cover
Contact Name
Susanti Dhini Anggraini
Contact Email
imej.industri@gmail.com
Phone
+6285646777895
Journal Mail Official
imej.industri@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas PGRI Ronggolawe Jalan Manunggal No. 61 Tuban
Location
Kab. tuban,
Jawa timur
INDONESIA
Industrial Management and Engineering Journal
ISSN : -     EISSN : 30249287     DOI : 10.55719
IMEJ aims to publish scientific articles aimed to achieve state-of-the-art theory and application related to industrial and operations management. IMEJ is published twice a year (June and December online and printed versions), following an open access policy. Online publication allows to reduce publishing costs and to make more agile the process of reviewing and edition. IMEJ defends that open access publishing fosters scientific knowledge, making it available to everyone. Main topics of interest to: Manufacturing Systems, Industrial Management, and Industrial Systems and Techno Economics.
Articles 23 Documents
Desain Eksperimen Komposisi Pembuatan Cat Tembok Emulsi dengan Limbah Kapur Tohor (CaO) PT Petro Jubung Abadi dengan Menggunakan Metode Taguchi Damayanti, Aulia Sofi; Kalista, Anggia; Nuruddin, Abdul Wahid; Anggraini, Susanti Dhini
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v2i2.994

Abstract

There is a large amount of potential for limestone content in Tuban Regency, so the use of calcium oxide (CaO) as a raw material for emulsion wall paint is quite potential to be studied. Efforts were made in this study to determine the effect of the concentration of quicklime (CaO) as a filler, the effect of the concentration of polyvinylacetate (PVA) as a binder, the effect of the concentration of titanium dioxide (TiO2) as a coloring agent (pigment), and the effect of the concentration of sodium tripolyphosphate (STPP) as an emulsifier (emulsifier) ​​on the quality of the resulting emulsion wall paint. The results showed that the optimal composition for testing the water content of wall paints was 50 grams of calcium oxide (CaO), 50 grams of polyvinylacetate (PVA), 4 grams of titanium dioxide (TiO2), and 10 grams of sodium tripolyphosphate (STPP). Based on the value of the Setting Level test for the water content value, the value for the A1 (CaO 50 grams) level setting is 43,2% water content, the B3 (PVA 50 grams) level setting is 45,4% water content, the C1 (TiO2 4 grams) level setting is 41,8% water content, and the D1 (STPP 10 grams) level setting with a water content value of 54,5%. From  this composition, optimal comfirmation was obtained, namely 46,2%   Banyaknya potensi kandungan batu kapur yang ada di Kabupaten Tuban maka penggunaan kapur tohor (CaO) sebagai bahan baku cat tembok emulsi cukup potensial untuk diteliti. Usaha yang dilakukan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kapur tohor (CaO) sebagai bahan pengisi (filler), pengaruh konsentrasi polyvinylacetate (PVA) sebagai bahan pengikat (binder), pengaruh konsentrasi titanium dioksida (TiO2) sebagai bahan pewarna (pigmen), dan pengaruh konsentrasi sodium tripolyphosphate (STPP) sebagai bahan pengemulsi (emulsifer) terhadap kualitas cat tembok emulsi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal uji kadar air pada cat tembok adalah dengan kapur tohor (CaO 50 gram), polyvinylacetate (PVA) 50 gram, titanium dioksida (TiO2) 4 gram dan sodiumtripolyphosphate (STPP) 10 gram. Berdasarkan nilai Setting Level uji nilai kadar air diperoleh nilai setting level A1 (CaO 50 gram) dengan nilai kadar air 43,2%, setting level B3 (PVA 50 gram) dengan nilai kadar air 45,4%, setting level C1 (TiO2 4 gram) dengan nilai kadar air 41,8%, dan setting level D1 (STPP 10 gram) dengan nilai kadar air 54,5%. Dari komposisi tersebut diperoleh konfirmasi optimal yaitu 46,2%. 
Desain Eksperimen Pembuatan Wood Pellet King Grass Dengan Menggunakan Metode Taguchi Nur Fahlevi, Al Feryza; Kalista, Anggia; Nuruddin, Abdul Wahid; Anggraini, Susanti Dhini
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v2i2.1031

