cover
Contact Name
Teng Sutrisno
Contact Email
tengsutrisno@petra.ac.id
Phone
+6231-2983139
Journal Mail Official
tengsutrisno@petra.ac.id
Editorial Address
Gedung P lantai 5, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya, Jawa Timur 60236, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 14109867     EISSN : 26563290     DOI : https://doi.org/10.9744/jtm
Jurnal Teknik Mesin (JTM) merupakan Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra. JTM terbit pertama pada April 1999. JTM telah mendapatkan akreditasi Jurnal Nasional oleh Dirjen Dikti Depdiknas dengan SK-Nomor: 02/Dikti/Kep/2002, SK-Nomor :43/DIKTI/Kep/2008. JTM diterbitkan setiap bulan April dan Oktober. Tujuan penerbitan jurnal ini antara lain adalah untuk: Menyebarluaskan pengetahuan, pengalaman/terapan dan temuan baru para ilmuwan atau praktisi di bidang teknik mesin. Meningkatkan motivasi para ilmuwan dan praktisi untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu di bidang teknik mesin
Articles 302 Documents
Optimasi Kecepatan Sudut Keluaran Kopeling Universal pada Poros Seri Muhammad Fajar
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 9 No. 1 (2007): APRIL 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The shafts in the steering linkage are connected by universal joints. These joints has characteristic producing fluctuation in the output angular velocity. So, this can cause a problem for steering linkage as the fluctuation of the output steering shaft. Furthermore, it will affect the ability to control the moving of the vehicle. Ideally, the input and the output angular velocity of the steering wheel should be equal so that the controlling of the vehicle motion by the driver could be easly or fully handling. In this research the output angular velocity of a series shafts connected by universal joint or also popular called Hooke's joint is optimised. It is usually applied in huge vehicles or truck steering linkage connection system. The optimisation will be done by developing Shaft Series Optimisation (SSO) package by utilising MATLAB Optimisation Toolbox. From the result of calculations using the developed software package it can be concluded that the output velocity of the series shafts approximates the input velocity at the operating angle less than 25º and at the phase angle of 90º. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada umumnya mekanisme batang penghubung sistem kemudi menggunakan tipe sambungan kopeling universal yang memiliki karakteristik khas yaitu menghasilkan kecepatan sudut keluaran yang fluktuatif. Sebagai akibatnya, hal ini akan mempengaruhi tingkat kemampuan pengontrolan gerakan kendaraan. Kondisi ideal pengontrolan dapat dicapai jika kecepatan sudut masukan dari roda kemudi sama dengan kecepatan sudut poros keluaran yang terhubung ke kotak kemudi servo (power steering). Pada kondisi ini, pengontrolan gerakan kendaraan oleh pengemudi menjadi lebih mudah (fully handle). Oleh sebab itu, dalam penelitian ini dilakukan optimasi kecepatan sudut keluaran sebuah poros seri yang terhubung dengan kopeling universal atau juga dikenal dengan kopeling Hook. Sistem seperti ini umumnya diterapkan pada sistem penghubung kemudi kendaraan-kendaran besar atau truk. Optimasi dilakukan melalui pembuatan paket perangkat lunak Shaft Series Optimisation (SSO) berbasis Optimisation Toolbox dari MATLAB. Berdasarkan hasil perhitungan melalui paket SSO diperoleh hasil bahwa untuk tiga buah sambungan dengan empat buah poros seri ternyata kecepatan sudut masukan dan keluaran poros seri akan mendekati sama pada sudut operasi lebih kecil daripada 25° dan sudut fasa pada 90°. Kata kunci: Optimasi, kopeling universal, kecepatan sudut, poros seri, kemudi, pemrograman tak linier.
