cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
Analisa Harmonisa Akibat Penggunaan Lampu LED Istiono, Yoga; Sentosa, Julius; Hosea, Emmy
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.784 KB) | DOI: 10.9744/jte.10.1.30-33

Abstract

Masalah harmonisa dalam sistem tenaga listrik semakin kompleks dengan bertambahnya penggunaan peralatan non linier (misal : lampu LED), dimana peralatan ini menghasilkan harmonisa pada gelombang tegangan dan arus. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran harmonisa dengan menggunakan alat ukur Power Analyzer Fluke 41B. Pengukuran diambil dari beberapa macam merk LED dengan daya listrik yang berbeda - beda. Pengujian dan pengukuran juga dilakukan dengan menggunakan alat peraga instalasi rumah tinggal. Hasil pengukuran menunjukkan harmonisa yang ditimbulkan oleh lampu LED tidak sesuai dengan standart harmonisa yang berlaku, yakni ITHD melebihi 20%. Dengan menambahkan filter pasif, harmonisa yang ditimbulkan oleh lampu LED dapat diredam dan meningkatkan nilai power factor.
Pembuatan Sistem Home Automation Berbasiskan Internet of Things Limanta, Geraldi Merkusi; Lim, Resmana; Khoswanto, Handry
Jurnal Teknik Elektro Vol 11, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.958 KB) | DOI: 10.9744/jte.11.2.60-65

Abstract

Perancangan sistem home automation ini dilakukan untuk membuat sebuah sistem yang dapat dikendalikan secara otomatis maupun manual. Sistem yang dibuat ini mengendalikan lampu LED, horizontal blind, dan AC. Pembuatan sistem smart home ini menggunakan microcontroller Raspberry Pi 3 model B. Proses pengiriman data dan kontrol menggunakan protokol internet. Sistem ini menggunakan ubidots cloud. Ubidots cloud bertugas untuk menyimpan data dan sekaligus sebagai panel kontrol untuk melakukan kendali sistem smart home. Sistem yang dibuat selain dapat dikendalikan dari jarak jauh juga dapat dikendalikan secara langsung di tempat. Pengendalian secara langsung di tempat dilakukan dengan menggunakan tombol. Teknik pengendalian lampu menggunakan PWM, pengaturan buka tutup dari blind menggunakan motor stepper, dan kontrol AC menggunakan LED Infrared. Hasilnya, proses otomatis dan manual dapat berjalan dengan baik. Proses kontrol menggunakan cloud ubidots juga berhasil. Proses pengambilan data dari cloud ubidots membutuhkan waktu kurang dari 1 detik. Sedangkan proses pengiriman data membutuhkan waktu paling lama 5 detik.
Desain Sistem Kontrol Dengan Metode Penempatan Kutub (Pole Placement) Pada Motor DC Servo Santoso, Fendy
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

There are many methods in designing control systems. One of them is pole placement method. After mathematical model is obtained, the next step is to determine the system's performances that is wanted. Thus poles location can be determined. And Finally, the values of the state feedback gain and input setting gain can be calculated. This paper explained the control system design using pole placement method, applicated in a dc servomotor plan. After calculation has done the next step was to simulate system's performance with Matlab. From the simulation result could be seen that system's responses match with design criteria. Those things could be done because system's pole locations have moved to the location that was needed, based on design criteria: maximum overshoot and settling time. Abstract in Bahasa Indonesia : Ada banyak metode dalam perancangan sistem kontrol. Salah satunya adalah perancangan sistem kontrol menggunakan metode penempatan kutub (pole placement). Setelah model matematika dapat diperoleh, langkah selanjutnya adalah adalah menentukan performansi sistem yang diinginkan. Dari hasil design berdasar criteria performansi yang diinginkan ditentukan lokasi pole yang diperlukan. Dan akhirnya dapat dihitung besarnya gain umpan balik keadaan, dan kompensasi gain masukan. Makalah ini membahas perancangan sistem kontrol dengan metode penempatan kutub, dengan plant motor dc servo. Setelah dilakukan perhitungan dilakukan simulasi sistem dengan program Matlab. Dari hasil simulasi dapat dilihat respon sistem sesungguhnya telah sesuai dengan kriteria perancangan. Hal itu terjadi karena, lokasi pole sistem asal digeser menuju lokasi pole yang diperlukan, sesuai dengan kriteria design, yaitu: nilai lonjakan maksimum dan settling time. Kata kunci : sistem kontrol, penempatan kutub, motor dc servo.
Sistem Monitoring Keamanan Menggunakan PLC FESTO Thiehunan, Hendrik; , Thiang
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 2 (2002): SEPTEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.2.2.