Abstract

Wood pellets are an alternative fuel made from wood waste, and plantations are one of the environmentally friendly renewable fuels that have a cylindrical and hard shape, this is one of the energy conversions where the process of changing the form of energy from wood waste and plantations whose size is random is converted into a cylindrical pellet form. This study was conducted to determine the impact of rising fuel prices on fuel usage patterns. To determine the quality of wood pellets, researchers used the right factors and composition in making wood pellets to get the best quality results according to the Indonesian National Standard (SNI) with number 8021: 2014 as a parameter for making wood pellets using the Tauchi method.   Wood pellet merupakan alternatif bahan bakar yang terbuat dari limbah kayu, dan perkebunan merupakan salah satu bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan memiliki bentuk silinder dan keras, ini merupakan salah satu konversi energi dimana proses perubahan bentuk energi dari limbah kayu dan perkebunan yang ukurannya acak dirubah menjadi bentuk pellet silinder. Pengabdian ini dilakukan untuk menentukan dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap pola penggunaan bahan bakar. Untuk mengetahui kualitas wood pellet peneliti menggunakan faktor dan komposisi yang tepat dalam pembuatan wood pellet untuk mendapatkan hasil kualitas terbaik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan nomor 8021:2014 sebagai parameter pembuatan wood pellet dengan menggunakan metode Tauchi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari ketiga hasil pegujian kadar air, kadar abu, dan nilai kalor komposisi faktor dan level yang paling mendekati adalah serbuk king grass 70%, serbuk sekam padi 15%, perekat kanji 5% dan lama waktu pengeringan sebesar 45%
Analisa Potensi Bahaya Dengan Metode HIRA (Hazard Identification And Risk Asessment) Di Departemen Produksi PT. ABC Firia Ferlania, Dianda Aryntya; Rahadian, Yanuar Rafi
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v2i2.1032

Abstract

PT. X is one of the fertilizer companies in Indonesia that was built in 1972. There are various departments in this company, but this research only focuses on the production department. There are several potential dangers that need to be identified using the HIRA (Hazard Identification and Risk) method. After processing the data, it was found that the highest score was 12 and there were 3 potential dangers in this department, they are respiratory problems, hearing problems, and falling from the stairs. So the suggestions that can be given are to improve the work environment that has the highest work potential, provide socialization about company regulations, and implement 5S to maintain the cleanliness and comfort the workers.   PT. X merupakan salah satu perusahaan pupuk di Indonesia yang dibangun pada tahun 1972. Ada berbagai macam departemen pada perusahaan ini, namun penelitian ini hanya berfokus pada departemen produksi. Setelah dilakukan studi lapangan, ada beberapa potensi bahaya yang ada sehingga perlu dilakukan identifikasi menggunakan metode HIRA (Hazard Identification and Risk). Setelah dilakukan pengolahan data didapatkan skor tertingginya adalah 12 dan ada 3 potensi bahaya pada departemen ini yaitu pekerja mengalami gangguan pernapasan, pekerja mengalami gangguan pendengaran, dan pekerja yang jatuh dari tangga. Maka dari itu perlu untuk dilakukan perbaikan, sehingga saran yang dapat diberikan adalah memperbaiki lingkungan kerja yang memiliki potensi kerja tertinggi, memberikan sosialisasi tentang peraturan perusahaan, dan menerapkan 5S untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pekerjanya.
Studi Simulasi Pengelompokan Pajak Daerah Surabaya Rafi, Yanuar; Emir Zanggi, Muhammad Zulfikar
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v2i2.1033

Abstract

Surabaya is one of the cities that has the highest local revenue in Indonesia among other districts or cities. On the other hand, the city of Surabaya shows a significant level of inequality between its regions based on GRDP volume per sub-district. The aim of this research is to conduct a simulation study of the grouping of regional tax payments in each sub-district in the city of Surabaya. This research uses 7 regional tax variables in the city of Surabaya, namely ground water tax, entertainment tax, street lighting tax, hotel tax, restaurant tax, parking tax and land and building tax. The number of sub-districts included in cluster 1 is 7 sub-districts, namely Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Mulyorejo, Sambikerep, Tegalsari and Wonokromo. The number of sub-districts in cluster 2 is 20 sub-districts, namely Asemrowo, Benowo. Bulak. Gu-nung Anyar, Jambangan, Kenjeran, Lakarsantri, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Sukomanunggal. Tambaksari, Tandes, Tenggilis Mejo-yo, Wiyung, Wonocolo. The number of sub-districts included in cluster 3 is 2 sub-districts, namely Karang Pilang and Krembangan. Genteng and Bubutan are members of sub-districts in cluster 4.   Surabaya adalah salah satu kota yang memiliki pendapatan asli daerah tertinggi di Indonesia di antara kabupaten atau kota lainnya. Pada sisi lainnya, Kota Surabaya menunjukkan tingkat ketimpangan yang signifikan antara wilayahnya berdasarkan volume PDRB per kecamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan studi simulasi pengelompokan pembayaran pajak daerah di setiap kecamatan di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan 7 variabel pajak daerah di Kota Surabaya, yaitu pajak air tanah, pajak hiburan, pajak penerangan jalan, pajak hotel, pajak restoran, pajak parkir serta pajak bumi dan bangunan. Jumlah kecamatan yang termasuk dalam klaster 1 sebanyak 7 kecamatan yaitu Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Mulyorejo, Sambikerep, Tegalsari dan Wonokromo. Jumlah kecamatan dalam klaster 2 sebanyak 20 kecamatan yaitu Asemrowo, Benowo. Bulak. Gu-nung Anyar, Jambangan, Kenjeran, Lakarsantri, Pabean Cantian, Pakal, Rungkut, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukolilo, Sukomanunggal. Tambaksari, Tandes, Tenggilis Mejo-yo, Wiyung, Wonocolo. Jumlah kecamatan yang termasuk dalam klaster 3 sebanyak 2 kecamatan yaitu Karang Pilang dan Krembangan. Genteng dan Bubutan adalah anggota kecamatan dalam klaster 4.
Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan CV Surya Perkasa Telekomunikasi Tuban Menggunakan Metode Moderated Regression Analysis (MRA) Dewi, Fitri Septiana; Wicaksono, Nanang
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v2i1.1034

Abstract

This research has tested the hypothesis that employee performance will be influenced by leadership factors and organizational culture. The aim of this research is to analyze the factors that influence employee performance at CV Surya Perkasa Telekomunikasi Tuban. All 25 employees have been taken as samples (census). The analysis technique used in this research is the Moderated Regression Analysis (MRA) method. The data analyzed came from distributing questionnaires to employees sampled in this research. The research results show that partially the leadership variable has a positive and significant effect on employee performance. Organizational culture has been proven to be a moderating variable between leadership and employee performance in the research area at CV Surya Perkasa Telekomunikasi Tuban. The policy that needs to be implemented by the management of CV Surya Perkasa Telekomunikasi Tuban is to create a harmonious relationship between leaders and their subordinates, avoid conflict, and create a work environment. which is conducive. In this way, it is hoped that employee performance can be more optimal in carrying out the tasks assigned to them.   Penelitian ini telah menguji hipotesis bahwa kinerja karyawan akan dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan dan budaya organisasi. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk menganalisis faktor-faktor p yang mempengaruhi kinerja karyawan pada CV Surya Perkasa Telekomunikasi Tuban. Semua karyawan sejumlah 25 karyawan telah diambil semua sebagai sampel (sensus). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Moderated Regression Analysis (MRA). Data yang dianalisis berasal dari penyebaran kuesioner kepada karyawan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi telah terbukti sebagai variabel moderasi antara kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di daerah penelitian pada CV Surya Perkasa Telekomunikasi Tuban Kebijakan yang perlu dilakukan oleh manajemen CV Surya Perkasa Telekomunikasi Tuban adalah menciptakan hubungan yang haromonis antara Pimpinan dan bawahan, menghindari terjadinya konflik, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Dengan demikian diharapkan kinerja karyawan bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.
Analisis Keseimbangan Lintasan Untuk Mengatasi Penumpukan Bahan Baku Dan Meningkatkan Kapasitas Produksi PT. Manunggal Indowood Investindo Nugraha, Andhika Ghalyh; Mustakim, Mustakim; Handayani, Dwi Iryaning Handayani
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v3i1.1177