Morfologi dan Karakteristik Lapisan Intermetalik Akibat Die Soldering pada Permukaan Baja Cetakan (Dies) dalam Proses Pengecoran Tekan Paduan Aluminium Silikon Bambang Suharno; Rima Dimiyati; Bustanul Arifin; Sri Harjanto
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 9 No. 2 (2007): OCTOBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The major mode which lead to die failure in die casting is die soldering caused by the intimate contact between alloy and die at high temperature. It leads to malfunctioning of die inserts that require replacement or repair, thus causing significant decrease in productivity. The effect of melt temperatures on morphology and characteristic of intermetallic layer such as thickness and hardness of intermetallic layer between die surface and aluminum has been studied. This experiment used as-annealed H13 tool steel as die material which dipped into Al-7%Si alloy at 6800C, 7000C, 7200C and Al-11%Si alloy at 6600C, 6800C, 7000C. High melt temperature favored the growth of intermetallic layer due tp the increasie of the diffusion rate of iron and aluminum atoms. Hence, high melt temperature facilitates die soldering. Abstract in Bahasa Indonesia: Umumnya kerusakan cetakan pada industri die casting disebabkan die soldering yang terjadi pada permukaan cetakan yang mengalami kontak langsung dengan logam cair pada temperatur tinggi. Hal ini dapat menyebabkan perlu diadakannya perbaikan atau penggantian cetakan sehingga menurunkan produktivitas. Untuk itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh temperatur logam cair (melt) terhadap morfologi dan karakteristik lapisan intermetalik yaitu ketebalan dan kekerasan lapisan intermetalik yang terbentuk antara permukaan cetakan dan logam cair. Pada penelitian ini digunakan baja H13 as annealed sebagai material cetakan yang dicelup ke dalam paduan Al-7%Si pada temperatur 6800C, 7000C, 7200C dan Al-11%Si pada temperatur 6600C, 6800C, 7000C. Peningkatan temperatur logam cair akan meningkatkan laju difusi pertumbuhan lapisan intermetalik karena laju difusi atom-atom besi dan aluminium meningkat. Sehingga ketebalan dari lapisan intermetalik akan meningkat seiring dengan peningkatan temperatur logam cair. Oleh sebab itu, tinggiya temperatur logam cair memper¬mudahkan terjadinya die soldering. Kata kunci: Die casting, die soldering, paduan aluminium silikon, temperatur logam cair, lapisan intermetalik.
Studi Penggunaan Mikrowave pada Proses Transesterifikasi Secara Kontinu untuk Menghasilkan Biodiesel Chomsin Sulistya Widodo; Muhammad Nurhuda; Aslama A. Aslama A.; Hexa A. Hexa A.; Saiful Rahman
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 9 No. 2 (2007): OCTOBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A new method for continuous trans-esterification process that is based on the microwave heating, has been developed. The design consists of a microwave cavity, where in a transparent pipe is througly set up. This transparent pipe is used to continuously flow the biodiesel reactants. The experimental observations indicate that the design works well. At the level of microwave output power of 1300 watt (2x650 watt), the reaction rate is found to be 1 liter/minutes. The viscosity measurements of biodiesel products, as most important parameter, yielded values of 1.5-1.76 times than that of mineral diesel, which satisfies the biodiesel standard Abstract in Bahasa Indonesia: Sebuah metode baru untuk proses transesterifikasi kontinyu dengan pemanasan meng¬gunakan microwave telah dikembangkan. Desainnya terdiri atas pemanas microwave berlubang dimana sebuah pipa transparan menembus microwave tersebut. Pipa transparent digunakan untuk mengalirkan secara kontinu reaktan biodiesel. Hasil pengamatan eksperimen menunjuk¬kan bahwa peralatan yang didesain dapat bekerja dengan baik. Pada tingkat daya keluaran mikrowave sebesar 1300 watt (2x650 watt), laju reaksi sebesar 1 liter/menit. Hasil pengukuran viskositas sebagai parameter penting biodiesel yang dihasilkan mencapai 1.5 – 1.76 lebih kental dibandingkan dengan minyak diesel mineral standart. Kata kunci: Biodiesel, gelombang mikro, transesterifikasi.
