cover
Contact Name
Stieven Netanel Rumokoy
Contact Email
rumokoy@elektro.polimdo.ac.id
Phone
+6282156217819
Journal Mail Official
jurnal.elektrik@polimdo.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Politeknik, Kelurahan Buha, Manado. PO BOX 1256 – 95252
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Elektrik
ISSN : -     EISSN : 28301838     DOI : -
Jurnal ELEKTRIK: ELEktronika, Kontrol dan Tenaga listRIK. merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (POLIMDO). Jurnal ELEKTRIK akan menerima karya ilmiah hasil riset yang berhubungan dengan Perkembangan ilmu Elektronika, Sistem Kontrol dan Sistem Tenaga Listrik. Keseluruhan publikasi di Jurnal ELEKTRIK bersifat akses terbuka yang memungkinkan setiap artikel yang diterbitkan tersedia secara bebas diakses. Jurnal ELEKTRIK menerbitkan artikel secara berkala 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 46 Documents
Konsep Desain Alat Penghasil Coco Coir Terintegrasi Pemisah Cocopeat dan Cocofiber Stieven Netanel Rumokoy; I Gede Para Atmaja; Christopel H. Simanjuntak; Leony A. Wenno; Stanley B. Dodie; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1223

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih masih terbatas. Sabut kelapa mengandung komponen bernilai tinggi, yaitu serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat), yang berpotensi digunakan dalam industri, hortikultura, dan produk bernilai tambah lainnya. Namun, pengolahan sabut kelapa secara konvensional masih manual, terpisah, dan kurang efisien, sehingga produktivitas rendah dan kualitas produk tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang konsep alat penghasil coco coir terintegrasi yang mampu memisahkan cocopeat dan cocofiber secara otomatis untuk mendukung UMKM. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur fokus pada karakteristik sabut kelapa, teknik pengolahan, dan analisis desain alat yang ada. Studi deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ahli, teknisi, dan pelaku UMKM untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, aspek ergonomi, keamanan, serta potensi ekonomi alat. Hasil rancangan konsep alat terdiri dari dua komponen utama: tabung pencacah dan kerucut pemisah. Tabung pencacah menghancurkan sabut kelapa menjadi coco coir, sedangkan kerucut pemisah memisahkan campuran menjadi cocopeat dan cocofiber. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk seragam, serta mendukung pemanfaatan limbah sabut kelapa secara ekonomis dan ramah lingkungan.
Perancangan Sistem Kontrol PLTS Pada Rakit Rumah Apung Berbasis IoT Budiman, Marson J.; Yacobs, Prayer; Wenno, Leony A.; Pongoh, Deitje S.; Pongoh, Johan
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan efisiensi pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid dengan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring dan kontrol berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama, sensor PZEM-004T untuk mengukur parameter kelistrikan, dan platform Blynk sebagai antarmuka pengguna real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kalibrasi sensor sangat efektif, berhasil menurunkan persentase kesalahan pengukuran daya dari 24,18% menjadi hanya sekitar 1,5%. Selain itu, sistem membuktikan responsivitasnya yang tinggi dengan waktu tunda (latensi) rata-rata 0,5 detik saat mengendalikan beban. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan terbukti akurat, andal, dan efisien dalam memantau serta mengelola energi PLTS. Kata kunci  - Sistem Monitoring, Sistem Kontrol, Internet of Things (IoT), PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), PZEM-004T.
Perancangan Konsep Alat Praktek PLTS Water Mounted Warokka, Adriyan; Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, I Gede Para
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1278

Abstract

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan terus berkembang, namun ketersediaan sarana pembelajaran berbasis praktik yang merepresentasikan kondisi instalasi non-konvensional, seperti sistem terapung (water mounted), masih terbatas. Hal ini menjadi tantangan dalam pendidikan vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep alat praktek PLTS water mounted sebagai media pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan metode deskriptif melalui keterangan dari para ahli di bidang PLTS serta praktisi industri untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis dan pembelajaran. Selain itu, dilakukan analisis kebutuhan pembelajaran vokasi serta perancangan konseptual yang mencakup aspek teknis, mekanik, dan keselamatan kerja (K3). Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan integrasi komponen utama PLTS. Hasil penelitian berupa rancangan konsep alat praktek PLTS water mounted yang terdiri dari platform terapung skala laboratorium. Konsep yang dihasilkan mencakup integrasi komponen utama, yaitu platform terapung, sistem mounting, modul surya bifacial, inverter, sistem monitoring, dan panel pembebanan. Rancangan ini disusun untuk menggambarkan konfigurasi sistem PLTS terapung secara terstruktur, termasuk aspek stabilitas, efisiensi, dan keselamatan, tanpa melalui tahap simulasi maupun pembuatan prototipe.
A Concept of Household Gas Leak Safety System Using MQ-2 Sensor and Embedded-Based Alarm Simanjuntak, Christopel; Kumaat, Arief Perdana; Joroh, Adelaida; Mpila, Deby A.
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1284