Abstract

This paper describes a security monitoring system using FEC FC-20 FESTO PLC. The PLC would get the data from security sensors. Personal Computer (PC) would take this data through the serial port and then, PC processed that data and displayed it on PC monitor. Data in PC was processed and programmed by using Visual Basic 6 language program. The system was tested to monitor the security sensor such as status of the alarm button. PC could record alarm status and its history from sensors perfectly. The system was implemented and tested in PT FESTO Surabaya. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini membahas sebuah sistem monitoring keamanan yang bekerja menggunakan PLC Festo tipe FEC FC-20. PLC bertugas mengumpulkan status sensor-sensor keamanan, yang kemudian data tersebut diambil oleh PC melalui port serial untuk diolah dan ditampilkan pada monitor PC. Data pada PC diolah menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6. Sistem yang dibuat telah diuji pada pemantauan status sensor keamanan yaitu penekanan tombol alarm. Status dan history dari sensor dapat terekam dengan sempurna oleh PC. Sistem ini juga telah diimplementasikan di PT FESTO Surabaya. Kata kunci : Monitor keamanan, PLC.
Facial Landmark Detection using Affine Graph Matching and a Genetic Search Algorithm Lim, Resmana
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.3.2.

Abstract

This paper proposes a method that finds landmark points on the face, which is one of the main tasks in a face recognition system. Salient facial landmark detection is important because it enables face normalization and leads to size and orientation invariant face recognition. The presented approach is based on an affine graph matching technique and uses a genetic algorithm to perform the search. The feasibility of our methodology for detection tasks related to face landmark point detection has been deployed using the ORL face image database. Experiments show satisfactory results under relatively wide conditions. The GA searching approach is essential because it effectively searches the solution space.. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini membicarakan sebuah metode pencarian titik-titik penting pada citra wajah, yang mana ini adalah langkah penting dalam system pengenalan wajah. Titik-titik penting wajah (seperti mata, hidung dan mulut) adalah sangat penting untuk proses normalisasi wajah sehingga dihasilkan system pengenalan wajah yang handal terhadap variasi ukuran dan orientasi. Pendekatan yang digunakan disini menggunakan teknik affine graph matching dan algoritma genetika untuk pencarian titik-titik penting wajah. Sistem diuji menggunakan database wajah dari ORL. Percobaan menunjukan hasil yang cukup menggembirakan. Pencarian dengan algoritma genetika sangat penting disini sebab dapat mencari solusi secara efektif. Kata kunci : deteksi titi-titik penting wajah, pengenalan wajah, affine graph matching, algoritma genetika, Gabor filter.
Pengaturan Level Ketinggian Air Menggunakan Kontrol PID Thiang, Thiang; TDS, Yohanes; Mulya, Andre
Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 2 (2004): SEPTEMBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.4.2.

Abstract

This paper describes about the application of control system on liquid level control system. The control method used in this system is proportional integral derivative (PID) controller. All control processes and data aquisition is run by using a personal computer (PC). Experiment was done by controlling liquid level in level range 0 - 30 cm. Experiment was also done by using various PID control parameter in which the input signal is step function. Experiment results show that the parameter of liquid level control system are Kp = 1 - 10, Ki = 0,1 - 5 and Kd = 0,1 - 10 Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan tentang aplikasi sistem kontrol pada pengaturan level ketinggian air. Metode kontrol yang digunakan dalam sistem ini adalah kontrol proporsional integral derivatif (PID). Semua proses kontrol dan akuisisi data dilakukan dengan menggunakan komputer (PC). Pengujian sistem telah dilakukan untuk mengontrol level air dengan ketinggian antara 0 - 30 cm. Pengujian dilakukan dengan beberapa variasi parameter kontrol PID dengan input berupa fungsi step. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa parameter sistem kontrol level ketinggian air adalah Kp = 1 - 10, Ki = 0,1 - 5 dan Kd = 0,1 - 10. Kata kunci: sistem kontrol, kontrol proporsional integral derivatif (PID), kontrol level air.
Internal Model Control (IMC) - Neural Network (NN) Gain Scheduling untuk Pengendalian Kolom Distilasi R. Biyanto, Totok
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2005): SEPTEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.5.2.pp. 73-79

