cover
Contact Name
Wandi Abbas
Contact Email
wandiabbas13@gmail.com
Phone
+6281241866353
Journal Mail Official
wandiabbas13@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Baharuddin Lopa, S.H., Talumung, Majene, West Sulawesi
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Jurnal Beru-beru: Pengabdian kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Articles 66 Documents
GERCEP PATUH: Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Pengelolaan Hipertensi Melalui Edukasi CERDIK-PATUH dan Pojok Pemantauan Mandiri di Desa Tandassura Irna Megawaty; Indrawati Indrawati; Achmad Indra
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Beru'-Beru': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v5i1.6924

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tempat kesadaran masyarakat dalam pemeriksaan tekanan darah, kepatuhan pengobatan, dan pemantauan mandiri masih rendah. Kegiatan pengabdian bernama GERCEP PATUH (Gerakan CERDIK dan PATUH) bertujuan meningkatkan pengetahuan, kepatuhan pengobatan, dan kemampuan pemantauan mandiri tekanan darah masyarakat penderita hipertensi. Kegiatan melibatkan 30 peserta (70,0% perempuan, 30,0% laki-laki; usia rata-rata 49,9 ± 15,3 tahun) bersama kader kesehatan dan pemerintah desa, dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan dengan ceramah, demonstrasi, simulasi, dan diskusi kelompok, pembagian buku saku dan leaflet, pelatihan penggunaan tensimeter digital, serta pembentukan Pojok PATUH sebagai sarana pemeriksaan tekanan darah mandiri. Pengetahuan peserta diukur melalui pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang bermakna, dari rata-rata 8,60 (SD 2,36) menjadi 12,60 (SD 1,28), selisih 4,00 poin (95% CI 3,14–4,86; p < 0,001), setara dengan peningkatan 46,5% dan besar efek yang sangat besar (Cohen's d = 1,74). Kegiatan ini juga berhasil menyediakan fasilitas pemantauan tekanan darah mandiri yang sebelumnya tidak tersedia di desa. Simpulannya, program GERCEP PATUH efektif meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelolaan mandiri hipertensi masyarakat dan berpotensi direplikasi pada desa lain dengan permasalahan serupa. Kata kunci: hipertensi; pemberdayaan masyarakat; edukasi kesehatan; manajemen mandiri; pengabdian masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Asuhan Kebidanan Holistik pada Siklus Maternal dan Neonatal Sri Wahyuni Bahrum; Fadlyatul Fajri; Hilmiah Hilmiah; Hijrah Hijrah; Irma Sri Rejeki
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Beru'-Beru': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v5i1.6932

Abstract

Kesehatan ibu dan bayi tidak hanya dipengaruhi aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis, sosial budaya, dan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai asuhan kebidanan holistik pada siklus maternal dan neonatal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kalebentang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dengan melibatkan 20 peserta. Metode yang digunakan berupa edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan 2 peserta (10%) memahami konsep asuhan kebidanan holistik, sedangkan 18 peserta (90%) belum memahami. Setelah edukasi, 16 peserta (80%) mampu menjawab sebagian besar pertanyaan dengan benar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis masyarakat dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pendekatan holistik dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan.
Sosialisasi dan Motivasi Pendidikan Tinggi bagi Generasi Muda Bulango Ulu: Penguatan Literasi Kampus dan Pemetaan Minat Bakat Ulfiana Djunaid; Aswan Bannang; Rivaldi Bannang
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Beru'-Beru': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v5i1.6940

Abstract

Keterbatasan informasi mengenai pendidikan tinggi, pembiayaan, dan pilihan program studi masih menjadi hambatan bagi sebagian siswa di wilayah penyangga dalam merencanakan studi lanjut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pendidikan tinggi, keyakinan untuk melanjutkan kuliah, serta kesesuaian pilihan program studi dengan minat dan potensi siswa SMA Negeri 1 Bulango Ulu. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka selama satu hari kepada 65 siswa kelas XI dan XII melalui sosialisasi edukatif, sesi motivasi, informasi penerimaan mahasiswa baru dan beasiswa di perguruan tinggi, workshop pemetaan minat berbasis RIASEC, serta diskusi pendampingan. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada empat indikator. Capaian pengetahuan ragam program studi meningkat dari 31% menjadi 85%, pemahaman linimasa pendaftaran dari 18% menjadi 94%, keyakinan melanjutkan kuliah dari 45% menjadi 87%, dan kesesuaian pilihan jurusan dengan minat bakat dari 26% menjadi 81%. Hasil deskriptif tersebut menunjukkan bahwa kombinasi informasi yang terstruktur, penguatan motivasi, dan pemetaan minat dapat memperbaiki kesiapan awal siswa dalam merencanakan pendidikan tinggi. Program perlu dilanjutkan melalui pendampingan pendaftaran dan beasiswa agar perubahan pengetahuan dapat ditelusuri sampai pada keputusan studi lanjut yang nyata.
Penguatan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran Matematika Terintegrasi Nilai-Nilai Islam di Madrasah Ibtidaiyah DDI No. 366 Bumiayu Junaedi; Abd Wahid; Jumriani; Irwan; Irwani Lisaw; Yulmiati; Ridwan; Abdul Wahab
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Beru'-Beru': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v5i1.6941