Estimasi Penghematan Biaya Operasi PLTU dengan Cara Penggantian Bahan Bakar Syukran Syukran; Dedi Suryadi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 9 No. 2 (2007): OCTOBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Per capita electricity consumption is a living standard index in a country. In Indonesia, as number of people and industries are increasing, the need of electricity is also increasing. As a result of the rising world’s price of fossil fuel, PT. PLN (Persero), a local state utility, needs to find a better way to reduce its operational cost, 75% of which is the price of plant’s fuel. One possible solution is to replace liquid fuel (HSD and MFO) with LNG or coals. This research aimed at fuel cost comparison between the use of LNG, coals and the liquid fuel in a steam power plant. The research focus on the cost reduction but neglects the actual operational implementation. The results of analysis, based on 51465 kW power and 85% boiler efficiency assumption, showed that the mass rate flow of HSD, MFO, LNG and coal are 13446,95 kg/h, 14328,98 kg/h, 1156,7 kg/h and 29032,52 kg/h respectively. Furthermore, annual fuel cost of HSD, MFO, LNG and coal are 890.73, 530.61, 154.63 and 87,61 billions respectively. The fuel cost saving from the replacement of HSD with LNG and coals are 736.1 and 803.12 billion/year respectively. As comparison, the fuel cost saving from the replacement of MFO with LNG and coals are 375.98 and 443.0 billion/year respectively. Abstract in Bahasa Indonesia: Konsumsi listrik perkapita merupakan indeks standar kehidupan masyarakat suatu negara. Di Indonesia, dengan semakin meningkatnya kegiatan industri dan jumlah penduduknya, maka kebutuhan daya listrik juga mengalami peningkatan. Akibat terjadinya kenaikan harga bahan bakar minyak dunia sekarang ini, PT. PLN (persero) sebagai salah satu perusahaan listrik negara harus memikirkan usaha penghematan biaya operasi, dimana 75%nya adalah biaya bahan bakar. Salah satu usaha yang dapat ditempuh PT. PLN (persero) adalah dengan penggantian bahan bakar utama PLTU dari bahan bakar minyak (HSD dan MFO) menjadi gas alam (LNG) atau batubara. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efisiensi penghematan biaya bahan bakar LNG dan batubara dibanding bahan bakar minyak (HSD dan MFO) sebagai bahan bakar utama pembangkit uap PLTU. Penelitian hanya menitik beratkan pada segi penghematan ekonomi semata tanpa mempertimbangkan segi teknik operasional. Dari hasil analisis diperoleh untuk asumsi daya 51465kW dan efisiensi boiler 85%, maka laju alir massa bahan bakar HSD, MFO, LNG dan batubara masing-masing adalah 13446,95 kg/jam, 14328,98 kg/jam, 11567,94 kg/jam dan 29032,52 kg/jam. Selanjutnya biaya bahan bakar HSD, MFO, LNG dan batubara masing masing adalah 890,73 milyar/tahun, 530,61 milyar/tahun, 154,63 milyar/tahun dan 87,61 milyar/tahun. Besarnya penghematan biaya bahan bakar HSD terhadap LNG dan batubara masing-masing adalah 736,1 milyar/tahun dan 803,12 milyar/tahun. Selanjutnya besarnya penghematan biaya bahan bakar MFO terhadap LNG dan batubara masing-masing adalah 375,98 milyar/tahun dan 443,0 milyar/tahun. Kata kunci: HSD, MFO, LNG, batubara, PLTU.
Aplikasi Metode Group Technology dalam Memperbaiki Tata Letak Mesin untuk Meminimalkan Jarak Perpindahan Bahan (Studi Kasus di Perusahaan Mebel Logam) Amelia Amelia
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 9 No. 2 (2007): OCTOBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material handling process is affected by planning and setting layout facility since cost of material handling can reached 30-90% total production cost. In a metal furniture factory products were made without good setting layout facility. The machines and material were set at empty places. Distances between machines were not set so the traffic would get traffic jam. Unfinished material must wait until the number requirement for handling is reached. The layout setting of machines will be set with Group Technology. The methods used are Rank Order Clustering, Similarity Coefficient and p-median. The result of this method can reduce distance of material handling until 68%. Abstract in Bahasa Indonesia: Perencanaan dan pengaturan tata letak pabrik berpengaruh pada proses pemindahan bahan karena biaya proses pemindahaan bahan dapat mencapai 30%-90% dari total biaya produksi. Selama ini sebuah perusahaan mebel logam melakukan proses pembuatan mebel logam berdasarkan lokasi mesin-mesin yang ada. Penempatan penambahan mesin ataupun bahan yang digunakan hanya berdasarkan ruang yang ada. Jarak antara proses (mesin) satu dengan yang lain tidak dipertimbangkan sehingga terjadi kesimpangsiuran proses. Bahan setengah jadi harus menunggu hingga jumlah tertentu untuk dipindahkan. Untuk itu dilakukan pengaturan tata letak mesin-mesin yang ada dengan menggunakan Metode Group Techonology. Metode yang digunakan adalah metode Rank Order Clustering, Similarity Coefficient dan p-median. Dengan metode ini jarak perpindahan bahan berhasil dikurangi hingga 68 %. Kata kunci: Group technology, rank order clustering, pengangkutan material.
