Pinisi: Journal of Teacher Proffesional
Pinisi: Journal of Teacher Professional is a journal that provides an authoritative source of scientific information for researchers and academics, research institutions, government agencies, and teacher education. We publish original research papers, review articles and case studies focused on educationand learning. All papers are peer-reviewed by at least two referees. Pinisi: Journal of Teacher Professional published by Program studi PPG Universitas Negeri Makassar and successfully issued three times in each volume (April, August, November). Pinisi: Journal of Teacher Professional We strongly prefer to receive manuscripts via our online submission system. Using this system, authors can upload manuscript files (text, figures, and supplementary information, including video) and check the review process. First, kindly please register as an author, and then log in for paper submission. Please tick “Author” when making a registration.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2024): April"
:
11 Documents
clear
PENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR
Tetranti, Yulia
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v3i1.29933
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat keaktifan belajar siswa kelas III SD Budya Wacana 1 Yogyakarta pada pembelajaran tematik Tema 3 Benda di Sekitarku Sub Tema 3 Perubahan Wujud Benda Pembelajaran 3. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar pada tema tersebut dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Budya Wacana 1 dengan jumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini terdiri dari 1 (satu) siklus dimana terdapat satu kali pertemuan kegiatan pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk keaktifan belajar siswa adalah memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru, menjawab pertanyaan guru, mengajukan pertanyaan kepada guru dan siswa lain, mencatat penjelasan guru dan hasil diskusi, membaca materi, memberikan pendapat ketika diskusi dan mendengarkan pendapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PjBL dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran tematik Tema 3 Benda di Sekitarku Sub Tema 3 Perubahan Wujud Benda Pembelajaran 3. Keaktifan siswa meningkat berdasarkan data observasi yang diperoleh dari observer. Kemudian hasil belajar siswa yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini juga mengalami peningkatan tiap siklusnya. Rata-rata keaktifan belajar siswa pada pra siklus hanya mencapai 62,94. Setelah diterapkan model pembelajaran PjBL meningkat menjadi 85,29. Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL berpengaruh terhadap keaktifan belajar IPA pada siswa kelas III Semester I di SD Budya Wacana Yogyakarta tahun pelajaran 2021/2022.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELASV
anggraeni, galih
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v3i1.29634
Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil observasi pada siswa kelas V SD Negeri 1 Kuntili dalam pembelajaran tematik tema 3 Makanan Sehat. Dari 10 siswa baru 2 siswa atau sekitar 20% yang aktif dalam pembelajaran dan 4 siswa atau sekitar 40% siswa yang hasil belajarnya memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) terhadap peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Kuntili. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Kuntili yang terdiri dari 10 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 siswa pada siklus I terdapat 4 siswa sekitar 40% yang aktif dalam pembelajaran dan 6 siswa sekitar 60% yang hasil belajarnya diatas kriteria ketuntasan minimal. Sedangkan pada siklus II terdapat 9 siswa sekitar 90% yang aktif dalam proses pembelajaran dan yang hasil belajarnya diatas kriteria ketuntasan minimal.. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Kuntili.
Peningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Kelas V SD Negeri 103 Tadang Palie
Syaifullah, Syaifullah
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v3i1.29895
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) dalam meningkatkan kreativitas dan hasil belajar, mengetahui peningkatan kreativitas, dan mengetahui peningkatan hasil belajar. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 103 Tadang Palie dengan subjek penelitian siswa kelas V SD Negeri 103 Tadang Palie dengan jumlah 10 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik non tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan kreativitas dan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada siswa kelas V SD Negeri 103 Tadang Palie. Hal tersebut dibuktikan dari meningkatnya rata-rata kreativitas siswa dari kondisi awal atau pra siklus menunjukkan ada 10% siswa berada dalam kategori kreatif, pada siklus I (30% kreatif dan 60% sangat kreatif) dan pada siklus II (20% kreatif dan 80% sangat kreatif). Sesuai capaian hasil belajarnya pun demikian di mana pada pra siklus (51,3%), siklus I (73,2%) dan siklus II (88,7%).
