cover
Contact Name
Uman Sumantri
Contact Email
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Phone
+6287726088848
Journal Mail Official
jurnal.jalanjembatan@pu.go.id
Editorial Address
Direktorat Bina Teknik Jalan dan JembatanDirektorat Jenderal Bina MargaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatJl. A.H Nasution No.264 Bandung 40294 Telp. (022) 7802251
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jalan Jembatan
ISSN : 19070284     EISSN : 25278681     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi Dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan.
Articles 596 Documents
DAMPAK INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP PEREKONOMIAN PULAU JAWA-BALI DAN SUMATERA Muktar Napitupulu; Mangara Tambunan; Arief Daryanto; Rina Oktaviani
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 1 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPrasarana jalan dan jembatan berperan dalam penggunaan ekonomi bangsa, namun dampak terhadap  perekonomian belum diteliti secara cermat. Tulisan ini bermaksud menganalisis dampak ekonomi investasi jalan dan jembatan dengan model Inter-regional Social Accounting Matrix Jawa Sumatera 2007.Hasil analilsis menunjukan: (1) Investasi jalan dan jembatan di Sumatera dan Jawa-Bali paling dinikmati oleh sektor perdagangan, restoran dan hotel,dan sektor industri makanan, minuman dan tembakau namun kurang berpihak pada sektor pertanian; (2) Keterkaitan atau ketergantungan sektor-sektor produksi tehadap konstruksi jalan dan jembatan di Sumatera cukup besar; (3) Dampak limpahan sektor jalan dan jembatan dari Sumatera ke Jawa-Bali berkisar 5 kali lebih besar daripada limoahan dari Jawa-Bali ke Sumatera menyebabkan kesenjangan oendapatan Sumatera dengan Jawa-Bali semakin melebar; (4) Rumah tangga pengusaha golongan rendah di desa memperoleh pendapatan tertinggi dari investasi jalandi Sumatera sementara untuk investasi jalan di Jawa-Bali rumah tangga pengusaha golongan rendah di kota memperoleh pendapatan yang terbesar; (5) Kontribusi jalan dan jembatan terhadap pertumbuhan ekonomi Jawwa-Bali dan Sumatera terhadap tahun 2007 naik 0.17 persen tahun 2008, naik 0.20 persen 2009 dan naik 0.28 persen tahun 2010.Kata Kunci : Interegional Social Accounting Matrix, dampak limpahan, ketertarikan belakang dan kedepan, analisis penggandaan, pertumbuhan ekonomi
PEMANFAATAN LIMBAH ABU TERBANG YANG RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI BAHN STABILISASI TANAH DASAR G.Gunawan Gunawan; Silverster Fransisko
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 2 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu penaganan lingkungan yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan limbah abu terbang batu bara dan kapur untuk keperluan material infrastruktur bidang jalan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 85 Tahun 1999  tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah no. 18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), abu terbang dikategorikan sebagai limbah B3, sehingga dalam pemanfaatannya perlu diperhatikan disamping aspek teknis juga dari aspek lingkungan. Pengujian Laboraturium yang meliputi pengujian laboraturium fisik stabilisasi tanah dengan abu terbang dan pengujian laboraturium Analisis Kandungan Kimia dan Uji TCLP (Toxicity Characteristic Leach at Procodure) dari abu terbang. Metode pengujian kimia dan TCLP dengan metode uji alat AAS (atomic absorbtion speactrofotometric). Penambahan abu