cover
Contact Name
Yokke Andini
Contact Email
yokkeandini@uin-antasari.ac.id
Phone
+6289524924655
Journal Mail Official
muadalah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Antasari Banjarmasin, Jl. A. Yani km. 4.5 Banjarmasin - Kalimantan Selatan 70235
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak
Muadalah: Journal of Gender and Children Studies brings attention to topics concerning gender, women, and children issues. The journal aims to disseminate cutting edge research and contemporary developments regarding these issues from multidimensional perspectives, including religion, economics, culture, history, education, law, arts, communication, politics, and theology. Focus: Interdisciplinary and comprehensive examinations on the dynamics of gender issues, women rights, and child protection from a global outlook. Scope: Critical analysis of gender construction and its ramifications on power relations between men and women across the world. Explorations of women struggles in achieving gender equality and social justice in private and public domains. Comparative assessments on policies and efforts in safeguarding children rights and wellbeing. Critical appraisals of infringements on women and children rights resulting from the dominance of patriarchal culture and structural barriers. Contributions of religious, arts, politics, economics, and other multifaceted social science lenses toward gender issues advocacy and child protection.
Articles 97 Documents
COPING STRESS ISTERI DALAM PERKAWINAN POLIGINI DI KOTA BANJARMASIN Siti Faridah
Muadalah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i2.2115

Abstract

Setiap perempuan berharap menikah dengan seorang laki-laki dan menjadi isteri satu-satunya, namun harapan sering tidak sejalan dengan kenyataan. Di mana suami menghadirkan “madu” bagi isterinya dan isteri dihadapkan pada keputusan suami untuk berpoligini. Dalam keadaan demikian, ada isteri yang meminta atau menggugat cerai suaminya, namun ada yang bertahan dengan berbagai pertimbangan. Hasil penelitian terhadap istri (pertama) yang bertahan dalam perkawinan poligini menyatakan bahwa ketiga subjek menerapkan 1. Coping stress yang berfokus pada  aspek emosi (EFC) yaitu: a. Berusaha tidak mempermasalahkan poligini suaminya dengan bersikap biasa. b. Berusaha mengontrol emosi (sabar dan ikhlas). c Mengakui peran diri dalam perkawinan poligini suami. d. Tidak mampu menolak keinginan suami untuk berpoligini dan e. Berusaha mengembangkan diri dengan meminta nasehat, doa dan air doa kepada orangtua dan orang alim, rajin ke majelis taklim, berdoa, berzikir, salat malam dan ibadah lainnya untuk mendapatkan ketenangan. 2. Coping stress yang berfokus pada masalah (PFC) adalah a. Melakukan perencanaan terhadap perkawinan poligini suami.  b. Subjek 1 dan subjek 2 membiarkan suami menikah di bawah tangan. c. Meminta nasehat dan dukungan keluarga dan orang alim. d. Menganggap sebagai takdir Allah dan e. Berusaha melupakan masalah-masalah yang ada. Adapun faktor utama yang menyebabkan ketiga subjek mampu bertahan dalam perkawinan poligini adalah faktor agama dan faktor anak. Subjek 1 dan 3 menambahkan dengan faktor ekonomi, Faktor pendukung ketiga subjek adalah faktor kasih sayang. Subyek 1 dan 2 tidak siap dengan status janda, sedang subjek 3 karena faktor menjaga harga diri suami.Kata Kunci: Coping Stress, Poligini, Istri Bertahan dalam Perkawinan.
Pembentukan Karakter Kepemimpinan Siswa Melalui Sekolah Alam (Studi Kasus di Sekolah Dasar Alam Muhammadiyah Banjarbaru) Abd Basir; Willy Ramadan
Muadalah Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i1.2118

