cover
Contact Name
Junaedi
Contact Email
junaedi.latif@gmail.com
Phone
+6285242046604
Journal Mail Official
jurnaldelima@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 91412
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
ISSN : 30257913     EISSN : 3025471X     DOI : https://doi.org/10.56467/delima
Core Subject : Health,
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan adalah jurnal elektronik yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene, Sulawesi Barat, Indonesia. Jurnal ini berisi artikel ilmiah tentang Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah, Keluarga Berencana, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Remaja, Kesehatan Lansia, Kesehatan Ibu, Kesehatan Anak. Jurnal Kebidanan terbit pertama kali pada bulan Agustus 2012. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September. Artikel yang diterima akan diterbitkan secara reguler. Penulis harus mematuhi pedoman penulisan yang tercantum pada jurnal ini.
Articles 72 Documents
Perbandingan Konseling Gizi Audiovisual dan Tatap Muka terhadap Efikasi Diri Ibu Hamil Risiko KEK Suharmi; St.Hairah; Indri Sari Afrida; Siti Arafika; Nurhidayanti K
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang Energi Kronis (KEK) pada kehamilan berdampak buruk bagi ibu dan janin, sehingga diperlukan intervensi untuk meningkatkan efikasi diri ibu dalam mengelola nutrisi. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas konseling gizi berbasis bukti melalui media audiovisual dan tatap muka terhadap efikasi diri ibu hamil risiko KEK di Puskesmas Campalagian. Penelitian quasi-experimental dengan rancangan non-equivalent control group ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Campalagian. Sampel berjumlah 60 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil menunjukkan Kedua metode secara signifikan meningkatkan efikasi diri (p < 0,05). Namun, kelompok audiovisual mengalami peningkatan skor mean yang jauh lebih tinggi (11,70) dibandingkan kelompok tatap muka (4,70) dengan p-value 0,000. Konseling audiovisual lebih efektif dalam membangun keyakinan diri ibu hamil dalam menangani masalah gizi. Disarankan bagi layanan primer untuk mengintegrasikan media digital dalam edukasi antenatal guna menurunkan angka KEK secara inovatif.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan Bagi Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Totoli Tahun 2024 Busman, Arfiani; Immawanti; Munir, Wahida; Darwis, Nurfathyah; Umar, Alfiah Nurani; Ningsih, Arni Oktavia
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan tempat persalinan merupakan faktor penting dalam menurunkan angka kematian ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan di wilayah kerja Puskesmas Totoli tahun 2024. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 98 ibu bersalin yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square atau Fisher Exact Test. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memilih persalinan di fasilitas kesehatan (98,98%). Terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami/keluarga (p=0,031) dan kebutuhan terhadap pelayanan persalinan (p=0,01) dengan pemilihan tempat persalinan. Akses fasilitas kesehatan tidak berhubungan signifikan (p=1,00). Variabel pengetahuan dan kepesertaan JKN tidak dianalisis bivariat karena data homogen. Disimpulkan bahwa faktor sosial dan persepsi kebutuhan lebih berperan dibandingkan faktor akses geografis dalam menentukan pemilihan tempat persalinan