terbang dapat meningkatkan nilai CBR tanah. Peningkatan maksiumum terjadi pada penambahan abu terbang 20% dan penambahan 5% kapur dapat meningkatkan nilai CBR campuran tanah dan abu terbang. Hasil kajian lingkungan terhadap pemanfaatan limbah abu terbang adalah : berdasarkan aturan yang berlaku, tempat penimbunan untuk pengelolaan abu terbang di Landfill kategori II (Secure Landfill Single Liner). Hasil Uji TCLP menunjukan bahwa untuk semua kandungan logam beratnya masih dibawah baku mutu standar Lingkungan Hidup dan masih dikategorikan tidak berbahaya (non hazardous materials).Kata kunci : Lingkungan Hidup, limbah B3, abu terbang, stabilisasi tanah, material tidak berbahaya
PENGARUH WAKTU PEMBEBANAN TERHADAP KEKUATAN BETON ASPAL LAPIS PERMUKAAN M. Sjahdanulirwan Sjahdanulirwan; Nono -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 2 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAspal memiliki sifat visco-elastis, yakni tergantung terhadap temperatur dan waktu pembebanan, sehingga kekakuan campuran beraspal akan bervariasi sesuai dengan kondisi temperatur dan waktu pembebanan. Kekakuan campuran beraspal, umumnya digunakan sebagai data masukan untuk keperluan perencanaan perkerasan, terutama pada perencanaan Metoda Mekanistik-Empirik. Makalah ini membahas tentang pengaruh waktu pembebanan terhadap kekuatan beton aspal lapis permukaan, yaitu untuk jenis AC-WC dan HRS-WC dengan bahan pengikat aspal pen 60 dan aspal polimer kegiatan yang dilakukan adalah mencakup kajian pustaka, pengujian bahan dari beberapa jenis campuran beraspal panas di laboratorium serta analisis data yang mencakup analisis deskriptif sifat bahan dan campuran beraspal, dan membuat kolerasi antara Modulus Resilien dengan waktu pembebanan. Hasil analisis diperoleh bahwa semakin lama waktu pembebanan maka kekakuan campuran semakin rendah, sehingga untuk perencanaan perkerasan perlu menggunakan factor koreksi nilai kekakuan, yaitu sesuai dengan lamanya waktu pembebanan atau kecepatan kendaraan pada lokasi yang ditinjau. Kata Kunci : aspal, kekakuan, campuran beton aspal lapis permukaan, waktu pembebanan, factor koreksi.
KAJIAN APLIKASI PASIR KUARSA SEBAGAI CAMPURAN LAPIS PONDASI PASIR ASPAL EMULSI Iriansyah.AS AS
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 2 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada umumnya diprovinsi Kalimantan Tengah sangat susah untuk mendapatkan bahan bantuan (agregat) standar untuk digunakan sebagai bahan pondasi jalan, sehingga harus mendatangkan dari daerah lain seperti misalnya dari Serang Jawa Barat atau Palu Sulawesi Tengah, yang harga bahannya relatif cukup mahal sehubungan dengan biaya transportasi yang cukup tinggi. Sedangkan di Kalimantan Tengah sangat banyak terdapat pasir alam jenis kuarsa yang belum secara optimal dimanfaatkan untuk bahan jalan. Pemanfaatan pasir kuarsa di Kalimantan Tengah sebagai lapis pondasi jalan pada daerah yang tidak terdapat agregat standar untuk digunakan sebagai bahan jalan adalah sangat potensial untuk penghematan pengadaan bahan jalan. Bahan agregat pasir kuarsa ini banyak ditemui berbagai pelosok daerah Kalimantan Tengah dan belum banyak dimanfaatkan. Umumnya jenis pasirkuarsa (siliceous agregat), merupakan agregat yang memerlukan perhatian khusus karena pelekatat yang kurang baik terhadap aspal (stripping), tetapi menurut brbrapa sumber penelitian ada jenis pasir kuarsa yang mempunyai pelekatan yang cukup baik dengan aspal. Metode yang dilakukan pada