang dapat dikumpulkan dan diolah menggunakan kendaraan survei jaringan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kendaraan survei jaringan jalan dapat dimanfaatkan untuk pengumpulan serta pengolahan data uji laik fungsi jalan serta dapat mereduksi 45% dari total data yang harus dikumpulkan dan diolah secara manual. Kata Kunci: laik fungsi jalan, kendaraan survey jaringan jalan, hawkeye processing toolkit, formulir survei, pemeriksaan fisik jalan
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI PADA PESISIR PULAU OBA, MALUKU UTARA: Berdasarkan Data SPT Lapangan dan Tes Laboratorium Farras Puti Dzakirah; Sri Wulandari
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquefaction is a process or event that changes its nature from a solid to a liquid state, which is caused by cyclic loads during an earthquake. Various methods have been developed by experts to analyze the potential of liquefaction, both through investigations in the laboratory (sieve analysis test and unit weightl) and in the field, SPT and CPT. This study uses the results of SPT field tests and laboratory tests on the coast of Oba island, in the North Maluku Packing Plant building to evaluate the potential liquefaction that occurrs at that location because based on the 2017 Earthquake Map Book the study area is an earthquake-prone with a bedrock earthquake 0,4 – 0,5 g. Calculation of liquefaction potential using the deterministic method of Idriss-Boulanger and Koester & Tsuchida, the maximum acceleration of the land surface is calculated based on the 2010 Indonesian Earthquake Hazard Map. Calculation results show that liquefaction potential in location studies occurs at depths that have low soil density and in water saturation conditions. Soil that has a liquefaction potential occurs when the soil strength is less than the earthquake load (CRR <CSR), indicated by the safety factor value, FK < 1 and based on laboratory tests this soil is classified as poorly graded soil. Analysis of liquefaction potential related to the thickness of the layer approved by the liquefaction varies between 6 and 14 meters when an earthquake occurs with varying minimum magnitude values.Keywords: liquefaction, SPT, deterministic, idriss-boulanger, tsuchida.
KENDARAAN DESAIN UNTUK PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN DI INDONESIA Greece Maria Lawalata; Faisal Rahman; Ida Rumkita Sebayang; Vera Gardenia; Sri Amelia; Harlan Pangihutan; Parbowo -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 36 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan desain adalah kendaraan yang dipilih untuk mempresentasikan semua kendaraan yang berada di jalan. Kendaraan desain diperlukan untuk merancang geometrik jalan dan perkerasan jalan. Kendaraan desain yang digunakan untuk perancangan geometrik jalan dimaksudkan untuk mengetahui radius putar, pola pelebaran lintasan, jarak pengereman, tinggi mata pengemudi, kemampuan melakukan percepatan dan perlambatan, dll. Produk kendaraan pada saat ini telah meningkat dengan pesat sehingga perlu ditentukan kembali. Makalah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kendaraan desain dan tinggi mata pengemudi berdasarkan dominasi panjang kendaraan-kendaraan <9 meter (kelas jalan 3), <12 meter (kelas jalan 2), <18 meter (kelas jalan 1) yang beredar pada saat ini melalui data sekunder dan primer dengan cara analisis deskriptif. Pengelompokan kendaraan disesuaikan dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No. 22/2009. Data sekunder adalah data jenis dan dimensi kendaraan yang beredar. Data primer adalah data identifikasi kelompok merek kendaraan yang melalui 21 ruas jalan kelas-kelas 1, 2, dan 3 di Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan Jawa. Analisis dilakukan terhadap dominasi panjang kendaraan, dominasi kendaraan yang melewati 21 ruas jalan, persentile panjang kendaraan ke-85, penentuan kendaraan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya 12 kendaraan desain yang meliputi 3 kendaraan mobil penumpang (tinggi mata pengemudi 1,5m), 2 bis (tinggi mata pengemudi 1,9m), dan 7 truk berbagai ukuran (tinggi mata pengemudi 2,2-2,3). Penggunaan kendaraan desain tersebut adalah memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan peraturan yang berlaku. Kata kunci: dominasi kendaraan, kendaraan desain, dimensi kendaraan, tinggi mata pengemudi, tata cara geometrik jalan.

Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2025) Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue