cover
Contact Name
Faisal Mahmuddin
Contact Email
f.mahmuddin@unhas.ac.id
Phone
+6285256472414
Journal Mail Official
jrt2k@unhas.ac.id
Editorial Address
Redaksi Jurnal Riset dan Teknokogi Terapab Kemaritiman (JRT2K) Lantai 3, Gedung Naval A Kampus Fakultas Teknik Gowa, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Jl. Poros Malino, km. 6, Bontomarannu Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 29623359     DOI : https://doi.org/10.25042/jrt2k
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman (JR2TK) adalah sebuah jurnal nasional yang dikelola oleh departemen Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin. JRTK mempublikasikan makalah-makalah hasil penelitian dan pengabdian yang berhubungan dengan bidang kemaritiman.
Articles 52 Documents
Analisis Performa Mesin Diesel dengan Variasi Bahan Bakar Kartini, Zakiah; Sitepu, Andi Husni; Zulkifli; Klara, Syerly
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin diesel masih banyak digunakan pada sektor transportasi dan industri, sehingga diperlukan kajian mengenai penggunaan bahan bakar alternatif yang tetap mampu memberikan performa dan efisiensi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa mesin diesel satu silinder menggunakan tiga jenis bahan bakar, yaitu Biosolar B40, Dexlite, dan Pertamina Dex. Pengujian dilakukan secara eksperimental pada mesin diesel tipe TV-1 dengan variasi beban 3 kg, 6 kg, 9 kg, dan 12 kg. Parameter yang dianalisis meliputi daya, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption/SFC), efisiensi termal, dan efisiensi volumetrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan beban menyebabkan kenaikan daya dan torsi serta penurunan nilai SFC pada seluruh bahan bakar. Pada beban maksimum 12 kg, daya aktual yang dihasilkan ketiga bahan bakar relatif setara, yaitu sekitar 3,40–3,42 kW, dengan torsi aktual mencapai 21,66–21,80 Nm. Nilai SFC terendah diperoleh pada beban 12 kg, yaitu sekitar 0,19–0,20 kg/kWh, yang menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar. Efisiensi termal tertinggi secara teoritis dicapai oleh B40 sebesar 42,76%, diikuti oleh Pertamina Dex sebesar 41,61% dan Dexlite sebesar 38,32%, sedangkan efisiensi volumetrik pada seluruh bahan bakar relatif stabil pada kisaran 66,8–67,7%. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Biosolar B40 memiliki performa dan efisiensi yang kompetitif dibandingkan bahan bakar diesel lainnya, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif pada mesin diesel.
Pengaruh Sistem Pendingin Air Tawar terhadap Kinerja Mesin Utama Kapal Tiro, Jannatul Marwah; Klara, Syerly; Alwi, M. Rusydi; Sitepu, Andi Husni
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya temperatur air tawar pendingin pada mesin utama kapal MT. NABILA 15 hingga mencapai 83°C, yang melebihi batas temperatur kerja optimal mesin. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efisiensi pembakaran, meningkatkan konsumsi bahan bakar, serta menyebabkan terjadinya overheating pada mesin utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penurunan temperatur air tawar pendingin setelah dilakukan perbaikan (repair) sistem pendingin terhadap kinerja mesin utama kapal MT. NABILA 15. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif berdasarkan data operasional mesin sebelum dan sesudah repair sistem pendingin. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, pencatatan data operasional mesin, dan studi dokumentasi. Parameter yang dianalisis meliputi daya efektif (Brake Power/BP), konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption/SFC), efisiensi termal, serta neraca kalor yang mencakup energi bahan bakar (Qf), daya efektif (Qp), panas yang diserap air pendingin (Qw), panas gas buang (Qexh), dan kehilangan panas (Qloss). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan repair sistem pendingin, temperatur air tawar pendingin outlet menurun dari 83°C menjadi 78°C. Penurunan temperatur tersebut diikuti dengan peningkatan daya efektif dari 1.618 kW menjadi 1.710 kW, penurunan nilai SFC dari 0,172 kg/kWh menjadi 0,157 kg/kWh, serta peningkatan efisiensi termal dari 62,04% menjadi 70,33%. Analisis neraca kalor menunjukkan bahwa nilai Qf menurun dari 2.964,448 kW menjadi 2.602,138 kW, Qw menurun dari 376,304 kW menjadi 287,207 kW, dan Qexh menurun dari 1.116,210 kW menjadi 876,399 kW, sedangkan Qloss meningkat dari 149,826 kW menjadi 266,681 kW. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan sistem pendingin air tawar mampu meningkatkan efisiensi termal dan kinerja mesin utama secara signifikan, sehingga mendukung pengoperasian kapal yang lebih andal dan hemat energi.