kajian ini adalah metode eksperimental di laboratorium dan lapangan. Hasil penelitian di Pusat Litbang Jalan dan Jembatan jenis pasir kuarsa yang ada di Kalimantan Tengah ini mempunyai pelekatan terhadap aspal cukup baik. Aplikasi perkerasan jalan dengan material pasir kuarsa sebagai lapis pondasi aspal emulsi telah dilaksanakan pada tahhun 2009 di Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah pada jalan provinsi Sukamara-RIam Durian sepanjang 1,5 km. Pasir kuarsa yang digunakan berasal dari daerah Simpang Runi Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah, sebagai bahan lapis pondasi pasir aspal emulsi. Hasil pengujian laboratorium campuran dingin lapis pondasi pasir aspal emulsi menunjukan bahwa sifat-sifat campuran Marshall telah memenuhi persyaratan konsep spesifikasi campuran lapis pondasi pasir aspal emulsi (LPPAE). Kata Kunci : pasir kuarsa, pelekatan, campuran dingin, lapis pondasi pasir, aspal emulsi, kineerja lapangan
EVALUASI KEBERHASILAN TRANSJAKARTA DIBANDINGKAN DENGAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) KELAS DUNIA Fergyanto E.Gunawan; Erwin Kusnandar
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 2 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerpindahan orang dan barang masih mendominasi prasarana transportasi jalan. Dinegara-negara berkembang, perpindahan dalam jumlah besar ini umumnya menggunakan system transportasi yang kurang efisien seperti kendaraan pribadi. Kota Jakarta, sebagai contoh, masih sangat tergantung dengan kendaraan pribadi. Di kota ini, jumlah kendaraan roda-dua mencapai 11,4juta pada tahun 2010 dan tumbuh secepat 11% per tahun. Jumlah dan pertumbuhan tinggi ini belum bisa diimbangi oleh prasarana transportasi sehingga kemacetan sering terjadi dan menyebabkan system transportasi menjadi tidak efisien. Untuk kondisi demikian, angkutan umum seperti bus rapid transit (BRT) menjadialternatif yang menjanjikan, dan diawal abad ke 21, terlihat penggunaan system BRT dibanyak kota di dunia. TransJakarta adalah system BRT yang di adopsi oleh kota Jakarta, dan telah beroperasi sejak 2004. Wakaupun demikian, setelah tujuh tahun beroperasi, TransJakarta belum berhasil mengatasi kemacetan di lalu-lintas Jakarta. Data memperlihatkan bahwa TransJakarta memiliki tingkat penumpang yang relatif rendah, dan belum terlihat perpindahan moda trasportasi di masyarakat. Penelitian ini pembelajari sistem TransJakarta khususnya dalam aspek-aspek yang berhubungan dengan sistem BRT standar dunia. Standar ini memiliki 30 aspek dalam lima kategori: Rencana Pelayanan, Infrastruktur, Desain Stasiun dan Antar-Muka Stasiun, Kualitas Pelayanan dan Sistem Informasi Penumpang, dan Integrasi dan Akses. Pada akhir paper ini, didiskusikan  aspek-aspek yang perlu diperbaiki oleh TransJakarta. Kata Kunci : Bus Transpor Cepat,Transportasi Umum, TransJakarta, Kemacetan, BUS
PENGARUH KANDUNGAN MINERAL ASBUTON DALAM CAMPURAN BERASPAL Furqon Affandi
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 2 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAsbuton merupakan aspal alam Indonesia dengan deposit yang sudah dikenal dan dieksplorasi sejak tahun 1926 sampai sekarang. Penggunaannya sampai sekarang masih sedikit dengan jenis produksi umumnya asbuton butir yang belum memberikan hasil yang efektif, walaupun Indonesia masih menginpor aspal sebesar 50% dari keperluan nasionmalnya per tahun. Salah satu metode pengolahan asbuton dari deposit Lawele di pulau Buton, ialah