Abstract

Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) DDI No. 366 Bumiayu menghadapi keterbatasan kompetensi dalam merancang pembelajaran matematika yang secara sistematis memadukan konsep matematika dengan nilai-nilai keislaman, sehingga muatan pembelajaran cenderung disampaikan secara konvensional dan terpisah dari nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas madrasah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika terintegrasi nilai-nilai Islam melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang mengadaptasi prinsip Participatory Action Research, meliputi asesmen kebutuhan, workshop konseptual, pendampingan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), praktik mengajar terbatas, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 12 guru MI DDI No. 366 Bumiayu. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi guru sebesar 92%, peningkatan pemahaman konsep dengan N-gain 0,64 (kategori sedang), dan dihasilkannya delapan modul RPP matematika terintegrasi nilai Islam untuk kelas I sampai VI. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru serta menghasilkan produk pembelajaran yang aplikatif dan bermuatan karakter religius. Program disarankan berlanjut melalui pendampingan lanjutan dan pembentukan komunitas belajar guru matematika antarmadrasah agar dampaknya dapat berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas Pelatih Petanque melalui Kerja Sama Unesa dan National Olympic Committee of Timor-Leste Bayu Budi Prakoso; Afifan Yulfadinata; Rahmawati Al Adha Nikmah; Hamdani; Diva Ristie Valentina; Dwi Lorry Juniarisca; Priya Yoga Pradana; Defriga Yanuarta; Alda Livia Nathania; Iqbal Arifin; Septyaningrum Putri Purwoto; Fatih Hazar
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Beru'-Beru': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v5i1.6942

Abstract

Pelatih petanque di Timor-Leste menghadapi keterbatasan kompetensi teknis, taktis, dan manajerial dalam pembinaan atlet berprestasi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelatih petanque yang bernaung di bawah National Olympic Committee of Timor-Leste (NOC-TL) melalui pendekatan edukatif aplikatif. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap mulai November 2025 hingga Februari 2026 dengan melibatkan 25 pelatih sebagai peserta. Metode pelaksanaan mencakup workshop teori kepelatihan, coaching clinic teknik dan taktik, simulasi pertandingan, serta evaluasi kompetensi berbasis pre-test dan post-test. Hasil evaluasi kualitas pelaksanaan menunjukkan capaian rata-rata 81,6% (kategori Baik Sekali) pada seluruh aspek yang meliputi materi pelatihan (82,2%), penyelenggaraan (81,6%), sarana dan prasarana (82,4%), serta kemampuan pemateri (80,1%). Kompetensi pelatih meningkat secara signifikan dari rata-rata skor 66,60 (pre-test) menjadi 83,84 (post-test), dengan peningkatan tertinggi pada aspek sport science (32,6%) dan teknik dasar (32,7%). Seluruh 25 peserta dinyatakan lulus dan menerima sertifikat kompetensi pelatih petanque tingkat dasar. Kerja sama ini juga menghasilkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unesa dan NOC Timor-Leste yang ditandatangani pada 2 Februari 2026, sebagai landasan keberlanjutan program.
Pendampingan Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Mendukung Capaian Akademik Siswa Slow Learner di Sekolah Dasar Ristianti; Dewi Kapita Sari
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Beru'-Beru': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberagaman kesiapan belajar di kelas reguler menuntut guru menyediakan dukungan yang responsif, terutama bagi siswa slow learner yang memerlukan waktu, pengulangan, dan bimbingan lebih intensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi guru kelas VI dalam memetakan kebutuhan belajar dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk mendukung perkembangan capaian akademik siswa di SDN 93 Singkawang. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu asesmen awal, perancangan pembelajaran bersama guru, pendampingan implementasi di kelas, serta evaluasi dan refleksi. Mitra kegiatan melibatkan guru kelas VI dan 30 siswa; sebanyak 11 siswa dengan karakteristik slow learner menjadi kelompok yang memperoleh perhatian pendampingan lebih terarah. Data evaluasi program dikumpulkan melalui dokumentasi hasil belajar, observasi, dan wawancara guru, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata capaian 30 siswa berubah dari 62,83 menjadi 75,00. Pada 11 siswa slow learner, rata-rata capaian berubah dari 52,27 menjadi 64,55 atau meningkat 12,27 poin. Seluruh siswa slow learner mengalami perkembangan sebesar 5-20 poin; empat siswa mencapai rentang 70-79 dan tujuh siswa mencapai rentang 60-69. Pemetaan kebutuhan memperlihatkan empat masalah dominan, yaitu memerlukan waktu lebih lama untuk memahami materi, membutuhkan bimbingan akademik, sulit mempertahankan konsentrasi, dan kesulitan mengungkapkan pemahaman dengan bahasa sendiri. Pendampingan membantu guru menata tempo, tahapan tugas, pengulangan, bentuk respons, dan umpan balik secara lebih adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis asesmen awal layak digunakan untuk memperkuat praktik pembelajaran inklusif, meskipun perubahan nilai tidak ditafsirkan sebagai hubungan sebab-akibat.