Abstract

Abstark: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pelaksanaan pembelajaran, hambatan dan upaya penyelasiannya dalam pembentukan karakter kepemimpinan siswa di Sekolah Dasar Alam Muhammadiyah Banjarbaru. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Adapun hasil penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran dalam pembentukan karakter kepemimpinan siswa di Sekolah Dasar Alam Muhammadiyah Banjarbaru adalah melalui beberapa kegiatan/program. Kegiatan/program tersebut adalah Gardening, Market Day, Hizbul Wathan, Outbound, dan Taruna Melati. Adapun hambatan proses pembelajaran di SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru adalah kekurangan kualitas Sumber Daya Manusia dan Pendanaan. Penelitian ini menemukan bahwa upaya penyelesain hambatan Sumber Daya Manusia tersebut dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru oleh pihak sekolah. Sedangkan terkait pendanaan, pihak sekolah meningkatkan pendapatan sekolah dengan memperbanyak kerjasama-kerjasama dengan perusahaan-perusahaan, membuat koperasi dan komersilisasi sarana pelatihan yang dimiliki oleh sekolah.Keyword: Karakter, Kepemimpinan, Sekolah Alam Abstract: The aim of this research is to identify learning processes, obstructions and solving strategies in leardership character building of students in SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru. This research uses a quatitative approach. Collecting Data Technic of this research is conducted by interviews, observations, documentations, and taking field note. As a finding of the research is that learning process in student’s leadership characteristic building of SD Muhammadiyah Banjarbaru conducted in several programms. There are Gardening, Market Day, Hizbul Wathan, Outbound, and Taruna Melati. Obstructions of learning process in SD Alam Muhammadiyah are lack of quality humans resources and fundings. This research finds that to solve the lack of quality of Human Resources is giving training to teachers, and in funding obstruction that school incereases their incomes coorparate with other organizations, making cooparation system and obtain benefit from training fasilities (commercialization). Keyword: Character, Leadership, Nature School
Gender Mainstreaming: Peluang dan Tantangan di Dunia Akademik Chici Rima Putri Pratama
Muadalah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i2.2572

Abstract

Dunia Akademik merupakan pembawa semangat dan sikap tidak diskriminatif dalam perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dengan melibatkan semua stakeholder pendidikan serta berlandaskan trust (kepercayaan), sehingga tumbuhdan berkembang dalam atmosfir yang kondusif dan harmonis didalam proses kesetaraangender. Didalam kegiatan itulah dibutuhkan konsep gender yang mengacu pada seperangkat sifat, peran, tanggung jawab, fungsi, hak, dan perilaku yang melekat pada diri perempuan dan laki-laki sebagai akibat benturan budaya atau lingkungan masyarakat. Sehingga muncul dikotomi feminin (perempuan) dan maskulin (laki-laki). Di masyarakat perempuan digambarkan dengan sifat-sifat femininnya, seperti : lemah, pemalu, penakut, emosional, lemah gemulai. Sebaliknya laki-laki selalu digambarkan dengan sifat- sifat maskulinnya, seperti : gagah, perkasa, tegar, berani, dan rasional. Feminitas dan maskulinitas ini sesungguhnya merupakan hasil konstruksi sosial, bukan hal yang kodrati.Kata kunci : Pengarusutamaan Gender (Gender Mainstreaming), Dunia Akademik, Pendidikan dan Kesetaraan
Sensitivitas Gender dalam Organisasi Kemahasiswaan di IAIN Antasari Banjarmasin Wardah Hayati; Yokke Andini; Saridatun Rahimah
Muadalah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i2.2574

Abstract

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pemerintah telah menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Sebagai salah satu usaha untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu adalah dengan pengintegrasian perspektif gender kedalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian, fenomena kesenjangan gender masih banyak terjadi dalam proses atau kegiatan pembelajaran yang berlangsung baik di lembaga-lembaga pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Oleh karena itu, masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah: “bagaimana interaksi antara dosen dan mahasiswa(i) dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Antasari ditinjau dari perspektif gender?”. Penelitian ini merupakan penelitian berperspektif gender (gender oriented research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang terkumpul melalui observasi, wawancara, dan kajian dokumentasi dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat gejala- gejala yang mengindikasikan kepada perwujudan keadilan dan kesetaraan gender dalam interaksi dosen dengan mahasiswa(i) dalam kegiatan pembelajaran di Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Antasari. Hal tersebut tercermin dalam pembukaan kegiatan pembelajaran yang akomodatif oleh dosen, penerapan metode pembelajaran yang bervariasi oleh dosen, dan ujaran dan perilaku dosen yang responsif gender selama kegiatan pembelajaran. Namun demikian, gejala kesenjangan gender dalam kegiatatan pembelajaran masih terlihat dalam tahapan penutupan pembelajaran yang dilakukan dosen yang tidak akomodatif serta penggunaan media pembelajaran oleh dosen yang kurang bervariasi.Kata Kunci: Analisis Gender, Gender, Interaksi dalam Pembelajaran
Efektivitas Kelas Edukasi (KE) Menyusui untuk Meningkatkan Efikasi Diri Ibu Menyusui dalam Memberikan ASI Ekslusif di Banjarmasin Dina Aprilia; Azizah Fitriah
Muadalah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i2.2575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana efektivitas Kelas Edukasi Menyusui untukmeningkatkan Efikasi Diri Ibu Menyusui dalam memberikan Asi eksklusif di Banjarmasin.Subjek dalam penelitian ini adalah Ibu Hamil dengan usia kehamilan di atas dua puluh empat minggu dan Ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Subjek Penelitian berjumlah 12 orang yang semua dimasukkan dalam kelompok eksperimen. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan Skala Efikasi Diri Ibu Menyusui. Penelitian ini merupakan penelitian one group pretest-posttest design yaitu suatu metode Quasi Eksperimen yang membandingkan efek suatu perlakuan terhadap variabel terikat sebelum dan setelah dikenai perlakuan. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji-t paired sample test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelas Edukasi Menyusui efektif dalammeningkatkan Efikasi Diri ibu menyusui dalam memberikan Asi eksklusif secara signifikan.Kata Kunci : Kelas Edukasi Menyusui, Efikasi diri ibu menyusui, Asi Eksklusif
Pendidikan Karakter Prilaku Sosial Anak Usia Sekolah Dasar dalam Keluarga di Kecamatan Banjarmasin Timur Taufiqurrahman Taufiqurrahman
Muadalah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i2.2576