Abstract

PT. Manunggal Indowood Investindo is a company that produces plywood that prioritizes quality and production capacity in order to gain the trust of consumers. This improvement can be obtained by improving the production process which is still hampered. This research aims to determine the optimal trajectory balance using the Ranked Position Weight and Reggion Approach methods with a research object measuring 4.6 mm. This research aims to balance one work station with another work station to create a better trajectory than the current condition with a balanced workload using the Line Balancing method. PT. Manunggal Indowood Investindo also analyzes production output to reduce delivery delays, idle time and accumulation of raw materials. Balancing work stations creates a better path to balance one work station with another so that it can reduce idle time by 158 minutes, balance delay after calculation is 9%. the line balancing method is able to improve Line Efficiency which rises to 91%. By reducing waiting time and high work efficiency, production output can be increased to meet the set target of 1107 pcs and be able to fulfill the order within the specified time so that there are no delays in delivery.   PT.Manunggal Indowood Investindo merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi kayu lapis yang mengedepankan kualitas dan kapasitas produksinya supaya mendapat kepercayaan dari konsumen. Peningkatan tersebut dapat diperoleh dengan cara memperbaiki proses produksi yang masih terhambat Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keseimbangan lintasan yang optimal dengan menggunakan metode Ranked Position Weight dan Reggion Approach dengan objek penelitian ukuran 4,6 mm. Penelitian ini bertujuan untuk menyeimbangkan stsiun kerja satau dengan stsiun kerja yang lain untuk menciptakan suatu lintasan yang lebih baik dari kondisi saat ini dengan beban kerja yang seimbang dengan metode Line Balancing. PT. Manunggal Indowood Investindo juga menganalisa output hasil produksi untuk mengurangi keterlambatan pengiriman, idle time dan penumpukan bahan baku. Penyeimbangan stasiun kerja menciptakan lintasan yang lebih baik untuk menyeimbangkan stsiun kerja satu dengan stasiun kerja yang lain sehingga dapat mengurangi waktu idle time sebesar 158 menit, balance delay setelah dilakukan perhitungan menjadi 9%. metode line balancing mampu mempebaiki Line Efficiency yang naik menjadi 91%. Dengan adanya penurunan waktu menunggu dan efisiensi kerja yang tinggi, maka output produksi dapat ditingkatkan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan sebesar 1107 pcs dan mampu memenuhi pesanan tersebut dalam waktu yang telah ditentukan sehingga tidak ada keterlambatan pengiriman.
Analisis Willingnes To Pay Untuk Mengukur Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Objek Wisata Maharani Zoo & Goa Cahya, Rizki Putra Dwi; Wirawan, Novi Hendra; Suwardana, Hendra; Anggraini, Susanti Dhini
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v3i1.1302