Abstract

This research is develop the alternative control algorithm using Internal Model Control - Neural Network Gain Scheduling (IMC-NNGS) to control mole fraction of methanol-water distillation column. Distillation column with L-V control strategy has pairing Xd-L and Xb-Qr. IMC performances depend on only ? tuning value or filter time constant. With ? tuning value manipulating IMC could be nonlinear control, where ? tuning value is outputs of NN that had been trained by using error variable, process variable, manipulated variable, and set point variable from plant. Gain scheduling using NN could be increase control system performance and product quality. The best IAE changing value shown at mole fraction feed increase. There are IAE equal with 0,234799 for IMC and IAE equal with 0, 00042 for IMC-NNGS. In other word IMCGS has IAE 559 times better than IMC. Beside that IMC-NNGS has faster response, offset free and robust to overcome set-point and disturbance changes. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada penelitian ini dikembangkan suatu alternatif sistem pengendalian dengan algoritma Internal Model Control - Neural Network Gain Scheduling (IMC-NNGS) untuk mengendalikan fraksi mol metanol dan air pada kolom distilasi tunggal sistem biner metanol-air dengan struktur L-V. Pada struktur L-V Fraksi distilat (Xd) dipasangkan dengan laju aliran refluk (L) sedangkan fraksi bawah dipasangkan dengan laju panas pada reboiler (Qr). Karakteristik pengendali IMC hanya tergantung pada harga tuning ? atau time konstan filter yang diberikan kepadanya. Dengan memanipulasi harga tuning ? maka pengendali IMC akan menjadi pengendali nonlinier, dimana pada IMC-NNGS harga ? yang di-update dari output NN yang telah dilatih dengan input berupa error, proses variabel (PV), manipulated variabel (MV) dan setpoint dari plant. Kinerja NN dalam melakukan gain scheduling terhadap IMC dapat meningkatkan kualitas sistem pengendalian dan kualitas produk yang ditunjukkan secara kuantitatif dengan Integral Absolute Error (IAE). Perubahan IAE terbaik antara IMC dan IMC-NNGS tercapai pada pengujian penambahan fraksi input (Xf), diperoleh IAE sebesar 0,234799 untuk IMC dan IAE sebesar 0,00042 untuk IMC-NNGS atau 559 kali lebih baik. Selain itu IMC-NNGS memiliki respons sistem lebih cepat, tidak memiliki offset, serta bersifat kokoh terhadap perubahan setpoint dan kehadiran gangguan yang mempengaruhi proses. Kata kunci: Neural Network (NN), Internal Model Control (IMC) Gain Scheduling, kolom distilasi.
Capacitance Meter with AT89C2051 Lim Un Tung, Lauw; Budikartono, Mettasari; Tjahyadi, Oentung
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 2 (2001): SEPTEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.1.2.

Abstract

Measuring capacitor%5C%27s capacitance sometimes cannot be done on simple multi-meter. These meters are not equipped with the capacitance meter function found on expensive multi-meter. With the advancing technology in IC integration%2C many micro-controller vendors have provided %5C%22on-chip timer%2Fcounter%5C%22 %28like ATMEL%29%2C that will cut cost on producing a simple capacitance meter. Capacitance is measured by pulse width that is constructed from a multi-vibrator. The ATMEL AT89C2051%5C%27s %5C%22on- chip timer%2Fcounter%5C%22 is used to measure%2C and calculated pulse width%2C then result is shown on a seven segments display. A simple prototype based on the AT89C2051 is able to measure capacitor ranging from 1nF to 470uF. Abstract in Bahasa Indonesia : Tidak semua multimeter mempunyai kemampuan untuk mengukur kapasitas kapasitor. Pada umumnya kemampuan ini hanya terdapat pada multimeter yang mahal harganya. Kapasitas suatu kapasitor dapat diperoleh dengan cara mengukur lebar pulsa yang dihasilkan oleh suatu multivibrator di mana kapasitor tersebut dihubungkan. Dengan mendayagunakan fungsi timer%2Fcounter yang terdapat pada mikrokontroler ATMEL 89C2051%2C lebar pulsa tersebut dapat diukur dan ditampilkan. Pada percobaan telah dapat diukur kapasitor antara 1nF hingga 470uF. Capacitance+Meter%2C+Multi-vibrator%2C+on-chip+timer%2Fcounter
Studi Tentang Penguat Cascade Dua Tingkat Menggunakan JFET Kartiko Dirgantoro, Tjahjo; Khoswanto, Handry; Ferdinando, Hany
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 2 (2006): SEPTEMBER 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.6.2.