Abstract

Family Education Pattern in Guiding Social Child Behavior on Student’ Parents of Elementary School at Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. Child education a familyas the first education is a basic for parent to lay foundation of personality forming andthe child social behavior, cultivation and introduction to religion and social behavior and and the basic friend ship of children. In this case, the children are necessary to be guided, must be given advices, example, motivation, habit, supervation, and development of conducive education atmosphere which help the children deviloping their social behavior, attitude, knowledge and skill in order to be able socialization of ghildren in their envioronment. Doe to the socialization of children in their family extremely determines to the success in the socialization to the wider environment. In this case, the parents in the family should have a pattern to guide in the child social behavior by applying leadership attitudes democratically based on the development of childrens characters. Keyword: family education pattern, child characters social behavior
Pendidikan Keluarga Terhadap Perilaku Sinkritisme Islam (Kasus Pendidikan Keluarga di Tanah Bumbu) Taufiqurahman Taufiqurahman
Muadalah Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i1.2586

Abstract

Masyarakat muslim di Tanah Bumbu dalam dimensi kultural merupakan kelompok yang selalu mempunyai rasa keterikatan terhadap norma dan adat istiadat yang berlaku pada kelompok masing-masingnya. Kultur Islam yang keluarga pedomani secara tekstual serta pengalaman keagamaan selama ini amalkan selalu berbenturan dan bersentuhan dengan kultur lokal yang bersifat hinduisme, mengalami bentukan norma dan adat- istiadat baru yang bersifat sinkritisme. Sesudah kultur Islam membumi, umat Islam belum mampu memahami kultur Islam secara kontekstual, hal ini juga ada relevansinya dengan rendahnya tingkat pendidikan dan pengalaman agama Islam pelaku sinkritisme, sehingga pelaku sinkritisme meyakini bahwa ritual yang keluarga lakukan adalah benar dan merupakan bagian dari ajaran agama Islam, dan keluarga mendidik anak-anaknya melalui pembiasaan dan keteladanan mewariskan perilaku tersebut secara kontinu dan turun-temurun, yang tentu saja bersebarangan dan menyalahi syari'at Islam.Kata kunci: Keluarga, pendidikan, sinkritisme, dan Islam.
Profil Kesiapan Sekolah Anak Prasekolah Memasuki Sekolah Dasar Berdasarkan Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (Nst) (Studi di SDIT Ukhuwah Banjarmasin, Tahun 2017) Yulia Hairina
Muadalah Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i1.2587

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk menggambarkan kesiapan anak masuk Sekolah Dasar ditinjau dari hasil test N.S.T (Nijmeegse SchoolbekwaamheidsTest). Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah anak prasekolah yang akan masuk Sekolah Dasar di SDIT Ukhuwah Banjarmasin. Jumlah subjek penelitian adalah 75 orang anak prasekolah yang berasal dari beberapa Taman Kanak- Kanak di Kotamadya Banjarmasin. Alat ukur yang dipakai pada penelitian ini adalah Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (N.S.T) dan juga observasi. Analisis terhadap data akan dilakukan secara kuantitatif dengan teknik statistik sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 75 orang subyek, 72% dinyatakan memiliki kesiapan yaitu sejumlah 54 anak, 21% cukup siap yaitu sejumlah 16, sedangkan yang belum siap ada 7% yaitu sejumlah 5 anak. Aspek yang paling menonjol tingkat kematangannya adalah aspek pengamatan bentuk dan kemampuan membedakan yaitu sebanyak 86% sejumlah 65 orang anak. Aspek yang paling kurang pada tugas menggambar orang yaitu 32 % sejumlah 24 orang anak. Secara kualitatif, aspek kesiapan masuk Sekolah dasar yang terkait dengan aspek kognitif yaitu pengamatan dan kemampuan membedakan, pengertian tentang besar, jumlah dan perbandingan, pengamatan kritis, konsentrasi, motorik halus dan memahami cerita adalah aspek-aspek yang sudah mencapai tingkat kematangan yang cukup optimal. Sedangkan aspek yang terkait dengan kemampuan aspek pengamatan tajam, aspek penilaian terhadap situasi dan gambar orang tingkat kesiapannya yang belum optimal.Kata Kunci: Kesiapan Sekolah, Tes NST, Anak PrasekolahABSTRACTThis study was a descriptive study to describe the children go to elementary school readiness in terms of the test results N.S.T (Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test). This research is a quantitative approach. The subjects were preschoolers will go to elementary school in Banjarmasin SDIT Ukhuwah . Number of research subjects are 75 preschoolers from several kindergartens in the municipality of Banjarmasin. Measuring instrument used in this study is Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (N.S.T) and observation. Analysis of the data will be performed quantitatively by simple statistical techniques. The results showed that of the 75 subjects, 72% had expressed readiness is a number of 54 children, 21% quite ready for that number of 16, while those not ready to have 7% is the sum of 5 children. The most outstanding aspect is an aspect of maturity level observation forms and the ability to distinguish as many as 86% of the 65 children. Aspects that at least on the task of drawing people ie 32% some 24 children. Qualitatively, aspects of readiness for primary schools related to cognitive aspects, namely observation and the ability to distinguish, the notion of large, amount and ratio, critical observation, concentration, fine motor skills and understand the story are aspects that have reached a level of maturity that is quite optimal. While the aspects related to the capability of keen observation, aspects of assessment of the situation and drawing the readiness level is not optimal.Keywords: School Readiness, Test NST, Preschool Children
Pembelajaran Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Harapan Bunda Banjarmasin SYarifuddin Sy
Muadalah Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i1.2590