dengan cara ekstraksi dimana mineral dalam kandungan asbuton aslinya dikeluarkan sebagai (asbuton semi ekstraksi) atau seluruhnya (asbuton murni). Tulisan ini menguraikan pengaruh kandungan mineral asbuton dari hasil ekstraksi baik asbuton semi ekstraksi atau asbuton murni, dilihat dari sifat aspal dan campuran beraspalnya metoda yang dipergunakan ialah eksperimental di laboratorium dilengkapi dengan telaahaan kajian dari studi pustaka. Hasil dari kajian ini menu-njukan bahwa semi ekstraksi, memberikan kinerja campuran beraspal yang setara dibandingkan dengan campuran beraspal menggunakan asbuton murni, seperti sifat volumetrik maupun kekuatannya berdasarkan pujian Marshall, dengan memperhitungkan kandungan mineral pada asbuton semi ekstraksi sebagai filler dari agregat yang dipergunakan. Selain itu pengujian aspal harus dilakukan pada asbuton yang sudah tidak mengandung mineralnya lagi, karena hasil pengujian aspal terhadap hasil asbuton semi ekstraksi akan memberikan interpretasi yang salah. Keuntungan dari pengolahan asbuton semi ekstraksi ialah mineral yang ada dalam asbuton bisa dimanfaatkan sebagai filler dalam campuran beraspal, waktu pengolahan yang lebih singkat dan biaya yang tentunya lebih murah disbanding pengolahan asbuton murni.Kata Kunci : asbuton butir, asbuton semi ekstraksi, asbuton murni mineral, mineral asbuton, filer, kinerja campuran beraspal
PERILAKU AERODINAMIKA GELEGAR DARI JEMBATAN BERUJI KABEL “PALIBAJA” MENGGUNAKAN UJI STASIS TROWONGAN ANGIN DENGAN MODEL SECTION Setyo Hardono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 2 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJembatan  beruji kabel Palibaja berlokasi di Sukabumi Jawa Barat dan selesai dibangun oleh Puslitbang Jalan dan Jembatan tahun 2009. Tipe jembatan Palibaja adalah cable stayed dengan dua pilon. Panjang jembatan adalah 39 m+162 m+39 m sehingga total panjang 240 m dan lebar jembatan dari as ke as rangka adalah 3m. system lantai jembatan merupakan system rangka baja dan pelat lantai menggunakan orthotopik. Mengingat kekakuan system lantai yang kecil dan nilai para meter aerodinamikaa Pb adalah 1.38, maka menurut ketentuan British Standard BD 49/01 perlu dikaji mengenai prilaku aerodinamikaa jembatan. Pada tahap awal kajian aerodinamikaa ditekankan pada pengujian terowongan angin secara statis 2 dimensi. Pengujian dilakukan dengan berbagai kecepatan angin (15,25,40,50 m/detik) dan sudut serang (a) diambil (-10,-5,0,5,10,15,20 25 derajat). Hasil pengujian menunjukan bahwa kondisi angin dengan sudut serang 0 derajat maka model jembatan mengalami negative lift. Permasalahan lain adalah lokasi negative staff terjadi pada sudut serang (a) sekitar 0 derajat, yang berarti problem ketidak linearan secara aerodinamika terjadi pada arah angin horizontal. Dengan kecepatan udara 15 m/detik hingga 50 m/detik, relatif tidak merubah besaraan lift koefisien. Namun demikian karena pengujian masih bersifat statis maka diperlukan uji lanjutan berupa pengujian dua dimensi unsteady sehingga permasalahan aerodinamikaa dinamis dapat terjawab.                                                                                                                                                                           Kata Kunci : jembatan beruji kabel, aerodinamikaa, uji terowongan angin, negative lift, negative stall
KINERJA PERKERASAN JALAN BETON SEMEN DENGAN SERAT POLIMER SINTETIS A.Tatang Dachlan