Abstract

Cascade amplifier has more than one stages on the circuit configurations. The purpose of cascade amplifier using JFET is to get larger voltage gain also with large input impedance. Except CS-CS cascade amplifier, cascade amplifier using JFET never studied in every literature. This research focuses on the two stage cascade amplifier using JFET for nine circuit configurations, i.e. CS-CS, CS-CD, CS-CG, CD-CS, CD-CD, CD-CG, CG-CS, CG-CD, and CG-CG. From those nine configurations, the interest is to see gain characteristic and to compare one another. This paper uses JFET 2N5457 type with specification IDSS = 5 mA and VGS(off) = -6 V also specified one of DC bias parameter in the active region that is IDQ = 2 mA. The voltage gain is measured by giving voltage input from 50 mV (Vp-p) until 1000 mV (Vp-p) at 1 KHz. There are some recommendations, one of them is that the CS-CS cascade amplifier is amplifier with the largest voltage gain. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem cascade dalam suatu penguat berarti mempunyai lebih dari satu tingkat dalam konfigurasi rangkaiannya. Penguat sistem cascade menggunakan JFET bertujuan untuk mendapatkan penguatan tegangan yang lebih besar dengan impedansi masukan yang besar pula. Kecuali penguat cascade CS-CS, penguat cascade menggunakan JFET tidak pernah dibahas dalam literatur yang ada. Pada penguat sistem cascade menggunakan JFET dua tingkat ini terdapat sembilan konfigurasi rangkaian, yaitu CS-CS, CS-CD, CS-CG, CD-CS, CD-CD, CD-CG, CG-CS, CG-CD, dan CG-CG. Dari kesembilan konfigurasi itu akan dilihat karakteristik penguatannya dan dibandingkan satu sama lain. Penelitian menggunakan JFET tipe 2N5457 dengan spesifikasi teknis IDSS = 5 mA dan VGS(off) = -6 V serta ditetapkan salah satu parameter DC bias pada daerah aktif yaitu IDQ = 2 mA. Pengujian yang dilakukan adalah dengan mengukur penguatan tegangan yaitu memberikan variasi tegangan masukan dari 50 mV (Vp-p) sampai 1000 mV (Vp-p) dan dilihat besar penguatan tegangannya pada tegangan keluaran. Pengujian dilakukan pada frekuensi 1 KHz. Dihasilkan beberapa rekomendasi, satu diantaranya yaitu bahwa penguat cascade CS-CS adalah penguat yang mempunyai penguatan tegangan terbesar. Kata kunci: JFET, penguat cascade
The Performance Evaluation of SMA Spring as Actuator for Gripping Manipulation Andik Setiawan, Made
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2007): SEPTEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jte.7.2.110-120

Abstract

This paper is to present the evaluation of a TiNi Shape Memory Alloy (SMA) spring as actuator for the gripping manipulation. The SMA spring employed was a TiNi tensile spring which has a diameter of 50 mm wire and 350 gram hanging mass. The gripper fabricated consists of two fingers and each finger is actuated by the SMA spring. The total angular displacement of the gripper is 300. The power consumptions, the movements and force generations experimentations have been conducted. The DC signal and PWM signal with 12, 12Hz, 25Hz, 125Hz, 250Hz and the 1150Hz have been employed for driving the SMA. The experimental results indicated that the 125Hz of PWM signal was likely to be had a better performance than the other signals. The 125Hz PWM signal generated faster movement, lower power consumption, and constant rate of force. In this study, closed-loop control for gripping manipulation was also conducted. The close loop controller used is PID controller. The Ziegler-Nichols method has been used to predict the optimal gain of the controller, but the best performance was determined by experimentally tuning of the gains. The experimental results indicated that the PID controller is likely to be reliable controller for gripping manipulation of the SMA spring. To obtain the better performance, it is important to consider the SMA cooling responses and the long time of retain in certain position of the gripper.