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa proses perencanaan pembelajaran yang dilakukan di SD Harapan Bunda Banjarmasin berkaitan SK, KD, indikator, materi, metode, media serta penentuan evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran berbeda dengan pembelajaran pada sekolah atau kelas normal. Evaluasi juga dilaksanakan untuk melihat kemajuan pembelajaran tanpa ada paksaan dengan nilai harus lebih baik dari standar ketuntasan yang ditetapkan. Pelaksanaan pembelajaran hampir sama dengan sekolah/kelas normal, akan tetapi tidak terlalu memaksanakan apa yang sudah direncanakan. Model, pendekatan, strategi dan metode sudah tetapkan, tetapi pelaksanaanya tergantung situasi di lapangan, sehingga pembelajarannya lebih elastis dan fleksibel yang terpenting tujuan pembelajaran tercapai.Kata Kunci: Pelaksanaan, Pembelajaran, PAI, ABK.
Perspektif Wanita Banjar, Tionghoa, dan Madura di Banjarmasin dalam Membentuk Karakter Anak (Kajian Teori Ekologi Perkembangan) Nuril Huda; Musyarrafah Musyarrafah
Muadalah Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Studi Gender & Anak
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/mu'adalah.v4i1.2592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif wanita Banjar, Tionghoa dan Madura dalam membentuk karakter anak dan menjabarkan muatan nilai moral dan budaya yang ditanamkan dalam membentuk karakter anak. Jenis peneltian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan meggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sudut pandang wanita Banjar, wanita Tionghoa, dan wanita Madura dalam membentuk karakter anak, dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkannya. (2) Umur, tingkat pendidikan, konsep diri, nilai diri, aspirasi, keterlibatan dalam sosial, kompetensi wanita Banjar, wanita Tionghoa, dan wanita Madura juga mempengaruhi dalam membentuk dan mengembangkan karakter anak-anaknya terkait dengan pola asuh. (3) Banyak terdapat perbedaan sudut pandang yang dikemukakan oleh wanita Banjar, wanita Tionghoa, dan wanita Madura terkait fungsinya sebagai orangtua dalam penanaman nilai-nilai dalam pembinaan kehidupan beragama, pembinaan dan persemaian nilai-nilai luhur budaya, meciptakan suasana cinta dan kasih terhadap anak, perlindungan terhadap anak, pendidikan akan kesehatan, pendidikan dan sekolah, serta keharmonisan dengan lingkungan tempat tinggalnya. (4) Muatan nilai moral dan budaya utama yang ditanamkan oleh wanita Banjar terhadap anak-anaknya adalah nilai religiusitas, ketauhidan, toleransi dan keharmonisan dalam lingkungan; sedangkan wanita Tionghoa lebih mengutamakan nilai kemakmuran, menjaga kesehatan dan disiplin untuk ditanamkan menjadi karakter anak-anaknya; Berbeda halnya dengan wanita Madura dalam membentuk karakter anak-anaknya yang lebih cenderung menekankan nilai religiusitas, kerja keras, dan pantang menyerah.Kata kunci: Wanita Banjar, Wanita Tionghoa, Wanita Madura, Membentuk Karakter Anak, Ekologi Perkembangan

Page 4 of 10 | Total Record : 97