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBeton semen Portland dianggap sebagai material yang relatif rapuh, karena bila mengalami tarik yang melampaui kuat tarik lentur; beton tanpa perkuatan akan retak. Beton dengan bahan tambahan serat sintetik sebagai perkerasan jalan menjadi suatu alternatif karena berdasarkan literature telah membuktikan bahwa kinerja perkerasan tersebut menunjukan keunggulannya. Uji coba skala penuh perkerasan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kinerjanya setelah dimonitor selama dua tahun. Hasil uji coba laboratorium dan lapangan dibandingkan dengan perkerasan jalan beton konvesional, termasuk aspek-aspek selama pelaksanaan uji coba. Hasil uji coba laboratorium menunjukan pola keruntuhan beton yang relatif lebih tahan, dapat menyerap energy lebih besar, lebih efektif digunakan pada struktur dengan luas area yang lebih besar seperti lantai jembatan dan pengerasan jalan. Hasil evaluasi lapangan menunjukan bahwa serat polomer sintetis adalah beton dapat menghambat penyebaran retak yang relatif besar, memiliki daktilitas yang sangat tinggi dan untuk struktur berbentuk slab dapat meningkatkan kapasitas lentur setelah retak awal beton. Panjang slab dapat dibuat sekitar (7-15) meter.Kata Kunci : serat polimer sintetik, beton serat, beton konvesional, daktilitas, perkerasan jalan beton, beton bertulang serat (BBS)
PERANAN RUMPUT VETIVER DAN BAHIA DALAM MEMINIMASI TERJADINYA EROSI LERENG Nanny Kusminingrum
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada tanah-tanah berlereng, erosi menjadi persoalan yang serius terlebih lagi akan dirasakan pada lereng-lereng jalan tanpa tanaman (gundul) dan bahkan bila jenis tanah yang mempunyai erodibilitas yang tinggi salah satu upaya penanganannya erosi dapat dilakukan dengan teknologi vegetasi, misalnya dengan teknologi vetiver yang sederhana dan berbiaya murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penurunan tingkat erosi jangka panjang dengan menggunakan rumput vetiver secara mandiri dan kombinasi rumput vetiver dengan rumput bahia. Metode yang digunakan adalah metode eksperimentaln melalui percobaan lapangan dan analisis. Hasil penelitian antara perlakuan vetiver mandiri dengan kombinasi ryumput vetiver dan bahia tidak menunjukkan adanya perbedaan yang berasrti terhadap erosi. Kecepatan permeabilitas dan kemantapan agregat tanah pada akhir penelitian untuk memperlakukan adanya tanaman (vetiver maupun kombinasi vetiver dan Bahia) menunjukkan adanya peningkatan, sedangkan pada perlakuan tanpa tanaman (control indek kemantapan agregat tetap menunjukkan sangat tidak mantap, begitu pula kecepatan permeabilitas sangat lambat sampai dengan sedang. Penutupan tanah oleh rumput minimal sebesar 60% memberikan rata-rata penurunan tingkat erosinya sudah lebih dari 96%.Kata Kunci : lereng jalan, rumput Vetiver, rumput Bahia, reduksi erosi, kecepatan permeabilitas, kemantapan agregat tanah
PEMANFAATAN BATU KARANG KERISTALIN FAK-FAK UMTUK CAMPURAN BERASPAL H.R Anwar Yamin