Pengaruh Laju Aliran Volume Chilled Water Terhadap NTU pada FCU Sistem AC Jenis Water Chiller I Made Rasta
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 9 No. 2 (2007): OCTOBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water Chiller Air Conditioning (AC) is an air conditioning system that has ability for cooling more than one room. The water chiller AC have two cycles consist of primary and secondary cycles. In the primary cycle, refrigerant is used as working fluid while in the secondary cycle, the water is used as working fluid. To determine the heat absorbed by water, it can be done by analyzing NTU (Number of Transfer Unit) of the water chiller system. The variation of the chilled water volume rate applied in this research was from 13 l/min to 5 l/min, with the interval of 0.5 l/min. As a result, it was founded that the maximum value of NTU was 2.01, at chilled water volume rate of 12 l/min. Below that chilled water volume rate, values of NTU would decrease and stable. It can be concluded that the volume rate of chilled water influenced the value of NTU in the FCU (Fan Coil Unit) of the water chiller AC system. Abstract in Bahasa Indoensia: AC water chiller merupakan alat pengkondisian udara yang dapat mengkondisikan udara lebih dari satu ruangan untuk satu perangkat AC, karena sistem AC water chlller terdiri dari dua siklus yaitu siklus primer dan siklus sekunder. Pada siklus primer yang bertindak sebagai fluida kerja adalah refrigeran dan pada siklus sekunder yang bertindak sebagai fluida kerja adalah air. Untuk mengetahui penyerapan panas terjadi secara maksimal oleh air dapat dilakukan dengan menganalisa NTU dari sistem water chiller tersebut. Variasi laju aliran volume dilakukan dari 13 ltr/mnt sampai 5 ltr/mnt dengan selisih 0,5 ltr/mnt setiap pengujian. .Dari hasil pengolahan data dan analisa grafik didapat bahwa NTU terbesar yaitu 2,01 dicapai pada laju aliran volume 12 ltr/mnt yaitu sebesar 2,01, kemudian turun dan stabil. Jadi laju aliran volume chilled water berpengaruh terhadap NTU pada sisi FCU dari sistem water chiller. Kata kunci: NTU, laju aliran volume, air pendingin, AC water chiller.
Pengaruh Posisi Pipa Segi Empat dalam Aliran Fluida Terhadap Perpindahan Panas Kaprawi Kaprawi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 9 No. 2 (2007): OCTOBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A rectangular pipe is placed perpendicularly to viscous fluid flow which has higher temperature. The positions of a rectangular pipe in the flow are one of the rectangular wall placed perpendicularly to the flow, one of the corner of rectangular pipe placed to the direction of coming flow and one of the corner with angle of less or greater than 90o placed to the direction of coming flow. With numerical study by using Finite Volume Method, is obtained that the position of pipe in which one of the corner directed to the coming flow has good heat transfer when compared with rectangular pipe of which one of the rectangular side directed perpendicularly to the coming flow. More the angle of corner will give more the heat transfer and vice versa. Every variation of 15o of wall angle of pipe makes the variation of heat transfer approximatly 1.5%. Abstract in Bahasa Indonesia: Sebuah pipa berpenampang segi empat dipasang melintang dalam aliran fluida viskos yang bertemperatur lebih tinggi. Posisi pipa dalam aliran yaitu salah satu bidang pipa tegak lurus dengan datangnya aliran, salah satu sudut pipa diarahkan dengan datangnya aliran dan sudut pipa yang lebih besar atau lebih kecil dari 90o diarahkan dengan datangnya aliran. Melalui studi numerik dengan Metode Volume Hingga, didapatkan bahwa posisi pipa dengan salah satu sudut segi empatnya diarahkan ke datangnya aliran mempunyai perpindahan panas lebih baik dibanding dengan pipa yang mana salah satu dindingnya dipasang tegak lurus dengan aliran. Semakin besar sudut pipa yang diarahkan ke aliran maka semakin besar perpindahan panasnya, dan sebaliknya. Setiap perubahan sudut pipa segi empat 15o akan membuat perubahan perpindahan panas sekitar 1,5%. Kata kunci: Fluid velocity, rectangular pipe, flow, heat transfer, finite volume method.
