cover
Contact Name
Dadang Juandi
Contact Email
dadang.juandi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
sigmadidaktika@upi.edu
Editorial Address
Ruang Publikasi, Lantai 3, Gedung FPMIPA A (JICA), Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 22527435     EISSN : 29873894     DOI : -
Core Subject : Education,
Diterbitkan sejak Juli 2012 oleh Program Studi Pendidikan Matematika - Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Pendidikan Indonesia, bekerja sama dengan Himpunan Peneliti dan Pendidik Matematika Indonesia (HiPPMI). Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Dalam satu volume terdapat dua nomor berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan atau pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika.
Articles 89 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN SELF-ESTEEM SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS Septia Wahyuni; Siti Fatimah
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i2.49436

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya kemampuan representasi matematis dan self esteem untuk dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika, akan tetapi fakta di lapangan menyatakan kemampuan representasi matematis dan self esteem siswa dalam matematika masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan representasi matematis dan peningkatan self esteem siswa dalam matematika yang memperoleh model pembelajaran ARIAS dan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, serta hubungan antara kemampuan representasi matematis dan self esteem siswa. Jenis penelitian merupakan kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non ekuivalen pretes dan postes. Populasi penelitian ini yaitu siswa SMP dengan sampel penelitian siswa SMP kelas VIII SMP Negeri 1 Takengon dengan memilih dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data penelitian diperoleh melalui pemberian tes kemampuan representasi matematis, angket self esteem dan lembar observasi. Analisis data peningkatan kemampuan representasi matematis menggunakan uji-t. Data self esteem ditransformasi dengan menggunakan rumus MSI (Method of Successive Interval), agar data self esteem dalam bentuk ordinal diubah dalam bentuk interval. Peningkatan self esteem menggunakan uji-t’, karena varians self esteem tidak homogen. Karena data self esteem sudah diubah ke dalam bentuk interval maka dapat ditentukan hubungan representasi matematis dan self esteem siswa dengan menggunakan uji Correlation Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran ARIAS dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis dan self esteem dalam matematika. Peningkatan kemampuan representasi matematis dan self esteem berada pada kategori sedang. Terdapat hubungan antara kemampuan representasi matematis dan self esteem siswa dalam matematika. Abstract: This research was conducted because of the importance of students’ mathematical representation and self esteem in mathematics, but in fact, students’ mathematical representation and self esteem in mathematics was still low. This research aimed to comprehend the improvement of students’ mathematical representation and self esteem ability in mathematics who were taught by using arias teaching model and students who were taught by using conventional method, and also the relationship between students’ mathematical representation and self esteem. This was a quasi experimental research with non equivalent pretest and posttest control group. The population of this research was SMP students with students of two classes of the eighth grade of SMPN 1 Takengon including experiment and control classes as the research samples. The data was got through test of mathematical representation, self esteem questionnaires, and observation sheets. The data of self esteem was transformed by using MSI (Method of Successive Interval) formula, so that the data in the form of ordinal could be changed into interval form. The improvement of self esteem used t-test because the variant of it was not homogenous. Since the data of self esteem had been changed to interval form, so that the relationship between students’ mathematical representation and self esteem could be determined by using Correlation Product Moment Pearson. Research result showed that ARIAS teaching model could improve the ability of mathematical representation and self esteem in mathematics. The improvement of mathematical representation and self esteem was in medium category. There was a correlation between students’ mathematical representation and self esteem in mathematics.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Endang Istikomah; Ratu Sarah Fauziah; Edi Irawan; Mahmudin Mahmudin
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v6i1.48409

Abstract

This study aims to analyze the relationship between mathematical anxiety, and students' mathematics learning outcomes. This research is a correlational study using linear correlation and multiple linear correlation. Data analysis was carried out using the SPSS 21 program. Data was taken from 113 respondents who were students of the Mathematics Education Study Program 2017/2018 school year. The independent variable in this study is mathematical anxiety (X) and the dependent variable is students' mathematics learning outcomes (Y). The results of the study showed that there was a relationship between mathematics anxiety and the mathematics learning outcomes of the sixth semester students in the MNA subject with a significance level of  0. 001 and the R value was 0.299.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) Rani Sugiarni; Santi Rosdiani
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v7i1.51747