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 28 No 3 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembanguna kontruksi pengkerasan jalan pada umumnya menggunakan bahan standar yang berasal dari alam seperti batu dan pasir. Namun demikian, tidak semua daerah memiliki cadangan bahan yang mencakupi untuk digunakan sebagai bahan perkerasan atau mutu bahan yang ada dibawah standar (sub-standar). Untuk mengatasi hal tersebut, perlu digunakan rekayasa teknis dalam pemanfaatannya bahan sehingga bahan local yang sub-standar atau bahan buangan industri (waste materials) dapat dioptimalkan penggunaannya untuk perkerasan jalan, baik pada campuran beraspal maupun untuk pondasi jalan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengoptiomalisasikan penggunaan batu karang kristalin yang merupakan agregat substandard yang terdapat di Provinsi Papua Barat khususnya di Kabupaten Fak Fak dan Sorong. Dari studi ini diketahui bahwa agregat dari quarry yang terdapat di Fak Fak dan Sorong sangat baik digunakan untuk lapis pondasi Klas A tetapi tidak boleh digunakan sebagai agregat untuk campuran beraspal karena memiliki kelekatan terhadap aspal yang tidak begitu baik sehingga dapat dikelompokan sebagai agregat substandar untuk campuran beraspal. Preblended agregat dengan larutan semen (1  semen : 5 air) dapat meningkatkan daya lekatnya terhadap aspal tetapi hal ini tidak efektif dilakukan di lapangan. Daya lekat antara agregat substandar dengan aspal dapat dinaikan dengan hanya penambahan 0,01% surfaktan ke dalam aspal pen 60. Agregat dari quarry Batu Gantung-Fak Fak yang sedianya tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai bahan campuran beraspal dapat direkomendasikan untuk digunakan asalkan pada aspal pen 60 yang digunakan ditambahkan 0,01% surfaktan. Untuk mendapatkan hasil yang baik aspal yang sudah ditambahkan surfaktan tidak direkomendasikan untuk ditambahkan aditif anti stipping lagi.Kata Kunci : Agregat lokal, substandar, Papua Barat, surfaktan, campuran beraspal

Page 4 of 60 | Total Record : 596


Filter by Year

1984 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 1 (2025) Vol 41 No 2 (2024) Vol 41 No 1 (2024) Vol 40 No 2 (2023) Vol 40 No 1 (2023) Vol 39 No 2 (2022) Vol 39 No 1 (2022) Vol 38 No 2 (2021) Vol 38 No 1 (2021) Vol 37 No 2 (2020) Vol 37 No 1 (2020) Vol 36 No 2 (2019) Vol 36 No 1 (2019) Vol 35 No 2 (2018) Vol 35 No 1 (2018) Vol 34 No 2 (2017) Vol 34 No 1 (2017) Vol 33 No 2 (2016) Vol 33 No 1 (2016) Vol 32 No 3 (2015) Vol 32 No 2 (2015) Vol 32 No 1 (2015) Vol 31 No 3 (2014) Vol 31 No 2 (2014) Vol 31 No 1 (2014) Vol 30 No 3 (2013) Vol 30 No 2 (2013) Vol 30 No 1 (2013) Vol 29 No 3 (2012) Vol 29 No 2 (2012) Vol 29 No 1 (2012) Vol 28 No 3 (2011) Vol 28 No 2 (2011) Vol 28 No 1 (2011) Vol 27 No 3 (2010) Vol 27 No 2 (2010) Vol 27 No 1 (2010) Vol 26 No 3 (2009) Vol 26 No 2 (2009) Vol 26 No 1 (2009) Vol 25 No 3 (2008) Vol 25 No 2 (2008) Vol 25 No 1 (2008) Vol 24 No 3 (2007) Vol 24 No 2 (2007) Vol 24 No 1 (2007) Vol 23 No 3 (2006) Vol 23 No 2 (2006) Vol 23 No 1 (2006) Vol 22 No 4 (2005) Vol 22 No 3 (2005) Vol 22 No 2 (2005) Vol 22 No 1 (2005) Vol 21 No 4 (2004) Vol 21 No 3 (2004) Vol 21 No 2 (2004) Vol 21 No 1 (2004) Vol 20 No 4 (2003) Vol 19 No 3 (2002) Vol 19 No 2 (2002) Vol 19 No 1 (2002) Vol 18 No 2 (2001) Vol 18 No 1 (2001) Vol 17 No 2 (2000) Vol 17 No 1 (2000) Vol 16 No 3 (2000) Vol 16 No 2 (1999) Vol 15 No 4 (1999) Vol 15 No 1 (1998) Vol 15 No 3 (1997) Vol 15 No 1 (1997) No 4 (1997) No 2 (1997) Vol 13 No 2 (1996) Vol 13 No 1 (1996) No 4 (1996) No 3 (1996) Vol 12 No 3 (1995) Vol 12 No 2 (1995) Vol 12 No 1 (1995) Vol 11 No 1 (1994) Vol 10 No 3 (1993) Vol 10 No 2 (1993) Vol 10 No 1 (1993) Vol 9 No 4 (1993) Vol 9 No 3 (1992) Vol 9 No 2 (1992) Vol 9 No 1 (1992) Vol 8 No 3 (1992) Vol 7 No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1991) No 1 (1990) No 2 (1989) No 1 (1989) No 4 (1987) No 2 (1987) No 1 (1987) No 1 (1986) No 3 (1985) No 3 (1984) No 2 (1984) No 1 (1984) More Issue