Optimasi Proses Pemesinan Milling Fitur Pocket Material Baja Karbon Rendah Menggunakan Response Surface Methodology The Jaya Suteja; Susila Candra; Yudistira Aquarista
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 10 No. 1 (2008): APRIL 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Milling process is one of machining process mostly used to manufacture a component. In machining a component, to achieve higher production capacity, machining time should be minimized by increasing material rate removal. However, higher material rate removal will cause higher surface roughness. For that reason, machining parameter of milling process must be optimized. This research aims to develop mathematical model which can describe the relation between step over and depth of cut with surface roughness and machining time for two cut types. Subsequently, the purpose of this research is to find the combination of step over and depth of cut which resulting the maximum material rate removal and the minimum surface roughness. Milling process in this research is performed to machine a pocket feature of low carbon steel with dimension of 20 mm x 20 mm x 1 mm. To find the optimum milling parameter, the response surface methodology is used. Based on the optimization results, recommended step over and depth of cut is 6.7582 mm and 0.22 mm. By implementing this parameter, the achieved material rate removal and surface roughness for zig-zag cut type is 9.619 mm³/s and 1.5124 μm. Meanwhile, for spiral cut type the achieved material rate removal and surface roughness is 8.981 mm³/s dan 1.3824 μm. Abstract in Bahasa Indonesia: Proses pemesinan milling merupakan salah satu proses pemesinan yang banyak digunakan untuk pembuatan suatu komponen. Dalam proses pemesinan milling waktu yang dibutuhkan untuk membuat komponen harus seminimal mungkin agar tercapai kapasitas produksi yang tinggi. Parameter proses pemotongan yang maksimum akan menghasilkan laju pemakanan material (MRR) yang tinggi namun juga mengakibatkan kekasaran permukaan (Ra) yang tinggi pula. Oleh karena itu, parameter proses pemesinan milling yang optimum perlu untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model matematis yang dapat menggambarkan hubungan antara kedalaman pemotongan dan pergeseran pahat dengan kekasaran permukaan dan waktu pemakanan material untuk dua macam cut type. Setelah itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mencari kombinasi kedalaman potong dan pergeseran pahat untuk mendapatkan kondisi optimum yaitu MRR yang paling tinggi dan Ra yang paling rendah. Proses pemesinan milling pada penelitian ini dilakukan pada sebuah fitur pocket material baja karbon rendah dengan dimensi P x L x T adalah 20 mm x 20 mm x 1 mm. Dalam penelitian ini metode optimasi yang digunakan adalah Response Surface Methodology. Dari hasil optimasi diperoleh bahwa pergeseran pahat dan kedalaman potong yang memberikan respon MRR dan Ra yang optimal berturut-turut adalah 6,7582 mm dan 0,22 mm. Dengan menggunakan parameter proses tersebut, nilai MRR dan Ra yang didapatkan untuk zig-zag cut type adalah 9,619 mm³/detik dan 1,5124 μm sedang untuk spiral cut type adalah 8,981 mm³/detik dan 1,3824 μm. Kata kunci: Optimasi, milling, baja karbon rendah, response surface methodology.