Abstract

Abstrak. Matematika sering disebut ratunya ilmu hal ini disebabkan karena matematika tidak bergantung pada bidang studi lain. Pendidikan di bidang matematika merupakan ilmu yang penting dipelajari dan dipahami maka diperlukan cara untuk menarik minat siswa terhadap pembelajaran matematika. Berawal dari hasil belajar matematika kelas VII-2 dengan persentase pencapaian yang masih rendah menjadi indikasi bahwa sebagian besar siswa belum memahami konsep dengan baik. Pemahaman merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Dengan metode Penelitian Tindakan Kelas terhadap siswa kelas VII-2 SMP Negeri 3 Cianjur yang berjumlah 30 orang pada pokok bahasan Garis dan Sudut didapatkan hasil bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis. Selain itu, adanya perbaikan pada setiap pertemuan serta siswa berperan aktif dalam pembelajaran serta respon yang diberikan oleh siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) positif.Abstract. Mathematics is often called the queen of science, this is because mathematics does not depend on other fields of study. Mathematics education is an important science to learn and understand, so it is necessary to find a way to attract students' interest in learning mathematics. Starting from the results of learning mathematics in class VII-2 with a low percentage of achievement, it is an indication that most students do not understand the concept well. Understanding is one of the important goals in learning. This study aims to improve students' conceptual understanding through the Numbered Head Together (NHT) cooperative learning model. With the Class Action Research method of class VII-2 Junior High School 3 Cianjur, totaling 30 people on the subject of Lines and Angles, it was found that learning using the Numbered Head Together (NHT) type cooperative learning model can improve understanding of mathematical concepts. In addition, there are improvements at each meeting and students play an active role in learning and the responses given by students to learning using a positive Numbered Head Together (NHT) type of cooperative learning model.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU BERDASARKAN KECEMASAN MATEMATIKA Abdul Latip; Turmudi Turmudi; Kartika Yulianti
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023): January
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v11i1.53435

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik. Oleh sebab itu sebagai seorang pendidik, guru harus dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep selama proses pembelajaran. Namun pada kenyataanya terdapat hambatan berupa kecemasan yang dialami oleh peserta didik yang tidak diketahui oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep peserta didik ditinjau berdasarkan kecemasan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian berjumlah 6 orang peserta didik yang dipilih dari tiap kategori kecemasan matematika. Instrumen pendukung dalam penelitian ini meliputi: 1) Angket Kecemasan Matematika; 2) Tes Kemampuan Pemahaman Konsep; 3) Pedoman Wawancara. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa peserta didik dengan tingkat kecemasan matematika rendah yaitu S1 dan S2 dapat memenuhi 4 dari 5 indikator pemahaman konsep; peserta didik dengan tingkat kecemasan matematika sedang yaitu S6 mampu memenuhi 3 dari 5 indikaor pemahaman dan S16 mampu memenuhi 2 dari 5 indikator pemahaman konsep; peserta didik dengan tingkat kecemasan matematika tinggi yaitu S11dan S20 tidak dapat memenuhi semua indikator pemahaman konsep
Group Investigation Berbantuan Peta Konsep untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Horas P. Sidauruk
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31971

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematik yang memperoleh pembelajaran group investigation berbantuan peta konsep. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian non-ekuivale control-group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA salah satu SMA Negeri di Bandung dengan mengambil dua kelas (eksperimen dan kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan koneksi matematik siswa yang memperoleh pembelajaran group investigation berbantuan peta konsep lebih baik dari siswa yang memperoleh pembelajaran biasa (2) Peningkatan kemampuan koneksi matematik siswa yang memperoleh pembelajaran group investigation berbantuan peta konsep lebih baik dari siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Pembelajaran group investigation berbantuan peta konsep terbukti dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematik lebih baik daripada pembelajaran biasa. Abstract. This study aims to improve the ability of mathematical connections that obtain group investigation aided learning mind map. This research is experimental research design with non-equivalent control-group design. The population in this study were all one class XI Science high schools in Bandung by taking two classes (experimental and control). The results showed that (1) The ability of students receiving mathematical connection group investigation aided learning mind map better than students who received regular lessons (2) Increasing the ability of students receiving mathematical connection group investigation aided learning mind map better than students who received learning usual. Group investigation aided learning mind map shown to improve the ability of mathematical connection better than the usual learning.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS ETNOMATEMATIKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA PGSD Maximus Tamur; Yaya S. Kusumah; Dadang Juandi
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i1.45237