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VI SD NEGERI TINJOMOYO 02 DALAM BERBICARA MELALUI METODE DEMONSTRASI
Saleh, Muhkamad
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v3i1.26991
Berbicara adalah termasuk materi pembelajaran yang tergolong sulit. Keberanian berbicara di depan kelas bagi anak – anak hendaknya di lakukan secara intensif dan kontinue. Penelitian ini adalah tentang pelaksanaan pembelajaran berbicara dengan cara bercerita melalui metode demonstrasi dengan subjek penelitian siswa kelas VI SD Negeri Tinjomoyo 02 Tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD Negeri Tinjomoyo 02 dalam berbicara melalui metode demonstrasi dan mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan siswa kelas VI dalam berbicara. Dalam Analisis data penelitian yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan metode demonstrasi ternyata dapat meningkatkan kemampuan bercerita bagi peserta siswa VI SD Negeri Tinjomoyo 02. Dengan metode demonstrasi, siswa mempunyai gambaran kongkret terhadap apa yang diceritakannya. Sehingga di dalam memahami suatu bacaan siswa akan lebih mudah tergambar sebelum mendapatkan pelatihan. Penilaian tersebut ditetapkan aspek yang menjadi pedoman penilaian nilai aspek kelancaran berbicara, nilai aspek ketepatan artikulasi kata, nilai aspek struktur kalimat, nilai aspek keruntutan berbicara, dan nilai aspek komunikatif. Dengan metode demonstrasi tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode tersebut dapat meningkatkan kemampuan membaca dan bercerita peserta siswa VI SD Negeri Tinjomoyo 02.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD Untuk Meningkatkan Sikap Percaya Diri dan Tanggung jawab Siswa pada Materi Pembelajaran Tema 3 Peduli Terhadap Mahluk Hidup di Kelas IV SDN 625 Minanga Kabupaten Luwu
Meti, Meti
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v3i1.29890
Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui proses penerapan model pembelajaran cooperative learning dalam meningkatkan sikap percaya diri dan tanggung jawab siswa pada materi pembelajaran tema 3 peduli terhadap makhluk hidup di kelas IV SDN 625 Minanga Kabupaten Luwu. 2) Ingin mengetahui penerapan model pembelajaran cooperative learning dapat meningkatkan sikap percaya diri dan tanggungjawab siswa pada materi pembelajaran tema 3 peduli terhadap mahluk hidup di kelas IV SDN 625 Minanga Kabupaten Luwu. Metode penelitian ini menggunakan model penelitian Kurt Lewin yang setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap yaitu; perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek Penelitian adalah siswa kelas IV SDN 625 Minanga dengan jumlah siswa 8 orang yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai sikap percaya diri dan sikap tanggung jawab siswa sudah menunjukan peningkatan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD dapat meningkatkan sikap percaya diri dan tanggung jawab siswa pada materi pembelajaran Tema 3 Peduli Terhadap Mahluk Hidup di Kelas IV SDN 625 Minanga Kabupaten Luwu.
Pengaruh Pendekatan Scientific Terhadap Hasil Belajar dan Sikap Percaya Diri Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah Purwareja
Prabawati, Fahmi
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v3i1.29598
Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil observasi pada siswa kelas 2 SD Muhammadiyah Purwareja Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara dalam pembelajaran tematik tema 2 Bermain di Lingkunganku. Diketahui baru 3 dari 6 siswa atau 50% yang tuntas kriteria ketuntasan minimal. Sikap percaya diri siswa belum terlihat saat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap percaya diri siswa kelas 2 SD Muhammadiyah Purwareja Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui pembelajaran luring tatap muka terbatas. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan Scientific. Pada siklus pertama hanya 3 dari 6 siswa atau 50 % siswa mencapai KKM. Pada siklus kedua, 5 dari 6 siswa telah mencapai KKM atau 83% siswa yang mencapai KKM. Sikap percaya diri siswa sudah terlihat. Berdasarkan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan Scientific dapat meningkatkan hasil belajar dan sikap percaya diri siswa kelas 2 SD Muhammadiyah Purwareja Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara.