Abstract

This research is motivated by customer satisfaction with the Maharani Zoo&Goa tourist attraction in 2022. The aim of this research is to find out the estimated number (WILLINGNES TO PAY) of visitors for the level of customer satisfaction with the objects provided by the Maharani Zoo&Goa tourist attraction and to find out the factors. what influences the value of visitors' willingness to pay WTP for the level of customer satisfaction with the objects provided by Maharani Zoo & Cave tourism in Paciran District, Lamongan Regency in 2022. This research uses the (WILLINGNES TO PAY) method. The data collection technique used by the researcher was observing, then conducting interviews with several visitors. The results of the research. The average cost that visitors to Maharani Zoo&Goa are willing to pay (WTP) is IDR 37,450.00 with 54% very satisfied and 39% satisfied and 7% dissatisfied and the average satisfaction of visitors at Maharani Zoo&Goa is 2.47%. This means that most respondents who are visitors to the Maharani Zoo&Goa tourist attraction are willing to pay that amount for visitor satisfaction with the objects at the Maharani Zoo&Goa tourist attraction. Based on the test results, it shows that the income variable (X2) has a significant effect on the willingness to pay (WTP) of visitors to the Maharani Zoo&Goa tourist attraction because the p value is <0.1 (α=10%) with a calculated margin effect (ME) value of 3.2% , if the income level is sufficient then WTP will increase by 0.032 or 3.2%. This means that the higher the respondent's income, the greater their willingness to pay (WTP). Meanwhile, variables that are not significant to the willingness to pay (WTP) of Maharani Zoo&Goa tourist visitors are age (X1), education (X3), number of family members (X4) and travel satisfaction (X5). Penelitian ini dilatarbelakangi kepuasan pelanggan terhadap objek wisata maharani zoo&goa pada tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa estimasi dari besarnya (WILLINGNES TO PAY) pengunjung untuk tingkat kepuasan pelanggan terhadap objek yang di berikan oleh wisata maharani zoo&goa dan Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya nilai kesediaan membayar WTP pengunjung untuk tingkat kepuasan pelanggan terhadap objek yang diberikan oleh wisata maharani zoo&goa Di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan Pada Tahun 2022. Penelitian ini menggunkan Metode (WILLINGNES TO PAY). Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu melakukan observasi, lalu kemudian melakukan wawancara terhadap beberapa pengunjung. Hasil dari penelitian Rata-rata biaya yang bersedia dibayarkan willingness to pay (WTP) oleh pengunjung wisata maharani zoo&goa adalah Rp 37.450.00 dengan 54% sangat puas dan 39% puas dan 7% tidak puas dan rata-rata kepuasan pengunjung di maharani zoo&goa adalah 2,47%. Artinya kebanyakan responden pengunjung wisata maharani zoo&goa bersedia membayar sebesar nilai itu untuk kepuasan pengunjung terhadap objek di wisata maharani zoo&goa. Berdasarkan hasil pengujian menunjukan bahwa variabel pendapatan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap willingnes to pay (WTP) pengunjung wisata maharani zoo&goa karena p value < 0,1 (α=10%) dengan nilai hasil perhitungan margin effect (ME) 3,2%, jika tingkat pendapatan merasa cukup maka WTP akan meningkat sebesar 0,032 atau 3,2%. Hal tersebut berarti jika semakin tinggi pendapatan responden maka willingnes to pay (WTP) akan semakin besar. Sedangkan variabel yang tidak signifikan terhadap willingnes to pay (WTP) pengunjung wisata maharani zoo&goa adalah Usia(X1), pendidikan(X3), jumlah anggota keluarga(X4) dan kepuasan berwisata(X5).
Perancangan Desain Pengembangan Kemasan Keripik Singkong Mbak Sum Desa Ngawun Parengan Menggunakan Metode Kansei Engineering Putri, Nidya Arindi; Kalista, Anggia; Wibowo, Moh. Muhyidin Agus; Anggraini, Susanti Dhini
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v3i1.1303