Meningkatkan Efektifitas Karburisasi Padat pada Baja Karbon Rendah dengan Optimasi Ukuran Serbuk Arang Tempurung Kelapa Mujiyono Mujiyono; Arianto Leman Sumowidagdo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 10 No. 1 (2008): APRIL 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pack carburizing is the simplest method of carburizing process that use charcoal powder as carbon element adder. The research target is to increase the effectiveness of charcoal powder as pack carburizing media. Coconut shell charcoal was made into powder then sifted with size of 150, 250, 279, 600, 850 and 2000 m. Specimens were Low Carbon Steel which contain 0,082 % C. The pack carburizing process was conducted for 4 hours at 850 0C. The hardening process was done by reheating at 850 0C with 5 minutes holding time and quenched into water of 28 0C to form Martensite structure that was observed by optic microscope and Micro Vickers Hardness Tester. The conclusion of the research are that 250 until 600 m powder size of coconut shell charcoal can use to pack carburizing media. With 4 hours for pack carburizing process, case depth of carbon diffusion on surface specimen is about 1200 m and surface hardness specimen increase 250% to base material Abstract in Bahasa Indonesia: Karburising padat merupakan metode karburisasi yang paling sederhana, yaitu meng¬gunakan serbuk arang sebagai penambah unsur Karbon. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan efektivitas hasil proses karburising yang menggunakan serbuk arang tempurung kelapa pada Baja Carbon Rendah. Arang tempurung kelapa dibuat serbuk dan diayak dengan ukuran butir 150, 250, 279, 600, 850 dan 2000 μm. Benda uji yang digunakan adalah baja karbon rendah dengan kandungan 0,082% C. Proses karburising padat dilakukan pada suhu 850 0C selama 4 jam. Proses pengerasan dilakukan dengan memanaskan ulang benda uji pada suhu 850 0C, ditahan 5 menit, kemudian dicelup ke dalam air bersuhu 28 0C. Struktur Martensit yang terbentuk diamati dengan mikroskop dan diuji dengan Micro Vickers Hardness Tester. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa serbuk tempurung kelapa dengan ukuran antara 250 hingga 600 µm efektif digunakan untuk proses karburising padat pada Baja Karbón Rendah. Dengan waktu tahan karburising selama 4 jam, maka akan terjadi difusi Karbón hingga kedalaman 1200 µm dan kekerasan permukaan baja dapat meningkat hingga 250% dari kekerasan semula. Kata kunci: Kaburising padat, difusi karbon, ukuran serbuk arang, Martensit.
Multidisciplinary Design Optimization (MDO) pada Perancangan Vessel Truck Menggunakan Augmented Lagrange Multiplier Method Yuwono B. Pratiknyo; I Wayan Suweca
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 10 No. 1 (2008): APRIL 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Progress in design optimization is swift. The progress is in line with competitions in the globalization era that call for efficiency and optimization in all aspect of engineering field. In engineering design process, optimization is performed to reduce time, cost, and to improve quality and accuracy of the design. All of these are essential to produce more and more competitive products. The objectives of the optimization process in this research are to implement an optimization method in vessel truck design, to compile optimum scheme strategy for the vessel of truck, and to establish computer program for design optimization of vessel truck This research use MDO methods for designing the vessel truck. The design of the vessel truck covers some aspects. All these aspects need to be formulated in mathematical equation to obtain the optimum design. The strategy of the design optimization takes vessel truck dimensions as the design variable, vessel truck volume as the objective function and Newton Second Law (NSL) as the equality constraint. The strategy developed in this study can be used to help the initial design stage in obtaining the optimum initial dimension of vessel truck. Software resulted for early optimization process of vessel truck can be further developed widely for other application. Abstract in Bahasa Indonesia: Pada saat ini, perkembangan keilmuan di bidang optimasi perancangan (design optimization) meningkat begitu pesat. Perkembangan ini selaras dengan kompetisi di era globalisasi yang menuntut semua bidang untuk melakukan efisiensi dan optimasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan penerapan metode optimasi perancangan dalam perancangan awal vessel truck, menyusun strategi perancangan vessel truck, dan menyusun program komputer optimasi perancangan vessel truck yang optimum. Multidisciplinary Design Optimization Methods (Metode MDO) diterapkan pada perancangan vessel truck untuk mengatasi kompleksitas beberapa parameter perancangan yang harus diakomodasi dalam persamaan matematis untuk mendapatkan hasil perancangan yang optimum. Strategi optimasi perancangan vessel truck dilakukan dengan mengambil dimensi vessel truck sebagai variabel perancangan, volume vessel truck sebagai objective function, hukum Newton II pada saat kendaraan melaju ke depan sebagai equality constraint. Penyelesaian permasalahan optimasi pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode optimasi ALM (Augmented Lagrange Multiplier). Strategi yang telah dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk membantu tahap awal perancangan vessel truck melalui penentuan dimensi awal yang optimum. Perangkat lunak optimasi yang dihasilkan juga dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi yang lebih luas. Kata kunci: Perancangan, optimasi, MDO, ALM.

Filter by Year

1999 2025