Efektifitas Penggunaan Teknik Pembelajaran Jigsaw Dalam Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Terhadap jenis-jenis majas: Sebuah Penelitian Tindakan Kelas Di SMA Negeri 8 Makassar
Khairunnisa, Khairunnisa
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v5i1.62358
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektifitas penggunaan model pembelajaran jigsaw dalam meningkatkan pemahaman terhadap jenis-jenis majas pada peserta didik kelas X di SMA Negeri 8 Makassar. Sumber data pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X Merdeka 5 dengan total 35 pserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan tes tertulis. Pembelajaran dilakukan dalam dua siklus, masing-masing dengan dua pertemuan. Pada siklus pertama digunakan metode ceramah sebagai pembanding, sementara pada siklus kedua diterapkan metode jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode jigsaw lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap jenis-jenis majas. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata peserta didik dari 65 pada aspek majas/gaya bahasa, 64 pada aspek tema dan makna, serta 71 pada aspek kreativitas dan orisinalitas dalam siklus pertama menjadi 70, 65, dan 77 pada siklus kedua. Kesimpulannya, teknik pembelajaran jigsaw mampu meningkatkan partisipasi, tanggung jawab, serta pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan, sehingga lebih efektif dalam pembelajaran majas pada puisi. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif di masa depan.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Kelas V Melalui Penerapan Model Problem Based Learning
Lestari, Sri
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v3i1.29697
Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang ditemukan saat pembelajaran IPA di kelas V SDN 3 Woro. Hal tersebut berdampak hasil belajar dimana 12 dari 17 siswa belum mencapai kreiteria ketuntasan minimal. Untuk memecahkan masalah, peneliti melaksanakan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah: (1) mengetahui proses pembelajaran IPA dengan model Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan materi organ pencernaan pada manusia dan fungsinya dan (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN 3 Woro terkait dengan materi organ pencernaan pada manusia dan fungsinya dengan model Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas melalui empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dilaksanakan sebanyak tiga siklus masing-masing dua kali pertemuan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar IPA mengalami peningkatan dengan persentase ketuntasan belajar pada pembelajaran awal 29,4% dan pada siklus I naik sebesar 52,9% meningkat menjadi 82,3 % di siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi organ pencernaan pada manusia dan fungsinya.
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learninguntuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta DidikPada Materi Penyajian Data Dalam BentukDiagramGambar (Piktogram)diKelasV UPTSDN18Mengkendek
tndll, rindayani
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v5i1.65927
ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didikdi kelas V UPT SDN 18 Mengkendek. Hal ini dikarenakan guru belum menggunakan model pembelajaran yang efektif dalam proses pembelajaran dan guru juga belum membelajarkan peserta didik untuk menemukankonsepbelajarnyasendiripadasaatpembelajaran berlangsung, sehingga berdampak pada peserta didik yang kurangmemahamimateripelajaran.PenelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpenerapanmodeldiscoverylearninguntukmeningkatkanhasilbelajarpesertadidikpadamateripenyajiandatadalambentukdiagramgambardikelasVUPTSDN18Mengkendek.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Pendekatanyangdigunakandalampenelitianiniadalahpendekatankuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan dua siklus yaitu siklus IdansiklusII,setiapsiklusdilaksanakanduakalipertemuan.Padamasing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan,pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelasV UPT SDN 18 Mengkendek yang berjumlah 20 orang terdiri dari 10pesertadidiklaki-lakidan10pesertadidikperempuan.Datapenelitianinidiperoleh dari hasil pengamatan RPP,pelaksanaan pembelajaran dariaspekgurudanpesertadidik,sertahasilbelajarpesertadidikmenggunakan model discovery learning. Hasil penelitian menunjukanpeningkatan pada siklus I ke siklus II. Hasil pengamatan RPP pada siklusI rata-rata 83,3% dengan kualifikasi baik (B) meningkat menjadi 92,8%padasiklusIIdengankualifikasisangatbaik(A).PadahasilobservasidariaspekgurudanaspekpesertadidiksiklusIrata-rata78,0%dengankualifikasi baik (B) meningkat menjadi 93,7% pada siklus II dengankualifikasisangatbaik(A).Selanjutnyahasilbelajarpesertadidikdenganskor dasar 42,8% pada siklus I memperoleh persentase 49,9% dengankualifikasi kurang (D) dan meningkat menjadi 85,7% dengan kualifikasisangatbaik (A) pada siklus II.Dengan demikian,dapat disimpulkanbahwamodelDiscoveryLearningdapatmeningkatkanhasilbelajarpeserta didik pada materi penyajian data dalam bentuk diagram gambar(piktogram)dikelasV UPTSDN18Mengkendek.
Peningkatan Keaktifan Belajar Matematika Siswa Kelas III Melalui Model Pembelajaran Kooper
_, Rahman;
Irfan, Muhammad
PINISI :Journal of Teacher Professional Vol 5, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tpj.v5i1.62347
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Papan Berpaku dapat meningkatkan keaktifan belajar Matematika siswa serta mengetahui penerapan model pembelajaran Make a Match dalam meningkatkan keaktifan belajar Matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SPF SD Inpres Btn Ikip II Kota Makassar. Subjek penelitian yaitu kelas III dengan jumlah siswa 11 orang. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Papan Berpaku dengan 2 dengan 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada setiap siklus adapun hasil yang didapatkan pada siklus I keaktifan belajar siswa yaitu 60,24% kategori cukup tinggi dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 83,24% kategori tinggi dan telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 75%