Abstract

Industry in Indonesia has experienced a lot of progress, one of which is driven by policies in the small industrial sectors. The case study in this research is the "Mbak Sum" cassava chips UKM located in Krajan Hamlet, Ngawun Village, Parengan District. The packaging of the "Mbak Sum" cassava chips is still quite simple. So, in order to expand marketing and develop sales of cassava chips, this research was carried out to create packaging for cassava chips. The method used is the Kansei Engineering method which is able to process words chosen by consumers as something they want from the product into design specifications for the product. Data collection in this research was obtained from interviews, related journal literature and surveys of several snack products to serve as references. The data obtained was then compiled into a closed questionnaire using a Likert scale consisting of 5 importance scales. The conclusion from this research is that the percentage level of importance is obtained, namely 3 attributes with an importance level of "Quite Important", 53 attributes with an importance level of "Important" and 3 attributes with an importance level of "Very Important". Because the percentage results that are "Important" are 53 attributes with the total percentage being 3,626.7, divided by the number of attributes that are important, namely 53 attributes, the average is found to be 68.43. So, in order to define attributes that have an importance level of "Important", by looking at the percentage of the attribute, if the percentage value is above 68.43 then the attribute must be used and if it is below 68.43 then the attribute does not have to be used or is in accordance with the designer's needs.   Perindustrian di Indonesia telah mengalami begitu banyak kemajuan, salah satunya didorong oleh adanya kebijakan dari sektor-sektor industri kecil. Studi kasus dalam penelitian ini adalah UKM keripik singkong “Mbak Sum” yang berada di Dusun Krajan, Desa Ngawun, Kecamatan Parengan.. Kemasan keripik singkong “Mbak Sum” masih cukup sederhana. Sehingga, demi memperluas pemasaran dan berkembangnya penjualan keripik singkong tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk membuat kemasan keripik singkong. Metode yang digunakan adalah metode Kansei Engineering yang mampu mengolah kata yang dipilih oleh konsumen sebagai sesuatu yang diinginkan dari produk menjadi spesifikasi desain dari produk. Pengumpulan data pada penelitian ini didapatkan dari wawancara, literatur jurnal terkait dan survey beberapa produk makanan ringan untuk dijadikan sebagai referensi. Data yang diperoleh kemudian disusun menjadi kuesioner tertutup dengan menggunakan skala Likert yang terdiri dari 5 skala kepentingan. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh persentase tingkat kepentingan, yaitu 3 atribut dengan tingkat kepentingan “Cukup Penting”, 53 atribut dengan tingkat kepentingan “Penting” dan 3 atribut dengan tingkat kepentingan “Sangat Penting”. Karena hasil persentase yang bernilai “Penting” adalah sebanyak 53 atribut dengan jumlah keseluruhan persentasenya adalah 3.626,7, dibagi dengan banyaknya atribut yang bernilai penting yaitu 53 butir atribut, sehingga ditemukan rata-rata yaitu 68,43. Jadi, demi memberi batasan atribut yang memiliki tingkat kepentingan “Penting”, adalah dengan melihat persentase atributnya, apabila nilai persentasediatas 68,43 maka atribut wajib digunakan dan apabila di bawah 68,43 maka atribut tidak wajib digunakan atau sesuai dengan kebutuhan dari perancang.
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Dan Overal Equipment Effectiveness (OEE) Pada Sanding Machine (Studi Kasus PT. Kutai Timbar Indonesia) Moh Nurul Qodir; Mustakim, Mustakim; Suhandini T.J, Yustina
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 3 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v3i2.1370

Abstract

PT. Kutai Timber Indonesia dirawat menggunakan Total Productive Maintenance (TPM) dan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Peralatan yang efektif sangat penting untuk mencapai efisiensi maksimum di sektor manufaktur, khususnya dalam proses pengolahan kayu. TPM merupakan strategi perawatan yang menekankan pada peningkatan efisiensi peralatan dengan melibatkan semua orang secara aktif. Di sisi lain, OEE merupakan teknik pengukuran menyeluruh yang mengevaluasi efektivitas mesin dengan mempertimbangkan tiga faktor utama: kualitas, kinerja, dan ketersediaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa OEE mesin pengamplasan PT. Kutai Timber Indonesia dapat ditingkatkan melalui penerapan TPM yang efisien, yang pada akhirnya membantu efisiensi operasional dan produktivitas bisnis. Untuk membantu keberlanjutan penerapan TPM, rekomendasi dibuat untuk meningkatkan manajemen suku cadang, meningkatkan pelatihan berkelanjutan bagi staf, dan menciptakan sistem pemantauan dan evaluasi yang lebih kuat.  
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Dari Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit Yati, Yati; Nuruddin, Abdul Wahid; Dhini Anggraini, Susanti; Nurfitria, Nia
IMEJ (Jurnal Teknik dan Managemen Industri) Vol 3 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/imej.v3i1.1537

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair yang berbahan kotoran sapi dengan berbagai komposisi terhadap pertumbuhan cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan terhitung sejak bulan Mei 2024 sampai dengan Juli 2024, dilakukan dengan eksperimental satu arah yang menggunakan 3 faktor (kotoran hewan, limbah cair tahu, dan em4 + molase) dengan 3 level sehingga didapatkan 9 rancangan eksperimen. Selanjutnya uji aplikatif pada media tanah merah menggunakan 3 kali replikasi, sehingga terdapat 27 percobaan penanaman cabai rawit. Analisa data yang digunakan adalah ANOVA satu arah. Hasil analisa menunjukkan bahwa pemberian pupuk cair berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai rawit. Pertumbuhan cabai rawit tertinggi yaitu 13,8 cm dihasilkan dari komposisi satu. Bahan baku komposisi ini yaitu 3kg kotoran sapi 7 liter limbah tahu 60 molase 100 ml EM4 dengan fermentasi 20 hari.

Page 2 of 3 | Total Record : 23