Abstract

Liquefied Petroleum Gas (LPG) leakage in domestic and small-industrial sectors constitutes a major threat that frequently triggers fatal accidents, including severe fires and structural explosions. The primary factor behind these high accident rates is the limitation of human senses in detecting gas accumulation during the early stages of micro-leaks, compounded by the lack of continuous environmental monitoring systems. This study aims to formulate a comprehensive concept for an early detection system design for LPG leakage, integrating the MQ-2 semiconductor gas sensor with an Arduino microcontroller as the primary controller. The core focus of this paper is on modeling the hardware architecture, designing the system programming logic, and conducting a theoretical analysis of the integrated warning alarm scheme.The approach method applied in this conceptual research includes extensive literature reviews, logical flowchart design, electronic circuit schematic modeling, and mathematical simulation of component response times. The proposed system concept is engineered to monitor gas particle concentration fluctuations in the air in real-time. Based on the established theoretical parameters, when the MQ-2 sensor detects LPG particles exceeding the predefined safe threshold (set above 400 ppm), the Arduino microcontroller will immediately process the analog signal into a digital command to execute emergency protocols. This action triggers a high-frequency audible alarm via a buzzer and a visual indicator through a red LED light to provide instant warnings to building occupants.The conceptual design results demonstrate that the integration between Arduino and the MQ-2 sensor yields a security system scheme that is not only highly responsive and rapid in calculation but also economical and easy to mass-produce. This paper contributes significant scientific value by delivering a solid, valid, and applicable conceptual blueprint, which can serve as a primary reference for the physical development and manufacturing of smart gas leak detection devices in the future to enhance residential safety standards.
Konsep Model Revitalisasi Sawah Non-Produktif melalui Sistem Akuakultur Bertenaga Surya Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Walukow, Stephy B.; Simanjuntak, Christopel H.
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1285

Abstract

Sawah non-produktif merupakan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menurunkan produktivitas dan nilai ekonomi kawasan pedesaan. Pemanfaatan kembali lahan tersebut melalui sistem akuakultur berbasis energi terbarukan menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat mendukung ketahanan pangan dan pengembangan kawasan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep revitalisasi sawah non-produktif melalui sistem akuakultur yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi literatur dan wawancara ahli. Studi literatur dilakukan melalui pengumpulan referensi terkait revitalisasi lahan, akuakultur, dan pemanfaatan energi surya, sedangkan wawancara dilakukan kepada ahli dan praktisi bidang pertanian, akuakultur, energi surya, dan sistem kelistrikan untuk memperoleh masukan mengenai kebutuhan dan pengembangan sistem. Hasil penelitian menghasilkan rancangan sistem akuakultur terintegrasi PLTS pada lahan sawah seluas 200 m² yang terdiri dari area kolam budidaya ikan, instalasi PLTS, jalur inspeksi, dan area pendukung lainnya. Kolam budidaya dengan volume efektif 140 m³ dirancang untuk budidaya ikan nila. Berdasarkan hasil perhitungan, sistem mampu menghasilkan ikan sekitar 2,86 ton per siklus panen atau 5,72 ton per tahun. Kebutuhan energi sebesar 15,4 kWh per hari dipenuhi menggunakan PLTS berkapasitas 4000 Wp untuk mendukung operasional aerator, pompa air, pencahayaan, dan sistem monitoring.  Konsep ini menunjukkan bahwa integrasi akuakultur dan PLTS berpotensi menjadi solusi revitalisasi sawah non-produktif yang produktif, mandiri energi, dan ramah lingkungan.
Model Konseptual Pemanfaatan Surplus Energi PLTS untuk Produksi Es Balok pada Rakit Rumah Apung Wenno, Leony Ariesta; Lesnussa, Henny A. B.; Rondonuwu, Arnold; Tuwongkesong, Samsu; Wungkana, Tony
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1300

Abstract

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada rumah apung menjadi salah satu solusi penyediaan energi listrik mandiri di wilayah perairan. Namun, pada kondisi intensitas radiasi matahari tinggi dan kebutuhan beban yang relatif rendah, baterai sering mencapai kondisi pengisian penuh sehingga sebagian energi listrik yang dihasilkan panel surya tidak termanfaatkan secara optimal. Selain itu, durasi baterai yang terlalu lama berada pada kondisi State of Charge (SOC) tinggi berpotensi mempercepat penurunan performa dan umur pakai baterai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual pemanfaatan surplus energi PLTS untuk produksi es balok pada rumah apung melalui penggunaan freezer sebagai beban produktif (productive load). Metode yang digunakan adalah analisis konseptual berbasis neraca energi yang meliputi identifikasi karakteristik sistem PLTS 700 Wp dengan baterai 24 V 200 Ah, analisis produksi energi, identifikasi surplus energi, pemodelan freezer berkapasitas 200–500 liter, serta estimasi potensi produksi es berdasarkan energi yang tersedia. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem PLTS berpotensi menghasilkan energi harian sekitar 2,8 kWh, dengan surplus energi sekitar 1,2 kWh per hari setelah kebutuhan beban utama terpenuhi. Surplus energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan freezer dan menghasilkan sekitar 5–6 kg es per hari. Selain meningkatkan pemanfaatan energi surya, penggunaan freezer sebagai beban produktif berpotensi mengurangi durasi baterai berada pada kondisi SOC tinggi sehingga mendukung pengelolaan energi yang lebih efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan surplus energi PLTS untuk produksi es balok merupakan pendekatan yang menjanjikan dalam meningkatkan utilisasi energi surya sekaligus mendukung kebutuhan rantai dingin perikanan pada rumah apung skala kecil.