Abstract

Abstrak: Kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis mahasiswa PGSD tergolong rendah. Di antaranya disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan konteks budaya dalam pembelajaran. Potensi budaya menjadi menarik untuk dijadikan sebagai masalah kontekstual dalam perkuliahan matematika karena budaya lebih dikenal, dilakukan dan terkait dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis dan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa PGSD melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis etnomatematisa (PKSBE). Penelitian ini melibatkan mahasiswa PGSD STKIP St. Paulus Ruteng semester II tahun akademik 2011/2012 yang terdiri dari dua kelas, satu kelas ekperimen dan satu kelas kontrol. Pemilihan kelas tersebut dilakukan secara acak kelas dari 10 kelas yang ada. Mahasiswa kelas eksperimen mendapat pendekatan PKSBE dan mahasiswa kelas kontrol mendapat pembelajaran kooperatif tipe STAD (PKS). Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara tidak tertruktur, pretes dan postes, lembar observasi, dan angket respon mahasiswa. Data yang diperoleh dianalisis secara  kualitatif, uji-t dan uji Mann-Whitney U. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan, kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis mahasiswa yang mendapat pembelajaran menggunakan PKSBE memperoleh peningkatan yang secara signifikan lebih tinggi daripada mahasiswa yang menggunakan PKS. Peningkatan tersebut masuk dalam kategori tinggi. Hasil analisis terhadap data observasi dan respon mahasiswa menunjukkan bahwa PKSBE dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa dan menumbuhkan sikap positif mereka terhadap mata kuliah Konsep Dasar Matematisa dan terhadap dosen. Abstract: The conceptual understanding and mathematics communication of the primary teacher training students can be classified as in the low level. This phenomenon is highly affected by insufficient utility of culture perspective in teaching and learning process; however, cultural value becomes interesting issues in mathematics instruction because culture has been well-known, practiced, and been strongly associated to the students’ daily life. The aim of this study is to develop students’ understanding of competence and mathematical communication through the implementation of cooperative learning of STAD techniques on the ethnomathematic basis.There were two classes of primary teacher training college students at St. Paul college of education at second semester in the academic year 2011/2012 as the sample. One class was as the experiment group and another one class was as the control group using proportional random sampling from 10 classes. The experiment group was taught by using cooperative learning STAD techniques on the ethnomathematic basis, whereas control group was taught by using cooperative learning STAD techniques without ethnomathematic basis. Instruments used in this study were unstructured interview, test, observation sheet, and questionnaire. Qualitative data analysis were t-test and Mann-Whitney U test. Based on research result can be concluded that almost the students’ understanding of mathematics and mathematical communication of the experiment group was significantly higher than those of the control group. This significant development categorized as high level. Data analysis of observation sheet and questionnaire indicated that cooperative learning STAD technique on ethnomathemtic basis could develop students’ mathematics learning activities and their positive attitudes toward the course of basic concept of mathematics and toward their lecturer.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED Usep Kosasih; Tatang Mulyana
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v1i2.49429

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan open-ended dan konvensional, interaksi antara pembelajaran yang digunakan dengan kategori kemampuan siswa dalam hal kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematis siswa, serta sikap siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan open-ended. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan kelas kontrol tes awal dan tes akhir. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Baleendah dengan sampel penelitian siswa kelas VII sebanyak dua kelas yang dipilih secara purposif. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan pendekatan open-ended dan kelas kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematis, dan skala sikap siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data tes awal dan gain ternormalisasi kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematis, serta terhadap data tes kedua kelas dilakukan uji perbedaan rerata antara dua populasi dan ANOVA dua jalur. Analisis kualitatif dilakukan untuk menelaah sikap siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan open-ended. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan open-ended lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, terdapat suatu interaksi antara pembelajaran yang digunakan dengan kategori kemampuan (tinggi, sedang, dan rendah) siswa dalam hal kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematis, secara umum siswa bersikap positf terhadap pembelajaran dengan pendekatan open-ended. Abstract: This study aims to examine the enhancement of creative thinking and communication skills of students who have learning mathematical open-ended approach and conventional, the interaction between the learning ability of students to use the categories in terms of creative thinking skills and mathematical communication students, and students' attitudes toward open-ended learning approach. The study design was quasi experimental with the initial test and control final test. The study population was all students one of the first secondary school in Bandung regency. Two classes was chosen as the study sample. Obtain experimental class learning with open-ended approach and gain control of a class of conventional learning. To obtain research data used in the form of the test instrument the ability to think creatively and mathematical communication, and student attitude questionnaire. Data analysis was carried out quantitatively and qualitatively. Quantitative analysis performed on the initial test data, and the normalized gain the ability to think creatively and mathematical communication, as well as to both classes of test data performed the mean difference test between the two populations and two-ways ANOVA. Qualitative analysis performed to examine students' attitudes toward learning with open-ended approach. The results showed that an increase in creative thinking and communication skills students gain mathematical learning with open-ended approach is better than students who received conventional learning, there is an interaction between the learning ability that is used by category (high, medium, and low) in terms of student creative thinking skills and mathematical communication, the general attitude of students towards learning positf with open-ended approach.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA SMP KELAS IX DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Hermanto Hermanto
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v6i1.51400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa kelas IX SMP Negeri 3 Wawotobi dengan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 6 orang siswa dengan masing-masing 2 orang untuk setiap gaya belajar yang dipilih berdasarkan hasil angket gaya belajar dan pertimbangan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan ini adalah model Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan berdasarkan analisis data menunjukkan: 1) Kemampuan literasi matematika siswa visual masih rendah pada kompetensi komunikasi, representasi serta penalaran dan argumen dan lebih unggul pada kompetensi matematisasi, merancang strategi, penggunaan simbol, bahasa formal dan penggunaan operasi. 2) Kemampuan literasi matematika siswa auditorial masih rendah pada kompetensi representasi, penalaran dan argumen, dan unggul dalam kompetensi komunikasi, matematisasi, merancang strategi, dan penggunaan simbol, bahasa formal dan penggunaan operasi. 3) Kemampuan literasi matematika siswa kinestetik unggul dalam kompetensi penggunaan simbol, bahasa formal dan penggunaan operasi dan masih rendah pada kompetensi komunikasi, matematisasi, representasi, penalaran dan argumen, serta merancang strategi.
USING THE JIGSAW AND TAI MODELS TO ANALYZE A MATH LEARNING EXPERIMENT, REVIEW THE STUDENTS' ADVERSITY QUOTIENT Agus Hendriyanto; Sani Sahara; Lukman Hakim Muhaimin
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v7i1.51733

