cover
Contact Name
Susanti Dhini Anggraini
Contact Email
imej.industri@gmail.com
Phone
+6285646777895
Journal Mail Official
imej.industri@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas PGRI Ronggolawe Jalan Manunggal No. 61 Tuban
Location
Kab. tuban,
Jawa timur
INDONESIA
Industrial Management and Engineering Journal
ISSN : -     EISSN : 30249287     DOI : 10.55719
IMEJ aims to publish scientific articles aimed to achieve state-of-the-art theory and application related to industrial and operations management. IMEJ is published twice a year (June and December online and printed versions), following an open access policy. Online publication allows to reduce publishing costs and to make more agile the process of reviewing and edition. IMEJ defends that open access publishing fosters scientific knowledge, making it available to everyone. Main topics of interest to: Manufacturing Systems, Industrial Management, and Industrial Systems and Techno Economics.
Articles 23 Documents
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN PRODUKSI KALSIUM DI PT. ABC MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) Yahya, Amirrudin; Nuruddin, Abdul Wahid; Kalista, Anggia; Az-zahro, Sholihah
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 3 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v3i1.1616

Abstract

Proses produksi di industri sangat bergantung pada perawatan dan ketersediaan mesin, yang berdampak pada efektivitas dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas mesin produksi kalsium di PT. ABC menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja mesin melalui analisis Six Big Losses. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata OEE selama periode Januari hingga Maret 2023 adalah 49,24%, dengan nilai tertinggi 52,76% dan terendah 47,07%. Faktor terbesar yang berkontribusi terhadap rendahnya nilai OEE adalah Reduced Speed Losses, yang mencapai rata-rata 17,00%. Temuan ini mengindikasikan perlunya langkah-langkah pemeliharaan yang lebih efektif dan perhatian khusus pada proses yang berdampak pada kinerja mesin. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peningkatan efektivitas mesin di industri manufaktur.
Manajemen Resiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Di Area Produksi UD. XYZ Dengan Metode Hirarc (Hazard Identification, Risk Assessment, And Risk Control) Bayu Pramudyo, Dimas; Hendra Wirawan, Novi; Kalista, Anggia; Suwardana, Hendra
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 3 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v3i1.1617

Abstract

Potensi kecelakaan kerja dapat terjadi pada setiap aktivitas pekerjaan. Kecelakaan kerja dapat diakibatkan oleh mesin-mesin maupun faktor kelalaian pekerja.UD. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi pakan ternak. Sayangnya, perusahaan ini masih perlu meningkatkan penerapan program K3 untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pekerja. Pada divisi produksi terdapat potensi bahaya yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja sehingga langkah pencegahan dapat diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Ada empat tahapan pada devisi produksi yaitu : proses pengangkutan bahan baku, pengangkatan bahan baku. penakaran dan pencampuran bahan baku dankegiatan packing dan pemindahan barang ke gudang stok. Penelitian ini menemukan 25 potensi bahaya kecelakaan kerja di bagian produksi. Dalam penilaian risiko, terdapat 3 kategori, yaitu risiko ekstrim, tinggi dan sedang. Risiko Sedang Kategori ini melibatkan 1 atribut atau variabel, yang mencakup 4% dari total risiko, menunjukkan bahwa risiko sedang adalah kategori yang paling umum di area produksi ,Risiko Tinggi Terdapat 22 atribut atau variabel dalam kategori risiko tinggi, menyumbang 88% dari total risiko dan Risiko Ekstrem Kategori ini mencakup 2 atribut atau variabel, yang menyumbang 8% dari total risiko yang diidentifikasi. Pengendalian risiko dilakukan dengan metode hierarki pengendalian, yang mencakup eliminasi, substitusi, rekayasa (engineering), administratif, dan alat pelindung diri (APD).
REKAYASA PERCEPATAN PRODUKSI BIOGAS DIGESTER PORTABLE 15L MENGGUNAKAN METODE DESIGN OF EXPERIMENT (DOE) Ayu Prameswari, Shinta; Nuruddin, Abdul Wahid; Dhini Anggraini, Susanti; Az-Zahro, Sholihah
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 3 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v3i1.1694

Abstract

Kabupaten Tuban merupakan wilayah dengan populasi sapi terbanyak se-Jawa Timur. Potensi ini tentunya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengolah limbah kotoran tersebut menjadi salah satu energi terbaharukan seperti halnya biogas. Penggunaan biogas bisa mengatasi kelangkaan LPG sekaligus membantu ketahanan energi negara. Jika terjadi penghentian pasokan gas secara tiba-tiba, negara dapat menghadapi berbagai risiko kerugian. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekayasa percepatan bahan tambah dalam memproduksi gas, agar urgensi penggunaan biogas dapat teratasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara statistik melalui metode Design of Experiment (DoE). Melalui pendekatan statistika tersebut, akan dapat diketahui pengaruh setiap perlakuan terhadap percepatan pembentukan biogas. Adapun hasil perlakuan 1 nilai F-hitung diketahui 2,440 Psi. Perlakuan 2, nilai F-hitung diketahui 0,721 Psi. Perlakuan 3, nilai F-hitung diketahui 3,425 Psi. Rata-rata tekanan gas tertinggi terjadi pada perlakuan 3 berbahan dasar eceng gondok dengan tekanan gas mencapai 2.273 Psi. Sedangkan perlakuan 1 dan 2 memiliki tekanan yang lebih sedikit yaitu 1.234 Psi dan 1.838 Psi. Hal ini mengindikasikan eceng gondok lebih efektif dalam mempercepat pembentukan biogas. Karena eceng gondok tidak memerlukan waktu yang lama selama proses penguraian, memiliki kandungan hemiselulosa dalam kadar tinggi yaitu sebesar 43%, memiliki akar serabut yang mampu menyerap amonia langsung dari air limbah dan mengubahnya menjadi senyawa nitrogen, dimana nitrogen itu sendiri merupakan komponen pembentuk biogas.

Page 3 of 3 | Total Record : 23