Abstract

Abstract: The goal of this study was to identify: (1) Significant differences in mathematics learning results between the jigsaw learning model and TAI. (2) Significant variations in kids' AQ levels and mathematical learning results (3) There is a relationship between students' AQ scores and the outcomes of mathematics learning. A quasi-experimental research design is used in this quantitative study type. 98 students from SMP Muhammadiyah 5 Surakarta in the seventh grade made up the research population. The first class was sampled using the jigsaw model, the second class was sampled using the TAI model, and the third class was sampled using the conventional model. Cluster random sampling was employed as the sampling method. ways for gathering data via tests, surveys, and documentation. Two-way analysis of variance with uneven cells is the analytical method employed. Using the study's findings and a 5% level of significance, the following was discovered: (1) Jigsaw, TAI, and conventional learning models all produce the have different in terms of learning outcomes for mathematics, however Jigsaw performs better than TAI and conventional; (2) There are variations in kids' AQ levels in terms of mathematics learning results. While students with AQ campers are superior to students with AQ quitters, students with AQ climbers are superior to students with AQ campers and quitters; (3) There is a relationship between AQ levels (climbers, campers, quitters) and learning models (Jigsaw, TAI, and traditional) on the outcomes of mathematics learning. Students who are AQ climbers in the jigsaw learning paradigm learn mathematics more effectively than students who are AQ quitters.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) Perbedaan hasil belajar matematika yang dihasilkan dari penerapan model pembelajaran jigsaw dan TAI; (2) perbedaan hasil belajar matematika siswa antar kategori AQ; (3) interaksi antara penerapan model pembelajaran (jigsaw dan TAI) dengan AQ siswa terhadap hasil belajar matematika. Desain quasi-experimental digunakan dalam penelitian kuantitatif ini. Populasi penelitian merupakan siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 98 siswa. Cluster random sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel. Kelas pertama dijadikan sampel untuk penerapan model jigsaw, kelas kedua dijadikan sampel untuk penerapan model TAI, dan kelas ketiga dijadikan sampel untuk penerapan model konvensional. Data dikumpulkan melalui teknik tes, survei, dan dokumentasi. Analisis varians dua arah dengan sel tak sama adalah jenis formula statistik yang digunakan. Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%, ditemukan hal-hal berikut: (1) model pembelajaran jigsaw, TAI, dan konvensional semuanya menghasilkan hasil yang berbeda dalam hal hasil belajar matematika, jigsaw berkinerja lebih baik daripada TAI dan konvensional; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar matematika ditinjau dari variasi tingkat AQ. Sementara siswa dengan AQ camper lebih unggul daripada siswa dengan AQ quitter, siswa dengan AQ climber lebih unggul dari siswa dengan AQ campers dan quitter; (3) Ada interaksi antara model pembelajaran (Jigsaw, TAI, dan traditional) dan tingkat AQ (climbers, campers, quitters) terhadap hasil belajar matematika. Siswa dengan AQ climber dan menggunakan model jigsaw memiliki hasil belajar matematika lebih baik daripada siswa dengan AQ quitters.
PENERAPAN PENDEKATAN OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Sarah Inayah
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v8i1.51727

Abstract

The aim of this research is to find out the increasing of the critical thinking skills of student’s mathematical by using open ended approach, along with to find out how the student’s attitude concerning of the learning by using open ended approach. This research uses the quasi experiment with non equivalent control group design approach method. The population of this research is all of the students in VIII class at SMP 1 Karangtengah, while the sample used as much as two classes, that are VIII H class as the control class and VIII I class as the experiment class, which are sampling by using sampling purposive technique, that is sampling technique by certain criteria. In the experiment class gave the treatment by using open ended approach, while the control class gave the treatment as usual by the teacher in learning activities. The research shows the increase of the critical thinking skills of student’s mathematical by using open ended approach is better than the critical thinking skills of student’s mathematical by using common learning, and commonly, inquiry scale attitude shows the student’s response concerning open ended learning-approach is positive.